Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on April 29, 2019

Manado, Sulut (29/04)--- Tahun 2019 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015--2019. Hingga 2018, RPJMN diketahui fokus pada pembangunan infrastruktur sedangkan tahun 2019 ini dinilai strategis bagi Rencana Kerja Pemerintah (RKP), di samping karena berthema pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan yang berkualitas dan menitikberatkan pada upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. 

Konsistensi pemerintah dalam meningkatkan sumberdaya manusia secara berkesinambungan berlanjut pada tahun 2020 dengan thema rancangan RKP yaitu peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas. Khusus untuk masalah Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di tahun 2019 ini diakui tidak mudah terutama dalam mencapai target serta tantangannya. 

“Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat target kerjanya melalui proses perencanaan secara HITS (Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial); refocusing proses penganggaran; evaluasi dan monitoring secara berkala terhadap regulasi yang menghambat proses pembangunan dan progres pelaksanaan prioritas nasional,” papar Seskemenko PMK, YB Satya Sananugraha pada Senin pagi di Kota Manado, Sulawesi Utara.  “Dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan secara terus menerus diharapkan dalam pencapaian target bidang PMK tahun 2020 akan lebih efektif.”

Arahan Seskemenko PMK itu disampaikan di tengah forum pertemuan konsolidasi program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan wilayah tengah dan timur Indonesia. Seskemenko PMK juga mengungkapkan bahwa secara pararel pemerintah telah memulai proses penyusunan RPJMN 2020--2024 dan pada tahap awal telah disusun RPJMN Teknokratis 2020--2024 yang merupakan pendekatan ilmiah berupa hasil evaluasi dan identifikasi masalah pelaksanaan program serta kajian terkait perbaikan program yang akan dilakukan secara efektif ke depan. Masih ada dua tahap proses penyusunan RPJMN 2020--2024 yaitu proses politik yang akan mengakomodir visi dan misi presiden terpilih dan juga proses partisipatif berupa penyelenggaraan Musrenbangnas secara regional.

“Keberhasilan pembangunan nasional merupakan agregasi dari keberhasilan pembangunan daerah. Peran kunci dalam menjembatani sinergitas antara berbagai pemangku kepentingan pusat, secara khusus diemban oleh pemerintah provinsi selaku wakil pemerintah pusat di daerah... Oleh karena itu, sinergi antara pusat dan daerah merupakan syarat mutlak dalam mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Seskemenko PMK menutup arahannya.

Penyelenggaraan pertemuan konsolidasi ini, menurut Ketua Panitia sekaligus Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Kemenko PMK, Yohan, bermaksud untuk merumuskan komitmen dan mekanisme KSP (Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian) antara Pemerintah Pusat (Kemenko PMK) dengan Pemerintah Daerah (Bappeda, Biro Kesra, Bakesbangpol dan OPD yang terkait dengan Kemenko PMK, sekaligus untuk menyinkronkan serta menyinergikan berbagai program bidang PMK yang ada di daerah dalam rangka mencapai sasaran agenda pembangunan nasional 2015--2019 serta sinergitas perencanaan program pusat dan daerah tahun 2020. 

“Pemerintah pusat melalui Kemenko PMK membangun kerjasama dan komitmen dengan daerah terkait berbagai program bidang PMK; terciptanya sinergitas sekaligus memperkuat koordinasi serta pengedalian program tahun 2019 dan perencanaan program tahun 2020; dan menyosialisasikan berbagai kebijakan bidang PMK termasuk isu dan fokus prioritas bidang PMK tahun 2020,” papar Yohan lagi. Selanjutnya, para perwakilan dari tujuh kedeputian yang ada di Kemenko PMK diberi kesempatan menyampaikan paparan program kerjanya di hadapan peserta pertemuan.

Pertemuan konsolidasi ini turut dihadiri oleh para pejabat eselon I, II, dan III di lingkungan Kemenko PMK dan para asisten sekretaris daerah, kepala Bappeda, Kepala Biro Kesra, dan Kepala Kesbangpol provinsi se-wilayah Indonesia Tengah dan Timur Indonesia, 16 OPD yang terkait bidang PMK serta jajaran SKPD se-Sulawesi Utara. Adapun Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, hadir pula untuk menyampaikan sambutan selamat datang (*)

Kategori: