Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 10, 2014

Jakarta, 10 Oktober - Indonesia butuh Peraturan Presiden (Perpres) untuk menyelenggarakan Asian Games 2018. Perpres juga akan menjadi petunjuk siapa penanggung jawab acara pembukaan dan penutupan di antara tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Namun, Perpres yang diharapkan bisa diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya meleset. Sebab sampai saat ini belum ada tandatanda Presiden SBY akan mengeluarkan peraturan tersebut.

Padahal waktu kerja SBY tinggal hitungan hari, seperti dilansir laman Suara Merdeka.com., selanjutnya pemerintahan dikendalikan presiden terpilih Joko Widodo. Menurut Deputi Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewo Broto, berbagai pihak menginginkan Perpres bisa diterbitkan Presiden SBYsebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober.

Hal itu juga mengacu pada rapat koordinasi yang dipimpin Menko Kesra dengan Kemenpora, KONI, KOI, Gubernur DKI Jakarta, dan Gubernur Sumatera Selatan, bulan lalu. ‘’Harapan Pak Agung (Menkokesra Agung Laksono) Perpres terbit sebelum 20 Oktober.

Tetapi ini kelihatannya belum karena tidak ada pergerakan. Saya sudah isyaratkan harus segera kalau nggak ya berarti terbit di era Pak Jokowi. Tetapi, siapa pun presidennya, sama saja namanya juga Perpres,’’ungkap Gatot.

Dua Tahun

Penerbitan Perpres dinilai penting karena akan menjadi dasar hukum, panduan persiapan, dan dasar koordinasi. Perpres sekaligus akan mengatur kepanitiaan, penyusunan anggaran serta penunjukan acara pembukaan serta penutupan Asian Games 2018. Konsekuensi atas molornya penerbitan Perpres, pergerakan menuju persiapan menjadi tuan rumah Asian Games sedikit terhambat.

Jika dihitung mulai sekarang, waktu tersisa menuju pelaksanaan multievent empat tahunan level Asia ini tinggal dua tahun. Sebab, dua tahun di awal difokuskan merenovasi beberapa venue yang direkomendasikan menjadi tempat pertandingan/ perlombaan.

Memasuki 2016, Indonesia akan didatangi perwakilan Komite Olimpiade Asia Asia (OCA). Mereka bakal menilai proses renovasi arena pertandingan. Dari inspeksi ini kemudian direncanakan uji coba venue yang sudah jadi.

‘’Meski penyelenggaraan dibebankan kepada DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat, pemerintah tetap harus berkomitmen untuk lebih mengedepankan Indonesia,’’terangnya. Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengharapkan KONI bisa menargetkan Indonesia berada di posisi tiga besar pada Asian Games 2018.

‘’Tadi saya minta KONI pada Asian Games 2018 nanti target harus urutan kedua,’’ kata Wakil Gubernur yang akrab disapa Ahok itu usai melakukan rapat dengan pengurus KONI di Balaikota Jakarta. Menurutnya, setidaknya Indonesia bisa masuk ranking sembilan pada Asian Games 2014 yang baru saja berakhir.

Namun, Indonesia hanya mampu menempati urutan ke-17 dengan perolehan medali empat emas, lima perak, dan 11 perunggu. (Sm/Gs)