Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on September 02, 2019

Jakarta (2/9) -- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, memimpin Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Penyelenggaraan PON Papua 2020. Rapat merupakan  tindak lanjut hasil Ratas yang langsung dipimpin oleh Presiden RI, pada 26 Agustus 2019 dan  juga  kelanjutan dari Rapat Koordinasi Teknis Tingkat Eselon 1 Persiapan PON dan PEPARNAS Papua 2020, pada 29 Agustus 2019, yang  dilaksanakan di Kemenko PMK.

Rapat dihadiri oleh Sesmenpora, Deputi IV Menpora, Wakil Ketua KONI, Kadisorda Papua, dan perwakilan dari KemenPUPR. "Agenda utama Rakornis adalah membahas pending issue terkait penyelenggaraan PON Papua 2020, khususnya: penyesuaian jumlah cabor, penyesuaian klaster, dan kapasitas penginapan," kata Shuida mengawali arahannya.

Menurut Shuida, pihak terkait baik KONI dan Pemprov Papua sudah menindaklanjuti arahan Ratas terkait pengurangan cabor menjadi maksimal 37 cabor, dengan mempertimbangkan cabor olimpic, ketersediaan venue, dan cabor unggulan Papua. Namun Keputusan terkait jumlah cabor akan diputuskan oleh Menpora melalui rapat teknis yang diharapkan dapat dipimpin oleh Menpora pada minggu ini.

Sementara terkait dengan pengurangan klaster lokasi pertandingan, Shuida menyampaikan bahwa dari 6 klaster menjadi 3 klaster juga menjadi pembahasan khusus, dimana klaster yang ditetapkan adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Mimika. Sedangkan Kabupaten Merauke akan menjadi kabupaten penyangga (sub-klaster). "Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan efisiensi penyelenggaraan PON Papua 2020," ujarnya.

Untuk ketersediaan penginapan, menurut Shuida, Pemrov Papua  sudah menjamin ketersediaan penginapan bagi para kontingen. "Didukung dengan hotel yang telah tersedia, dan rusunawa yang disiapkan oleh Kementerian PUPR, serta optimalisasi balai – balai yang memiliki penginapan setara bintang 3, maka dapat dipastikan persoalan ketersediaan penginapan dapat diatasi," terang Shuida.