Jakarta (06/08)--- Komitmen kuat Pemerintah yang tertuang di dalam berbagai program kerjanya tentu sudah banyak terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Meskipun perlahan, apa saja program kerja Pemerintah itu masih belum banyak diketahui publik terlebih mendapatkan apresiasi meluas. Karena nyatanya, sosialisasi program kerja Pemerintah masih kurang kuat terdengar, sementara media massa dengan berbagai platform-nya juga masih kurang “menangkap” apa yang seharusnya disiarkan ke tengah masyarakat mulai dari proses, kerja hingga hasil yang bermanfaat bagi rakyat. Demi mensinergikan serta mensinkronkan program kerja Pemerintah dengan publikasi media, Menko PMK, Puan Maharani kembali memperkuat jalinan kerjasama antara Pemerintah dengan media massa.
Didampingi oleh Staf Khusus Menko PMK, Dolfie OFP; Anggota Gugus Tugas Revolusi Mental, Arief Budimanta; dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Charles Honoris, Menko PMK mengawali kunjungannya ke Kantor Redaksi Trans Media Group pada Selasa Siang. Menko PMK diterima langsung oleh para Petinggi Trans Media Group dan seluruh Jajaran platform media yang ada mulai dari televisi, berita online, hingga medsos. “Sosialisasi program-program Pemerintah kadang tidak ditangkap media dengan baik. Apakah media media tidak menangkapnya atau justru pihak Pemerintah yang kurang menyosialisasikannya secara menarik. Ini yang selalu jadi pertanyaan Saya, maka mari kita bahas bersama,” papar Menko PMK mengawali diskusi yang berlangsung di ruang rapat Redaksi Detik.com
Dalam pertemuan ini, Menko PMK sempat menjawab sejumlah pertanyaan dari awak redaksi Trans Media salah satunya terkait Paham Radikalisme. Untuk masalah ini, Menko PMK menjawab tengah memulai membangkitkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di seluruh tingkatan sekolah mulai dari dasar hingga menegah.
“Radikalisme dapat ditangani dengan hasil kerja bersama dari semua pihak dengan semangat keberagaman dan kebhinnekaan. ASN anyg terpapar radikalisme memang banyak. Kami akan mulai mennagani masalah ini dengan memperkuat diklat-diklat kepemimpinan dan harus ada komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah. Kami juga ingin Kemendikbud menghidupkan lagi mata pelajaran PMP yang sangat kental dengan ajaran Pancasila dan mengajarkan anak bangsa untuk sopan santun, saling menghormati, dan sebagainya. Kami juga minta sekolah internasional untuk dimasukkan kurikulum tentang Pancasila agar anak Indonesia yang sekolah di sana tidak kehilangan jati dirinya,” papar Menko PMK lagi.
Seolah kembali menegaskan apa saja kerja dan bagaimana kinerja Pemerintah selama ini Menko PMK mengatakan, “Kenapa banyak isu yang tidak dipublikasi? Dengan keterampilan jurnalistik, seharusnya wartawan dapat lebih terampil menggali informasi yang didapat. kebijakan pemerintah hadir bukan untuk menyerang seseorang tetapi negara juga berhak memiliki rahasia yang tidak mungkin dibuka ke publik. pemerintah tetap berkomitmen kuat menyejahterakan masyarakat. Kami di pemerintahan terus bekerja keras tetapi memang masih saja kurang di mata masyarakat. Presiden sendiri sering blusukan hanya demi melihat langsung laporan para menterinya.”
Di bawah koordinasi Kemenko PMK, tambahnya, semua layanan publik terutama yang berkaitan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, diakui Menko PMK tetap berjalan dengan baik bahkan di antara para menterinya bekerja semakin solid. “Sudah banyak buktinya, angka kemiskinan turun, layanan haji sudah makin membaik bahkan kita lebih unggul dibanding negara lain. Untuk itu saya khusus terjun langsung memeriksa".
Kategori:
