Semarang (5/4) --- Kota Semarang ditunjuk sebagai tempat berkumpulnya para mahasiswa se-Indonesia dalam kegiatan Gladian Sejarah Pemuda Indonesia (GSPI). Para pemuda ini diharapkan menjadi agen-agen perubahan bagi bangsa Indonesia.
Pada hari kedua kegiatan Gladian Sejarah Pemuda Indonesia 2019, sejak pagi hari para peserta GSPI mengikuti gladi karakter (outbound) yang bertempat di Puskepram Candra Birawa. Pada kegiatan ini para peserta diikutsertakan dalam berbagai macam games yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kekompakan antar peserta.
Dalam outbound ini diharapkan para peserta dapat belajar untuk bersikap baik, bertanggung jawab, menghindari sikap pecundang, menyalahkan orang lain, dan menyangkal kesalahan yang telah diperbuat. Untuk itu para peserta dibina dan dididik untuk menjadi pemuda yang nasionalis, berkarakter dan berbudaya. Hal ini dilakukan karena pemuda sangat berperan penting sebagai penerus bangsa, lewat pemuda ini Indonesia akan dibawa menuju kejayaan dimana Indonesia yang akan berperan penting dalam dunia.
Acara ini juga dilanjutkan dengan kunjungan inspiratif ke 15 tempat bersejarah di Semarang, diantaranya Kampung Bahari; Lawang Sewu; Kota Lama; Sam Poo Kong; Masjid Agung Jawa Tengah; Pagoda Avalokitesvara; Museum Ronggowarsito; Panti Lansia Pucanggading; Panti Rehabilitasi PGOT Mardi Utama Tembalang Semarang; SLB Negeri Semarang Sendang Mulya Tembalang; Yayasan Rumah Damai Gunungpati; Yayasan At Tauhid Gayamsari; Kebun Buah Cepoko Gunungpati; Gua Kreo; dan Kampung Melon di Gunungpati. Acara hari kedua ditutup dengan FGD dimasing-masing kecamatan untuk melaporkan hasil kegiatan selama satu hari ini.
Foto & Reporter : Rieska C
Kategori:
