Jakarta, 3 Agustus - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat telah membentuk tim khusus penanganan dan penanggulangan kebakaran lahan dan bangunan yang akhir-akhirnya kasusnya meningkat di Kota Pontianak dan sekitarnya.
"Tim khusus itu terdiri dari, tim preentif, preventif, dan tim penegakan hukum," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kota Pontianak, Komisaris Polisi Hujra Soumena, di Pontianak, Minggu (3/8/2014).
Ia menjelaskan, pembentukan tim khusus penanganan dan penanggulangan kebakaran lahan dan bangunan itu, sebagai respon dari Polda Kalimantan Barat terhadap tingginya kasus kebakaran lahan dan bangunan dalam seminggu ini.
"Tim preemtif bertugas memberikan himbauan kepada masyarakat, agar berhati-hati dalam menggunakan api pada saat beraktivitas baik di dalam maupun di luar rumah," ujarnya sebagaimana dilansir laman Antara News.com.
Kemudian tim preventif bertugas membantu pihak pemadam kebakaran dalam memperlancar proses memadamkan api, dengan mengamankan lokasi terjadinya kebakaran, seperti mengatur lalu lintas di sekitar kejadian kebakaran, baik kebakaran lahan dan bangunan, kata Soumena.
Sementara tim penegakan hukum bertugas melakukan tindakan hukum seandainya dari hasil penyelidikan ditemukan adanya pihak-pihak yang sengaja membakar, baik pembakaran lahan dan bangunan.
"Dalam sepekan Lebaran 2014 ini, tercatat lima lokasi kebakaran bangunan di Kota Pontianak dan sekitarnya. Sedangkan kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah lokasi di Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya," ujar dia.
Satelit deteksi 90 titik panas Riau
Sementara itu, Satelit Modis Terra dan Aqua kembali mendeteksi kemunculan 90 titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten/kota.
"Terbanyak masih di Kabupaten Rokan Hilir yakni 70 titik," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Amri, di Pekanbaru, lewat pesan elektronik, Minggu (3/8/2014)
Hasil rekaman satelit pada Sabtu petang (2/8/2014) itu juga menunjukkan terdapat tujuh titik panas di daratan Kota Dumai yang terletak di wilayah pesisir Provinsi Riau.
Kemudian di Kabupaten Bengkalis menurut data BPBD Riau terdapat tiga titik panas, sama banyak dengan yang ditemukan di Kabupaten Kampar.
Titik panas juga terdeteksi berada di Kabupaten Rokan Hulu, Siak dan Indragiri Hilir masing-masing dua titik panas.
Sementara itu menurut satelit Modis, satu titik panas tersisa di Kabupaten Pelalawan.
Berbeda dengan Satelit NOAA 18, dimana pada hari yang sama justru hanya mendeteksi empat titik panas di Riau dari 46 titik yang ada di daratan Pulau Sumatera.
Menurut satelit itu, empat titik panas berada di wilayah Kabupaten Rokan Hulu sebanyak dua titik, Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing satu "hotspot".
Titik panas merupakan hasil rekaman satelit dari suhu udara di atas 40 derajat Celsius yang patut diduga sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Sepanjang 2014, di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau telah terjadi peristiwa tersebut, mengakibatkan sedikitnya 25 ribu hektare hutan dan lahan hangus dan menghasilkan asap yang mencemari ruang udara di sebagian wilayah.(Ant/Gs).