Jakarta, 25 Juni - Posko Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau yang berada di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, terhitung Selasa (24/6/2014) hingga Senin (30/7/2014) dibuka kembali.
Pembukaan kembali Posko Karhutla ini menyusul musim kemarau dan kelembaban udara Riau yang cenderung kering. Sehingga rawan terhadap Karhutla. Kekhawatiran tersebut semakin mendekati kenyataan menyusul banyak titik api atau ''hot-spot'' akibat aksi pembakaran hutan dan lahan di Bumi Lancang Kuning.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel (Pnb) Khairil Lubis selaku Kordinator Satgas Pemadaman Karhutla Riau yang dijumpai wartawan usai rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Setdaprov Wan Amir, mengakui posko dibuka kembali untuk mengantisipasi menyebarnya musibah Karhutla.
Pemadaman kebakaran lahan sudah dimulai hari ini. Sebanyak tiga pesawat jenis Bolco, Kamov dan Sikorsky telah dikerahkan melakukan pemadaman melalui udara dengan cara bom air atau ''water booming'', sebagaimana dilansir laman Analisa.com.
''Satu pesawat lagi kita siagakan untuk memantau titik-titik kebakaran lahan dan hutan. Sedangkan pesawat jenis Hercules bakal diturunkan dalam operasi modifikasi cuaca untuk pembuatan hujan buatan,'' terangnya.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada Analisa, menyatakan saat ini Kapolda Brigjen (Pol) Condro Kirono sedang berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) untuk memantau aksi pemadaman lahan dan hutan.
Menyikapi kian maraknya aksi hutan dan lahan serta pemalakan liar (illegal logging/ilog), Polda Riau telah menginstuksikan jajarannya di Kepolisian Resort (Polres) untuk lebih mengoptimalkan pengawasan.
Hingga saat ini, pihak Polda Riau telah mengamankan 34 tersangka pembakar lahan dan pelaku pemalakan liar.
''Hari ini kita menangkap dua tersangka pembakaran lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Pelakunya telah ditahan di Polres Pelalawan, karena melakukan perambahan liar dengan cara membakar di areal seluas dua hektare di TNTN,'' kata Guntur.
Terlepas soal itu, berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua yang rilis pihak Stasiun Badan Meterologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hari ini terpantau sebanyak 141 hotspot di Pulau Sumatera. Dari jumlah itu, sebanyak 97 titik terdeteksi di sejumlah wilayah Riau.
Ke-97 hotspot itu tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 48 titik panas, Bengkalis (22 titik panas), Kampar (8), Dumai (6), Pelalawan (4), Rokan Hulu (3), Indragiri Hulu (2), Kepulauan Meranti (2), serta Siak dan Indragiri Hilir, masing-masing satu titik panas.(Ac/Gs)
Kategori: