Jakarta, 15 Desember - Presiden Jokowi setelah meninjau proses pencarian korban longsor, langsung memberikan bantuan kepada para pengungsi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Saat berada di posko pengungsian, Presiden Jokowi dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seperti dilansir laman Tribunnews, secara simbolis memberikan bantuan ribuan selimut kepada para korban selamat. "Bantuan berupa perlengkapan tidur diberikan kepada para korban bencana tanah longsor," ujar Mensos.
Kepada petugas Posko, Mensos meminta petugas senantiasa memerhatikan para pengungsi. "Selalu perhatikan apa yang dibutuhkan pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik ataupun perlengkapan yang diperlakukan darurat seperti ini," katanya.
Sementara Presiden Jokowi memerintahkan TIM SAR Gabungan membuka akses jalan yang tertutup, sehingga alat berat berupa eskavator bisa masuk ke lokasi longsor untuk melakukan evakuasi. "Kalau akses jalan sudah terbuka semua, eskavator baru bisa masuk," kata Jokowi.
Presiden meminta kepada Tim SAR dan warga berhati-hati saat proses evakuasi. "Sekali lagi semuanya harus berhati-hati saat melakukan evakuasi," tegas Presiden.
Presiden menyebut Provinsi Jawa Tengah memang banyak terdapat titik-titik rawan bencana. Tidak hanya bencana longsor, namun juga bencana alam lainya. "Saya minta, semua warga yang tinggal di daerah titik rawan bencana selalu waspada,"ungkapnya.
Satu Ton Makanan Tambahan ASI DiSalurkan
Sementara itu, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan telah mengirimkan mengirim tim Rapid Health Assesment (RHA) PPK, Minggu siang (14/12/2014).
Kemenkes juga menyalurkan satu ton makanan tambahan ASI dan makanan tambahan untuk ibu hamil akan dikirim malam ini dari Direktorat Bina Gizi Kemenkes.
"Untuk kebutuhan obat sementara masih bisa didukung dari Dinas Kesehatan Banjarnegara dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI, drg Murti Utami MPH di Jakarta, Minggu (14/12/2014).
Disebutkan, tim Rapid Health Assesment ini akan membantu tim Penanggulangan Krisis Kesehatan regional Jawa Tengah dan DIY yang sudah berada di lokasi kejadian.
Data BNPB, hingga Minggu (14/12/2014) pukul 16.00 WIB, bencana longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara berhasil menemukan 32 korban tewas. Sebanyak 76 orang yang diduga tertimbun masih dicari.
Tercatat 800 orang mengungsi tersebar di Kecamatan Karangkobar sebanyak 577 orang mengungsi di 10 titik lokasi pengungsian dan KecamatanWanayasa sebanyak 223 orang. Lima orang dirujuk ke RS Banjarnegara dan 9 orang (LR) mendapat perawatan di Puskesmas terdekat. (Tn/Gs)