Bandung (23/05) - Menko PMK, Puan Maharani, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi se-ASEAN yang diselenggarakan di Telkom University Convention Hall, Bandung, Jawa Barat.
Jambore yang berthema “Revolusi Mental, Jalan Tengah Membangun Entrepreneur Muda Berdaya Saing di Era MEA” ini diikuti sekitar empat ribu mahasiswa dari negara anggota ASEAN. Dalam sambutan pembukaannya, Presiden menekankan pentingnya keterbukaan dan kompetisi sebagai pintu untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan.
Menurut Presiden, dengan adanya Pesaing akan memaksa diri meningkatkan kualitas. “Karakter anak bangsa kita ini, semakin terdesak, semakin meloncat, semakin terdesak, semakin pintar,” papar Presiden.
Presiden mencontohkan kemajuan setelah adanya persaingan dapat dilihat dari BUMN-BUMN seperti Bank BRI, Pertamina, dan juga Garuda Indonesia. Pada 1970-an, ucap Presiden, bank-bank BUMN hanya beroperasi hingga pukul 13.00-4.00 WIB setiap harinya. Namun kini, setelah diberi pesaing bank-bank asing dan swasta, bank-bank BUMN selain memiliki pelayanan yang semakin baik dan juga keuntungan yang diperoleh sangat besar.
“Bank pemerintah menjadi bagus pelayanan, laba tahunannya meningkat, sistem IT bisa bersaing dengan swasta. Coba kita lihat Bank BRI keuntungan setiap tahun Rp 24 triliun, bank swasta kalah,” ujar Presiden.
Demikian pula yang dialami Pertamina. Pada 1970-1980, Presiden menilai pelayanan Pertamina apa adanya karena SPBU yang kumuh dan petugasnya tidak menggunakan seragam. Setelah ada pesaing, pelayanan menjadi lebih bagus. “Keuntungan mereka juga lebih besar dan pesaing sudah tutup karena tidak kuat bersaing dengan Pertamina.”
Hal sama juga terjadi pada maskapai penerbangan Garuda. Saat belum ada pesaing, pelayanan yang kurang baik. Namun, setelah banyak maskapai asing yang masuk, Garuda terus membenahi diri dan sekarang bahkan menjadi lima besar brand terbaik di Asia untuk 2016. “Sekali lagi, itu karena ada persaingan. Atas alasan itu, saya lebih memilih Indonesia untuk membuka diri, bukan menutup diri,” ujar Presiden lagi.
Selain Menko PMK, presiden juga didampingi Ibu Negara, Irina Jokowi; Wakil Ketua MPR, Osman Sapta; Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo; dan Menristek Dikti, M. Natsir.
Editor : Siti Badriah
Reporter: Deni Adam Malik
Fotografer: Kristian Suryatna
Kategori:
