Foto :
- Deputi 1
Jakarta (27/2) -- Deputi Bidang koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Doddy Usodo HGS mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, yang menjadi lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar World Dream.
Deputi Doddy didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Azis berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok menuju Pulau Sebaru Kecil menggunakan KRI John Lie dan Kapal LCU Banda Aceh milik TNI AL.
Doddy menjelaskan, peninjauan bertujuan untuk melihat kesiapan pemerintah untuk menerima pemulangan ABK Kapal World Dream pada Jumat (28/2) esok hari.
“Hingga saat ini, para ABK tersebut masih berstatus negatif Covid-19, sehingga aman untuk kembali ke Indonesia,” tutur Doddy saat melakukan peninjauan pada Kamis (27/2).
Sesaat setelah tiba di Pulau Sebaru Kecil, rombongan disambut oleh Bupati Kep. Seribu Husein Murad dan langsung melakukan apel siaga bersama aparat TNI-Polri yang bertugas.
Mewakili Pemerintah, Panglima TNI memaparkan beberapa fasilitas yang telah disediakan untuk menunjang proses observasi. Fasilitas itu antara lain, dapur umum, penginapan, air bersih, toilet portable hingga transportasi laut dan udara. Mengenai pengecekan kesehatan ABK, semua akan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan standar World Health Organization (WHO).
"Semua standarnya sama seperti saat observasi di Natuna, mengikuti Protokol Kesehatan WHO" tegas Panglima TNI.
Pemerintah juga memberlakukan pengamanan dua rangkap di lokasi observasi ini. Ring pertama yaitu sepanjang pantai Pulau Sebaru Kecil, sementara ring kedua yaitu laut di sekitar pulau. Khusus ring dua, TNI telah bersiaga dengan menerjunkan Tim Katak TNI AL dan Polisi Air.
Setelah mengikuti apel siaga, Deputi 1 Kemenko PMK melakukan pengecekan kespenginapan untuk ABK terdampak Covid-19. Tersedia 4 rumah dengan rincian: 1 rumah lantai 2 besar untuk 96 orang pria, 1 rumah besar 1 lantai untuk 48 orang pria, 1 rumah kecil untuk 16 orang perempuan serta 1 rumah kecil berkapasitas 3 orang sebagai ruang isolator.
“Semua rumah telah dilengkapi selimut, ranjang, kasur, AC dan obat-obatan. Fasilitas itu dinilai layak untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para ABK selama 14 hari menjalani observasi Covid-19,” tandas Deputi Doddy.
Diketahui sebanyak 188 WNI ABK dievakuasi dari Kapal World Dream. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai mengikuti RTM di Kemenko PMK pada Senin (24/2) secara tegas menyatakan 188 WNI ABK yang akan dievakuasi dari Kapal World Dream dalam keadaan sehat. Mereka sudah mengantongi sertifikat sehat dari Hongkong dan jaminan sehat dari pihak Kapal World Dream.
Kategori:
Reporter:
- Deputi 1
Editor:
- Novrizaldi
