Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on November 17, 2015

Palu (17/11)--- Kementerian Koordinator bidang PMK sebagai penanggungjawab dalam mengkoordinasikan Gerakan Nasional Revolusi  Mental (GNRM) terus menerus mengadakan sosialisasi ke K/L dan seluruh daerah di Indonesia. Kemenko PMK juga terus mendorong terbentuknya Gugus Tugas GNRM di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dalam menjalankan misi kerjanya, Kemenko PMK menggelar serangkaian kegiatan, salah satunya adalah Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Palu, Sulawesi  Tengah pada tanggal 16 - 17 November 2015.

Acara dua hari ini berlangusng di Hotel Mercure, Kota Palu dan dihadiri oleh para utusan dari SKPD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi tengah, perguruan tinggi, pers dan organisasi masyarakat. Acara dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Asisten Pemerintahan Setda Prov Sulteng Moh. Arif Latjuba yang mewakili Gubernur Sulteng.

Deputi VI bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Sujatmiko, dalam sambutannya menegaskan bahwa revolusi mental bertumpu pada tiga nilai utama yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong. Mengapa mental yang harus direvolusi? Sudjatmiko mengingatkan karena mental adalah faktor penting yang akan membuat Bangsa Indonesia lebih maju lagi dari sekarang. “Indonesia saat ini satu-satunya negara di ASEAN yang masuk G-20 (kelompok negara-negara ekonomi maju) dan akan lebih maju lagi kalau mental kitaberubah.”

Untuk mengubah  mental dan mengembalikan jati diri bangsa, diakui Sudjatmiko, bukan perkara mudah dan butuh waktu lama. Itulah mengapa perlu dilakukan revolusi atau perubahan yang cepat, yang mengalir dari pusat ke daerah dan melibatkan sinergi lintas sektor meliputi instansi negara, swasta, kalangan profesi, ormas, perorangan dan lain sebagainya. “Revolusi mental bukan hanya kata-kata tapi harus diikuti perbuatan,” kata Sudjatmiko lagi.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Moh. Arif Latjuba, Gubernur H. Longki Djanggola, menyatakan bahwa menyambut baik pelaksanaan rapat dan sosialisasi GNRM sebagai wahana konsolidasi dan internalisasi gerakan revolusi mental di daerah. Gubernur mengharapkan, nilai-nilai kearifan lokal Sulteng yang sejalan dengan tiga  nilai revolusi mental  kiranya ikut disinergikan. Misalnya, Nosarara Nosabatutu (bersama kita satu), Roso Risi Rasa (kuat, tangguh, dan sejahtera), Sintuwu Maroso (persatuan yang kuat), dll. “Supaya masyarakat jadi lebih mudah menyerapnya dan merasa bangga dengan nilai-nilai khas daerah yang ikut disinergikan,” demikian Gubernur Sulteng.

Acara ini menampilkan pula nara sumber dari Anggota Kelompok Kerja Revolusi Mental, Mohamad Sobary; Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olah raga Bappenas, Hadiat; dan Kasubdit Ideologi Pancasila kementerian Dalam Negeri, Rovin Donald Samosir. Bertindak sebagai moderator adalah Kepala Biro Kesra Provinsi Sulawesi Tengah, Faridah Lamarauna.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dibagi dalam lima kelompok. Setiap kelompok lalu mendiskusikan program generik yang telah ada di daerah dan memasukkan nilai-nilai revolusi mental ke dalam kegiatan-kegiatannya. Dari kegiatan ini pula diharapkan akan terbentuk Gugus Tugas Revolusi Mental di tingkat provinsi dan kabupaten/kota Sulawesi Tengah. (LindaResta/Dep6)