Sanur, 20 Nopember - Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat, Pamuji Lestari mewakili Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan dan Kebijakan Model Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Pemberdayaan Masyarakat /Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) di Sanur, Bali.
Dalam sambutan yang dibacakan Pamuji Lestari tersebut, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat menyebutkan, bahwa sesuai dengan butir ketujuh Nawa Cita Kabinet Kerja yang antara lain menekankan pembangunan "Kedaulatan Pangan," maka pelestarian tradisi, kearifan lokal dalam bertani, budidaya perikanan tradisional itu harus menjadi salah satu tujuan pembangunan. Hal itulah yang menguatkan bahwa pelestarian dan pengembangan GIAHS begitu penting.
Dikatakan lebih lanjut, kedaulatan pangan tidak bisa semata mengandalkan sistem pertanian dan perikanan yang seragam. Setiap daerah, lanjutnya, juga punya tradisi bertani, tradisi nelayan yang khas dan terbukti selama ini menjaga ketahanan pangan warganya. Sayangnya tradisi itu justru mulai ditingglakan dengan berbagai alasan. GIAHS, sambungnya, merupakan salah satu pendekatan untuk menghidupkan kembali, mengaktualkan tradisi dan kearifan lokal dalam meningkatkan kedaulatan pangan.
GIAHS, tambahnya, selaras dengan butir ke sembilan Nawa Cita Kabinet Kerja yakni memperteguh ke Bhineka-an serta memperkuat restorasi sosial Indonesia. Langkah itu ditempuh antara lain dengan, mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal. Meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan budaya.
Terkait dengan budaya, menurutnya Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Diungkapkannya Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dengan lebih dari 500 suku yang berbeda. Tiap suku itu memiliki keunikan bahasa, kebijakan, tradisi juga karya seninya. "Indonesia juga begara kepulauan yang terdiri dari 17.508 pulau dengan ragam flora faunanya pula," tekannya. Semua itu merupakan indikator kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia dan bernilai luhur. Sayangnya, sekali lagi, aset-aset pusaka itu belum dikelola secara optimal. Padahal hal tersebut justru bisa dijadikan aset bangsa untuk modal masa depan.
Pemerintah sendiri memiliki program bernama PNPM Pusaka yang bertujuan mengembangkan potensi aset pusaka baik alam, budaya dan saujana yang dimiliki oleh komunitas, suku dan daerah di seluruh wilayah Nusantara. GIAHS juga tradisi pemanfaatan alam dan landskap yang kaya akan keanekaragaman hayati, hasil adaptasi dengan alam dan lingkungannya untuk kehidupan serta menginspirasi untuk pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan FAO. Sinergi antara GIAHS dengan PNPM Pusaka dipercaya dapat mempercepat proses penyadaran dan pelestarian pusaka berbasis sumberdaya alam.
Sebagai pamungkas, Pamuji Lestari membacakan, Rakor yang disertai Workshop GIAHS ini diharapkan dapat mendorong pelestarian kekayaan aset pusaka bangsa sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas kesejahteraan rakyat. "Ini hanya bisa terjadi jika ada kerjasama antar berbagai pihak yang peduli, para pendukung serta para penggiat pelestarian pusaka di seluruh tanah air," tegasnya. Diharapkannya pula, upaya penggalangan ini bisa mendorong semua pihak untuk mulai mengenal kembali, mencintai, melestarikan dan mendayagunakan aset pusaka yang kaya akan keanekaragamannya. "Bahkan perlu diupayakan hingga ada yang mendapatkan pengakuan dari FAO sebagai salah satu GIAHS," tutupnya.
Sebagai informasi, rakor sekaligus workshop GIAHS ini dihadiri berbagai pihak dari Kementerian dan Lembaga (K/L), pemerintah provinsi dan kabupaten di berbagai daerah Indonesia, Perwakilan FAO Head Quarter Roma dan FAO Representative Jakarta, juga para akademisi dari universitas dalam serta luar negeri yang menekuni soal GIAHS. Kegiatan ini sendiri dibuka oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana yang mewakili Gubernur Provinsi Bali. PS
