Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on February 11, 2016

Jakarta, 11 Februari, - Plt. Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Dr.T. Rachmat Sentika (kedua kanan) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Gerakan 1000 Buku Untuk meningkatkan Akses Disabilitas Netra Terhadap Informasi Melalui pengetikan Ulang Buku Teks (PUBT), Kamis, 11/2/2016, siang di ruang rapat lantai IV, Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat.

Dalam rakor tersebut, T. Rachmat Sentika yang juga Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan dalam rakor tersebut didampingi Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia, Drs. Ade Rustama, MP.(kanan).

T.Rachmat dalam mengawali rakor menyampaikan informasi “Gerakan Seribu Buku Untuk Tuna Netra”. Selanjutnya Rachmat Sentika menyatakan bahwa  disabilitas netra sering menghadapi tantangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, aksesbilitas, memperoleh pendidikan yang memadai, layanan publik dan masyarakat yang belum inklusif. Disamping itu juga terbatasanya koleksi bahan pustaka yang akses sesuai dengan kebutuhan disabilitas netra. Namun disabiltas netra tidak hanya membutuhkan buku pelajaran, tetapi  juga buku buku pengetahuan umum termasuk buku buku hiburan, hobi atau buku lainnya.

Maka untuk membantu mengurangi kesenjangan tersebut, Kemenko PMK dalam hal ini Kedeputian Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial menyelenggarakan “Gerakan Seribu Buku Untuk Disabilitas Netra Melalui Pengetikan Ulang Buku Teks (PUBT). PUBT ini adalah gerakan menulis massal yang digaungkan oleh sebuah komunitas bernama Fency (Fellowship of Netro Community dan bekerjasama dengan Mitra Netra..

Adapun tujuan rakor tersebut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat kepada disabilitas, khususnya disabilitas netra. Disamping itu juga untuk membantu disabilitas netra dalam memenuhi kebutuhan bahan bacaan yang dapat diakses dengan kondisi disabilitas yang dihadapinya.

Sementara sasarannya adalah meningkatkan kepedulian masyarakat kepada disabilitas netra yang diujudkan melalui Program Pengetikan Ulang Buku Teks dalam program Microsoft Word yang akan dikonversi lebih lanjut oleh Mitra Netra ke dalam huruf Braille,pdf, digital talking book,e-book, dan e-pub. Juga terfasilitasinya kebutuhan disabilitas akan bahan bacaan yang aksesibel bagi disabilitas netra melalui Gerakan Seribu Buku bagi Disabilitas Netra.

Dalam rakor tersebut ada usulan program dengan tajuk Kampanye nasional: “Jendela Jemari”, Gerakan Nasional Seribu Buku.

Hadir dalam rakor tersebut para pejabat dari K/L maupun organisasi Disabilitas, antara lain Kemsos, Kemkominfo, Kemdibud, KemPUdanPR, Kempar, Kemkes, Kempora, Kemdagri, Kemlu, Kemkumham, Kemnaker, Bappenas, BKKBN, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Pertuni, yayasan Mitra Netra dan Freiederich Ebert Stiftung (FES). (Gs).