Jakarta, 7 Oktober, - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak terhadap kehidupan masyarakat secara luas .Upaya penaggulangan bencana ini pun terus dilakukan pemerintah bersama masyarakat , Kementerian Koordinator biang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai kordinasi kementerian yang mmebidangai masalah bencana melalui deputi 1 melakukan rapat koordinasi salah satunya membahas dampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Rakor dipimpin Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana Togap Simangunsong (ketiga kiri) dan didampingi Asisten Deputi Penanganan Pasca Bencana Djoko Joewono keempat kiri), pada kedeputian Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK,Rabu, 7/10/2015 di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, jakarta.
Sejauh ini kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau, jambi, sumatera Selatan, kalimantan Tengah, kalimantan Barat, kalimantan Selatan dan kalimantan Timur sejak Juli 2015, telah menimbulkan dampak gangguan seperti kesehatan, kegiatan belajar mengajar, kegiatan kepemudaan dan olahraga, kebudayaan, kegiatan peribadatan dan kawasan pedesaan.
Mengingat penanganan dampak bencana asap bersifat lintas sektor, maka rakor kali inioun juga melibatkan berbagai kementerian/lembaga antara lain kementerian Lingkungan Hidup dan kehuatan, kemendikbud, kemkes, kemensos, BNPB, dan lain lain.
Sasaran rakor selain koordinasi dan sinkronisasi serta sinergi upaya Pemerintah dan langkah langkah yang diperlukan dalam perlindungan masyarakat juga peningkatan pelayanan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak (Gs).
.