Jakarta (28/01)-- Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Wijaya Kusumawardhana memimpin rapat koordinasi (rakor) tentang pengembangan kebijakan vokasi.
Mengawali arahannya, Wijaya menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dengan industri untuk menyiapkan tempat magang bagi siswa SMK. "Terkait masalah bagaimana vokasi itu siswa dapat melakukakan magang di industri dengan kurikulum yang baru. Industri juga harus menyiapkan 6-12 bulan magang. Termasuk juga pemerintah daerah juga harus menyelenggarakan pendidikan vokasi", tuturnya.
Menurut Wijaya, sejak tahun 2015, Kemenko PMK bersama dengan Kemenko Perekonomian telah menyusun konsep-konsep mengenai pendidikan vokasi. Hingga di tahun 2016 terbit Inpres Revitalisasi SMK.
Diakhir rapat, Wijaya mengharapkan adanya action plan agar jelas target setiap tahun nya. "Apa kira-kira kita action plannya. Mungkin dalam 3 tahun kedepan, supaya jelas apa yang di lakukan setiap tahun, apa target nya, nah ini yang kita harapkan nanti", ujarnya.
Rapat yang diselenggarakan di ruang rapat lt.2, Kemenko PMK dihadiri oleh perwakilan dari Bappenas, Kemenko Perekonomian, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi , Kementerian Perindustrian , Kementerian Tenaga Kerja , dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rapat berlangsung di ruang rapat lantai 2 Kemenko PMK.
Foto & Reporter : Tri Wahyu
Editor : Deni Adam Malik
Kategori:
