Jakarta (23/4) – Kemenko PMK menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat pemulihan pasca bencana banjir bandang Sentani, Papua. Rakor yang dipimpin langsung Plt. Deputi Bidang Kordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana selaku Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, Sonny Harry B Harmadi tersebut salah satunya memberi arahan agar Pemda segera menetapkan lahan relokasi. Selain itu, Pemda dengan supervisi BNPB diminta menyelesaikan rencana aksi rehabilitasi rekonstruksi pemulihan pasca bencana banjir bandang di Sentani-Jayapura sebelum pertengahan Juni 2019.
Menurut Sonny, status bencana banjir bandang Sentani saat ini sudah memasuki masa Transisi Darurat menuju Pemulihan terhitung sejak tanggal 30 Maret s.d. 27 Juni 2019 sesuai Keputusan Bupati Jayapura. Pemda Kabupaten Jayapura masih mencari lahan relokasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang Sentani
Sedangkan perkembangan saat ini yang sudah dilakukan pemerintah antara lain menyalurkan Dana Siap Pakai untuk operasional penanganan darurat, memberikan pendampingan manajemen keposkoan dan administrasi DSP, memberikan bantuan logistik dari Kemensos dalam 6 tahap senilai 3 milyar rupiah.
Selain itu pemerintah memberikan santunan ahli waris kepada keluarga korban. Melalui Kemensos pemerintah juga telah melakukan pelayanan dasar psikososial bagi korban terdampak banjir bandang. Sebagai tindak lanjut, pemerintah segera mengasistensi penyusunan Renaksi Rehab Rekon Pasca Bencana, melakukan koordinasi pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi selama masa Transisi Darurat menuju Pemulihan Pasca Bencana.
Sebagai upaya menurunkan risiko bencana jangka panjang, Sonny meminta K/L bersinergi menyusun rencana strategis reforestasi dan revitalisasi Kawasan Lindung Pegunungan Cycloops untuk mencegah hal serupa terjadi di masa yang akan datang. Sonny meminta agar segera disusun peta rawan bencana di kawasan Pegunungan Cycloops dengan melibatkan sejumlah K/L. Menurut Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah, ancaman bencana di kawasan tersebut bukan hanya rawan banjir bandang saja melainkan juga masuk daerah patahan serta berpotensi likuifaksi.
“Penyebab banjir bandang yang melanda Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada beberapa medio Maret 2019 lalu disebabkan beberapa faktor yaitu Karena Intensitas Hujan yang tinggi, Aliran sungai yang tidak berfungsi, Pembukaan lahan dan waktu ke waktu serta akibat aktivitas manusia di sekitar pegunungan Cycloop,” jelas Sonny.
Rakor dihadiri perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian ATR/BPN, BNPB, Setkab, dan Satgas Penanggulangan Bencana Kemenko PMK.
Foto : Rieska C
Reporter : Faris M
Kategori:
