Yogyakarta (03/09)---Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Kemenko PMK pada 24 Agustus 2015 lalu mulai diupayakan untuk meluas. Seperti yang terlihat dalam pembahasan rapat koordinasi mengenai revitalisasi fungsi-fungsi keluarga di Kota Yogyakarta, kamis pagi tadi. Keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat Indonesia, dinilai sebagai yang pertama dan kunci utama dalam pembangunan karakter generasi bangsa terutama anak-anak muda. Hasil pendataan keluarga tahun 2014 menunjukkan, terdapat sekitar 67.669.209 keluarga di Indonesia dengan jumlah balita mencapai 14.077.593 jiwa.
Sudibyo Alimoeso selaku Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN (berdiri) tengah menyampaikan paparannya yang membahas lebih lanjut mengenai peran pemerintah dalam rangka penguatan fungsi keluarga. Selain Sudibyo, paparan juga diisi oleh Ki Supriyoko dari Universitas Taman Siswa, Yogyakarta, dan Euis Sunarti dari Insitut Pertanian Bogor.
Acara yang terselenggara atas kerja sama antara Kedeputian VI bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak Kemenko PMK dengan Kantor Perwakilan BKKBN DI Yogyakarta ini dibuka oleh Staf Ahli bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial. dan Jati Diri Bangsa, Eka Yulianti yang sekaligus membacakan sambutan Sesmenko PMK. Dalam sambutannya, Sesmenko PMK mengajak semua pihak untuk mempersiapkan berbagai langkah menghadapi bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia antara tahun 2020 hingga 2030.
"Pemerintah sangat memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia yang dalam hal ini sangat diperlukan keterlibatan keluarga-keluarga Indonesia untuk menyadari betapa pentingnya membangun kualitas diri anak-anak kita. Salah satu tantangan bagi pembangunan sumber daya manusia saat ini adalah menurunnya fungsi dan peran keluarga dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing unggul." (IN)
