Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Zoonosis 2014 dibuka dengan Laporan yang disampaikan oleh Staf Ahli Menko Kesra  Asep Djembar Mohammad selaku Panitia penyelenggara, Rabu (1/10/2014) di Hotal crown, Jakarta. (Foto: Gs).

Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa Rakornas Komnas Pengendalian Zoonosis secara lintas sektor tahun 2014 ini merupakan imlpementasi Perpres No.30 Tahun 2011 dalam rangka untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengendalian zoonosis yang diharapkan dapat tercipta sinergitas pelaksanaan dan mobilisasi sumberdaya nasional dengan optimal dan tepat sasaran.

Saat ini, lanjut Asep Djembar Muhammad, lebih dari 90% provinsi telah menjadi daerah endemis penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya yang disebut zoonosis. Terdapat kecenderungan permasalahan zoonosis semakin meluas, sehingga diperlukan upaya pengendalian secara lintas sektor yang terkoordinasi oleh Pemerintah Pusat dan Pemda. Zoonosis telah menjadi ancaman global termasuk di Indonesia, diantaranya SARS, Flu Burung tipe A (H7N9), MERS-CoV dan Ebola.

Dari 15 (lima Belas) jenis zoonosis, terdapat zoonosis yang memiliki nilai strategis berdasarkan dampak multi aspek, apabila terjadi wabah, diantaranya Rabies, Flu Burung< Leptospirosis, Anthrax, Pes dan Brucellosis.

Rakornas Komnas Zoonosis 2014 ini bertemakan " Koordinasi, Kolaborasi dan Integratas Lintas Sektor untuk meningkatkan kapasitas antisipasi, deteksi dan respon dalam mmemperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman wabah Zoonosis". Kegiatan Rakornas ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan peningkatan kapasitas antisipasi, deteksi dan respon wabah zoonosis.

Sedangkan tujuan kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan komitmen dan menyusun rencana aksi dalam rangka antisipasi deteksi dan Respon wabah zoonosis. Kedua, untuk mendapatkan masukan tentang permasalahan, perencanaan, tantangan dan pelaksanaan dalam rangka antisipasi, deteksi dan respon wabah zoonosis di pusat dan daerah.(Gs).