Jakarta, (10/12) - Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan da Agama, Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA, didampingi Dirjen Sumberdaya Ristekdikti, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti dan Dirjen Kelembagaan Ristekdikti, Dr. Patdono Suwignjo memimpin FGD Sinkronisasi Kebijakan Dikti dan Pengembangan Iptek tanggal 10 Desember 2015 di Lantai 7 Kemenko PMK. (humas/Deputi IV)
Rakor Sinkronisasi Kebijakan Dikti dan Pengembangan Iptek tersebut diselenggarakan dalam bentuk FGD yang dihadiri oleh pemangku kepentingan. FGD dimaksudkan untuk mendapatkan berbagai masukan dalam upaya mengatasi berbagai kendala untuk memacu kontribusi Iptek dan Pendidikan Tinggi bagi pencapaian visi dan misi Pemerintah.
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama yang memimpin FGD memberikan kesempatan kepada Dirjen Kelembagaan Iptekdikti, Dr. Patdono Suwignjo dan Dirjen Sumberdaya Iptekdikti, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti untuk menyampaikan paparan pengantar diskusi. Forum yang dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Ristekdikti, Abdul Wahab Maktub, mantan Wamendikbud Prof Dr Musliar Kasim, para Rektor dari Universitas, UIN, LPTK, mantan Rektor, Dewan Pendidikan Tinggi, Dosen serta para Asdep di Deputi IV dengan jumlah peserta lebih dari 60 orang, kemudian membahas permasalahan dan solusinya serta tantangan dan terobosan yang diperlukan.
Forum sepakat bahwa Kementerian Ristekdikti memainkan peran kunci dalam pembangunan manusia dan meningkatkan daya saing nasional. Dua kontribusi terpenting Iptek dan Dikti adalah dalam membentuk calon pemimpin berkarakter dan mengatasi kelemahan Indonesia dalam indeks daya saing global. Permasalahan utama yang mengemuka dalam forum adalah kecilnya anggaran dan minimnya sarpras untuk bidang Iptek dan Dikti, serta aturan administrasi anggaran yang tidak kondusif sementara tuntutan kepada dunia Pendidikan Tinggi dan Lembaga Risbang Iptek demikian tinggi.
Forum merekomendasikan agar Kemenko PMK mendorong dibuatnya terobosan kebijakan yang melibatkan lintas K/L terutama Kementerian Keuangan, Kementerian PANRB, Bappenas dan lain-lain.
Kategori: