Senin (27/04) Asisten Deputi Urusan Bimbingan Umat Beragama,Pendidikan agama dan Keagamaan (BUPAK) pada Deputi Empat telah mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 2015 di Kantor Kementerian koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) yang di pimpimpin oleh Drs. H. Sahlan. MSI.
Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama mengungkapkan pada prinsipnya serangkaian Persiapan Penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 2015 Kementerian Agama (Kemenag) sudah siap dari seluruh tahapan yang yang harus dilalui, termasuk penyusunan Draft PP- PKH dalam rangkan pembentukan Bada Pengelola Keuangan haji (BPKH) sudah beberapa kali dibahas melalui FGD dengan Kementerian teknis yang terkait. Data Kuota Haji 2015 sejumlah 168.800 terdiri dari haji reguler 155.200 dan haji khusus sebanyak 13.600 jemaah. Sedangkan kuota awal sebelum pemotongan 20 % berjumlah 211.000 orang, sudah tiga tahun terakhir kuota jemaah haji seluruh dunia dikurangi 20 % oleh pemerintah Arab Saudi berkenaan dengan proses renovasi dan perluasan Masjidil Haram di Makkah imbuh abdul Djamil.
Jemaah haji 2015 mulai akan diberangkatkan tanggal 21 Agustus 2015 Rencana Perjalanan Haji (RPH), untuk Penerbangan sudah MoU dengan dua penerbangan yaitu Garuda dan Saudi Arabia. Abdul Jamil mengatakan Pemondokan jemaah haji Indonesia di Makkah akan dipusatkan di 6 wilayah yaitu Sisyah, Raudhah, Mahbas Jin, Aziziyah, Jarwal , Misfalah. Daerah ini memiliki akses jalan protokol langsung menuju ke dan dari Masjidil Haram dengan memakai Bus Sholawat (bis pelayanan pada waktu-waktu sholat). Seluruh pemondokan sudah siap dan memiliki kualitas setara hotel bintang tiga dan Mulai tahun ini jemaah haji selama di Mekkah mendapatkan makan, sedangkan tahun sebelumnya belum pernah.
Kementrian Agama mengeluarkan kebijakan bagi para petugas PPIH Arab Saudi mulai tahun ini untuk yang sudah haji tidak boleh melaksanakan haji agar fokus dalam melayani para jemaah dan Kementerian Agama telah mengeluarkan kebijakan memprioritaskan jamaah haji yang bisa berangkat haji mulai tahun ini adalah para calon jemaah haji yang belum pernah melaksanakan haji imbuh Abdul Jamil.
Kepala Pusat Kesehatan haji Kementerian Kesehatan Dr. dr. H. Firdiansyah, S. Km mengatakan bahwa semua petugas kesehatan termasuk PPIH Arab Saudi lainnya akan mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan semua peralatan dan obat-obatan sudah dilekukan pembenahan dan dalam proses pemesanan, baik obat-abatan yang disiapkan dari Indonesia maupun yang harus diadakan di Arab Saudi.
Gedung Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Madinah pada tahun ini sudah habis kontrak, sedang proses kontrak pengadaan gedung baru sesuai standar internasional Join Comission International (JCI) dan diproses oleh tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) imbuh Firdiansyah, untuk mengurangi resiko kesehatan jemaah haji mulai tahun 2015 jemaah haji resiko akan diberi gelang warna merah untuk Risti semua usia, warna kuning untuk Risti Penyakit dan hijau untuk Risti diatas 60 tahun tambah Firdiansyah. (Deputi IV/Pramono)
Kategori:
