Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 06, 2016

Jakarta (4/3) - Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pelindungan Sosial Tb Achmad Choesni memimpin Rapat Tindak Lanjut Persiapan Gerakan Seribu Buku Dalam Meningkatkan Akses Disabilitas Netra Terhadap Informasi yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat. Hadir dalam rapat tersebut perwakilan Kementerian Sosial, Kemendikbud, Kemenristk dan Dikti, FES, dan IKAPI.

Berdasarkan data SP tahun 2010, terdapat 10,6 juta penduduk penyandang disabilitas. Sedangkan menurut SUSENAS BPS tahun 2012 penyandang disabilitas tercatat 6.008.661 jiwa, dan 29,63 % diantaranya (± 1.780.204  jiwa) merupakan disabilitas netra. Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pelindungan Sosial mengatakan Disabilitas netra sering menghadapi tantangan dalam upaya peningkatan kesejahteraan, aksesibilitas, memperoleh pendidikan, layanan publik dan  masyarakat yang belum inklusif. "Terbatasnya koleksi bahan pustaka dan informasi yang akses sesuai dengan kebutuhan disabilitas netra. Disabilitas netra tidak hanya membutuhkan buku pelajaran, tapi juga buku pengetahuan umum, termasuk buku hiburan, hobi, atau pengetahuan umum lainnya." Ujar Tb Achmad Choesni.

Menurut Deputi II masih adanya anggapan dari sebagian kalangan baik di K/L maupun masyarakat kalau jumlah netra sedikit menjadikan tidak perlu diakomodir kebutuhan akan aksesibilitas terhadap informasi. Sekolah Inklusi memberi jalan akses bagi tunanetra untuk masuk, akan tetapi kebutuhan kekhususannya tidak dirawat misalnya: buku, computer, dsb. Menyadari pesatnya kebutuhan informasi bagi disabilitas netra, nantinya akan segera diluncurkan buku Braille dan e-book (buku elektronik) yang akan mengandeng pihak-pihak terkait.