Banjarbaru (20/9) – Memasuki hari kedua penyelenggaran Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-RM) Kementerian PAN dan RB sebagai koordinator Gerakan Indonesia Melayani (GIM) mengadakan Rembuk Nasional Indonesia Melayani.
Pada kesempatan tersebut, Menteri PAN dan RB Syafruddin sempat memberikan arahannya. Tidak hanya Syafruddin, Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani pun diisi oleh para inovator pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai Top 99 atau Top 40 inovasi pelayanan publik.Inovator yang menjadi narasumber pada acara ini ialah Pemkab Gresik dengan inovasi Kartu Keluargaku Datang (Kakekku Datang), inovasi 119 Kolaborasi Nasional Layanan Emergensi Medik dari Kementerian Kesehatan, serta beberapa inovasi lainnya. Total ada tujuh inovasi yang akan membagikan ilmunya kepada para peserta.
Dalam kesempatan yang sama, juga diadakan seminar yang mengangkat tema Mal Pelayanan Publik dan Budaya Pelayanan Prima. Seminar itu dibagi menjadi dua topik, pertama yakni perubahan budaya kerja ASN menjadi budaya melayani. Sementara kedua, adalah best practice MPP terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia Melayani."Tentu kita berharap dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik, selalu menyesuaikan dengan dinamika ekspektasi masyarakat yang semakin meningkat, mengedepankan hosptality dalam pelayanan publik," ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi PANRB Diah Natalisa.
Diah menerangkan, Revolusi Mental di ranah pelayanan publik adalah hal yang mutlak demi tercapainya layanan yang prima. Ditambahkannya, Rembuk Nasional ini adalah ikhtiar untuk memperbaiki serta membangun pelayanan publik yang prima. Menurut Inpres No. 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, disebutkan bahwa Kementerian PANRB mengoordinasikan Program Gerakan Indonesia Melayani dan bertanggung jawab atas terwujudnya perilaku SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melayani.
Gerakan Indonesia Melayani dilatarbelakangi oleh permasalahan bahwa pelayanan publik di tanah air belum dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, sehingga pemerintah perlu meningkatkan dan memperbaikinya. Perbaikan pelayanan publik diawali dengan mendengarkan aspirasi masyarakat yang aktif memberikan saran kepada pemerintah. Melalui gerakan ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik pada instansi pemerintah yang memiliki tugas utama melakukan pelayanan umum. Gerakan Indonesia Melayani dilakukan untuk memperbaiki ketidaksesuaian dan penyimpangan dalam proses pelayanan kepada masyarakat.
Hadir dalam Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani Staf Ahli bidang Administrasi Negara Kementerian PANRB Hendro Witjaksono, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III Kementerian PANRB, Damayani Tyastiani, Asisten Deputi bidang Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik M. Imanuddin, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilannya.
Kategori:
