Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober – Menkon Kesra HR. Agung Laksono selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis memberikan sambutan dan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komnas Pengendalian Zoonosis 2014, Rabu (1/10/2014) siang di Hotel Crown, Jakarta. Berikut Sambutan dan arahan Menko Kesra secara lengkap. (Gs).

SAMBUTAN

MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

SELAKU KETUA KOMISI NASIONAL PENGENDALIAN ZOONOSIS

DALAM

RAPAT KOORDINASI NASIONAL

PENGENDALIAN ZOONOSIS TAHUN 2014

Jakarta, 1 Oktober 2014

Yang  terhormat,

  • Menteri Dalam Negeri selaku Wakil Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Menteri Kesehatan selaku Wakil Ketua  Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Menteri Pertanian selaku Wakil Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Para Menteri Anggota Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Panglima TNI selaku Anggota Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Kapolri selaku Anggota Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Ketua Umum PMI selaku Anggota Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
  • Para Sekretaris Daerah sebagai wakil Pemerintah Provinsi seluruh Indonesia
  • Para anggota Tim Pelaksana dan Panel Ahli
  • Para Wakil dari lembaga/organisasi Internasional
  • Para Undangan dan Hadirin yang berbahagia

 

 

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat siang, salam bahagia dan salam sejahtera.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah rahmat dan hidayah-Nya dapat terselenggara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Zoonosis tahun 2014 dipenghujung masa Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

 

Hadirin yang berbahagia,

Zoonosis merupakan suatu penyakit atau infeksi yang secara alami ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Saat ini masyarakat dunia menghadapi peningkatan ancaman yang belum banyak disadari, yaitu Emerging Infectious Diseases dimana 70% diantaranya bersifat zoonosis, sebagai akibat kerusakan lingkungan dan perubahan ekosistem, globalisasi perdagangan, pemanasan global, serta urbanisasi.

 

Hadirin peserta rakornas,

Kita perlu mengingat dan mengambil pelajaran bahwa pada tahun 2004 masyarakat dan industri perunggasan Indonesia menghadapi ancaman Flu Burung (H5N1) yang pada saat itu adalah Re-Emerging Infectious Diseases yang bersifat zoonosis. Pada tahun 2006 Flu Burung  telah berdampak pada kerugian jiwa, ekonomi dan sosial sehingga pemerintah memutuskan dilakukan pengendalian secara multi sektor dengan membentuk Komnas FBPI (Komite Nasional Pengendalian Flu Burung  dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza, Perpres No.7 / Th.2006)

Pengendalian zoonosis berkonsep  “ONE HEALTH” yaitu terpadunya (Kesehatan Manusia, Kesehatan Hewan, Kesehatan Lingkungan dan Satwa Liar) secara terkoordinasi lintas sektor melalui Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (Perpres No.30 tahun 2011) terbukti cukup efektif. Insiden dan fatalitas zoonosis terus menurun (Flu Burung, Rabies, Pes, Leptospirosis, Antrax, beberapa provinsi telah dinyatakan bebas Brusellosis) sehingga besar harapan program swasembada daging dapat tercapai, hal ini seiring dengan peningkatan kesejahteraan peternak.

Analisis dari para pakar dan beberapa rekomendasi pertemuan organisasi internasional, serta peningkatan risiko akibat menguatnya ancaman zoonosis dan kerentanan masyarakat Indonesia, menjadikan pentingnya koordinasi lintas sektor dan penguatan kapasitas nasional dalam antisipasi, deteksi dan respon untuk ditingkatkan, terhadap zoonosis Re-Emerging Infectious Diseases seperti Avian Influenza/Flu Burung, NIPAH, HENDRA, EBOLA,  dan New Emerging Infectious Diseases seperti SARS, MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus)

 

 

 

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Tugas pemerintah di seluruh Negara dan bahkan menjadi dasar pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah melindungi, menjaga keamanan dan keselamatan warga Negara dari berbagai ancaman, termasuk ancaman biologi atau penyakit menular.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sampaikan kepada saudara-saudara :

Pertama

:

Bahwa pekerjaan  masih belum selesai, kita harus bekerja lebih keras dalam mengendalikan Zoonosis dan melakukan antisipasi Emerging Infectious Diseases (MERS-CoV, Ebola  yang telah banyak menelan korban)

Kedua

:

Memperkuat koordinasi, kerjasama dan komitmen untuk melindungi rakyat dari ancaman zoonosis.

Ketiga

:

Memperkuat kapasitas sumber daya Komisi Nasional Pengendalian Zoonosisi, dan Komisi Propinsi/Kabupaten/Kota Pengendalian Zoonosisi dalam melaksanakan antisipasi, deteksi dan respon terhadap Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases.

Keempat

:

Agar hasil Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Zoonosis  menjadi rekomendasi bagi pemerintah untuk memperkuat dan mempercepat pengendalian zoonosis yang dapat diimplemen tasikan segera di masa pemerintahan mendatang.

 

Saudara-saudara peserta  yang saya hormati,

Pada kesempatan  ini, saya selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis  menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota yang terdiri dari para Menteri dan Kepala Lembaga serta Ketua Palang Merah Indonesia yang sesuai tugas dan fungsinya telah melaksanakan pengendalian zoonosis.

 

Terima kasih dan apresiasi juga saya sampaikan kepada :

  • Para Kepala Daerah Gubernur, Bupati dan Walikota yang berkomitmen dalam pelaksanaan pengendalian zoonosis;
  • Anggota Panel Ahli dan Tim Pelaksana serta Sekretariat Komisi Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis;
  • Para rektor dan pimpinan fakultas serta civitas akademika yang mendukung program pengendalian zoonosis pemerintah melalui pembentukan zoonosis center guna penelitian, pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia yang profesional dalam pengendalian zoonosis;
  • Organisasi internasional dan lembaga donor atas dukungan pengendalian zoonosis di Indonesia;
  • Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia yang telah meningkatkan kapasitas keprofesian dalam pengendalian zoonosis;
  • Masyarakat luas dan pemerhati masalah zoonosis atas partisipasi dan sikap tanggap memberikan dukungan kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam pengendalian zoonosis.

 

Dengan mengucapkan Bismilahirrahmanirrahim, saya nyatakan  Rapat Koordinasi  Nasional Pengendalian Zoonosisi   tahun 2014 secara resmi dibuka.

Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa berkenan meridhoi dan memudahkan langkah kita. Amin

Sekian dan terima kasih

Wassalaamu ‘alaikum wr wb.

 

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat

selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis

 

 

 

 

Dr. H.R Agung Laksono