Jakarta, 24 Agustus – Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Sambutan Pada Acara Puncak Sail Raja Ampat yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 23 Agustus 2014. Berikut ini Sambutan Presiden tersebut dimuat secara lengkap yang bersumber dari Portal Setkab.go.id, Semoga sambutan Presiden ini dapat menjadi bahan untuk dipahami dalam rangka pembangunan berikutnya. (Gs).
Sambutan Presiden SBY Pada Pembukaan Sail Raja Ampat 2014, Papua Barat, 23 Agustus 2014
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shaloom,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Para peserta Sail Raja Ampat dan hadirin yang saya hormati dan saya muliakan,
Saya adalah pembicara terakhir, oleh karena itu saya tidak akan mengulangi apa yang telah disampaikan oleh Bapak Gubernur dan Bapak Menko Kesra tadi, karena semuanya sudah lengkap. Yang penting mari kita jalankan bersama.
Saya juga menerima titipan, tolong nanti disampaikan kepada Pak Joko Widodo, presiden kita yang baru. Titipan ini bukan hanya dari tanah Papua agar beliau juga memiliki komitmen yang besar untuk membangun tanah Papua ini, tapi juga dari saudara-saudara kita di banyak provinsi, insya Allah akan saya sampaikan dan saya yakini pemimpin kita yang baru nanti bersama pemerintahannya juga akan sungguh mendengar apa yang diharapkan oleh saudara-saudara kita di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan saya bisa menyampaikan semuanya dan tentu ini untuk kepentingan yang baik, bukan untuk ngerecoki tapi untuk kebaikan negara kita sekarang dan kedepan.
Saudara-saudara, ini kemungkinan juga kunjungan saya yang terakhir selaku Presiden Republik Indonesia ke Papua Barat. Oleh karena itulah, meskipun saya sudah mempersiapkan naskah tertulis sambutan saya pada acara yang penting ini, saya ingin menyampaikan secara lisan dua hal. Pertama, adalah Sail Raja Ampat ini dalam konteks pembangunan nasioanal utamanya pembangunan di tanah Papua-- Papua dan Papua Barat. Kemudian yang kedua, konteksnya adalah perlunya kerja sama dan kemitraan internasional yang hari ini juga disimbolkan partisipasi dari negara-negara sahabat yang ini menunjukkan bahwa insya Allah dunia makin bersatu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dunia.
Saya ingin mulai dari yang pertama, makna dari Sail Raja Ampat ini dalam rangka peningkatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat utamanya di Papua Barat. Saudara-saudara mengetahui, Indonesia terus membangun, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Aceh sampai Papua agar seluruh rakyat Indonesia bisa meningkat kesejahteraan dan taraf hidupnya. Kita ingin di seluruh Indonesia, kalau maju, maju semua. Kalau kita makin makmur harus makin makmur bersama. Setuju? Kita ingin di seluruh Indonesia negara kita makin aman dan damai, makin sejahtera, makin adil, dan makin demokratis.
Oleh karena itu lah kita membangun dan membangun. Termasuk apa yang kita lakukan untuk melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di seluruh Indonesia dalam enam koridor. Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara itu memiliki agenda dan tujuan yang penting dalam satu koridor yang ada di timur ini agar lima tahun lagi- 10 tahun lagi kesejahteraan rakyat di wilayah ini betul-betul meningkat secara signifikan. Kita membangun, baik infrastruktur dan saudara tahu tiap tahun ada dana khusus untuk Papua dan Papua Barat di bidang infrastruktur. Contohnya tahun depan kita alokasikan Rp2,5 triliun.
Khusus Papua dan Papua Barat, dan Aceh juga ada dana otonomi khusus. Tahun depan jumlahnya untuk Papua dan Papua Barat Rp 7 triliun di luar anggaran yang sudah ada. Kita ingin benar-benar Papua dan Papua Barat dari tahun ke tahun dengan alokasi anggaran yang kita lebihkan bisa mempercepat pembangunannya. Ini sesuatu yang menjadi kebijakan pemerintah dan prioritas yang pemerintah jalankan. Saya berharap mari kita sukseskan bersama. Saya akan menyampaikan kepada presiden yang akan datang, kalau ini bisa dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan oleh beliau maka kemajuan tanah Papua akan bisa datang lebih cepat lagi.
Papua juga memiliki kekuatan, kekuatan sumber daya alam, kekuatan sumber daya lautan, kekuatan sumber daya energi, dan juga kekuatan kepariwisataan. Contohnya, hari ini kita laksanakan sail di Raja Ampat ini agar di masa depan kekuatan pariwisata, kekuatan maritim tumbuh lebih pesat lagi. Kalau semua bergerak di tanah Papua ini, semua potensi kita gerakan dengan strategi dan kebijakan pembangunan yang baik, dengan manajemen dan kepimpinan yang baik, dengan bantuan dari masyarakat luas utamanya para pemuka adat dan pemuka agama, yakin kita lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, lima belas tahun lagi tanah Papua akan bergerak menuju wilayah yang makin maju dan makmur.
Itulah mata rantai, itulah konteks mengapa sail ini kita laksanakan di bumi Papua Barat utamanya di Raja Ampat. Akan banyak lagi kegiatan yang akan diselenggarakan di tanah Papua ini agar sekali lagi semua bisa mendatangkan kesejahteraan bagi saudara-saudara kita di Papua dan Papua Barat.
Saudara juga memahami ada kebijakan khusus untuk Papua, ada yang kita berlakukan untuk Papua, semuanya tidak lain adalah-- termasuk affirmative action, kebijakan afirmatif-- ini semua untuk meningkatkan, mempercepat kemajuan di tanah Papua.
Ini yang pertama perlu saya jelaskan sehingga penjelasan Pak Gubernur, penjelasan Pak Menko Kesra tadi yang sudah lengkap mari kita letakkan dari niat yang tulus, semangat, dan keinginan yang kuat dari Pemerintah Republik Indonesia untuk memajukan tanah Papua sebagai bagian memajukan pembangunan di seluruh Indonesia.
Yang kedua, dalam konteks internasional, kita hidup dalam satu bumi, bumi kita ini harus kita rawat baik-baik. Kita hidup dalam satu dunia, dunia kita menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan. Solusinya adalah, semua bangsa di dunia harus makin bersatu, bergandengan tangan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan itu, apakah permasalahan di bidang ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, termasuk ancaman yang kita sebut dengan yang bersifat non tradisional, ataukah permasalahan ekonomi global yang sering dihadapi gejolak ataupun krisis, apakah dampak dari perubahan iklim disertai dengan bencana-bencana alam yang terjadi di banyak negara dewasa ini, ataupun juga harmoni kerukunan antar agama, antar peradaban, dan banyak lagi permasalahan serta tantangan dunia yang dihadapi oleh semua bangsa di dunia.
Jawabannya adalah karena tidak ada satu negara pun di dunia ini yang bisa mengatasi persoalan itu secara sendiri, kita harus makin bersatu membangun persahabatan, kerja sama, dan kemitraan. Sehingga kehadiran para duta besar, kontingen dari negara-negara sahabat membawa pesan kepada seluruh dunia, dari Raja Ampat ini, dari Waisai ini menyerukan agar dunia makin bersatu menjaga perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan yang diharap oleh manusia sedunia. Itulah makna dari Sail Raja Ampat ini dalam konteks kerja sama, kemitraan, dan persahabatan antar bangsa.
Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para partisipan dari negara-negara sahabat. Silakan dinikmati keindahan tanah Papua ini di Raja Ampat ini. Katakan kepada saudara-saudara kami di negara Bapak/Ibu masing-masing, "Indonesia indah, tanah Papua Indah, Raja Ampat indah, datanglah nanti." Itulah dua hal yang ingin saya sampaikan.
Yang terakhir Pak Bram dan saudara-saudara kami yang ada di tanah Papua, para pemuka agama, pemuka adat, semuanya, tanggal 20 Oktober nanti saya mengakhiri masa bakti saya memimpin negeri ini setelah 10 tahun bekerja. Saya mengucapkan terima kasih atas persahabatan, kebersamaan, dan dukungannya. Saya mohon maaf apabila selama 10 tahun saya memimpin negeri ini, terutama membangun dan memajukan tanah Papua ini, ada hal-hal yang tidak berkenan.
Hati saya ingin benar Papua ini aman dan damai, mendapatkan keadilan, mendapatkan peningkatan kesejahteraan dan sejajar dengan saudara-saudaranya keluarga besar bangsa Indonesia. Saya telah melihat perkembangan yang positif, lanjutkan, jangan berhenti. Bangunlah masa depan. Membangun masa depan harus dengan semangat dan tekad dan keyakinan bahwa itu bisa dicapai. Membangun Papua harus dengan hati. Siapapun pemimpin negeri ini, pemerintahan manapun, membangun Papua haruslah dari hatinya, dengan tulus, dengan penuh dengan kasih sayang. Hanya dengan itu tanah Papua bisa kita majukan bersama-sama keluarga besar bangsa Indonesia.
Saudara-saudara itulah yang dapat saya sampaikan. Dan kita akan segera melihat nanti demonstrasi atau sailing pass atau peragaan dari semua peserta Sail Raja Ampat ini. Dan yang terakhir saya mengingatkan Indonesia adalah negara kepulauan, rumah kita bukan hanya daratan tapi juga lautan. Marilah kita jemput masa depan kita dengan mendayagunakan sumber kelautan kita yang luar biasa besarnya.
Itulah titipan saya dan sekali lagi terima kasih atas semua yang telah bekerja keras untuk menyukseskan Sail Raja Ampat ini. Saya juga senang tadi melihat pemuda-pemuda kita dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Pelayaran Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari termasuk gerakan pramuka. Kalian datang ke tanah Papua berarti kalian lebih mengenal saudara-saudaranya. Kalau kalian mengenal tanah air kita, kalau kelak menjadi pemimpin akan mencintai dan akan peduli pada kepentingan seluruh rakyat Indonesia, seluruh daerah di bumi nusantara ini.
Terima kasih sekali lagi dan dengan resmi kita mulai Sail Raja Ampat khusus display pada hari ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhai niat dan cita-cita baik kita semua.
Terima kasih,
Shaloom,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.(Setkab/Gs)
Kategori: