Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 15, 2014

Jakarta, 15 Oktober - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta penggantinya, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan pengganti Presiden Jokowi nantinya untuk melanjutkan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Karena itu, Presiden baru, Jokowi dan pengganti Presiden Jokowi juga memiliki tugas yang sama agar BPJS Kesehatan semakin baik.

“Saya yakin pak Jokowi lanjutkan (program BPJS) ini, mungkin nama bisa berbeda tapi harapannya sama,” kata Presiden SBY saat acara Launching Pemanfaatan Data Finger Dukcapil bagi Peserta BPJS Kesehatan dan Peresmian Gedung Operation Center serta 49 Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan, Selasa (14/10/2014) di Ballroom Brataranuh, Gedung BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta PusaT.

Pada kesempatan itu seperti dilansir laman Jurnas.com., , Presiden SBY secara khusus berpesan kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris untuk menjelaskan kepada Presiden Jokowi apabila nantinya menanyakan tentang BPJS Kesehatan.

“Kalau Presiden Jokowi tanyakan, ya dijelaskan dan minta petunjuk untuk memantapkan dan sempurnakan program ini,” kata Kepala Negara.

Namun, Presiden SBY menegaskan bahwa kebijakan tersebut benar dan on track. “Saya katakan kebijakan ini benar dan on track. Tentu harus disempurnakan dan ditingkatkan,” katanya.

Pada awal sambutannya, Presiden SBY menyapa para pegawai BPJS Kesehatan, para dokter dan paramedis sebagai pejuang kemanusiaan.

“Saya ingin ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran kepemimpinan karyawan dan pejuang BPJS yang dengan kerja keras melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh pelosok Tanah Air,” kata Kepala Negara.

“Saya yakin apa yang Saudara lakukan tercatat abadi dalam sejarah di negara tercinta ini,” tegas SBY.

Menurut SBY, pembangunan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang perorang. Namun yang paling mendasar adalah manusia itu diharapkan hidup sehat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris melaporkan bahwa peserta BPJS Kesehatan tercatat sebanyak 129,3 juta. Jumlah tersebut telah melampaui target sebesar 121,6 juta peserta pada tahun tahun 2014.

Hadir dalam acara ini, antara lain Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.(Jn/Gs).