Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 02, 2014

Jakarta, 2 Agustus - Polri mencatat selama mudik Lebaran sejak 22 Juli hingga 31 Juli 2014 terjadi 60.743 pelanggaran lalu lintas. Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pelanggaran yang terjadi selama mudik Lebaran hingga 31 Juli 2014 yakni 60.743 kasus.

"Pelanggaran ada 60.743 kasus, dengan rincian penilangan sebanyak 26.413 kali dan teguran sebanyak 34.330 kali," ujar Boy, Jumat (1/8/2014) di Mabes Polri, Jakarta, seperti yang dirilis laman Tribunnews.com.

Kemudian terkait kecelakaan lalulintas, Boy juga meminta masyarakat untuk selalu waspada. Berdasarkan data Operasi Ketupat 2014, hingga 31 Juli 2014, tercatat 2.003 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Dengan jumlah korban tewas mencapai 429 orang, 704 luka berat serta 2.595 orang mengalami luka ringan.

"Keselamatan merupakan prioritas utama. Kami harap pemudik menjaga stamina. Puncak mudik diprediksi terjadi hari ini, Jumat (1/8/2014)," kata Boy.

Tahun Ini Menurun

Sementara itu, Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan saat arus mudik pada tahun 2014 ini menurun dibandingkan tahun 2013 lalu. Tercatat hingga dua hari setelah Lebaran lebih dari 400 orang meninggal dunia akibat kecelakaan saat mudik.

Untuk diketahui pada tahun 2013 lalu di saat yang sama menurut data perbandingan dari posko angkutan lebaran Kementerian Perhubungan tahun lalu ada 518 meninggal dunia, 848 luka berat dan 3.087 luka ringan.

"Dari jumlah tersebut untuk tahun ini sebanyak 429 orang meninggal dunia, 704 luka berat dan 2.595 luka ringan," kata Ketua Harian Posko Mudik Lebaran Tahun 2104 Kementerian Perhubungan, Imran Rasjid, Jumat (1/8/2014).

Kemarin saja atau sehari setelah lebaran kata Imran sekitar 29 orang tercatat meninggal dunia. Imran juga menambahkan jumlah kerugian material akibat kecelakaan lebih dari 4 miliar rupiah.

Dari data tersebut terlihat jumlah kejadian data kecelakaan arus lebaran tahun ini terjadi penurunan baik dari segi korban yang meninggal dunia, luka berat dan luka ringan. (Tn/Gs).