Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 24, 2014

Jakarta, 24 Juli  - Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum gerakan peduli terhadap anak Indonesia. Kesadaran akan kepedulian bangsa untuk memperhatikan, mencintai, serta mengasihi anak dengan sepenuh hati.

“Semua pihak harus terlibat dalam perayaan HAN, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pendidik, pers, masyarakat dan anak harus ambil bagian. Dimulai tindakan kecil dan sederhana akan menjadi sahabat bagi anak-anak di sekitar kita,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Samsudi, di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Jakarta, Rabu (23/7/2014), seperti dilansir laman Tribunnews.com..

Menjadi sahabat anak menyimpan arti kesetaraan, saling berbagi dan saling memperhatikan. Persahabatan akan berdampak luar biasa dan akan menjadikan bangsa yang memperhatikan nasib dan memperjuangkan hak-hak anak.

“Di Indonesia, setiap 23 Juli diperingati sebagai perayaan Hari Anak Indonesia,” ujarnya.

Perhatian terbesar dan hadiah terbaik bagi anak tidak hanya dengan memberikan berupa materi dan barang atau membuat kebijakan, tetapi memberikan waktu untuk selalu dekat dan menjadi teman curhat, bermain, bersentuhan langsung, menyediakan waktu, membacakan cerita dan hal-hal kecil merupakan wujud cinta kasih berharga.

Perayaan HAN tahun ini, bertepatan dengan bulan Ramadan bertema Peringatan HAN Kemensos "Ciptakan Lingkungan Kondusif untuk Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak" dengan subtema "Keluarga Bahagia, Anak Bahagia".

Dalam kesempatan itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial, Samsudi, turut memberikan paket bantuan, berupa 1000 paket sembako untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang terdiri atas 600 anak, 50 lanjut usia (lansia), 50 orang dengan kecacatan (ODK), 50 orang tuna sosial dan 50 orang korban penyalahguna NAPZA.

“Dalam peringatan HAN, biasanya hanya dihadiri anak-anak tapi tahun ini mengundang juga lanjut usia dan sebagainya. Tentu saja, bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak-anak, sehingga mereka bisa tumbuh dengan rasa peduli, berbagi dan melindungi sesama,” tandas dalam rilis yang diterima Tribunnews.(Tn/Gs).