Jakarta (17/8) – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Sabtu (17/8).
Sekretaris Menko PMK Y. B. Satya Sananugraha selaku inspektur upacara mengatakan bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju cita-cita bangsa dan negara, yakni masyarakat adil dan makmur. Jembatan emas tersebut hasil perjuangan pahlawan yang dengan gigih mempertaruhkan jiwa dan raga merebut kemerdekaan.
“Kewajiban kita sebagai anak bangsa yang hidup di zaman sekarang untuk selalu mengenang jasa pahlawan dan berkomitmen untuk terus berjuang mempertahankan dan mengisi kemerdekaan,” ujarnya di hadapan seluruh pegawai yang mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat daerah di Indonesia.
Sejalan dengan tema perayaan HUT ke-74 RI yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju, negara ini dihadapkan pada tantangan untuk menyongsong bonus demografi yang ditaksir akan mencapai puncaknya pada tahun 2035.
Menurut Sesmenko, Indonesia justru akan berada di puncak periode bonus demografi atau disebut The Window of Opportunity pada 2020-2024. Pada masa itu, Indonesia akan mencapai periode keemasan dengan berbagai indikator pencapaian yang sudah berhasil diraih.
“Tidak ada pilihan lain, percepatan pembangunan SDM menjadi prasyarat transformasi bonus demografi menjadi bonus ekonomi,” cetusnya.
Ia pun menekankan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak lengah. Pasalnya, di tengah seluruh kemajuan yang telah dicapai, masih banyak tantangan serta hal-hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan di berbagai bidang.
“Kita perlu melakukan langkah-langkah konkret untuk mengatasi tantangan tersebut. Salah satunya yakni dengan meningkatkan pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, mulai dari proses perencanaan jangka menengah, tahunan, pengelolaan pelaksanaan program dan anggaran, pelaporan, serta tindak lanjut dari hasil pemeriksaan,” jelas Sesmenko.
Menindaklanjuti hal tersebut, tepat di hari Kemerdekaan RI ke-74, Kemenko PMK meluncurkan beberapa instrumen untuk memperkuat implementarsi reformasi birokrasi yakni pencanangan zona integritas dengan penandatanganan piagam oleh para pejabat eselon I.
Selain itu, meluncurkan website Whistle Blowing System (WBS), serta Sistem Informasi Terintegrasi Kemenko PMK (Sintegra) dan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).
“Dengan instrumen ini diharapkan seluruh pegawai akan bekerja lebih efektif dan efisien,” pungkas Sesmenko.
Kategori:
