Palembang, 9 Juni – Sesmenko PMK Sugihartatmo mengatakan bahwa saat ini ada tiga masalah pokok bangsa, yaitu pertama merosotnya wibawa Negara, kedua lemahnya sendi perekonomian bangsa dan ketiga intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. Untuk mengtasi hal tersebut, Presiden Repblik Indonesia Joko Widodo menggelorakan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Demikian antara lain dikatakan Sesmenko PMK Sugihartatmo dalam Diskusi yang digelar pada Forum Tematik Bakohumas 2015 yang bertajuk “Peran Strategis Government Publik Relations (GPR) Dalam Mensosialisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental”, Selasa, 9/6/2015 berlangsung di Hotel Novotel, Palembang.
Lebih lanjut Sesmenko PMK dalam paparan dengan topik “Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Indonesia Berdaulat, Berdikari, dan Berkepribadian” mengatakan bahwa Bung Karno berkata “Revolusi Mental merupakan satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala” Sedangkan Presiden Jokowi mengatakan “ untuk lebih memperkokoh kedaulatan, meningkatkan daya saing dan mempererat persatuan bangsa kita perlu melakukan Revolusi Mental”
Revolusi mental adalah gerakan hidup baru dengan cara pandang, cara pikir dan cara kerja dengan tiga nilai. Pertama Integritas (jujur, dipercaya, berkarakter, tanggungjawab), kedua kerja keras (etos kerja, daya saing, optimis,inovatif dan produktif) dan ketiga gotong royong (kerja sama, solidaritas, komunal, berorientasi pada kemaslahatan).
Sesmenko PMK menekankan bahwa tujuan revolusi mental adalah mengubah cara pandang,piker, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa bangsa lain. Kedua, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistic dalam menatap masa depan Indonesia sebagai Negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, produktif dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern dengan fondasi tiga pilar Trisakti.
Ketiga, mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia baru yang unggul dengan mengedepankan nilai nilai integritas, kerja keras dan semangat gotong royong.(Gs).
Kategori: