Aceh, 7 Desember 2015 -- Gerakan Nasional Revolusi Mental terus di dengungkan seluruh elemen masyarakat di tanah air ,
Di Aceh, sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental diawali dengan lantunan shalawat badar yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kemenko PMK I Nyoman Shuida pada Rakor dan Sosialisasi Revolusi Mental di Aceh mengemukakan gagasan revolusi mental pertama kali disampaikan Presiden RI Soekarno saat peringatan Kemerdekaan RI 17 agustus 1945. Menjadi semangat revolusi mental Soekarno memperkenalkan gagasan Trisakti yang meliputi Indonesia berdaulat secara politik,mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya, Deputi Nyoman Shuida yakin gagasan ini muncul setelah Soekarno menyelami sejarah berbagai suku bangsa di tanah air,khususnya Aceh yang telah banyak memberikan kontribusi dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,
Kontribusi besar Aceh juga disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam sambutan yang dibacakan Deputi,mengakui bahwa kontribusi besar pemimpin dan rakyat Aceh bagi republik terutama keteladanan dalam sikap mental yang dibuktikan dengan perjuangan para tokoh seperti Teuku umar,Teuku Cik di tiro,Cut Nyak Dien dan Cut Mutia.
Menko Puan Maharani berharap agar semua dapat mengambil keteladanan Tokoh dan Madyarakat Aceh untuk menumbuhkembangkan semangat Revolusi Mental.
Lebih lanjut Nyoman Shuida menyampaikan pesan dan arahan Menko PMK Puan Maharani meminta seluruh elemen masyarakat Aceh lebih berintegritas menjalankan profesinya masing masing dan berkontribusi bagi pembangunan,ber etis kerja dan berkarya pantang menyerah serta inovatif dan kreatif mengedepankan gotong royong dalam setiap langkah
Rakor dan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dilakukan Deputi 7 bidang koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan dibuka Staf Ahli Gubernur bidang hukum dan politik propinsi Aceh Muhammad Jaffar ,diisi dengan pemaparan para narasumber dari akademisi ,pokja revolusi mental dan dihadiri staf ahli Kemenko PMK Gunarso ,Kepala biro perencanaan Wijaya ,serta akademisi dan berbagai elemen masyarakat Aceh.(humas vt)
Kategori: