Jakarta (25/02)--- Pemuda memiliki peranan yang penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa dan negara. Pemuda identik dengan people make history (orang yang membuat sejarah) dan agent of change (agen perubahan). Berbagai upaya dilakukan agar peran pemuda tetap menjadi titik pusat penentu kemajuan bangsa dan negara, salah satunya dengan membuat kegiatan yang mengusung tema kepemudaan. Melalui kegiatan bertema kepemudaan ini diharapkan dapat menghasilkan output berupa pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki nasionalisme, patriotisme, toleransi, dan menghargai sejarah.
Wujud nyata dari kegiatan kepemudaan ini adalah penyelenggaraan Gladian Sejarah Pemuda Indonesia (GSPI) yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. GSPI akan diselenggarakan pada tanggal 4 sampai 7 April 2019 di Kota dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Penyelenggaraan GSPI ini merupakan bagian dari upaya Revolusi Mental yang melibatkan perwakilan pemuda hasil seleksi dari berbagai provinsi di Indonesia dengan latar belakang agama, suku, minat, dan prestasi yang beraneka ragam. Dalam pelaksanaannya, para pemuda akan disebar ke berbagai lokasi di Kota dan Kabupaten Semarang untuk mengetahui masalah yang terjadi di masyarakat serta pada akhir kegiatan para pemuda akan memberikan usulan dan saran untuk menanggulangi masalah yang mereka temukan agar masalah tersebut tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Dalam upaya mensukseskan rangkaian kegiatan GSPI, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melakukan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diadakan di Ruang Rapat Taskin Kemenko PMK, Kamis (14/02) lalu. Dalam Rapat Koordinasi tersebut turut hadir Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Direktur Direktorat Sejarah, dan perwakilan dari Great Indonesia. Agenda dari Rapat tersebut antara lain menyamakan persepsi dan menjaring berbagai saran, menyempurnakan konsep pelaksanaan GSPI, serta mendapatkan komitmen penuh antara Kemenko PMK dan Kemendikbud dalam mensukseskan penyelenggaraan GSPI.
Dalam Rapat Koordinasi tersebut beberapa hal yang disepakati antara lain konsep pelaksanaan GSPI, kriteria pemuda peserta GSPI, dan pembagian tugas antara Kemenko PMK serta Kemendikbud. Selain itu, guna menyempurnakan persiapan GSPI, Kemenko PMK akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada 28 Februari 2019 dengan OPD Provinsi Jawa Tengah. “Selain berupaya mensukseskan GSPI, Kemenko PMK juga harus dapat memastikan bahwa fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian terhadap rangkaian kegiatan dan pelaksana terkait dapat bersinergi dengan baik,” ungkap Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pamuji Lestari, saat menutup Rapat Koordinasi GSPI. (sumber: Kedep V Kemenko PMK)
Editor : Siti Badriah
Kategori:
