Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 27, 2014

Jakarta, 27 Oktober - Seusai melakukan pelantikan yang diikuti dengan sesi foto bersama di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memimpin sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Kerja di kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/10/2014) siang.

Dalam arahannya, seperti dilansir portal Setkab.go.id., Presiden Jokowi mengingatkan kepada para menterinya bahwa rakyat sedang menunggu hasil kerja mereka. Karena itu, Presiden meminta agar seluruh menteri langsung bekerja mulai hari ini.

“Saya harapkan langsung bisa bekerja dan tancap gas, tidak usah nunggu-nunggu apa-apa lagi,” pinta Presiden Jokowi.

Terhadap kementerian yang dilakukan penggabungan atau pemisahan, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada para menterinya, agar memberdayakan struktur yang ada terlebih dahulu. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi misalnya, menurut Presiden bisa langsung memanfaatkan Dirjen Pendidikan Tinggi yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Deputi-Deputinya.

“Saat ini sedang dipersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang berkaitan dengan ini,” kata Presiden Jokowi.

Sementara terhadap kementerian yang baru sehingga belum ada strukturnya seperti Kementerian Maritim, Presiden Jokowi meminta agar berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). “Tetapi tetap mulai bekerja, gunakan apa yang ada, dan bekerja secepat-cepatnya,” pintanya.

Visi Misi Presiden

Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga menegaskan, bahwa tidak ada lagi visi misi menteri. Yang ada adalah mengerjakan arahan Presiden.

“Ego sektoral harus dihentikan, dan harus mulai dengan tradisi lintas kementerian,” papar Jokowi.

Presiden meminta kepada seluruh menterinya, agar segera mengimplementasikan visi misi Presiden dan Wakil Presiden, sehingga bisa dirasakan langsung oleh rakyat.

Menurut Presiden, Tim Transisi telah menyampaikan rekomendasi terkait jalannya pemerintahan. Ia minta Kepala Bappenas untuk menyampaikan rekomendasi itu kepada seluruh menteri agar bisa segera dipelajari.

Kepala Bappenas, kata Presiden,  akan ditempatkan satu kelompok dengan Sekeretariat Negara (Setneg) sehingga visi dan misi presiden bisa dikawal.

Presiden Jokowi juga memberikan waktu dua hari kepada para Menteri Koordinasi (Menko) untuk berkoordinasi dan menemukan titik nadi agar bisa segera menyelesaikan masalah.

Adapun kepada Menteri PAN-RB, Presiden Jokowi untuk mengawal restrukturisasi birokrasi.

Kabinet Kerja Dilantik, AM. Fachir Jadi Wamenlu, Mardiasmo Wamenkeu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Ibu Mufidah Kalla, Senin (27/10/2014) siang, di Istana Negara, Jakarta, melantik dan mengambil sumpah 34 menteri Kabinet Kerja masa bakti 2014-2019.

Pelantikan didahului dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, diikuti dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 121/P/2014 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Kementerian Tahun 2014-2019.

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengambil sumpah para menteri Kabinet Kerja, dengan membacakan naskah sumpah yang diikuti para menteri, yang bunyinya antara lain:

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, langsung ataupun tidak langsung, dengan nama atau dalil apapun, tidak memberikan atau menjanjikan apapun, ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga.

Bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini, tidak sekali menerima sesuatu langsung atau tidak langsung sesuatu janji atau pemberian apapun.

Bahwa saya setia kepada Undang Undang Dasar 1945, dan akan memelihara segala undang-undang dan peraturan yang berlaku bagi negara republik Indonesia, bahwa saya akan setia kepada nusa dan bangsa, dan akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan ini.

Bahwa saya akan menjalankan tugas dan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada bangsa dan negara”.

Selanjutnya upacara pelantikan menteri Kabinet Kerja diakhiri dengan menyanyikan kembali lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Wakil Menlu dan Wakil Menkeu

Seusai melantikan 34 anggota Kabinet Kerja, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melantik Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, AM. Fachir sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Mardiasmo sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pelantikan kedua Wakil Menteri itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 187/M/2014 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Keuangan, yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Sekretaris Kabinet Djadmiko.

Pelantikan anggota Kabinet Kerja dan kedua wakil menteri itu, dihadiri oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MPR Setya Novanto, Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zulva, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, dan Ketua Umum PKPI Sutiyoso. (Setkab/Gs).

 

 

Kategori: