Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on June 19, 2014

Jakarta, 19 Juni – Kemenkes menyelenggarakan Simulasi Kewaspadaan Mers-CoV, Rabu (18/6/2014) di halaman ruang Tunggu TKI Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng, Banten. Bahkan selanjutnya Kementerian Kesehatan akan melakukan simulasi kewaspadaan Virus MERS CoV di 13 Bandara di Indonesia.

"Nantinya ada 13 bandara embarkasi yang akan dilakukan simulasi kewaspadaan virus MERS CoV seperti di Bandara Soekarno - Hatta," kata Sekretaris Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes, Muhammad Subhan, di Tangerang, Rabu (18/6/2014).

Bandara yang menjadi lokasi simulasi virus MERS CoV, antara laini Surabaya, Bali, NTB, Makasar, Medan, Balikpapan dan beberapa lokasi lainnya.

Namun demikian, dari total 49 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada, seluruhnya pernah melakukan simulasi kewaspadaan virus seperti Sars, Flu Burung dan kasus virus terjangkit lainnya.

"Untuk kewaspadaan mengenai penyakit menular, sudah dapat dikatakan siap. Mulai dari kelengkapan hingga petugas medisnya," katanya.

Mengenai simulasi kewaspadaan virus MERS di Bandara Soekarno - Hatta, Subhan menjelaskan, hal itu merupakan yang pertama dilakukan dan direncanakan sejak sebulan lalu.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi dengan Menko Kesra dan kemenetrian lainnya terkait pencegahan penyebaran virus MERS di Indonesia, katanya.

Sebagai pelaksana teknis, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan kemudian segera melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan Kementerian Perhubungan.

Dalam kegiatan simulasi, dilakukan skenario yang sesuai fakta nantinya. Mulai dari koordinasi pilot dengan trafic control hingga lokasi isolasi di tenda darurat dan rujukan ke rumah sakit, katanya.

"Dalam simulasi ini, kami juga mengajak perwakilan delapan KKP agar bisa mempelajari dan mensimulasikan dalam penanganan nantinya," katanya

Ada 169 Kasus Suspect MERS di Indonesia

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, mencatat hingga saat ini telah terjadi 169 kasus suspect Virus MERS CoV. Dari jumlah kasus sebanyak itu, sekitar 161 kasus di antaranya dinyatakan negatif.

Sekretaris Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes, Muhammad Subhan mengatakan dari 169 kasus suspect Virus MERS 161 kasus di antaranya telah dinyatakan negatif.

"Dari 169 kasus suspect virus MERS CoV, sebanyak 161 kasus dinyatakan negatif dan delapan lagi masih dalam pemeriksaan," kata Subhan usai simulasi kewaspadaan virus MERS CoV di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (18/6/2014).

Untuk delapan orang yang sedang menunggu hasil pemeriksaan, tersebar di berbagai daerah. Kementerian Kesehatan, masih memperhatikan sampel dan dampak yang ditimbulkan dalam kurun waktu 14 hari ke depan.

Bahkan, satu korban suspect yang meninggal pun, dikatakan negatif. Karena warga yang kontak langsung dengannya, tidak alami tanda-tanda tertularnya virus MERS. Namun demikian, secara keseluruhan, belum ada satu kasus pun di Indonesia yang dinyatakan positif.
"Indonesia masih bebas dari virus MERS dan belum ada satu kasus yang positif," tegasnya dan Subhan juga mengatakan, Kementerian Kesehatan akan melakukan update perkembangan mengenai penyebaran virus MERS setiap dua hari sekali pada pukul 07.00 WIB dan 16.00 WIB.
Meskipun saat ini WHO masih terus mengembangkan dan mencari obatnya, kewaspadaan tetap terus dilakukan di setiap bandara. "Melalui simulasi dan kesiagaan petugas medis di setiap bandara, kita tetap waspada walaupun belum ada yang positif dan berharap tidak ada," ujar Subhan. .(Kemenkes/Ant/Gs)

 

 

Kategori: