Jakarta, 26 September - Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi terbanyak menyumbang hot spot (titik panas) yakni 223 titik, sedangkan Riau hanya ditemukan dua titik yakni di Meranti dan Inhil. Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Kamis (25/9/2014) menyebutkan, ini diketahui dari dua kali melakukan update data hot spot yakni pukul 05.00 WIB dan pukul 16.00 WIB melalui satelit Terra dan Aqua, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat, seperti yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurutnya untuk jumlah monitoring hot spot di Sumatera itu ada sekitar 269 titik. Selain di Sumsel 223 titik, dan di Riau dua titik, Bangka Belitung juga termonitoring ada dua titik, Lampung 26, Bengkulu 8, Jambi 5, Aceh 1 dan Kepri 2.
Dampaknya, seperti dilansir situs Riau.Co., dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diwilayah Sumatera itu, membuat jarak pandang (visibility) menjadi terganggu. Update pukul 07.00 WIB, Pekanbaru itu visibility-nya 4 kilometer, Rengat 3 kilometer, Dumai 5 kilometer dan Pelalawan 1 kilometer.
‘’Pagi jarak pandang bagus, namun siang hari hingga sore hari mengalami gangguan, kabut asap memperpendek jarak pandang kiriman dari Sumsel yang dibawa oleh angin,’’ kata staf analisa BMKG stasiun Pekanbaru Ahmad Agus.
Untuk update sore, satelit Terra dan aqua pukul 16.00 WIB, hotspot di Sumatera mengalami penurunan drastis, dari 269 titik, menjadi satu titik, dan itu masih ditemukan di Sumsel. Sementara Riau blank data.
Dari perkiraan cuaca yang dirilis BMKG, cuaca Riau pada umumnya cerah berawan dan diselimuti kabut asap. Sore hari jarak pandang menjadi turun, Pekanbaru 2 kilometer, Rengat 3 kilometer, Dumai 5 kilometer, dan Pelalawan menjadi yang terpendek 800 meter.
Dari pantauan Riau Pos, penerbangan pesawat domestik dan juga luar negeri di Bandara SSK II berjalan lancar. ‘’Baik dari dan ke SSK II Pekanbaru penerbangan aman-aman saja,’’ sebut Airport Duty Manager Bandara SSK II, Ibnu Hasan.
Warga Kalteng Diimbau Ikut Salat Minta Hujan Besok
Sementara itu, pemuka agama di Provinsi Kalimantan Tengah diimbau untuk ikut serta dalam kegiatan Salat Istisqo atau salat memohon kepada Allah SWT untuk meminta hujan.
Salat meminta hujan yang akan dilakukan di Halaman Mapolda Kaimantan Tengah di Jalan Tjilik Riwut km 1 Palangkaraya ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tengah.
Hal ini dilakukan karena kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang menyelimuti Palangkaraya dan Kalteng semakin parah dan belum ada tanda-tanda turun hujan, sehingga dipandang perlu menggelar Salat Istisqo.
Selain itu, kegiatan tersebut juga didukung oleh para pemuka agama Islam di Kalteng.
"Kami mengimbau kepada semua warga Kalteng khususnya di Palangkaraya, Sabtu besok pukul 06.30 WIB untuk datang ke Halaman Mapolda Kalteng untuk ikut salat istisqo," kata H Syamsuri Yusuf, Jumat (26/9/2014).
Sekretaris Umum MUI Kalteng, H Syamsuri Yusuf, seperti dilansir laman Tribunnews.com, mengatakan, Salat Istisqo yang digelar Sabtu pagi pukul 06.30 WIB di halaman Mapolda Kalteng tersebut didaulat sebagai Imam Drs KH Anwar Isa Lc dan Khatib Dr H Khairil Anwar MAg.
"Kami mengundang semua elemen masyarakat muslim untuk itu, juga diimbau semua kabupaten dan kota se-Kalteng melaksanakan Salat Istisqo," kata H Syamsyri Yusuf.(Rc/Tn/Gs).