Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on October 30, 2019

Foto : 

  • Puput Mutiara

Jakarta (30/10) – Perempuan memiliki peranan sangat penting di dalam setiap lini kehidupan. Namun ironis, masih  banyak perempuan di Indonesia yang belum memahami serta menguasai teknologi sebagai modal untuk menciptakan peluang ekonomi.

Hasil Riset Profil Bisnis yang dilakukan oleh Bank Indonesia, 43% dari pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah perempuan. Tetapi, kontribusi UMKM yang dimiliki perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara masih sangat kecil yaitu hanya 9,1%.

Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuand dan Anak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Ghafur Dharmaputra mengatakan bahwa perempuan harus dilindungi dan diberdayakan. Perempuan juga harus diberikan kesempatan untuk dapat berpartisipasi, termasuk dalam bidang ekonomi.

“Bagaimana di era revolusi industri 4.0 ini, perempuan harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal. Bahwasanya teknologi akan mempermudah usaha dan juga membuka jejaring kerja,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Peningkatan Pemberdayaan Perempuan di Era Revolusi Industri 4.0 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Senada, Head of Government Affairs & Public Policy Google Indonesia Putri Alam menekankan agar pengusaha perempuan dapat didorong untuk menjalankan bisnis berbasis internet (online). Itu lantaran, Google menemukan fakta bahwa usaha yang menggunakan teknologi akan mengalami percepatan pertumbuhan hingga 80% lebih cepat.

Jika ditunjang dengan keadaan internet yang baik, lanjutnya, pengusaha perempuan akan dapat memberikan pengaruh lebih besar dalam hal pendapatan. Bahkan di sisi lain, hal itu disebut mampu memajukan kesejahteraan perempuan serta meminimalisir kesenjangan.

“Dengan diberikan akses kepada informasi, ilmu, dan teknologi, serta alat untuk memanfaatkannya, perempuan bukan hanya bisa berkembang tetapi lebih maju dan memberikan kontribusi besar bagi kehidupan keluarga hingga negara,” tandas Putri.

Upaya pemberdayaan perempuan agar lebih melek terhadap teknologi juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para peserta rapat yang terdiri dari kalangan akademisi, kementerian/lembaga, aktivis, dan komunitas.

Demikian juga dengan sejumlah platform digital yang telah melakukan kerja sama untuk merangkul serta memberdayakan perempuan-perempuan di Tanah Air, seperti Bukalapak melalui Komunitas Bukalapak Srikandi. Pun dengan semangat generasi milenial melalui Gerakan Female in Action seperti yang disampaikan oleh Zulfa Fauziah, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor.

Harapannya, usai rapat koordinasi seluruh pihak dapat saling bekerja sama demi memajukan perempuan-perempuan Indonesia yang lebih berdaya dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi.

Reporter: 

  • Puput Mutiara