Muna, , 6 September 2015 - Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Magdalena menyerahkan secara simbolis bantuan stimulus rumah swadaya sebesar 12,84 milyar kepada bupati Muna LM Bahruddin, di pelabuhan Raha, Minggu (6/9). (foto: yn/humas PMK)
Masyarakat Kabupaten Muna sangat antusias menyambut Tim Ekspedis Bhakesra V 2015 yang berlabuh di pelabuhan Nusantara Raha Kabupaten Muna, Minggu (6/9). Pulau Muna Sulawesi tenggara menjadi pulau pertama yang dikunjungi Tim Ekspedisi Bhakesra sebagai rangkaian agenda Tomini 2015 yang akan dilaksanakan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Tim Ekspedisi Bhakesra yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, lembaga sosial dan pramuka, dalam misi kemanusiaan menggunakan KRI Banda Aceh 593 yang dikomandani Letkol Edi Haryanto, membawa beragam bantuan yang mencapai milyaran rupiah. Salah satunya, bantuan stimulan perumahan swadaya untuk empat kecamatan di Muna sekitar 12 milyar.
Tim Bhakesra juga membawa beragam bantuan berupa mobil sehat, sepeda motor, alat-alat kesehatan, peralatan untuk air bersih, dan bantuan lainnya. Bantuan ini merupakan sumbangan dari berbagai pihak baik instansi pemerintah,dunia usaha maupun lembaga sosial.
Pelaksanaan Ekspedisi Bhakesra dapat dilihat sebagai wujud kehadiran Negara dalam membangun wilayah terpencil di tanah air terutama masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil. Dengan kunjungan ini akan semakin memperkuat ikatan sebagai saudara se-bangsa dan se-tanah air.
Hal ini ditegaskan Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Magdalena dalam sambutannya di pelabuhan Raha. Untuk itu, dirinya berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan semaksimal mungkin bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Muna.
“Bhakesra merupakan wujud kehadiran Negara untuk melindungi segenap bangsa dan dan membangunan Indonesia dari pinggiran dalam kerangka kesatuan. Ini sesuai dengan Nawa Cita butir 1 dan ke-3,” tegas Magdalena.
Sesuai dengan misi Ekspedisi Bhakesra menyejahterakan masyarakat di pulau-pulau terpencil, tambahnya, maka selain pemberian bantuan Tim Ekspedisi Bhakesra juga melakukan beragam kegiatan yang berguna bagi masyarakat. kegiatan itu antara lain, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, pasar murah, edukasi kepada usaha kecil, serta penukaran uang dilayak layak pakai. Selain itu juga dilakukan sosialisasi energy terbarukan dan penelitian terhadap potensi sumber daya alam.
Sementara itu, Bupati Muna LM Bahruddin menyambut baik kegiatan ekspedisi Bhakesra yang bersedia datang ke wilayahnya. Dia berharap semoga kegiatan Ekspedisi Bhakesra ini menjadi pesan kemanusiaan dan semangat gotong royong untuk kemajuan daerah.
“Kami berharap seluruh komponen masyarakat Muna untuk menyambut kegiatan ekspedisi dengan antusias dan penuh kebahagiaan dengan menjaga ketertiban dan keamanan,” ujar Baharuddin.
Pembangunan di Kabupaten Muna secara umum mengalami peningkatan yang cukup baik. Kabupaten Muna saat ini sudah tidak lagi termasuk kategori daerah tertinggal. Meski demikian, diakuinya, dari segi pembangunan infrastruktur memang belum semuanya dapat digapai sesuai dengan keinginan masyarakat.
Beragam upaya telah dilakukan pemerintah kabupaten Muna dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang dilakukan dengan mendongkrak APBD. Pada tahun 2015 APBD Kabupaten Muna mencapai 1,2 triliun. Peningkatan ini dibarengi dengan naiknya pendapatan asli daerah yang mencapai Rp.41 miliar pada tahun 2014.
Lebih Lanjut, Bahruddin mengungkapkan bahwa wilayah Muna memiliki potensi pariwisata yang besar. Ada liang kabori yakni wisata gua yang memiliki lukisan dinding jaman pra sejarah, pemandian Napabale, sarung tenun khas Muna,. Selain itu, beragam warisan budaya juga tersimpan di Kabupaten Muna seperti tari Linda. Tari tradisional ini bahkan diusulkan sebagai suatu warisan budaya Muna Ke Unesco. (yn)
Kategori:
