Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 21, 2017

Dobo (20/10)- Tim Ekspedisi Bhakti PMK melaksanakan beragam penyuluhan dan pelatihan pada masyarakat Dobo di hari kedua berlabuh di kabupaten Kepulauan Aru. Beragam pengetahuan disampaikan pada kegiatan ini. Seperti, penyuluhan pertanian dan pengenalan teknologi kompor biomassa. 

Penyuluhan pertanian disampaikan perwakilan tim Bhakti PMK, utusan PT Suakabumi,  M David Nur Awaludin Jamil. Pelaksanaan penyuluhan pertanian kepada para petani di Dobo bekerja sama dengan dinas pertanian setempat. Kegiatan penyuluhan pertanian dilaksanakan di kantor dinas pertanian Kab. Kepulauan Aru.

Menurut David,  penyuluhan dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para petani dengan berbasis bioteknologi yang berkonsentrasi pada pertanian organik. Untuk melakukan pertanian organik para petani disarankan untuk menggunakan pupuk hayati. Pupuk hayati yang disarankan adalah pupuk hayati jitu 17. 

"Pupuk hayati Jitu 17 merupakan pupuk hayati multiguna yang berbentuk serbuk yang merupakan hasil bio teknologi yang ramah lingkungan. Pupuk ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan hasil pertanian organik secara berkesinambungan," ungkap David dalam paparannya.
Selain itu, tambah David, pupuk ini mampu meningkatkan kesuburan tanah dalam waktu singkat dan meningkatkan hasil produksi tanaman jadi berlipat ganda. Pupuk hayati sangat baik digunakan untuk tanaman pangan seperti padi, kedelai, jagung dan lain sebagainya. Juga untuk tanaman holtikultura dan tanaman keras.

Dari hasil penyuluhan ini terungkap beberapa masalah yang dihadapi oleh para petani di Dobo. Para petani masih dibelit dengan permasalahan kekurangan air. Permasalahan ini disebakan lahan pertanian di Dobo didominasi lahan kering. 

Persoalan lain yang dihadapi petani, tambahnya, masih langkanya Pupuk dan bibit. Akibatnya, para petani tidak dapat memaksimalkan hasil usaha pertanian mereka. Mereka hanya bisa menanam jenis tanaman holtikultura, sayuran dan padi lahan kering. Padahal mayoritas para petani merupakan petani penggarap. Mereka tidak memiliki lahan sendiri tetapi milik orang lain atau milik pemerintah daerah
Di sisi lain, para petani juga sangat membutuhkan alat-alat mesin pertanian. Untuk mengatasi kondisi tersebut,  Dinas pertanian setempat akan baru mengalokasikannya pada anggaran tahun depan.

Sementara itu, tim Ekspedisi Bhakti PMK, dari PT Casio melakukan penyuluhan dan pengenalan kompor biomassa serta energi baru terbarukan. Pengenalan kompor biomassa massa dilaksanakan di desa Kabufin, Kecamatan Aru Utara. Kompor biomassa ini mengunakan bahan bakar kayu bakar. 
Menurut Mukmin Kusnendar dari utusan PT Casio kegiatan penyuluhan ini diikuti ibu-ibu PKK. Desa Kabufin dipilih karena masyarakat di desa ini masih banyak yang menggunakan tungku tradisional. Dengan adanya pengenalan kompor biomassa ini diharapkan masyarakat bisa mengenal teknologi dan energi baru terbarukan.

"Desa Kabufin kita pilih, salah satu alasannya karena para ibu-ibu di desa ini masih banyak yang memakai tungku tradisional," ujarnya
Para ibu-ibu, terang Mukmin, sangat antusias sangat dalam mengikuti pengenalan kompor massa ini. Mereka senang karena dengan memakai kompor nanti bisa mengatur besar kecilnya api yang digunakan dalam memasak.

Sementara itu, PT. Dimensi Jaya Nusantara saat Tim Ekspedisi Bhakti PMK saat singgaaah di Tual melakukan kegiatan menggambar dan mendongeng Pojok Baca di SDN Ohoitel, Kota Tual. Peserta kegiatan merupakan siswa kelas 5.
Kisah "Kancil Tidak Mencuri Timun" menjadi pilihan saat Kandi Sekarwulan bercerita pada anak-anak. Dipilihnya kisah tersebut, menurut Kandi, diharapkan anak-anak tidak berburuk sangka terlebih dahulu sebelum mencari buktinya.

"Sengaja kami pilih kisah "Kancil Tidak Mencuri Tidak" dengan harapan anak-anak menanamkan sikap tidak gampang berburuk sangka,"ujarnya.
Usai kegiatan mendongeng, anak-anak diajak menggambar hewan-hewan laut yang mereka temukan sehari-hari, seperti ikan, kepiting (karaka), ubur-ubur, dan lain sebagainya.
"Semoga usai menggabar, anak-anak tak hanya mengenal hewan laut. Tapi bisa lebih mencintai alam sekitarnya," ujarnya.

Anak-anak selalu antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan tim EkspedisiBhakti PMK ini. Acar ditutup dengan dantelah kegiatan membaca buku-buku  yang ada diperpustakaan mini Pojok Baca. 
"Kami dengan adanya pojok baca ini meningkatkan minat literasi anak-anak sejak usia dini," harap Kandi.