Jakarta, 24 Nopember - Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Joaquin F. Monserrate (3 kanan), Asdep Pelestarian dan Pemulihan Lingkungan Hidup Kemenko PMK Djoko Joewono (kanan), Kelompok Nelayan Samudera Balai dan Pemda Kab. Banyuwangi melakukan tranplantasi Terumbu Karang di Desa Bangsring Kab. Banyuwangi, Jatim. (ist)
Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Joaquin F. Monserrate, mengawali rangkaian perayaan Thanksgiving (Hari Bersyukur) di Bumi Blambangan 19/11/2014. Konjen AS tersebut melakukan transplantasi terumbu karang bersama Kelompok Nelayan Samudera Balai, Pemda Kab. Banyuwangi dan Asdep Urusan Pelestarian dan Pemulihan Lingkungan Hidup Kemenko PMK di Pantai Bangsring. Bangsring. Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, pukul 15.00. Joaquin F. Monserrate mengunjungi kelompok nelayan itu dan ikut melihat terumbu karang yang sudah di transplantasikan. Dia memuji langkah kelompok neIayan tersebut terkait pelestarian terumbu karang. Menurutnya, melindungi lingkungan hidup adalah upanya bersama dari warga setempat, pemerintah, dan sektor usaha. Tidak hanya berkunjung dan berdiskusi, Joaquin juga terjun langsung bersama nelayan menanam terumbu karang di Pantai Bangsring. Dia menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah ekosistem keanekaragaman hayati kelautan terkaya di penjual dunia, Dengan begitu, melestarikannya tidak dapat kita tangani sendiri. “Perlu kepedulian kita bersama untuk menjaga kelestarian ini.
Saat ini hal yang perlu diperhatikan adalah sampah. Karena semua sampah akan terbuang ke laut. Konsul Jenderal AS di Surabaya, Joaquin F Monserrate, mengapresiasi langkah warga pesisir di Bangsring yang peduli melestarikan terumbu karang di tengah ancaman kerusakan. "Upaya pemuda di sini luar biasa melindungi terumbu karang. Nantinya ada warisan dari nelayan untuk generasi muda. Dia mengatakan, tidak mudah mengajak para warga pesisir untuk ikut peduli melestarikan ekosistem biota laut. Mengubah mindsite warga, katanya, merupakan tantangan pekerjaan paling sulit. Namun dengan dedikasi dan ikhtiar tanpa henti, Joaquin salut pemuda dan penduduk di pesisir Bangsring bisa membuktikan bahwa konservasi terumbu karang ialah keniscayaan. "Mereka turut aktif merawat terumbu karang dari sampah, pengeboman ikan, dan ancaman global warming.
Asdep Pelestarian dan pemulihan Lingkungan Hidup Kemenko PMK menjelaskan bahwa pada tahun 70an di Desa Bangsring dan Bengkak masyarakat Nelayan melakukan penangkapan ikan secara illegal fishing (dengan pottasium dan bom) dan over fishing. Penangkapan ikan dengan tidak ramah lingkungan tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan dan sumber daya laut khususnya ikan menurun tajam dan pendapatan hidup juga menurun sehingga perlu dilakukan restorasi atau pelestarain dan pemulihan lingkungan hidup. Pada Tahun 2008 terbentuk Kelompok Samudera Bakti yang bertujuan untuk memulihkan dan melestarikan lingkungan hidup khususnya terumbu karang dan ikan laut.
KUB Samudera Bhakti bersama masyarakat Desa Bangsring bersepakat untuk membuat Zona Pemeliharaan Bersama yang diatur juga dalam Peraturan Desa Bangsring yang berguna untuk memulihkan ekosistem laut. Manfaat Zona Pemeliharaan Bersama ini sudah dirasakan manfaat oleh masyarakat selain kondisi ekossitem laut dipulihkan, kesejahteraan masyarakat juga meningkat dengan bertambahnya pendapatan dari sumber daya laut dan ikan. Kelompok Samudera Bakti telah secara kontinyu mengadakan pertemuan dan pembinaan kepada masyarakat nelayan untuk selalu melestarikan dan memulihkan lingkungan hidup khususnya laut dengan program transplatasi karang yang murah dan mudah, bahkan saat ini semakin digalakkan dan juga telah bekerja sama dengan Pertamina, Lanal, Universitas.
Kelompok Samudera Bakti selain mengadakan program transplatasi karang juga mengadakan program marine education bagi anak-anak sekolah dasar yang berguna untuk menumbuhkan pentingnya pelestarian dan pemulihan lingkungan hidup. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi sangat mendukung atas keberhasilan Kelompok Samudera Bakti dan Nelayan Desa Bangsring dalam menjaga kelestarian dan memulihkan ekosistem laut, bahkan keberhasilan ini membuat National Geographic membuat film dokumenter Nelayan Desa Bangsring.
Aktivis lingkungan Bangsring, Ikhwan, mengatakan area konservasi terumbu karang di pantai tersebut saat ini seluas 15 hektare. Ia dan warga sekitar mulai beraktivitas melestarikan terumbu sejak 2008 dengan area inti konservasi setengah hektare. Berkat dedikasi warga, kata Ikhwan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan berupa empat unit kapal boat dan rumah apung ponton untuk budidaya inti terumbu karang.
Dana konservasi berasal dari bantuan donatur, Pemkab Banyuwangi, Pemrov Jatim, Kementerian Kelautan Perikanan, dan swadaya masyarakat. Ia berharap area konservasi terumbu karang semakin luas seiring kepedulian banyak pihak ikut mendukung program pelestarian terumbu karang.
Kategori: