Jakarta, 30 Juli - Perayaan Idul Fitri 1435 hijriah oleh WNI di Mesir, Senin (28/7/2014) diawali dengan pelaksanaan shalat Ied di Masjid Indonesia-Kairo, di kawasan Dokki.
Ratusan WNI yang terdiri atas staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), perwakilan mahasiswa, kekeluargaan hingga tenaga kerja informalpun berkumpul bersama di masjid yang menjadi bagian dari Sekolah Indonesia-Kairo.
Ditemui RRI usai pelaksanaan shalat Ied, Sekretaris pertama KBRI di Kairo, Windratmo Suwarno, mengatakan, WNI di Mesir perlu menjadikan hari raya Idul Fitri sebagai momentum untuk mengintrospeksi diri. Khususnya, dalam menjalankan peran mereka sebagai WNI di negeri orang.
Dalam menjalankan peran tersebut, WNI harus menjadi warga negara yang baik di negeri orang, yakni, dengan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Mesir, seperti dilansir laman KBRN Online.
Sementara, dalam kesederhanaan perayaan Idul Fitri 1435 hijriah, pihak KBRI di Kairo menyatakan hal itu tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan idul fitri itu sendiri. Yaitu, untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi dengan sesama.
“Selesainya Ramadhan ini ingin supaya WNI kita di Mesir ini lebih taat dalam beribadah dan mereka bisa bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Yang di KBRI bekerja dengan baik, membantu warga negaranya. Yang mahasiswa belajar dengan giat. Kami mengharapkan juga setiap WNI taat peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Mesir.”
Presiden pelajar dan mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir, Amrizal Batubara mengatakan, besar harapan yang digantungkan kepada pemerintah pada perayaan hari raya Idul Fitri tahun ini. Khususnya, kepada pasangan presiden terpilih pada pemilu presiden 9 Juli lalu.
Pemerintah diminta untuk berlaku adil dalam memberikan perhatian kepada pelajar maupun mahasiswa di luar negeri. Serta, pemerintah diharapkan memprioritaskan pemberian materi mengenai agama yang diyakini akan berdampak pada pembentukan akhlak baik generasi muda Indonesia.
“Kita mengharapkan supaya memperhatikan seluruh pelajar dan tidak membandingkan. Dan bantulah mereka karena itulah generasi bangsa yang akan memperjuangkan bangsa. Yang diperhatikan seperti akhlak agamanya, program-program untuk agama harus lebih diperhatikan.”
Amrizal Batubara mengatakan dengan telah berlalunya bulan suci Ramadhan, diharapkan tidak menjadi alasan bagi mahasiswa Indonesia di Mesir untuk lantas berhenti melaksanakan hal-hal baik. Menurutnya, hal baik itu tidak hanya diwujudkan dengan menjalankan seluruh perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Tetapi, juga dengan meningkatkan prestasi belajar dengan bersungguh-sungguh. (Kbrn/Gs)