Rabu (30/03)—Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama PMK mengadakan diskusi tentang Workshop Desain Untuk Mendukung Kewirausahaan di Pesantren, bertempat di Hotel Grand Mercure Jl. Hayam Wuruk No.36-37 Jakarta Pusat.
Dalam diskusi ini dihadiri oleh Asisten Deputi Bapak Asril sebagai wakil deputi, Bambang Tri Santoso PLT Kasubdit Pemberdayaan Informatika Masyarakat Perkotaan (Kominfo), Hadiyanto Arif sebagai Ketua Cabang 8 Pondok Pesantren Darun Najah, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Baznas, Forum Zakat Nasional, Perwakilan TIK dan Kementerian/Lembaga terkait.
Dalam pengantar diskusi Asril mengatakan bahwa masih banyak pesantren di Indonesia yang belum tersentuh oleh IT. “Website harus diberdayakan untuk mendukung kemajuan pesantren dan sebagai ajang untuk memperkuat wira usaha di pesantren” ujar asril dalam pembukaan diskusi.
Perwakilan dari pondok pesantren Darun Najah yang dihadiri oleh Bendahara sekaligus Pimpinan Cabang Darun Najah 8 memaparkan tentang kewirausahaan di pesantren sangat penting untuk menjaga keindependensian pesantren terutama di Darun Najah sendiri. “Saat ini hanya ada 10% Pesantren modern yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi tantangan kita untuk dapat memberdayakan pesantren-pesantren yang ada di pelosok daerah.” Tutur Hadiyanto Arif.
Untuk keberlangsungan segala aspek kegiatan di pesantren itu, pesantren memiliki usaha-usaha sendiri yang dikelola oleh para santri, namun kendala yang saat ini ada di pesantren adalah akses internet yang masih belum merata, wawasan tentang teknologi dan web developmen. “Santri dan Kyai harus saling berkaitan dan bersinergi dalam hal wirausaha, Kyai harus bisa membuat bidang usaha yang beragam sehingga santri yang ada dapat mengikuti dan mengelola bidang usaha yang ada.” Imbuh Hadianto Arif.
Bambang Tri santoso PLT Kasubdit Pemberdayaan Informatika Masyarakat Perkotaan sekaligus sebagai wakil dari Kominfo memberikan paparan bahwa di Kominfo mengadakan program 1 juta domain gratis dengan sasaran UKM potensial akan di fasilitasi menjadi pelaku bisnis online, Sekolah, Madrasah, dan Pondok Pesantren. Program yang ada di Kominfo adalah pemberdayaan relawan TIK Indonesia untuk pendampingan di bidang TIK masyarakat yang sebagai penggerak revolusi mental melalui relawan TIK.
“Revolusi mental bukan pilihan tetapi keharusan agar Indonesia sejajar dengan negara lain dan membuat Indonesia menjadi lebih baik, dengan membuat agen perubahan informatika.” Papar Bambang Tri Santoso.
Target di desa ada 1 relawan TIK untuk mengawal bantuan pemerintah yang terbengkalai dan melakukan pemberdayaan di pesantren mengadakan pelatihan di desa-desa agar dapat mandiri dan mempotensikan apa yang ada di desanya seperti pelatihan aplikasi, web desa, promos, dan produk desa online.
Kesimpulan dari diskusi workshop tersebut bahwa tantangan saat ini adalah membangun kepercayaan dan kerja sama dengan seluruh stake-holder. “Dengan adanya agen perubahan Informatika dan kemajuan IT jangan sampai mengubah keunikan yang dimiliki oleh masing-masing pesantren karena justru dengan keunikan tersebut membuat pesantren tetap eksis dan bertahan.” tutup Asril. (fn/foto:tws)
Kategori:
