Jakarta, 27 Agustus 2015 - Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko pmk) Agus Sartono (tengah) didampingi Plt. Asisten Deputi Pemberdayaan Desa Katiman (kanan) dan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas Hayu Parasati (kiri) memberikan sambutan sekaligus membuka workshop Peran Sistem Informasi Desa (SID) dalam Mendukung Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan pada Kamis, 27 Agustus 2015 yang bertempat di Hotel Cemara Jakarta Pusat.
Mengacu pada UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Sistem Informasi Desa (SID) untuk mendukung pembangunan di Desa dan Kawasan Perdesaan. Penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan meningkatkan pelayanan di Desa, monitoring pelaksanaan di tingkat Kabupaten dan Pengendalian pada tingkat Provinsi.
workshop ini dihadiri dari berbagai unsur Pemerintah terkait dengan pengembangan dan penerapan SID, diantaranya: Kemenko PMK, Kementeian Desa Pembangunan Daerah dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemenkeu, Combine Resource Institute (mengelola Sistem Informasi Desa), BP2DK dan Sekretariat SAPA (mengelola Poverty Resource Center).
Dalam Workshop dipaparkan beberapa sistem informasi di Desa yang dikelola dan dikembangkan di Desa Nglegi, Kec. Pathuk Kab. Gunung Kidul dengan fasilitas dan bantuan dari Combine Research Institute (CRI). di Desa Nglegi SID telah dikembangkan dan dimanfaatkan sejak sebelum UU Desa ditetapkan. Desa Nglegi dalam forum pertukaran kepala Desa di China pada 2 tahun silam.
Selain itu dipaparkan juga sistem informasi terpadu (Simpadu) yang dikembangkan oleh Bappenas dan pengalaman Kab. Bantul dalam menginisiasi penyediaan perangkat keras dalam memanfaatkan SID. diharapkan menjadi pembelajaran baik untuk Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam mengembangkan Sistem Informasi Desa. (foto;ng/humaskemenkopmk)
