Lebak (25/7) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) diwakili Kedeputian Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan melaksanakan kegiatan kolaborasi dengan program peduli bertemakan Masyarakat Adat Mandiri, Indonesia Kuat di Wewengkon Adat Kasepuhan Cilebang, Desa Sukajaya dan Sinarjaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (25/7).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk pembangunan inklusif yang tidak hanya terfokus pada pencapaian indikator pembangunan manusia sebagai output capaian, tetapi juga terkait dengan upaya pemerintah mewujudkan masyarakat yang inklusif melalui perubahan mental secara nyata.
Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum menjelaskan, pada konteks pembangunan inklusif, GNRM menyasar berbagai pihak untuk lebih peduli pada keberadaan kelompok masyarakat yang selama ini mengalami proses peminggiran, tidak dapat mengakses dan mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara karena perbedaan cara pandang maupun diskriminasi dalam pelayanan dasar.
"Kami mengajak semua pihak untuk dapat ikut berpartisipasi secara aktif dengan memberikan gagasan segar dan inovatif serta memberikan dukungan komitmen tindak lanjut yang kontinyu. Kami mengharap masyarakat adat Kasepuhan Cilebang dapat menjadi contoh baik *aksi nyata Revolusi Mental bagi daerah lain dalam menjaga persatuan dan kesatuan antar kelompok, menjunjung tinggi adat istiadat dan gotong royong dalam membangun desa" ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kegiatan tersebut.
Terkait hal itu, Indri menyebutkan, salah satu yang ingin diwujudkan dalam visi Indonesia 2045 tentang masyarakat yang inklusif adalah terwujudnya akses bagi seluruh masyarakat. Utamanya, menyangkut keadilan, partisipasi dalam penyusunan kebijakan, dan pengentasan kesenjangan sosial.
"Tidak boleh ada lagi satupun kelompok di negara ini yang ditinggalkan dalam pembangunan," tandasnya.
Indri pun menjelaskan bahwa untuk mendorong kesamaan gerak dan langkah dalam implementasi Revolusi Mental, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Inpres No 12 Tahun 2016 sebagai panduan dalam revolusi mental ditingkat nasional dan daerah. Ada 5 sasaran yang menjadi prioritas dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu: (1) Indonesia Melayani, (2) Indonesia Bersih, (3) Indonesia Tertib, (4) Indonesia Mandiri, serta (5) Indonesia Bersatu.
Masing-masing matra tersebut memiliki target dan capaian yang secara khusus berorientasi pada perubahan cara pandang, cara kerja budaya, serta perilaku sebagai individu maupun institusi/kelembagaan.
Untuk mempercepat pencapaian target yang ditetapkan dalam Inpres tersebut, Kemenko PMK sebagai penanggungjawab Gerakan Nasional Revolusi Mental ditingkat nasional, mendorong kolaborasi multipihak untuk terlibat dalam penciptaan kader Gerakan Nasional Revolusi Mental ditingkat kabupaten dan desa.
"Para kader-kader itulah yang kemudian secara khusus terlibat dalam kerja-kerja perubahan secara nyata ditingkat komunitas maupun institusi," jelas Indri.
Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menyebutkan pembangunan di Lebak, khususnya Kasepuhan Cilebang dilakukan secara bertahap termasuk upaya pemberdayaan masyarakat desa. Hal itu sejalan dengan GNRM yang salah satunya terkait pemberdayaan.
"Ciri khas dari gerakan revolusi mental yang dijalankan di Cilebang adalah semangat gotong royongnya. Masyarakat bersama-sama saling membantu demi kemajuan desa terutama di bidang perekonomian," tuturnya sembari membuka secara resmi acara sedekah bumi dan GNRM di Wewengkon Adat Cilebang.
"Semangat itu terlihat dari keseharian masyarakat di sini yang masih memegang teguh adat istiadat. Ini bisa jadi modal yang kuat untuk selanjutnya membangun desa di masa mendatang," pungkasnya.
Acara yang menghadirkan peserta lebih dari 500 orang tersebut, dihadiri juga oleh perwakilan kementerian/lembaga terkait seperti Direktur Pelayanan Sosial Dasar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Bito Wikantoso, KLHK, Kemendikbud, Kominfo, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten, Kepala Dinas terkait Kabupaten Lebak, Pengurus Daerah Aman, Kemitraan, Rimbawan Muda Indonesia, Jaringan Pemetaan Partisipatif, serta para tokoh adat dan masyarakat setempat.
Kemeriahan acara dirangkai dalam keterpaduan kegiatan GNRM dan gelar budaya Kasepuhan Cilebang yang dilakukan 5 tahunan, santap nasi liwet seluruh warga secara bersama di sepanjang jalan desa, tarian budaya serta beberapa diskusi panel yang diantaranya membahas tentang GNRM. Focus Group Discussion (FGD) juga diadakan dengan tiga tema yaitu Menjadi Masyarakat Adat, Menjadi Indonesia yang Mandiri, Pendidikan dan Pemuda Adat, serta membahas tema Perempuan Adat. Hasil diskusi dan FGD menjadi masukan usulan rekomendasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam merumuskan kebijakan.
Foto & Reporter : Puput
Kategori:
