Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on January 30, 2018

Siaran Pers Nomor: 16/Humas PMK/I/2018

 

Menko PMK Berharap Peran Perempuan Bisa lebih Aktif dalam Pembangunan di Indonesia

 

Jakarta(29/01)-- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) hari ini secara resmi membuka seminar dan peluncuran hasil survey nasional tren toleransi sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim indonesia dan halaqah perempuan untuk perdamaian, yang berlangsung di Hotel JS luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan. Wahid foundation merupakan lembaga nonprofit, yang didirikan sejak 7 september 2014, dan ditujukan untuk memajukan visi kemanusiaan dari K. H. Abdurrahman Wahid (Gusdur), mantan Presiden RI ke-4. Visi kemanusiaan yang sangat bernilai dalam mengembangkan gagasan toleransi, kebhinekaan masyarakat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin, membangun demokrasi dan keadilan fundamental serta memperluas nilai-nilai perdamaian dan nonkekerasan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Menurut Menko PMK Bung Karno memiliki visi penguatan peran perempuan. "Bung Karno berkata, perempuan itu tiang negeri. Manakala baik perempuan, baiklah negeri. Manakala rusak perempuan, rusaklah negeri." tutur Menko PMK. Perempuan mempunyai andil besar atas negeri ini. Di Indonesia, terdapat banyak organisasi perempuan yang ikut dalam perjuangan bangsa untuk memperjuangkan hak-haknya. "Telah banyak dalam catatan sejarah bangsa, peran perempuan semasa perjuangan pergerakan kemerdekaan melawan kolonialisme Belanda dan Jepang dengan membentuk organisasi perempuan," papar Menko PMK.

Menko PMK kembali menuturkan bahwa, di era reformasi sepeperti saat ini, bangsa Indonesia membutuhkan sosok perempuan yang merawat tumbuh kembangnya kebhinekaan, yang menyirami, merawat akar kemajemukan dan toleransi bangsa yang membuat bangsa ini tetap berpijak pada jati dirinya yang sesungguhnya. Sebuah hasil survey masyarakat telematika indonesia tanggal 13 Februari 2017, menyoroti bahwa jenis hoax yang sering diterima adalah yang terkait dengan isu politik dan SARA. Menko PMK juga mengajak seluruh masyarakat agar selalu mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. "Jangan mau kita di adu domba, kita itu indonesia, kita itu bangsa indonesia, maka dari itu kita harus bersatu dalam mempertahankannya," tegas Menko PMK.

Menko PMK berharap, survey ini dapat mengetahui strategi dan langkah-langkah konkrit dalam memberdayakan perempuan di Indonesia agar bisa berperan aktif dalam pembangunan untuk dapat mencapai tujuan."Saya harapkan pada acara yang sangat strategis ini saya berkeinginan kita semua untuk saling menjaga Indonesia seutuhnya secara bergotong royong dan agar bisa saling bersinergi,".

Turut hadir dalam kesempatan ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembesie; Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid; Ibu Shinta Nuriyah Wahid; Pimpinan Pusat NU, Sri Mulyati; Ketua UN Women Sabine Machl; serta undangan lainnya.

File Pendukung: