Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Kependudukan dan KB

Oleh humaspmk on September 17, 2015

Wani Dua, Donggala (17/09)--- Plt Deputi II Kemenko PMK bidang Koordinasi Penaggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, TB Rachmat Sentika, memberikan bantuan Raskin kepada penerima manfaat yang merupakan perwakilan warga Desa Wani Dua, Kec Tanantovea, Kab Donggala, Sulteng. (kedep II)

Oleh humaspmk on September 16, 2015

Jakarta, 16 September 2015 - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan Pengukuran Kriteria dan Data Kemiskinan di Hotel Mercure Jakarta. FGD tersebut dibuka oleh Asisten Deputi Urusan Penanganan Kemiskinan Tini Martini mewakili Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial.

Oleh humaspmk on September 07, 2015

Jakarta (07/09)---(dari kiri ke kanan) Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, TB Rachmat Sentika; Asdep pada Kedeputian III, Meida Oktarina; Pakar Pendidikan Anak, Ratna Megawangi Sofyan Djalil; dan Deputi KSPK BKKBN, Sudibyo Alimoeso; memberikan paparannya dalam sesi diskusi serta tanya jawab pada seminar bertajuk: "Mewujudkan Generasi Emas melalui Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Parenting Skill."

Oleh humaspmk on September 03, 2015

Yogyakarta (03/09)---Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Kemenko PMK pada 24 Agustus 2015 lalu mulai diupayakan untuk meluas. Seperti yang terlihat dalam pembahasan rapat koordinasi mengenai revitalisasi fungsi-fungsi keluarga di Kota Yogyakarta, kamis pagi tadi. Keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat Indonesia, dinilai sebagai yang pertama dan kunci utama dalam pembangunan karakter generasi bangsa terutama anak-anak muda. Hasil pendataan keluarga tahun 2014 menunjukkan, terdapat sekitar 67.669.209 keluarga di Indonesia dengan jumlah balita mencapai 14.077.593 jiwa.

Oleh humaspmk on August 18, 2015

Jakarta (18/08)--- Plt. Deputi VII bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan, Agus Sartono (berkacamata), tengah menyimak paparan dari TNI AL selaku penyedia alat angkut pelayaran selama pelaksanaan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara (Bhakesra) 2015. Siang ini, Kemenko PMK menggelar rapat pleno terkait teknis pelaksanaan kegiatan yang akan menjadi salah satu bagian dari acara puncak Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 di Kab Parigi Moutong, Sulteng ini bersama dengan K/L, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha.

Oleh humaspmk on August 11, 2015

Jakarta (11/08)--- Menko PMK memimpin Rakor tingkat Menteri tentang Distribusi KKS, KIP, dan KIS di ruang rapat utama lt.7 gedung Kemenko PMK, Jakarta pada Selasa sore. "Sebagai salah satu program unggulan Pemerintahan Presiden Jokowi, kartu perlindungan sosial ini sejatinya bukanlah program charity dari pemerintah kepada rakyat. Namun, harus dijadikan suatu upaya agar masyarakat dapat diberdayakan untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik dan terlepas dari jerat kemiskinan." Demikian tegas  Menko PMK. (IN)

Oleh humaspmk on August 01, 2015

Tangerang Selatan (01/08) -- Presiden Joko Widodo, Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, mengunjungi salah satu stand pada pameran dan gelar dagang dari seluruh Indonesia, festival batu mulia Nusantara serta kuliner 500 pedagang masyarakat kecil, pada Acara Puncak Hari Keluarga Nasional 2015, di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (01/08). (humas/es)

Oleh humaspmk on August 01, 2015

Tangerang Selatan (01/08) -- Presiden Joko Widodo, Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ibu Eni Guntarti Tjahjo Kumolo, Kepala BKKBN Surya Chandra, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, memberikan ucapan kepada penerima penghargaan pada Acara Puncak Hari Keluarga Nasional 2015, di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (01/08).

Oleh humaspmk on June 03, 2015

Jakarta, 03 Juni 2015 - Deputi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) urusan Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Willem Rampangille menerima delegasi pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh Assistant Secretary of State for Population, refugees and migrants US Mrs. Anne Richard, di kantor Kemenko PMK, Rabu sore (3/6/2015). Pertemuan tersebut terkait dengan penanganan pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang ada di wilayah Indonesia. (deni)

Oleh humaspmk on June 03, 2015

Jakarta, 03 Juni– Sekretasi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sugihartatmo didampingi Deputi koordinasi bidang peningkatan kesehatan Kemenko PMK, Rachmat Sentika menerima pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam rangka persiapan peresmian Gerakan Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan Pada HUT IDAI di ruang Rapat Menko PMK, Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta, Rabu (03/06).

Oleh humaspmk on May 26, 2015

Jakarta, 26 Mei 2015 - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, memberikan arahan pada Kick off Meeting Rencana Penyelenggaraan Konferensi Internasional Keluarga Berencana (ICFP), di Ruang Rapat Kemenko PMK, Jakarta. (humas/ole)

Konferensi Internasional Keluarga Berencana (ICFP) rencananya akan diselenggarakan tanggal 9-12 November 2015 di Bali.

Oleh humaspmk on May 21, 2015

Malang, 21 Mei 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan kata pengantar sebelum acara penyerahaan Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang akan diberikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Coban Talun Desa Tulung Rejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Oleh humaspmk on April 28, 2015

Jatinangor, 28 April- Deputi Koordinasi Bidang Pendidikan Dan Agama, Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof.Dr. R. Agus Sartono,MBA memberikan kuliah umum dengan tema: "Dengan Kerja Sama Di Bidang Kependudukan Kita Wujudkan Pembangunan Yang Berorientasi Pada Peningkatan Sumberdaya Manusia" kepada civitas akademika serta wasana praja dan nindya praja, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Balairung Jenderal Rudini IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang Jawa Barat, Selasa pagi (28/04). (yn/humas)

Oleh humaspmk on April 22, 2015

Jakarta, 22 April – Sesmenko PMK Sugihartatmo memberikan paparan tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Paparan tersebut disajikan dalam rangka Silaturahim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, DWP IPP, dan DWP Provinsi DKI Jakarta. (Gs).

Oleh humaspmk on April 20, 2015

Jakarta, 20 April 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin rapat koordinasi (Rakor) tingkat menteri tentang Penyiapan Penyaluran dan Peluncuran Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Oleh humaspmk on April 13, 2015

Jakarta, 13 April 2015 - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan Keynote Speakers dalam acara Workshop "Fostering Commitment and Leadership for Philanthropy’s Engagement in the Post-2015 Development Agenda for Indonesia" (Menumbuhkan Komitmen dan Kepemimpinan untuk Kerja sama Filantropi dalam Agenda Pembangunan Pasca-2015 di Indonesia), yang dilakukan atas inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kegiatan dilaksankan di Hotel Borobudur, Jakarta pada Senin (13/4/2015).

Oleh humaspmk on March 31, 2015

Jakarta, 30 Maret 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKKBN Tahun 2015 di Jakarta, Senin sore (30/03/). Rakernas BKKBN ini juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise dan Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Ambar Rahayu.(dwi).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on February 11, 2015

Jakarta (11/02) -- Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat selaku Ketua Pelaksana Tim Koordinator Raskin Pusat Chazali Situmorang, membuka Semiloka Nasional Inisiasi Daerah untuk Alternatif Program Raskin Tahun 2016, di Kantor Kemenko PMK, Rabu (11/02). Acara ini terselenggara berkat kerjasama Kementerian PPN/Bappenas dan Institute for Promoting Sustainable Livelihood Approach (InProSuLA). (fik)

Oleh humaspmk on January 29, 2015

Bandung (28/01) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menyambangi berbagai lokasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (28/1) yaitu lembaga pendidikan, kesehatan serta ruang publik.

Oleh humaspmk on January 28, 2015

Bandung (28/01) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melihat hasil kerajinan siswa-siswi SMP Negeri 1 Cisarua, Parongpong. Menko PMK juga memberikan apresiasi dan dukungan pada gerakan PIK Genre (Pusat Informasi dan Konseling Generasi Berencana), yang telah berjalan di SMP N 1 Cisarua. (fik)

Oleh humaspmk on January 20, 2015

Jakarta, 20 Januari - Sebagai tindak lanjut digelarnya Rapat Pimpinan (Rapim) dilingkup Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) terkait Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko PMK pada hari ini (Selasa, 20/01/2015) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Paripurna Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan merdeka Barat No.3, Jakarta. Rakor ini dihadiri oleh berbagai Kementerian dan Lembaga di bawah Kemenko PMK.

            Rakor yang dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi , Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Kesehatan Nila Moeloek serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. Rakor kali ini membahas berbagai hal terkait bidang PMK. Diantaranya tentang persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, keberlanjutan program Raskin, penyelenggaraan ibadah haji dan rencana pembangunan techno park dan science park.

            Dalam arahannya, Menko PMK menyebut bahwa Rakor ini termasuk Rakor Utama di Kemenko PMK. Pihaknya harus mensinergikan dan mengkoordinasikan program-program berbagai Kementerian/ Lembaga di bawahnya agar bisa berjalan dengan baik. Apalagi dengan akan berlangsungnya Asian Games pada tahun 2018. “Bapak Presiden sudah mengarahkan agar penyelenggaraan Asian Games dilakukan dengan baik. Karena itu perlu dilakukan persiapan dan langkah-langkah yang strategis untuk menuju Asian Games (AG)2018,” ujar Menko PMK. Seperti diketahui, pemerintah telah mempersiapkan Provinsi Sumsel, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam penyelenggaraan AG 2018. Pemerintah dengan koordinasi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga tengah mempertimbangkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di AG 2018., Berkaitan  dengan pelatih ,gizi,dan tempat pelatihan atlit, Menko bidang PMK Puan Maharani Kepada Menpora  mengharapkan agar dapat dikontrol kualitas dan fasilitas yang menunjang prestasi olahraga  ,terutama persiapan Asean Games  dapat memilih cabang olah raga prioritas yang diunggulkan sehingga dapat maksimal meraih prestasi. Oleh karena itu kita harus menyiapkan pelatih terbaik , gizi  atlet yang baik  dan tempat pelatihan yang emmadai .  Menko PMK juga meminta kepada semua K/L terkait untuk mendukung  Asean  Games 2018 ,karena ini merupakan agenda  Nasional yang menjadi tanggung ajwab kita semua  untuk mencapai sukses dan prestasi bersama .

            Sementara itu terkait penyelenggaraan Ibadah Haji, Rakor membahas tentang kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memotong 20 persen dari kuota haji nasional kepada setiap Negara. Atas dasar itu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan rencana pemotongan jumlah kuota haji tersebut. Pada kesempatan ini pula sempat dibahas tentang pemondokan calon haji, serta kesehatan calon haji. Kesehatan calon haji menjadi perhatian serius pemerintah mengingat para calon haji Indonesia usianya termasuk tua.  

            Pada kesempatan ini Menko PMK mengapresiasi Check List Monitoring dan Evaluasi (Monev) Haji yang dilakukan pada tahun 2014 lalu. Dengan Check List Monev menurut Menko PMK, kegiatan rapat tidak akan bertele-tele. “Kita akan tahu kerjaan apa yang harus ditangani oleh Kementerian terkait. Kedepan, saya berharap setiap K/L bisa menampilkan Chec List semacam ini di setiap kegiatan rapat,” tegas Menko PMK.

            Rakor kali ini juga menyinggung pelaksanaan Raskin. Menurut Menko PMK, pemerintah tetap melanjutkan Raskin hingga akhir tahun ini (2015). Pemerintah juga mewacanakan pada tahun 2016 nanti, Raskin akan digantikan dengan program lain semisal e-money. Tadinya pemerintah berencana menghapuskan program Raskin pada tahun 2015, namun untuk menjaga stabilitas harga, hal itu urung dilakukan. Program pemerintah sebelumnya yang juga diperpanjang adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Berbeda dengan Raskin yang sampai akhir tahun 2015, program PNPM rencananya hanya sampai bulan April 2015. Adapun program pemberdayaan kini akan dikerjakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 

            Tentang rencana pembangunan Science Park dan Techno Park, Menko PMK meminta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk segera berkoordinasi, khususnya untuk memilih lokasi yang strategis. Dengan lokasi yang strategis, hal itu akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.(Humas).

 

 

 

 

 

File Pendukung: 

Oleh humaspmk on January 14, 2015

Jakarta, 14 Januari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani menerima audiensi Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasiona (BKKBN), Fasli Jalan, di ruang rapat Menko PMK, Jakarta, Rabu (14/1). Pada kesempatan tersebut kepala BKKBN didmpingi oleh jajararan pejabat eselon I BKKBN adapun Menko PMK didampingi oleh Sekretaris Kemenko PMK, Sugihartatmo, Deputi II Menko PMK, Chazali Situmorang, Deputi III Menko PMK, Tb. Rahmat Sentika dan Staf Khusus Menko PMK, Dolfie OFP. (deni)

Oleh humaspmk on January 10, 2015

Jakarta, 10 Januari  - Kunjungan dadakan atau istilahnya blusukan yang kerap dilakukan Presiden Jokowi tampaknya menular juga kepada para menteri-menterinya.

Hal itu pun harus dilakukan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Marwan Jafar juga melakukan kunjungan dadakan atau yang kerap disebut dengan blusukan ke Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2015).

Dalam kunjungan dadakan di desa terbaik di Banten tersebut, Menteri Marwan meninjau berbagai pembangunan yang telah dilakukan, salah satunya ke rumah warga yang mendapat bantuan.

Kepada penduduk, Marwan seperti dilansir laman Tribun News, menanyakan manfaat bantuan yang masuk dalam program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Menteri Marwan juga ingin belajar dari desa Pagedangan.

"Saya ingin melihat dan belajar kepada Kades dan Camat. Katanya di sini ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Karena saya memang ingin desa-desa punya BUMDES. Ini yang akan memajukan desa," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan berkesempatan mengunjungi sentra kuliner yang dikelola BUMDES. Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mencicipi ayam bakar dan sayur asem khas Pondok Lesehan Ayam Kampung Kita.

Selanjutnya, Menteri Marwan menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Sebuah sistem pembuangan tempat sampah yang bisa menampung 500 sampai 1000 sampah kepala rumah tangga.

"Ini dipisah, antara organik dan non organik. sampah yang dibakar dan dikumpulkan tidak menimbulkan bau. ‎Kalau alatnya diperbesar, ini bisa menampung sampah lebih banyak," ujar pengelola TPST kepada Menteri Marwan.

Melihat kemajuan Desa Pegdangan, Menteri Marwan cukup kagum. Apalagi, menurut Marwan, Pagedangan jadi desa satu-satunya yang memiliki BUMDES di Kabupaten Tangerang.

"Saya berharap, Kades melihat potensi apalagi yang akan dikembangkan. Pelayanan sudah on-line. Saya optimis, desa yang lain akan meniru desa Pagedangan. Nanti saya bisa cerita kepada tempat lain tentang kemajuan Desa Pegedangan," tutup Marwan.

Sebelum mengawali blusukannya, Menteri Marwan melakukan Sholat Jumat di Masjid Al Ghofur bersama warga, alim ulama dan tokoh nasyarakat setempat.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 07, 2015

Jakarta, 7 Januari  - Tarik-menarik kewenangan urusan pedesaan antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi diharapkan segera selesai. Pemerintah ingin polemik ini tidak mengganggu program pemberdayaan desa.

”Saya yakin persoalan ini tidak akan mengganggu program pengucuran dana ke desa. Dana desa tidak terkait dengan urusan kelembagaan,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2015).

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro seperti dilansir laman Tribun news, menuturkan, setiap desa nantinya akan menerima rata-rata Rp 750 juta setiap tahun mulai tahun 2015. Dana ini cukup besar sehingga kementerian terkait perlu menyiapkan aparatur desa agar bisa mengelola dana tersebut.

Namun, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan, masih ada interpretasi berbeda dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi terkait peraturan soal desa (Kompas, 5/1/2015).

Kemendagri yang mengurusi masalah desa—sebelum Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi dibentuk Presiden Joko Widodo—berpegang pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Adapun Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi berpegang pada peraturan presiden tentang nomenklatur kementerian di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dalam perpres disebutkan ada Kementerian Desa sehingga semua urusan desa diinterpretasikan menjadi kewenangan kementerian itu.

Beda pendapat

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar berjanji akan mengikuti apa pun keputusan Presiden terkait kementerian yang berwenang mengurusi desa.

Meski demikian, kedua menteri itu masih pada posisinya. Tjahjo berpendapat, seharusnya tidak semua urusan terkait desa dilimpahkan dari kementeriannya ke Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Urusan yang tidak perlu diintegrasikan adalah urusan pemerintahan desa. Pasalnya, pemerintahan desa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan daerah yang jadi tanggung jawab Kemendagri.

Sementara Marwan bersikukuh seluruh urusan desa yang selama ini ditangani Kemendagri dilimpahkan ke kementeriannya, tidak terkecuali pemerintahan desa.

”Urusan pemerintahan desa tidak bisa dipisahkan dari urusan pembangunan dan pemberdayaan desa sehingga tidak mungkin urusan itu berada di kementerian lain. Selain itu, jika urusan pemerintahan desa terpisah di kementerian lain, akan terjadi duplikasi fungsi di Kemendagri dan Kementerian Desa yang dampaknya membuat birokrasi terkait desa menjadi tidak efisien dan efektif,” tutur Marwan.

Namun, Tjahjo ataupun Marwan membantah perebutan urusan desa itu terkait akan cairnya dana untuk setiap desa mulai April 2015. Menurut mereka, dana desa merupakan perintah dari UU Desa dan pencairannya tanpa melalui Kemendagri ataupun Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Ahmad Muqowam menuturkan, urusan desa seharusnya diserahkan ke Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Pasalnya, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa jelas mengatur bahwa urusan desa menjadi kewenangan kementerian khusus yang menangani desa. ”Kalau melihat bunyi konstitusi dan UU Desa, urusan desa menjadi kewenangan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Muqowam, antara lain dapat dibaca pada Pasal 1 angka 16 UU 6/2014 yang menyatakan bahwa desa ditangani oleh menteri khusus. ”Jadi sudah terang benderang, menteri yang mengurusi desa itu Menteri Desa,” ujar Muqowam.

Dalam Penjelasan UU Desa memang disebutkan, menteri yang menangani desa saat ini adalah Menteri Dalam Negeri. Dijelaskan pula, dalam kedudukan tersebut Mendagri menetapkan pengaturan umum, petunjuk teknis, dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pengawasan

Koordinator Pengawal Implementasi UU Desa Institute for Research and Empowerment, Yogyakarta, Arie Sudjito berharap Presiden segera mengambil keputusan terkait masalah ini. Pasalnya, sebelum dana desa mulai dicairkan, masih banyak yang harus dipersiapkan.

”Waktu tersisa sampai dana dicairkan tinggal beberapa bulan lagi, tetapi kami melihat banyak persiapan belum matang. Kami khawatir dengan kondisi ini, tujuan diberikan dana desa untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat desa tidak akan tercapai,” ujarnya.

Persiapan yang belum matang itu antara lain terkait perangkat desanya, seperti penataan kelembagaan desa, kapasitas aparatur desa, dan sistem pengelolaan dan pengawasan dana desa. Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai belum maksimal mempersiapkan desa supaya bisa mengelola dan memanfaatkan dana desa untuk kepentingan masyarakat.

”Harus ada supervisi yang kuat dari pusat supaya pemda betul-betul menyiapkan hal-hal yang diperlukan sehingga dana desa bisa maksimal dimanfaatkan. Namun, jika pusat masih sibuk tarik-menarik kewenangan, supervisi tak akan maksimal,” ujar Arie. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 07, 2015

Jakarta, 7 Januari  - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan angka kelahiran pada kalangan remaja puteri masih tinggi sekitar 48 per 1.000 perempuan usia 15 - 19 tahun.

"Capaian ini masih jauh dari target MDGs 2015 sekitar 30 per 1.000 remaja perempuan usia 15 hingga 19 tahun," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso kepada wartawan, Selasa (6/1/2015) di Jakarta.

Di Kalimantan Barat, seperti dirilis laman Antara News, angka ini bahkan mencapai 104 per 1.000 kelahiran remaja perempuan usia 15 - 19 tahun atau melebihi rata-rata nasional.

"Kalbar dan NTT cukup tinggi, karena itu program Generasi Berencana (GenRe) di 2015 juga akan difokuskan disana dan wilayah lain yang angka kelahiran remajanya tinggi," kata dia.

Sebelumnya, program GenRe difokuskan di sepuluh provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, NTT dan Kalimantan Selatan.

Pada 2015 program itu akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Sudibyo menjelaskan program GenRe merupakan program untuk menjawab tantangan dan masalah remaja terutama menyangkut kesehatan reproduksinya.

"BKKBN khawatir dengan perilaku remaja yang cenderung semakin terjebak dengan problematika remaja seperti seks bebas, napza dan HIV/AIDS," kata dia.

Padahal jumlah remaja Indonesia yang besar, sekitar 67 juta orang merupakan segmen terbesar komposisi penduduk Indonesia.

Perilaku sehat turunkan 92% risiko penyakit jantung

Sementara itu, Studi terbaru dalam Journal of the American College of Cardiology menunjukkan, tiga perempat serangan jantung pada perempuan berusia muda dapat dicegah hingga 92 persen jika mereka mengikuti setidaknya enam perilaku sehat.

Enam perilaku sehat ini ialah tidak merokok, membatasi asupan alkohol, memiliki indeks massa tubuh normal, melakukan olah raga, membatasi menonton televisi dan diet berkualitas.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti mempelajari hampir 70 ribu orang perempuan selama lebih dari dua dekade.

Mereka lalu mendokumentasikan semua kasus serangan jantung dan kematian yang terjadi selama studi berlangsung dan enam perilaku sehat mereka.

Peneliti dari Indiana University School of Public Health-Bloomington, Andrea Chomistek, mengungkapkan, risiko penyakit jantung pada perempuan berusia 35 hingga 44 tahun tidak berkurang. Para peneliti menduga, pilihan gaya hidup menjadi alasannya.

Mereka menemukan, perempuan yang menerapkan enam perilaku sehat tersebut dalam gaya hidupnya, 92 persen lebih rendah berisiko serangan jantung.

Kemudian, mereka 66 persen berisiko lebih rendah mengembangkan faktor risiko penyakit jantung, seperti diabetes tipe dua, tekanan darah tinggi, dibandingkan perempuan yang tidak menerapkan enam perilaku sehat.

Para peneliti mengatakan, hasil temuan memperlihatkan tiga perempat serangan jantung pada perempuan dapat dicegah bila mereka menerapkan enam perilaku sehat.

"Ini merupakan cara mudah untuk mencegah masalah jantung di kemudian hari," tambah Chomistek seperti dilansir LiveScience. (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to RSS - Kependudukan dan KB