Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Kemiskinan dan Pemberdayaan

Oleh humaspmk on June 25, 2015

Jakarta, 25 Juni 2015 - Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan, Ir. Wahnarno Hadi memimpin Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penetapan Lokasi Gerakan Desa Tahun 2015 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta. Rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian /Lembaga terkait. (humas/dwi)

Tahun 2019 ditargetkan sebanyak 2000 desa bisa dibangun dengan Gerakan Desa.

Oleh humaspmk on June 19, 2015

Jakarta. 19 Juni 2015 - Deputi Koordinasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Wahnarno Hadi memimpin rapat persiapan acara Gerakan Masyarakat Usaha Berbasis Budaya (Gema Berbudaya) di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta. Rapat ini dihadiri oleh Kementerian/Lembaga terkait, Perwakilan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, dan Perkumpulan Cita Tenun Indonesia (CTI). Gelar Berbudaya songket rencananya akan berlangsung pada 28 - 29 Juli 2015, dan akan dibuka Ibu Menko PMK Puan Maharani di Palembang. (humas/dwi)

Oleh humaspmk on June 18, 2015

Jakarta .18 juni 2015 .Pusat studi Biofarmaka LPPM-IPB  sebagai institusi riset dan pengabdian kepada masyarakat serta Pusat Unggulan IPTEKS Obat Herbal telah menyelanggarakan berbagai kegiatan baik nasional maupun internasional yang berkaitan dengan jamu sejak tahun 2007 yakni Jamu Brand Indonesia. Selanjutnya , Gelar kebangkitan Jamu Indoensia (2008) , The 1st International Symposium on Temulawak (2008) dan Sertifikasi  Jamu (2010), The 2nd International Symposium on Temulawak (2011) ,FGD & Workshop Sinkronisasi Kebijakan jamu (2013) dan 6 tahun Jamu Brand indonesia (2014).

Oleh humaspmk on June 18, 2015

JAKARTA 18 JUNI 2015.Bank Indonesia mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1436 H/2015 dengan mempersiapkan pelayanan sistem pembayaran tunai dan non tunai yang optimal agar dapat melayani kebutuhan masyarakat. Pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan uang di masyarakat baik tunai maupun non tunai mengalami peningkatan, dipengaruhi oleh  meningkatnya kegiatan transaksi di masyarakat.

Oleh humaspmk on June 17, 2015

JAKARTA 17 juni 2015 . Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2015 kembali mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS. Kinerja neraca perdagangan yang positif tersebut ditopang oleh kenaikan surplus neraca nonmigas dan penurunan defisit neraca migas. Surplus neraca perdagangan pada Mei 2015 lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,48 miliar dolar AS. Kinerja neraca perdagangan Mei 2015 tersebut juga lebih baik dibandingkan dengan kinerja pada Mei 2014 yang mencatat surplus sebesar 0,05 miliar dolar AS.

Oleh humaspmk on June 11, 2015

jakarta (11/06)--- Sesmenko PMK, Sugihartatmo (berbaju putih) bersama dengan Ketua Umum Corporate Forum for Community Development (CFCD), Tri Harjono (jas abu-abu) menandatangani Nota Kesepahaman antara pemerintah dengan dunia usaha tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan dalam Upaya Pencapaian Sustainable Development Goals Post MDGs. Penandatanganan itu disaksikan oleh Deputi Menko PMK bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan, Wahnarno Hadi dan perwakilan penyelenggara acara.

Oleh humaspmk on June 03, 2015

jakarta 3 Juni 2015; Inflasi IHK Mei 2015 tercatat sebesar 0,50% (mtm) atau 7,15% (yoy), lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,36% (mtm) atau 6,79% (yoy), disebabkan oleh peningkatan inflasi bahan makanan bergejolak (volatile food). Realisasi inflasi IHK pada Mei 2015 tersebut berada di atas perkiraan Bank Indonesia dan di atas rata-rata inflasi historis pada bulan Mei dalam 6 tahun terakhir.

Oleh humaspmk on May 25, 2015

Kuburaya, 25 Mei 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menghadiri kegatan sosialisasi kebijakan dana desa yang diinisiasikan oleh Kementerian Keuangan di Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat, pada Senin pagi (25/5). Hadari juga dalam kegiatan tersebut Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, Gubernur Kalimantan Barat Cornellius, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi IX, serta Bupati Kuburaya Rusli Ali.

Oleh humaspmk on May 08, 2015

Jakarta, Kemenko PMK menerima para anggota Komisi D DPRD Kab. Banyumas yang membidangi kesejahteraan rakyat untuk berkonsultasi tentang distribusi dana PSKS dan Bantuan langsung Tunai (BLT), Jumat, 8/5/2015 di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta. (Gs).

Dalam pertemuan tersebut, para anggota sebanyak 10 orang tersebut diterima oleh Asdep Urusan  Pengembangan Keuangan Mikro dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Ir. Magdalena, MM (kanan) dan didampingi oleh kepala Bidang dari Kedeputian II Kemenko PMK.

Oleh humaspmk on April 30, 2015

Berikut paparan Sosialisasi Undang-Undang Desa (Hari 3, 30 April 2015).

 

Oleh humaspmk on April 29, 2015

Jakarta, 29 April - Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Pamuji Lestari memimpin dialog terkait Sosialisasi UU Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Desa di Hotel Red Top, Jakarta. Dialog menghadirkan Suprayoga Hadi, MSP, Plt Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Leroy Samy Uguy, Asisten Deputi Urusan Pengembangan Komoditas Unggulan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi serta F.Gatot Yanrianto, Direktur Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri.

Oleh humaspmk on April 13, 2015

Jakarta, 13 April 2015 - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan Keynote Speakers dalam acara Workshop "Fostering Commitment and Leadership for Philanthropy’s Engagement in the Post-2015 Development Agenda for Indonesia" (Menumbuhkan Komitmen dan Kepemimpinan untuk Kerja sama Filantropi dalam Agenda Pembangunan Pasca-2015 di Indonesia), yang dilakukan atas inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kegiatan dilaksankan di Hotel Borobudur, Jakarta pada Senin (13/4/2015).

Oleh humaspmk on April 07, 2015

Jakarta (07/04) – Pada hari ini, Selasa, tanggal 7 April 2015, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dengan agenda pokok koordinasi dan sinkronisasi berbagai program dan kegiatan yang berbasis desa dan kawasan perdesaan, yang dilaksanakan oleh Kementerian dan Lembaga, untuk mendukung pelaksanaan Undang-Undang desa melalui Gerakan Pembangunan Desa Semesta atau disingkat Gerakan Desa.

Oleh humaspmk on April 01, 2015

Sukoharjo (01/04) – Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pusat jamu terbesar di tanah Jawa. Perkembangan jaman menuntut produk budaya ini tidak hanya sebagai ekspresi nilai tetapi juga dituntut dapat memiliki nilai ekonomis sehingga dapat bertahan dalam perkembangan dan tuntutan jaman.

Kunjungan kerja hari ini bertujuan agar semua pihak bersama-sama bersinergi menyelenggarakan program bersama yaitu Gerakan Masyarakat Usaha Berbasis Budaya (disingkat GEMA BERBUDAYA).

Oleh humaspmk on March 31, 2015

Tawangmangu, 31 Maret 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (dua kiri ) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tiga kiri) memanen tanaman obat di BPTO Kemenkes, Kab. Tawangmangu Jawa Tengah.

Acara yang dilanjutkan dengan meluncurkan lima jamu yang telah melalui program saintifikasi dan terbukti aman serta berkhasiat untuk dikonsumsi. "Peluncuran jamu saintifik ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan dan membudayakan jamu,"

Oleh humaspmk on March 26, 2015

Jakarta, 26 Maret 2015 - Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Wahnarno Hadi, memberikan penjelasan tentang persiapan kegiatan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara (BHAKESRA) 2015 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta. Tahun ini kegiatan ekspedisi BHAKESRA merupakan yang ke-5 kalinya dan akan menempuh rute Pulau Muna, Sultra; Pulau Wawonii, Konawe, Sultra; Pulau Banggai, Banggai Kepulauan, Sulteng; dan Pulau Togean, Tojo Una-una, Sulteng.

Oleh humaspmk on March 25, 2015

Jakarta, 25 Maret 2015 - Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Ir. Wahnarno Hadi, MS memimpin Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Kemiskinan di Ruang Rapat Lantai 6 Kemenko PMK, Jakarta. Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari Kemensos, Kemenkes, dan beberapa K/L lainnya dilaksanakan untuk melakukan sinkronisasi data kemiskinan agar target penurunan kemiskinan sebesar 5-6 persen di 2019 dapat terwujud. (dwi)

Oleh humaspmk on February 13, 2015

Sukoharjo, 13 Februari – "Terus gunakan nama Indonesia. Kalau merek apa terserah, tapi 'made in' harus Indonesia. Kalau saya menemukan ada produk merek internasional, tapi 'made in' Indonesia, saya bangga."

Demikian yang disamapikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat menyampaikan sambutannya dalam acara peletakan batu pertama perluasan pabrik tekstil Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jum’at (13/2/2015).

Oleh humaspmk on February 13, 2015

Solo, 13 Februari - Menko PMK Puan Maharani dalam kunjungan kerjanya di Kota Surakarta menyempatkan diri meninjau sentra kerajinan batik, Jumat (13/2/2015) pagi di Daerah Bekonang, Solo. Perlu diketahui bahwa di Solo banyak sekali sentra kerajinan batik rumahan yang sudah berlangsung ratusan tahun dan sekaligus sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. (Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 28, 2015

Bandung (28/01) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (3 kanan) didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (2 kiri) menyerahkan secara simbolis beras Raskin kepada masyarakat penerima. Acara tersebut merupakan rangkaian Kegiatan Peluncuran Raskin 2015 Tingkat Nasional serta Tingkat Provinsi Jawa Barat di Balai Desa Pasir Halang, Cisarua Bandung Barat. (fik)

Oleh humaspmk on January 20, 2015

Jakarta, 20 Januari - Sebagai tindak lanjut digelarnya Rapat Pimpinan (Rapim) dilingkup Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) terkait Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko PMK pada hari ini (Selasa, 20/01/2015) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Paripurna Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan merdeka Barat No.3, Jakarta. Rakor ini dihadiri oleh berbagai Kementerian dan Lembaga di bawah Kemenko PMK.

            Rakor yang dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi , Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Kesehatan Nila Moeloek serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. Rakor kali ini membahas berbagai hal terkait bidang PMK. Diantaranya tentang persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, keberlanjutan program Raskin, penyelenggaraan ibadah haji dan rencana pembangunan techno park dan science park.

            Dalam arahannya, Menko PMK menyebut bahwa Rakor ini termasuk Rakor Utama di Kemenko PMK. Pihaknya harus mensinergikan dan mengkoordinasikan program-program berbagai Kementerian/ Lembaga di bawahnya agar bisa berjalan dengan baik. Apalagi dengan akan berlangsungnya Asian Games pada tahun 2018. “Bapak Presiden sudah mengarahkan agar penyelenggaraan Asian Games dilakukan dengan baik. Karena itu perlu dilakukan persiapan dan langkah-langkah yang strategis untuk menuju Asian Games (AG)2018,” ujar Menko PMK. Seperti diketahui, pemerintah telah mempersiapkan Provinsi Sumsel, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam penyelenggaraan AG 2018. Pemerintah dengan koordinasi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga tengah mempertimbangkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di AG 2018., Berkaitan  dengan pelatih ,gizi,dan tempat pelatihan atlit, Menko bidang PMK Puan Maharani Kepada Menpora  mengharapkan agar dapat dikontrol kualitas dan fasilitas yang menunjang prestasi olahraga  ,terutama persiapan Asean Games  dapat memilih cabang olah raga prioritas yang diunggulkan sehingga dapat maksimal meraih prestasi. Oleh karena itu kita harus menyiapkan pelatih terbaik , gizi  atlet yang baik  dan tempat pelatihan yang emmadai .  Menko PMK juga meminta kepada semua K/L terkait untuk mendukung  Asean  Games 2018 ,karena ini merupakan agenda  Nasional yang menjadi tanggung ajwab kita semua  untuk mencapai sukses dan prestasi bersama .

            Sementara itu terkait penyelenggaraan Ibadah Haji, Rakor membahas tentang kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memotong 20 persen dari kuota haji nasional kepada setiap Negara. Atas dasar itu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan rencana pemotongan jumlah kuota haji tersebut. Pada kesempatan ini pula sempat dibahas tentang pemondokan calon haji, serta kesehatan calon haji. Kesehatan calon haji menjadi perhatian serius pemerintah mengingat para calon haji Indonesia usianya termasuk tua.  

            Pada kesempatan ini Menko PMK mengapresiasi Check List Monitoring dan Evaluasi (Monev) Haji yang dilakukan pada tahun 2014 lalu. Dengan Check List Monev menurut Menko PMK, kegiatan rapat tidak akan bertele-tele. “Kita akan tahu kerjaan apa yang harus ditangani oleh Kementerian terkait. Kedepan, saya berharap setiap K/L bisa menampilkan Chec List semacam ini di setiap kegiatan rapat,” tegas Menko PMK.

            Rakor kali ini juga menyinggung pelaksanaan Raskin. Menurut Menko PMK, pemerintah tetap melanjutkan Raskin hingga akhir tahun ini (2015). Pemerintah juga mewacanakan pada tahun 2016 nanti, Raskin akan digantikan dengan program lain semisal e-money. Tadinya pemerintah berencana menghapuskan program Raskin pada tahun 2015, namun untuk menjaga stabilitas harga, hal itu urung dilakukan. Program pemerintah sebelumnya yang juga diperpanjang adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Berbeda dengan Raskin yang sampai akhir tahun 2015, program PNPM rencananya hanya sampai bulan April 2015. Adapun program pemberdayaan kini akan dikerjakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 

            Tentang rencana pembangunan Science Park dan Techno Park, Menko PMK meminta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk segera berkoordinasi, khususnya untuk memilih lokasi yang strategis. Dengan lokasi yang strategis, hal itu akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.(Humas).

 

 

 

 

 

File Pendukung: 

Oleh humaspmk on January 15, 2015

Jakarta, 15 Januari  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, pemerintah akan melanjutkan program beras murah yang diperuntukkan untuk membantu rakyat miskin (raskin).

Hal itu disampaikan Menko PMK Puan Maharani seusai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Rabu (14/1/2015). Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat.

"Dalam rakor antara Menko Perekonomian dengan Menko PMK dibahas masalah raskin. Kami telah mendapatkan solusi bahwa untuk menjaga stabilitas harga dan memberikan perlindungan sosial kepada rakyat, kami tetap akan melaksanakan program raskin," ujar Menko PMK.

Menko PMK seperti dilansir laman Inilah.com, mengatakan, pemerintah akan mulai mendistribusikan beras murah untuk rakyat miskin pada Januari 2015. Program pemberian beras murah untuk rakyat ini bakal dilaksanakan selama dua belas bulan mendatang.

"Dana yang disiapkan masih sama seperti yang lalu sekitar Rp 18,8 triliun yang akan kami bagi hampir seluruh daerah di Indonesia," tegas menko PMK.

Menko PMK mewanti-wanti agar program ini tidak diselewengkan. Sebab, dirinya mendapat informasi jatah bahwa jatah beras murah yang seharusnya setiap keluarga memperoleh 15 kilogram seringkali dipotong.

"Cara pendistribusiannya kami akan perbaiki supaya tidak terlalu banyak masalah teknis di lapangan yang kemudian seharusnya hak rakyat mendapatkan 15 kilogram mendapat potongan-potongan," tambah Menko PMK.

Menko PMK menegaskan, pemerintah akan mengawasi penyaluran program ini sehingga tidak lagi penyelewengan beras murah untuk rakyat miskin yang terjadi seperti pada masa lalu.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan program bantuan beras untuk warga berpenghasilan rendah atau raskin akan didesain ulang sehingga ke depan penyalurannya akan lebih tepat sasaran.

"Berdasarkan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus ada re-design," kata Mensos.

Ia menjelaskan, desain ulang tersebut meliputi beberapa hal antara lain validasi data. Kementerian Sosial mencoba membuat rencana detil terkait data penerima raskin.

Selama ini yang terjadi di lapangan, raskin tidak tepat sasaran dan jumlah yang diterima tidak sesuai dengan ketentuan yaitu 15 kilogram.

"Hasil temuan saya di lapangan, yang diterima tidak sampai 15 kilogram, ada yang tiga kilogram. Soalnya yang mestinya dapat raskin tidak dapat, jadi diratakan agar semua kebagian," kata Mensos.

Menurut dia, untuk Januari dan Februari kemungkinan raskin masih akan disalurkan seperti biasa dan baru pada Maret re-desain dilaksanakan. (Ic/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 13, 2015

Jakarta, 13 Januari  - Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidak bisa pulang ke tanah air disebabkan maraknya praktik perdagangan manusia berkedok pengiriman TKI.

Para TKI yang tidak berdokumen resmi atau ilegal itu seperti dilansir laman Tribun News, menjadi korban karena banyaknya ditempatkan penyalur swasta yang mengirimkan TKI bahkan negara yang tidak memiliki hubungan kerja sama ketenagakerjaan dengan Indonesaia.

"Contoh di Mesir itu ada 2.800 orang, semuanya ilegal. Dulunya ada di Arab Saudi dan di Dubai dikirim ke sana. Ini masuk kategori internasional crime, tindak pidana perdagangan orang," ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/1/2015).

Nusron mengatakan tingginya pengiriman TKI baik legal dan ilegal itu karena harga pembantu di negara-negara tersebut sangat mahal. Harga tersebut bisa mencapai 5.000-6.000 dollar Amerika atau setara Rp 50-60 juta.

Nasib TKI semakin buruk lantaran di Timur Tengah mengenal sistem kafalat atau hak penguasaan atas pembantu.

TKI yang sudah 'dikuasi' majikan tidak bisa pulang ke tanah air dan tertahan di imigrasi jika belum mendapat persetujuamn dari kafil atau pemilik hak kafalat.

Parahnya lagi, hak tersebut bisa diwariskan kepada anak atau istri jika si kafil meninggal dunia, atau bahkan bisa diperjualbelikan secara bebas.

Selain dilakukan pihak swasta, Nusron mengakui ada oknum BNP2TKI yang terlibat dalam pengiriman tersebut.

Nusron pun mencontohkan, sebuah perwakilan negara tertentu mengatakan kepada dia telah mengeluarkan 90 ribu visa untuk TKI. Padahal, kata dia, pihaknya hanya mendata 82.000.

"Delapan ribu itu dimana? kan nggak mungkin orang itu akan mengurus visa kalau dokumen lengkap? berarti dia kan malsu dokumen. Bisa memang swastanya malsu stempel BNP2TKI, bisa kedua adalah memang ada oknum kami jualan stempel. Ini akan kita usut," tegas Nusron.

Sekedar informasi, terdapat sekitar  1,8 juta TKI over stay nasibnya di luar negeri tidak jelas.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to RSS - Kemiskinan dan Pemberdayaan