Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Kesehatan

Oleh humaspmk on December 29, 2014

Jakarta, 29 Desember - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan, fokus KPK pada tahun 2015 dalam pemberantasan korupsi masih meliputi sektor yang menjadi kebutuhan dasar rakyat. Selain di sektor sumber daya alam, KPK juga menyasar sektor pendidikan dan kesehatan.

"KPK akan tetap konsentrasi di sektor yang jadi kebutuhan dasar rakyat, yaitu pendidikan dan kesehatan selain SDA, infrastruktur, dan revenue negara," ujar Bambang melalui pesan singkat, Senin (29/12/2014).

Bambang seperti dilansir laman Kompas.com, mengatakan, KPK akan memberi perhatian penuh dalam sektor kelautan, terutama pada sumber daya lautnya. Menurut dia, salah satu prioritas pembangunan diarahkan di bidang kemaritiman.

"Kapitalisasi uang di sektor ini harus disertai dengan penguatan sistem agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan," kata Bambang.

Namun, Bambang mengakui, tantangan yang akan dihadapi KPK untuk mewujudkan agenda tersebut tidak mudah. Apalagi, adanya dukungan parlemen terkait perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Hal ini, kata dia, menambah kekhawatiran meningkatnya potensi korupsi yang dilakukan anggota parlemen.

"Potensial akan ada terdapat suatu jenis korupsi yang diduga akan dilakukan oleh anggota parlemen secara berjamaah dan sangat sistematis dengan karakter yang bersifat greedy corruption serta bahkan corruption by system," papar Bambang.

Dua jenis korupsi tersebut, kata Bambang, dapat terjadi secara struktural karena besarnya nilai korupsi. Bambang mengatakan, celah korupsi akibat Pilkada melalui DPRD dapat terjadi sepanjang pemerintahan kepala daerah dengan menjarah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Daerah.

"Akibatnya juga dapat merusak trust publik pada kekuasaan pemerintah daerah dan parlemen yang semakin masif," kata Bambang.

Oleh karena itu, lanjut dia, KPK akan mengintegrasikan strategi penindakan bersama penegak hukum lainnya, perbaikan sistem untuk pencegahan, dan membangun budaya antikorupsi yang berbasis keluarga dan komunitas. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 27, 2014

Yogyakarta, 27 Desember  - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagian besar enggan menjalani program pengobatan secara rutin yang disiapkan pemerintah.

"Banyak yang periksa dan terbukti positif tapi mereka malah lari. Dari sekitar 45 orang yang positif, jumlah yang mengakses obat secara rutin itu hanya dua orang padahal disediakan cuma-cuma," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr H Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Jumat (26/12/2014).

Oleh humaspmk on December 27, 2014

Yogyakarta, 27 Desember  - Kementerian Sosial mendaftarkan sebanyak 340 ribu orang lanjut usia (lansia) yang tinggal di panti untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Dari 1,7 juta warga yang unregister kita usulkan dapat KIS dan KKS, 340 ribu di antaranya adalah lansia yang ada di panti milik Kemensos maupun panti lainnya yang tersertifikasi," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Jumat (26/12/2014) di Bogor.

Oleh humaspmk on December 26, 2014

Yogyakarta, 26 Desember  - Ribuan warga Banda Aceh larut dalam doa dan zikir mengenang 10 tahun bencana raya gempa dan tsunami yang melanda Aceh, Kamis (25/12/2014) malam. Mereka melakukan zikir dan doa bersama di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Oleh humaspmk on December 24, 2014

JAKARTA, 24 desember 2014-.Tingginya angka kurang gizi dan gizi buruk anak indonesia masih relatif cukup tinggi sekitar 5,4 persen menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah namun juga lapisan  masyarakat termasuk  pihak swasta , Rendaknya Gizi buruk di masyarakat akibat kemiskinan berpengaruh  terhadap perkembangan tumbuh  kembang anak juga tingkat kecerdasan sumber daya manusia yang berkualitas maupun stunting , melihat kondisi ini diperlukan  kerjasama secara menyeluruh, salah  satunya dengan kemitraan  bersama  pihak swasta  yakni memberikan stimulan susu sehat bagi anak

Oleh humaspmk on December 24, 2014

Jakarta, 24 Desember 2014 - Asisten Deputi Urusan Penguatan Ketahanan Gizi dan Kesehatan Lingkungan pada Deputi Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, Kedeputian III Meida Octarina memimpin Rapat koordinasi program CSR dan PT Tempo untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan anak diatas usia 2 tahun di wilayah Jabodetabek pada Hari Rabu bertempat di ruang rapat lantai 3 Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (foto:ng/humas)

 

Oleh humaspmk on December 22, 2014

Jakarta, 22 Desember 2014 - Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali H. Situmorang menyaksikan Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan dengan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDOD) mengenai Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan dari badan Usaha, di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta. (ole)

Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fami Idris dan Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B. Sukamdani.

Oleh humaspmk on December 22, 2014

Jakarta, 22 Desember  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (kiri) menerima buku dari Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali H. Situmorang pada acara audensi DJSN, BPJS dan Implementasi SJSN, Senin (22/12/2014) di ruang rapat Kemenko PMK. (foto; ng).

Penyelenggaraan SJSN memasuki fase yang krusial dan sangat berat, yang memerlukan upaya-upaya yang lebih keras lagi untuk mencapai target program yang telah ditetapkan dalam Peta Jalan Jaminan Sosial Kesehatan dan Peta Jalan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

DJSN yang bertanggung jawab kepada Presiden, berfungsi merumuskan kebijakan umum dan sinkronisasi penyelenggaraan sistem Jaminan Sosial Nasional, dan mempunyai kewenangan melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program jaminan sosial, serta sebagai pengawasan ekternal Badan Penyelnggara Jaminan Sosial.

Adapun susunan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional periode 2014-2019 sebagai berikut:

Ketua DJSN Chazali H. Situmorang.

Anggota:

1. A. Mudji Handaja

2. Asih Eka Putri

3. Taufik Hidayat

4. Soeprayitno

5. Isa Rachmatarwata

6. Andi Zaenal Abidin Dulung

7. Zaenal Abidin

8. Angger P. Yuwono

9. Subiyanto

10. Usman Sumantri

11. Bambang Purwoko

12. Ahmad Ansyori

13. Sanny Iskandar

14. Rudy Prayitno

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 22, 2014

Jakarta, 22 Desember  - Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2015 membidik 19 juta siswa usia sekolah di seluruh Indonesia, kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Jambi, Minggu (21/12/2014).

Dijelaskannya, seperti yang dilansir laman Antaranews, untuk program KIP, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tahun depan menyasar 96,4 juta jiwa, khusus KIS akan menyasar 16,8 juta rumah tangga sasaran.

"Target KIP 19 juta siswa usia sekolah, Program Keluarga Harapan (PKH) menyasar empat juta keluarga sangat miskin, penguatan melalui kartu tersebut harus dimaknai tidak sebatas bantalan sosial saja, melainkan mengukuhkan generasi bangsa," kata Khofifah.

Melalui program-program tersebut, katanya, anak usia terdidik bisa sekolah, terjaga fisiknya karena dikontrol kesehatannya, serta mandiri dengan ditopang usaha ekonomis produktif.

Untuk itu, kata dia, semangat kesetiakawanan sosial agar dijadikan benteng untuk ketahanan sosial warga.

"Sebuah Negara dianggap digjaya terukur dalam tiga hal, yaitu kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan warganya. Saat ini pengentasan kemiskinan di Indonesia adalah PR yang perlu diselesaikan," ujar Mensos, sehari usai menghadiri puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Jambi.

1.925 mahasiswa Unnes terima beasiswa Bidik Misi

Sementara itu, Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada tahun ini mendapatkan kuota sebanyak 1.925 mahasiswa penerima program beasiswa Bidik Misi, meningkat dari tahun ke tahun.

"Alhamdulillah, pada tahun ini kami diberi kepercayaan membina sebanyak 1.925 mahasiswa penerima Bidik Misi," kata Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman di Semarang, Sabtu (20/12/2014).

Hal itu diungkapkannya usai pertemuan dan diskusi seluruh penerima Bidik Misi Unnes dengan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dalam kegiatan bertajuk "Lebih Dekat dengan M. Nuh".

Fathur mengungkapkan Unnes merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang paling besar menerima mahasiswa Bidik Misi dan kuota penerimanya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Terbukti, pada 2010 Unnes hanya mendapat kuota 400 mahasiswa, pada 2011 naik menjadi 1.450 mahasiswa, pada 2012 naik lagi jadi 1.750 mahasiswa, dan pada 2013 menjadi 1.850 mahasiswa.

Pada 2014, kuota penerima Bidik Misi Unnes kembali meningkat menjadi 1.850 mahasiswa dan pada 2014 juga naik menjadi 1.925 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di perguruan tinggi itu.

"Beasiswa Bidik Misi ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu, atau yatim piatu, namun berprestasi untuk dapat berkuliah. Beasiswa ini mampu untuk memotivasi mereka," katanya.

Jadi, kata dia, tidak ada alasan lagi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun miskin untuk tidak berkuliah karena pemerintah membantu melalui beasiswa Bidik Misi.

Fathur mengatakan keberadaan beasiswa Bidik Misi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang memiliki anak berprestasi tetapi terhimpit secara ekonomi untuk meneruskan pendidikan.

"Beasiswa ini patut dipertahankan sampai kapan pun. Bahkan, kalau perlu ditingkatkan," tukasnya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 20, 2014

Jakarta, 20 Desember  - Para korban longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI), akan dimasukkan ke Program Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) 2015. Dengan pendataan ulang tersebut, diharapkan program bantuan sosial dari pemerintah dapat diterima para korban longsor.

Oleh humaspmk on December 20, 2014

Jakarta20 Desember  - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan sekitar 20 persen dari total jamu yang beredar di Tanah Air merupakan produk ilegal atau tidak resmi.

"Total perdagangan jamu dan kosmetika yang berasal dari jamu itu sekitar Rp80 triliun. Tapi 20 persen atau sekitar Rp15 triliun itu produk ilegal," kata Wakil Ketua Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya Putri K Wardani, dalam pencanangan minum jamu tiap Jumat di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12/2014)..

Oleh humaspmk on December 19, 2014

Jakarta, 19 Desember – Menko PMK Puan Maharani bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga mencanangkan kampanye minum jamu setaip hari Jumat, Jumat (19/12/2014) di Jakarta.  

“Ini memang dipelopori oleh Menko PMK Puan Maharani dengan Kemendag dan Kemenkop-UKM. Kita ingin sosialisasikan ini di semua kantor pemerintahan untuk segera dimulai,” kata Menteri Perdaganan (Mendag) Rachmat Gobel di Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Rachmat seperti dilansir laman Antaranews, menuturkan, jamu adalah produk unggulan Indonesia yang harus terus dipromosikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Terlebih, jamu merupakan produk herbal yang punya nilai budaya tinggi karena berusia lebih dari 1.200 tahun.

“Makanya dipromosikan di sini (dalam negeri) dulu, baru ke luar negeri. Jamu juga jadi bagian produk halal yang akan kita promosikan,” katanya.

Menurut Rachmat, ia juga sudah meminta asosiasi perusahaan jamu untuk bisa mendukung program tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, Putri K. Wardani, menyambut positif pencanangan tersebut.

Pasalnya, Indonesia adalah negara terbesar kedua di dunia setelah Brazil yang memiliki sekitar 30.000 varietas tanaman berkhasiat.

Indonesia bahkan diklaim sebagai negara nomor satu varietas terbanyak tanaman laut berkhasiat.

“Tapi belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum masuk dalam perdagangan herbal dunia,” katanya.

Oleh karena itu, dukungan pemerintah seperti pencanangan hari minum jamu dinilai sangat membantu produk herbal asli Indonesia itu untuk bisa masuk pasar internasional.

“Kita harap Indonesia ke depan bisa jadi pemain jamu dan industri herbal kelas dunia,” katanya.

Menko PMK Puan Maharani mendukung pencanangan kampanye minum jamu setiap Jumat. Menurut putri presiden kelima RI itu, gerakan sehat minum jamu akan dimulai di seluruh kantor pemerintah.

“Tiap Jumat, minimal habis senam minum jamu tradisional. Ini penting supaya kita tetap menghargai produk dalam negeri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” katanya.

Pencanangan kampanye minum jamu tiap Jumat di Kantor Kementerian Perdagangan diawali dengan acara senam pagi.

Selain dihadiri Mendag Rahmat Gobel, Menko PMK Puan Maharani dan wakil pengusaha jamu, hadir pula Menkop-UKM AAGN Puspayoga, Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira, dan Putri Indonesia Pariwisata 2014 Estelita Liana.

Mendag Jagokan Puan Maharani Jadi Duta Jamu RI

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel setelah mendengar bahwa Menko PMK Puan Maharani rajin minum jamu sejak dari kecil, bahkan mulai duduk dibangku sekolah dasar (SD), Rachmat mengatakan bahwa anak dari Megawati Soekarno Putri tersebut cocok dijadikan duta jamu.

"Ibu Puan ini kan tiap hari rajin minum jamu. Bagaimana kalau kita jadikan saja sebagai model atau duta jamu Indonesia," ujarnya.

Menko PMK seperti dilansir laman Liputan6.com, sendiri sebelumnya bercerita sejak kecil dirinya memang telah dibiasakan untuk minum jamu. Meski tidak awalnya tidak terlalu suka, namun dia sudah rajin mengkonsumsi jamu seperti kunyit asam dan kunir asam.

"Pertama kali kenal jamu pada SD, ibu saya minta minum jamu. Awalnya kunyit asam saya tidak mau karena agak bau, tapi kemudian ditambah madu. Yang saya suka kunyit asem dan kunir asem, karena segar buat badan bugar dan bisa singset," kata Menko PMK.

Gerakan minum jamu setiap Jumat ini rencananya akan disebarluaskan pada setiap kementerian. Dengan demikian, produk jamu dalam negeri diharapkan mampu bisa lebih dikenal masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti halnya batik. (Ant/L6c/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 19, 2014

Jakarta, 19 Desember  - Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan antar Lembaga, BPJS Kesehatan, Purnawarman Basundoro, mengatakan, pihaknya menargetkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) naik menjadi 170 orang pada 2015 mendatang.

"Target 2015 secara nasional 170 juta orang peserta. Itu yg menjadi target dan perhatian kami," ujar dia dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis.

Purnawarman seperti dilansir laman Antaranews, mengatakan, per November 2014 jumlah peserta JKN telah mencapai 131,6 juta orang, melebihi target yakni 121,6 juta orang.

"Taget awalnya minimal 121,6 juta peserta. Di awal tahun jumlah peserta sekitar 112 juta-an. Tetapi per November (tahun ini) sudah 131,6 juta orang," kata dia.

Menurut Purnawarman, dari total peserta ini, sekitar 72 persen merupakan penerima bantuan iuran. Kemudian, pekerja penerima upah (PPU) yang terdiri dari Polri/TNI, pejabat negara, pegawai pemerintahan dan pegawai swasta sekitar 18 persen. Lalu sisanya adalah PBPU 6 persen dan bukan pekerja sebesar 4 persen.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKEKK FKM UI), Prof. Dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH, menilai tingkat partisipasi masyarakat terhadap JKN tergolong memuaskan.

Menurut dia, berdasarkan hasil jajak pendapat pada 681 orang responden di 20 provinsi diketahui saat ini sudah hampir separuh atau 49 persen yang telah menjadi peserta JKN. Dari total ini, kelompok usia tertinggi ialah 21-30 tahun, yakni sekitar 44,5 persen.

Hanya saja, sekalipun tingkat kepercayaan masyarakat soal JKN tergolong memuaskan, tak sedikit peserta yang mengaku belum puas dengan layanan yang diberikan. Dia mengatakan, sekitar 681 orang responden ini, sekitar 43 persen yang mengaku telah menggunakan kartu JKN yakni mereka yang belum bekerja, hanya 44 persen yang merasa puas dengan layanan dokter.

"Hal ini mungkin disebabkan oleh layanan rumah sakit ketika masih dikelola Askes dinilai lebih baik dibandingkan ketika dikelola BPJS, " ujar Prof. Dr. Hasbullah.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, bila dilihat dari sisi antrian, sekitar 64 persen mengakui harus mengantri panjang saat mengurus JKN. Kemudian, dari total ini, 51 persen mengaku tak puas dengan layanan dokter, sementara sisanya tidak puas dengan layanan rumah sakit.

Menurut Dr. Hasbullah, rendahnya tingkat kepuasan peserta soal JKN dapat menjadi bumerang terhadap kelangsungan JKN dan tingkat keluhan akan menjadi semakin tinggi ketika peserta pekerja penerima upah (PPU) pegawai swasya didorong untuk mendaftar paling lambat 1 Januari 2015.

Layanan JKN dinilai belum memuaskan peserta

Sementara itu dari hasil jajak pendapat yang dilakukan pihak dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menunjukkan, layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2014 belum memuaskan pesertanya.

Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKEKK FKM UI), Prof. Dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH, mengungkapkan, jajak pendapat ini melibatkan 681 orang responden dari 20 provinsi di Indonesia.

Dia mengatakan, sekitar 681 orang responden ini, sekitar 43 persen yang mengaku telah menggunakan kartu JKN yakni mereka yang belum bekerja, hanya 44 persen yang merasa puas dengan layanan dokter.

"Hal ini mungkin disebabkan oleh layanan rumah sakit ketika masih dikelola Askes dinilai lebih baik dibandingkan ketika dikelola BPJS, " ujar Prof. Dr. Hasbullah di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, bila dilihat dari sisi antrian, sekitar 64 persen mengakui harus mengantri panjang saat mengurus JKN.

Kemudian, dari total ini, 51 persen tidak mengaku tak puas dengan layanan dokter, sementara sisanya tidak puas dengan layanan rumah sakit.

Menurut Dr. Hasbullah, rendahnya tingkat kepuasan peserta soal JKN dapat menjadi bumerang terhadap kelangsungan JKN dan tingkat keluhan akan menjadi semakin tinggi ketika peserta pekerja penerima upah (PPU) pegawai swasya didorong untuk mendaftar paling lambat 1 Januari 2015.

"Akan tetapi, perlu dicatat bahwa ketidakpuasan peserta terhadap layanan dokter dan rumah sakit tidak terlepas dari rendahnya sebagian bayaran kapitasi dan CBG ke rumah sakit yang ditetapkan Kemenkes," kata dia.

Di samping itu, lanjut dia, pembayaran JKN diwarnai ketidakseimbangan penetapan tarif CBG dan pemberian insentif pada rumah sakit besar, distribusi dana klaim yang bermasalah di tingkat daerah dan penetapan iuran.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 19, 2014

Jakarta, 19 Desember - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan semua pejabat pemerintah, bahwa negara yang maju, provinsi yang maju, kota yang maju, dan kabupaten yang maju tidak tergantung pada sumber daya alam (SDA) yang ada. Namun, kuncinya adalah pada adanya kebijakan publik yang benar dan tepat.

“Karena ini sering kita agung-agungkan, kita ucapkan, bahwa kita punya minyak yang besar, kandungan batubara yang besar, gas yang besar, tetapi kala cara pengelolaannya, cara-cara manajemen tidak dilakukan dengan baik justru itu jadi malapetaka buat kita,” kata Presiden Jokowi seperti ditulis portal www.setkab.go.id, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Murenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014) pagi.

Presiden yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjuk contoh Singapura, Korea, dan Jepang yang meski tidak punya SDA, namun negara tersebut juga bisa meloncat. Karena itu, kata Presiden Jokowi, kuncinya ada pada para pejabat pemerintah, menteri, gubernur, bupati dan walikota semuanya, yaitu kebijakan publik yang benar dan tepat.

“Kuncinya hanya satu, dikala ada sebuah kebijakan publik yang benar dan tepat akan maju sebuah kota, sebuah provinsi, dan sebuah negara,” tutur Jokowi dalam acara yang dihadiri oleh para menteri Kabinet Kerja, para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia itu.

Pangan

Presiden Jokowi lantas mengupas satu persatu permasalahan. Mulai dari pangan, dimana kita sering menyampaikan sebagai negara yang gemah ripa loh jinawi, kaya SDA, kita negara agraris. Tetapi  faktanya, semuanya kita impor mulai dari beras, gula, kedelai, jagung, dll.

Padahal, lanjut Jokowi, sebetulnya ada potensi ada kemampuan kita untuk swasembada sendiri. “Kekuatan untuk mandiri itu ada, tetapi itu tidak kita peroleh karena tidak ada kebijakan publik yang baik dan tepat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi memberi target kepada  Menteri Pertanian dalam waktu 3 (tiga) tahun ini agar kita swasembada pangan. Paling tidak, pinta Jokowi, tidak ada impor lagi beras. “Baru tahun berikutnya gula, jagung,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan rasa senangnya karena dari kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah, ia memperoleh dukungan dari gubernur, bupati, walikota untuk mencapai swasembada pangan, melalui pembangunan waduk dan saluran irigasi.

Ia menyebutkan, semula pemerintah berencana membangun sebanyak 30 waduk dalam 5 tahun ke depan. Tetapi setelah ‘muter’ ke sejumlah daerah, ada tambahan permintaan 19 waduk lagi. Karena itu, pada 5 tahun mendatang, pemerintah akan membangun sebanyak 49 waduk.

“Tahun depan kita mulai 13 waduk, rencana semula 11 tapi sudah ada 13 lapangan yang siap kita masukkan untuk dibangun,” ungkap Jokowi.

Adapun masalah irigasi, Presiden Jokowi mengemukakan, pemerintah menargetkan akan membangun 1 juta hektar saluran irigasi meskipun ada permintaan sampai hampi 2 juta, namun belum masuk dalam APBN-P 2015.

Presiden meyakini, kalau pembangunan irigasi dan  waduk semua bisa diselesaikan, maka Insya Allah kedaulatan pangan itu bisa tercapai. “Saya minta gubernur, bupati untuk mengawal itu semua. Ini sebuah mimpin besar, ambisi yang besar karena itu manajemen lapangan harus diawasi dengan baik,” tutur Jokowi.

Musrenbangnas RPJMN 2015-2019 yang akan berlangsung selama sehari ini diikuti oleh para menteri Kabinet Kerja, para Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia.

Hadir dalam pembukaan tersebut antara lain Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, dan Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi. (Setkab/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember  - PT Pos Indonesia Cabang Banyuwangi segera mengedarkan empat kartu Jokowi, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Pintar. Hal tersebut diungkapkan Eko Sumariyanto Kepala PT Pos Cabang Banyuwangi, Kamis (18/12/2014).

"100 persen kartu sudah kami terima dan segera diedarkan kepada 121.893 rumah tangga sasaran yang tersebar di 24 kecamatan di Banyuwangi. Rencananya akhir bulan ini," ujar Eko.

Saat ini, seperti dilansir laman Kompas.com, pihaknya sedang mempersiapkan kartu sesuai dengan identitas keluarga penerima dan melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait cara membagikan "kartu sakti" Presiden Jokowi tersebut.

"Kenapa kami harus melakukan koordinasi karena untuk menghindari konflik serta antrean yang menumpuk. Rencananya akan dibagikan melalui kelurahan dan desa karena jumlah penerimanya cukup banyak," tutur Eko.

Sebelumnya, pada 20 November 2014 lalu, PT Pos Cabang Banyuwangi telah membagikan dan kompensasi kenaikan harga BBM kepada 8.540 keluarga miskin dengan nilai Rp 48 miliar. Setiap keluarga miskin menerima dana Rp 400 ribu rupiah untuk dua bulan sekaligus.

"Yang belum mengambil ada beberapa dan tidak ada batas waktu karena berupa simpanan," pungkasnya. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember - Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) memimpin rapat kabinet terbatas bidang pembangunan manusia dan kebudayaan yang juga dihadiri oleh Menko PMK Puan Maharani (keempat kanan) Mensesneg Pratikno, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno (ketiga kanan), Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo (kelima kanan), Menkes Nila Moeloek (kiri) dan Seskab Andi Widjajanto (keempat kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/12/2014). Rapat tersebut membahas diantaranya soal mitigasi dan antisipasi bencana hingga April 2015, keberadaan TKI informal di Timur Tengah, penghentian Kurikulum 2013, masalah perbatasan dan program Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat dan Pintar.  (Foto:Ant/Mtv/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember -  Beberapa anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyampaikan Holding Statement tentang Penyelenggaraan SJSN oleh BPJS Kesehatan tahun 2014 di hadapan media massa nasional. (dari kiri ke kanan) Soeprayitno, Usman Sumantri, Bambang Purwoko, Subiyanto, dan Zainal Abidin, Rabu (17/12/2014) di Jakarta.

Sejak resmi diluncurkan 31 Desember 2013 lalu, penyelenggaraan BPJS Kesehatan di tanah air tidak terasa sudah memasuki usia hampir satu tahun. Meskipun diakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, DJSN selaku penanggung jawab SJSN, sejauh ini sudah melakukan monitoring dan evaluasi di beberapa provinsi yaitu Jatim, Jateng, Sultra, Sulsel, Sumut, dan Bali. "Hasilnya, soal kultur masyarakat kita yang harus dipertegas agar program BPJS Kesehatan ini berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Mendaftarlah jadi peserta BPJS Kesehatan sejak sekarang dan bayar iurannya dengan tertib," papar Bambang.

Senada dengan Bambang, Zainal Arifin mengungkapkan, dari hasil laporan yang diperolehnya diketahui bila masyarakat kita banyak yang baru mendaftar kepesertaan BPJS Kesehatan begitu menderita sakit. Setelah sembuh, iuran BPJS Kesehatan yang jadi kewajiban untuk dibayarkan pun berhenti. "Tertib membayar iuran dan semangat gotong royong seharusnya tetap ada serta perlu terus ditanamkan di dalam budaya masyarakat kita. Gotong royong adalah nilai ke-indonesia-an yang sangat baik dan kita perlu terus mensosialisasikan ini dalam penyelenggaraan BPJS Kesehatan." (IN/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Program Generasi Berencana (GenRe) yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sukses menjangkau hingga ke pelosok daerah di Indonesia.

"BKKBN terus mengembangkan program Genre hingga ke pelosok daerah, termasuk di seluruh wilayah di Provinsi Riau," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Indrawarman, Selasa (16/12/2014) di Pekanbaru, Riau.

Dia menjelaskan pihaknya terus menyosialisasikan program GenRe yang bisa menjauhi remaja dari seks bebas, narkoba serta HIV dan AIDS salah satunya melalui road show KB bertajuk Gebyar KB Lancang Kuning Mupen On The Road atau "Gelak Mother".

Melalui "Gelak Mother" rombongan mobil unit penerangan (Mupen) KB dan mobil pelayanan KB seperti dilansir laman Antaranews, melakukan perjalanan ke seluruh wilayah di Provinsi Riau termasuk daerah perbatasan Riau - Jambi dan Sumatera Barat.

"Tim road show Gelak Mother melakukan sosialisasi program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga termasuk program GenRe. juga memberikan pelayanan KB kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso menambahkan gerakan GenRe semakin marak diberbagai sekolah maupun komunitas remaja di Indonesia.

"Muatan GenRe nampaknya perlu diperluas bukan hanya menyangkut Kesehatan Reproduksi saja, tetapi perlu juga diberi muatan budaya anti korupsi," katanya.

Hal itu, menurut Sudibyo, sejalan dengan upaya KPK dan pemerintah untuk mencegah korupsi melalui pendekatan keluarga yang dapat dimulai sejak anak-anak dan remaja.

Kelangsungan GenRe di sekolah, menurut dia, juga perlu mendapat perhatian. Hal ini disebabkan banyaknya pengurus Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja atau Mahasiswa yang lulus namun kemudian tidak ada yang melanjutkan kepengurusannya.

"Untuk itu diperlukan kaderisasi pengurus dan juga harus melibatkan guru BK atau dosen pembimbing yang dapat mencetak pendidik sebaya atau konselor sebaya berikutnya," kata Sudibyo.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Proses distribusi bantuan bencana longsor di Banjarnegara mengalami kesulitan. Medan berat dan cuaca belum kondusif menjadi penyebabnya.

“Saat ini salah satu kendalanya adalah transportasi dan kemudian juga kondisi alam, karena di sana masih hujan terus menerus,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Selain itu, seperti dilansir laman Timlo.net dari Merdeka.com, kondisi medan yang rusak juga menjadi penyebab lain terhalangnya distribusi bantuan. Hal ini menyebabkan alat transportasi cukup sulit mengakses lokasi bencana.

“Tempatnya tidak memungkinkan untuk semua alat transportasi masuk ke daerah bencana,” kata Menko PMK.

Pemerintah terpaksa memutuskan untuk menunda dulu pemberian bantuan kepada para korban. Menurut Menko PMK, bantuan akan segera diberikan setelah dipastikan kondisi alam dapat lebih kondusif.

“Ini tidak bisa terburu-buru. Kalau kita datangkan juga ke sana kemudian tidak bisa masuk juga akan menjadi satu hal lagi yang menambah permasalahan di sana,” terangnya.

Meski demikian, Menko PMK memastikan proses evakuasi akan terus dilakukan pemerintah. Menurut dia, evakuasi akan dijalankan hingga 21 Desember.

“Kita lihat apakah alam bersahabat atau tidak, tentu saja pemerintah atau negara akan hadir dan tidak akan berdiam diri,” ungkapnya.

Janji Percepat Relokasi Korban Longsor Banjarnegara

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani mengatakan saat ini pemerintah tengah menjalankan proses evakuasi bencana longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia menerangkan pemerintah akan mempercepat proses relokasi korban sesaat setelah evakuasi dinyatakan selesai.

"Kami berharap hunian sementara maupun hunian tetap pascabencana ini, setelah nanti secepatnya akan ditemukannya korban-korban yang sampai saat ini belum semua ditemukan," ujar Menko PMK.

Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.com  mengatakan pemerintah tidak hanya akan menjalankan program relokasi. Program tersebut rencananya akan ditunjang dengan pelbagai program pendukung agar para korban dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum terjadi bencana.

"Tentu saja harus kemudian dilanjutkan atau diteruskan dengan program-program lain, yaitu bagaimana kemudian semua keluarga itu kembali mendapatkan lahan untuk tempat tinggal, lahan untuk bercocok tanam, dan anak-anak bisa kembali bersekolah," tegas Menko PMK.

Lebih lanjut, Menko PMK menerangkan pemerintah akan menjalankan program pascabencana secara terpadu melibatkan seluruh kementerian terkait. Hal ini akan dilakukan setelah proses evakuasi bencana dinyatakan selesai pada 21 Desember mendatang.

"Setelah itu baru kita akan melakukan proses pascabencana di mana hal-hal yang berkaitan dengan bencana di Banjarnegara itu bisa kita lakukan secara menyeluruh," ungkapnya.(Tn/Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember -  Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka secara resmi Musyawarah Nasional PMI ke XX, Selasa (16/12/2014) di Auditorium Cenderawasih, JCC Senayan, Jakarta. Turut mendampingi adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (2 kanan), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (tengah) dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (2 kiri).

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela 100 kali kepada 17 perwakilan dari tiap provinsi. Rincian penerima penghargaan tersebut adalah 6 orang dari Sumatera Utara, 42 orang dari Sumatera Selatan, sembilan orang dari Sumatera Barat, sembilan orang dari Riau, satu orang dari Kepulauan Riau, 171 orang dari DKI Jakarta, 124 orang dari Jawa Barat, empat orang dari Banten, sembilan orang dari DI Yogyakarta, 100 orang dari Jawa Tengah, 334 dari Jawa Timur, delapan orang dari Bali, satu orang dari NTB, 36 orang dari Kalimantan Timur, dua orang dari Kalimantan Barat, satu orang Kalimantan Tengah, 10 orang dari Sulawesi Selatan, dan enam orang dari Sulawesi Tengah. (fik)

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember – Sekretaris Kemenko PMK (Sesmenko PMK) Sugihartatmo (ketiga kiri) memimpin Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi (Rasinkor) Agenda Pembangunan Prioritas 2015 – 2019 dalam bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, Senin (15/12/2014) pagi di Ruang rapat Utama, Lantai 7, Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Dalam rasinkor tersebut tampak hadir para pejabat Eselon Kemenko PMK antara lain Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz, Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama Agus Sartono, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan KB Tubagus Rachmat Sentika (kedua kanan), Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali Situmorang, para staf Ahli Menko PMK Gunarso, Kriya, Eka Julianti, Dwi Lisetiowati, Marahum, jajaran pejabat Eselon kemenko PMK diantaranya Kepala Biro perencanaan Kemenko PMK  Raden Wijayakusuma (kanan).

Hadir pula para pejabat yang mewakili K/L terkait.

Dalam Rasinkor tersebut sebagai upaya  untuk mensinergikan program/kegiatan K/L dalam mendukung Agenda Pembangunan Nasional 2015 – 2019 di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. (Gs).  

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 13, 2014

Jakarta, 13 Desember - Presiden RI Joko Widodo mengatakan pertemuan puncak para pemimpin negara-negara ASEAN dan Korea Selatan dalam KTT Dialog ASEAN-Korsel ke-25 di Busan, Korea Selatan, Jumat, menjadikan penyakit mematikan Ebola sebagai salah satu agenda pembicaraan.

Hal ini, menurut Presiden Jokowi kepada wartawan seperti yang dilansir laman Antaranews, di Pesawat Kepresidenan saat menuju Tanah Air, dianggap penting karena memberikan efek kepanikan yang akan berdampak pada stabilitas perekonomian.

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember 2014 - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penyelenggaraan Haji Tahun 2015 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, JL. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta.(koye)

Hadir pada Rapat tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M Fachir, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Sesmenko Kesra Sugihartatmo dan para Pejabat Kementerian/Lembaga terkait.

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Akses masuk ke bandara dan pelabuhan laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperketat menyusul merebaknya virus ebola di Afrika Barat yang kini merambah lintas benua.

"Merebaknya kasus ebola di Afrika kini sudah merambah hingga lintas benua. Jadi ini keharusan, mau tidak mau kita harus waspada, simulasi ini sebagai bentuk kewaspadaan," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram I Wayan Diantika, Rabu (10/12/2014).

Menurut Wayan, seperti dilansir laman Kompas.Com, NTB perlu waspada dengan virus mematikan ebola karena saat ini semakin banyak warga NTB yang datang maupun bepergian ke luar negeri, seperti TKI maupun jemaah haji/ umrah.

Untuk itu, KKP bekerjasama dengan instansi terkait melakukan simulasi penanganan pasien ebola yang dilakukan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Selain simulasi, KKP juga telah menempatkan alat khusus pendeteksi suhu tubuh yang dipasang di Bandara Internasional Lombok (BIL) serta beberapa pelabuhan yang memiliki akses langsung dengan negara luar seperti Benete dan Lembar.

Wayan mengatakan, selain mengawasi pelabuhan dan bandara, pihaknya juga rutin mengawasi kapal-kapal asing yang masuk ke pelabuhan di NTB. Tahun ini ada sebanyak 36 kapal asing yang masuk melalui pelabuhan Lembar. Jumlah ini akan semakin bertambah saat liburan akhir tahun.

"Untuk kapal asing kita telah menyiapkan petugas deteksi yang telah dilengkapi alat khusus untuk mendeteksi penumpang yang kemungkinan terjangkit ebola," kata Wayan. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, sebanyak 70 persen pengguna narkoba di Indonesia saat ini adalah pekerja di usia produktif. Sebanyak 22 persen lainnya adalah pelajar dan mahasiswa. Sementara 8 persen adalah kategori lain.

"Totalnya 4 Juta orang, kita paling banyak di ASEAN dari segi jumlah," Sumirat kepada Kompas.com, Rabu (10/12/2014).

Modus yang sering dipakai oleh para pengedar, kata Sumirat, adalah dengan menyamarkan narkoba menjadi semacam suplemen kesehatan. Umumnya, narkoba yang disebarkan adalah jenis baru sehingga masyarakat awam tidak bisa mengenalinya.

"Orang orang cenderung bekerja overtime dalam rangka kebutuhan hidup, mereka membutuhkan suplemen. Suplemen ini lah yang dijadikan modus bagi pengedar," ujar Sumirat.

Narkoba yang menyerang kalangan pelajar, mahasiswa dan pekerja di usia produktif ini, kata Sumirat, sangat memprihatinkan. Harusnya, mereka dapat mengemban ilmu dan menjalani karir dengan baik, namun justru harus terhambat karena menjadi korban narkoba.

"Karena itu kita sepakat yang namanya pecandu narkotika penanganannya lebih baik direhabilitasi daripada di penjara," ucapnya.

Terkait hukumannya, ada lima terpidana mati kasus narkoba akan dieksekusi pada Desember 2014. Pelaksanaan eksekusi itu tinggal menunggu surat dari Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Eksekusi bulan ini, Desember. Nanti akan ditembak, pasti. Tetapi, eksekusi akan menunggu surat dari Kejagung," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Presiden Joko Widodo memastikan akan menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Kepastian itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dalam kuliah umum yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Selasa (9/12/2014).

"Saya akan tolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Saat ini permohonannya sebagian sudah ada di meja saya dan sebagian masih berputar-putar di lingkungan Istana," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, kesalahan itu sulit untuk dimaafkan karena mereka umumnya adalah para bandar besar yang demi keuntungan pribadi dan kelompoknya telah merusak masa depan generasi penerus bangsa.(Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to RSS - Kesehatan