Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

PMK Lainnya

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember 2014 - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan paparannya dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014. Acara bertajuk Talkshow dengan 4 Menko tersebut dipandu Direktur Pemberitaan Kompas TV, Rosiana Silalahi. Dalam kesempatan itu, Menko PMK menyampaikan tugas dan tanggung jawab Kemenko PMK serta tantangan kedepan. PS

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengeluhkan bahwa kementeriannya masih belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Padahal, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah berjalan selama beberapa bulan.

Kemenko PMK memang merupakan nomenklatur baru di pemerintahan. Sebelumnya, kementerian ini bernama Kemenko Bidang Kesejahteraan Rakyat atau Kemenko Kesra.

"Banyak yang masih memanggil saya 'Ibu Menko Kesra'. Padahal kan sudah berubah jadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK," kata Menko PMK saat membuka dialog Musrembangnas di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Dialog itu diikuti oleh tiga menteri koordinator lainnya, yakni Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto, dan Menko Maritim Indroyono Soesilo. Dialog dihadiri pula oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK memaparkan dengan panjang lebar mengenai visi-misi kementeriannya. Pembangunan manusia dan kebudayaan, kata dia, akan berlandaskan kepada Trisakti, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945. Seusai pemaparan, moderator acara, Rosiana Silalahi, melontarkan kelakar terkait pernyataan Menko PMK yang masih dipanggil "Menko Kesra" itu.

"Jadi harusnya Menko PMK ya Mbak Puan, bukan Menko Kesra lagi. Namun, barusan saya bisik-bisik sama Pak Indro, PMK itu katanya bukan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, tetapi Puan Maharani Kiemas," kata Rosi.

Puan dan seisi ruangan pun hanya tertawa mendengar lelucon pemimpin redaksi Kompas TV itu.(Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember 2014 - Presiden RI Joko Widodo membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Penyusunan RPJMN 2015-2019 di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Soebroto Jakarta. (ole)

Acara yang bertema "Pembangunan Berkualitas Menuju Bangsa Berdaulat Mandiri dan Berkepribadian" dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan para Menteri Kabinet Kerja serta para Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia.

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember  - PT Pos Indonesia Cabang Banyuwangi segera mengedarkan empat kartu Jokowi, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Pintar. Hal tersebut diungkapkan Eko Sumariyanto Kepala PT Pos Cabang Banyuwangi, Kamis (18/12/2014).

"100 persen kartu sudah kami terima dan segera diedarkan kepada 121.893 rumah tangga sasaran yang tersebar di 24 kecamatan di Banyuwangi. Rencananya akhir bulan ini," ujar Eko.

Saat ini, seperti dilansir laman Kompas.com, pihaknya sedang mempersiapkan kartu sesuai dengan identitas keluarga penerima dan melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait cara membagikan "kartu sakti" Presiden Jokowi tersebut.

"Kenapa kami harus melakukan koordinasi karena untuk menghindari konflik serta antrean yang menumpuk. Rencananya akan dibagikan melalui kelurahan dan desa karena jumlah penerimanya cukup banyak," tutur Eko.

Sebelumnya, pada 20 November 2014 lalu, PT Pos Cabang Banyuwangi telah membagikan dan kompensasi kenaikan harga BBM kepada 8.540 keluarga miskin dengan nilai Rp 48 miliar. Setiap keluarga miskin menerima dana Rp 400 ribu rupiah untuk dua bulan sekaligus.

"Yang belum mengambil ada beberapa dan tidak ada batas waktu karena berupa simpanan," pungkasnya. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember  - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan ruang partisipasi publik terkait Kurikulum 2013 (K13) melalui SMS khusus 1771, dan situs pengaduan www.kemdikbud.go.id bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Siaran pers Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud di Jakarta, Rabu (17/12/2014) seperti yang dikutip laman Antaranews, menyatakan masyarakat dapat mengirim masukan, atau pengaduan dengan mengirimkan pesan singkat ke nomor 1771 dengan mengetik KUR (spasi) peran#masukan, atau dengan mengisi formulir media jaringan pada situs pengaduan.kemdikbud.go.id yang tersedia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam penjelasan terkait ruang publik Kurikulum 2013 mengatakan pemerintah bertekad mengembangkan terus kurikulum dengan proses yang baik.

Salah satu ciri proses pengambilan kebijakan yang baik adalah dengan pelibatan yang luas seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk para pihak di luar struktur pengambil kebijakan serta lembaga pendidikan.

"Kurikulum adalah milik bersama. Pemerintah bertekad melibatkan publik secara lebih luas. Karena itu, kami memutuskan berusaha mendengar dengan lebih cermat, dan luas melalui media ini," ujarnya.

Masyarakat dapat mengirimkan masukan melalui pesan singkat ke nomor telepon yang khusus disiapkan, yaitu 1771. Sebagai informasi, masyarakat akan dikenakan tarif normal untuk mengakses nomor khusus ini. Adapun cara mengirimkan pesan dengan layanan pesan singkat ini adalah dengan mengetik KUR (spasi) peran#masukan.

Mendikbud menjelaskan, keterangan peran dalam pesan singkat itu merupakan bentuk keterlibatan dalam pendidikan. Di antaranya orang tua, siswa, guru, kepala sekolah, dinas, atau masyarakat luas. Sehingga, contoh pesan singkat menjadi: KUR ortu#Ada baiknya sosialisasi juga dilakukan pada kami para orang tua.

Pada media jaringan, masyarakat dapat mengisi formulir media jaringan pada situs pengaduan: kemdikbud.go.id. Melalui media ini, masyarakat dapat mengungkapkan masukan secara lebih terperinci. Tidak hanya itu, formulir ini pun memungkinkan isi masukan yang dikirimkan lebih panjang dari layanan pesan singkat.

Layanan SMS sementara ditangani oleh jaringan Telkomsel dan Indosat. Kemdikbud sedang mengusahakan operator lain agar juga terlibat. Adapun untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 021-5725980, dan nomor faks 021-5725645. (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember - Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat pada Kedeputian Penanggulangan Kemiskinan dan pemberdayaan Masyarakat Dr. Ir. Pamuji Lestari, M. Sc. (kedua kanan) menerima Kunjungan Komisi C DPRD Banyumas, Kamis (18/12/2014) di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No3, Jakarta.  Rombongan berkonsultasi mengenai pelaksanaan dan implementasi PNPM Mandiri. (Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember  - Kementerian Sosial akan memperbanyak Kampung Siaga Bencana, terutama di daerah rawan bencana alam, sebagai bentuk kesiapsiagaan.

"Selain segera memperbanyak Kampung Siaga Bencana yang telah dibentuk di 142 titik rawan bencana, juga disiapkan kemampuan personel dari Tagana," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Rabu (18/12/2014) di Jakarta.

Kementerian Sosial seperti dilansir laman Antaranews, menghargai berbagai upaya penggunaan berbagai teknologi tinggi pada sistem peringatan dini (early warning system) terkait bencana alam.

Namun, pihaknya juga memperluas jangkauan dengan melakukan pendekatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat dan kearifan lokal juga dibutuhkan.

Hal itu, kata Mensos, sebagai langkah penguat upaya peningkatan kemampuan kesiapsiagaan dan mitigasi.

"Sistem peringatan dini diperlukan, selain meminimalisir jumlah korban. Juga, untuk peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencana alam," katanya.

Kampung Siaga Bencana dibentuk di daerah rawan bencana dimana masyarakatnya dilatih untuk hidup bersahabat dengan alam namun di sisi lain tetap meningkatkan kewaspadaan dengan perubahan alam yang terjadi.

Saat bencana terjadi, katanya, masyarakat bisa langsung menyelamatkan diri dan mampu mandiri pada masa tanggap darurat sampai bantuan dari pemerintah tiba,

Hal ini diperlukan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa dan memastikan kebutuhan warga yang mengungsi terpenuhi.(Ant/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember - Bantuan terus mengalir untuk korban tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Setidaknya hingga satu pekan ke depan, logistik untuk 1.000 lebih pengungsi masih mencukupi.

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan, saat ini pihaknya sudah kesulitan menyiapkan tempat penampungan karena bantuan logistik yang terus mengalir.
 
Pihak Pemkab Banjarnegara seperti dilansir laman Liputan6.com, memfungsikan beberapa gedung sebagai tempat penampungan logistik pengungsi. Saat ini semua gedung di Karangkobar, sudah terisi logistik, mulai dari gudang posko induk, kantor kecamatan hingga beberapa posko lembaga penerima bantuan lain. Pemkab pun mengarahkan bantuan logistik untuk masuk ke gudang di kabupaten.
 
"Di Gedung Wanita sendiri sudah penuh. Padahal itu di tengah kota, nanti jika ada bantuan masuk, kami arahkan ke pendopo kabupaten," ujar Hadi Supeno Kamis (18/12/2014).
 
Hadi Supeno meminta kepada semua pihak yang ingin memberi bantuan sebaiknya tidak perlu sampai ke  lokasi longsor. Selain kesulitan menampung, juga akan menambah kesemrawutan di lokasi. Disarankan  bantuan cukup diturunkan ke pendopo.
 
"Saya yakinkan dan saya jamin bantuan yang ada pasti akan sampai ke yang membutuhkan. Tak akan mengurangi niat untuk menyantuni para korban longsor," kata Hadi Supeno.  
 
Hadi berharap, semua pihak mengetahui apa yang dibutuhkan baik pemkab maupun masyarakat korban longsor. Masyarakat saat ini lebih membutuhkan semen untuk rehabilitasi infrastruktur di lokasi longsor.

Hingga Rabu 17 Desember sejak terjadinya tanah longsor Jumat 12 Desember, pengungsi masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Sebagian pengungsi diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing sedangkan sebagian lainya masih harus bertahan di pengungsian. (L6c/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember - Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) memimpin rapat kabinet terbatas bidang pembangunan manusia dan kebudayaan yang juga dihadiri oleh Menko PMK Puan Maharani (keempat kanan) Mensesneg Pratikno, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno (ketiga kanan), Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo (kelima kanan), Menkes Nila Moeloek (kiri) dan Seskab Andi Widjajanto (keempat kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/12/2014). Rapat tersebut membahas diantaranya soal mitigasi dan antisipasi bencana hingga April 2015, keberadaan TKI informal di Timur Tengah, penghentian Kurikulum 2013, masalah perbatasan dan program Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat dan Pintar.  (Foto:Ant/Mtv/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember  - BNP2TKI diberi mandat Presiden Joko Widodo untuk bisa memulangkan 1,8 juta TKI ilegal dari seluruh dunia. Nantinya mereka akan diberi pelatihan agar tidak tergiur kembali ke luar negeri.

"Perintahnya disuruh mulangin 1,8 juta TKI ygang nonprosedural dan ilegal di seluruh dunia," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Aksi ini seperti dilansir laman Detiknews, akan dikoordinir oleh Menko PMK Puan Maharani. Tujuan penarikan tersebut tentu saja agar keberadaan TKI itu tidak menjadi masalah di negara sahabat.

Ada tiga negara yang menjadi tempat favorit TKI Ilegal. Mulai dari Timur Tengah, Malaysia dan Korea. Semua biaya pemulangan itu akan dicover oleh APBN.

Jika berhasil memulangkan, mereka akan diajarkan berbagai ketrampilan. Harapannya agar mereka tidak lagi tergiur untuk mengadu nasib ke negeri orang.

"Jadi nanti ada tenaga kerja yang tersedia sebanyak 1,8 juta orang," lanjut Kepala BNP2TKI. (Dn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember -Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyarankan bagaimana masyarakat yang sekarang ada di tempat pengungsian, terutama di Karangkobar dan Wanayasa, untuk bisa terjaga kelangsungan kehidupannya. Karena itu, disiapkan  ekonomi produktif, pertanian dan peternakan.

"Saya menyarankan ada bantuan stimulus berupa benih padi, cabe rawit, kol dan bantuan untuk ternak, yaitu pakannya, kandangnya, dan obat-obatan,” kata Puan di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Sementara itu, seperti dilansir harian Terbit, hingga saat ini kurang lebih 4.082 prajurit TNI dan Polri serta komponen masyarakat lainnya telah diterjunkan ke lokasi bencana. TNI juga mengerahkan 1.313 personel, terdiri dari TNI AD 1.064 personel, TNI AL 208 personel, TNI AU 41personel, Polri 420 personel dan 2.343 personel sipil.

TNI juga mengirimkan beberapa material yang dimiliki untuk penanganan korban longsor yaitu alat berat 13 unit bantuan dari Yonzipur 9/K sebanyak 3 unit (1 eskavator, 1 loader, 1 beco), Yonzipur 4 satu unit (1 eskavator), Bina Marga 3 unit (2 eskavator, 1 loader), PU Kab. Banjarnegara (1 loader), PT. Cebong Melindo 2 unit (2 loader) dan PT. Bumi Bangkit 3 unit (3 eskavator).  

TNI juga mengerahkan 16 unit ambulance, bantuan dari Korem 071 (1 unit), Kopassus (1 unit), Yonif 412/K (1 unit), Yonarmed 11/k (1 unit), Yonkes 2/k (1 unit), Marinir (1 unit), Dinkes Kab. Banjarnegara (7 unit), Dinkes Kab. Temanggung (1 unit), PMI Kab. Banjarnegara (1 unit) dan RS PKU Banjarnegara (1 unit).(Ht/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana segera merencanakan relokasi masyarakat terkena bencana longsor di Dusun Jemblung, desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Presiden perintahkan masyarakat yang terkena bencana 43 KK dan 42 KK, segera dilakukan relokasinya. tentu ini akan meningkatkan juga keinginan masyarakat biasanya mereka tidak mau jauh dari lokasi sebelumnya," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif memberikan keterangan pers mengenai hasil rapat terbatas mengenai mitigasi dan antisipasi bencana hingga Appril 2015, di kantor presiden, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Untuk menindaklanjuti perintah presiden, kata kepala BNPB, pihaknya akan. menggandeng pakar geologi untuk mencari tempat relokasi.

"Kemudian untuk dana yang kami memerlukan 80 unit rumah kebutuhan dana Rp 5,8 miliar. Itu termasuk jalan, jembatan, tanggul, drainase, irigasi, normalisasi sungai sejumlah Rp23 miliar," ujarnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, memimpin Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu siang (17/12). Rakerpim dihadiri oleh Sekretaris kemeko PMK, para Deputi, para Staf Ahli, dan Staf khusus Menko PMK.

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember -  Beberapa anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyampaikan Holding Statement tentang Penyelenggaraan SJSN oleh BPJS Kesehatan tahun 2014 di hadapan media massa nasional. (dari kiri ke kanan) Soeprayitno, Usman Sumantri, Bambang Purwoko, Subiyanto, dan Zainal Abidin, Rabu (17/12/2014) di Jakarta.

Sejak resmi diluncurkan 31 Desember 2013 lalu, penyelenggaraan BPJS Kesehatan di tanah air tidak terasa sudah memasuki usia hampir satu tahun. Meskipun diakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, DJSN selaku penanggung jawab SJSN, sejauh ini sudah melakukan monitoring dan evaluasi di beberapa provinsi yaitu Jatim, Jateng, Sultra, Sulsel, Sumut, dan Bali. "Hasilnya, soal kultur masyarakat kita yang harus dipertegas agar program BPJS Kesehatan ini berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Mendaftarlah jadi peserta BPJS Kesehatan sejak sekarang dan bayar iurannya dengan tertib," papar Bambang.

Senada dengan Bambang, Zainal Arifin mengungkapkan, dari hasil laporan yang diperolehnya diketahui bila masyarakat kita banyak yang baru mendaftar kepesertaan BPJS Kesehatan begitu menderita sakit. Setelah sembuh, iuran BPJS Kesehatan yang jadi kewajiban untuk dibayarkan pun berhenti. "Tertib membayar iuran dan semangat gotong royong seharusnya tetap ada serta perlu terus ditanamkan di dalam budaya masyarakat kita. Gotong royong adalah nilai ke-indonesia-an yang sangat baik dan kita perlu terus mensosialisasikan ini dalam penyelenggaraan BPJS Kesehatan." (IN/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.

Peraturan menteri ini ditetapkan pada 11 Desember 2014 dan mulai berlaku efektif pada tanggal diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu pada 12 Desember 2014. Demikian siaran pers Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud yang diterima detikcom, Rabu (17/12/2014).

Mendikbud seperti dilansir laman Detiknews, menyampaikan, permendikbud ini di satu sisi lebih menguatkan keputusan yang tertuang pada surat edaran Mendikbud untuk para kepala sekolah tertanggal 5 Desember 2014. “Sementara, di sisi lain adalah untuk mengatur lebih detail mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006,” katanya, Rabu (17/12/2014)  di kantor Kemdikbud, Jl Sudirman,Jakarta.

Pasal 1 Permendikbud itu menyatakan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama pada Tahun Pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua Tahun Pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.

Pasal 2 menyebutkan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester tetap menggunakan Kurikulum 2013. Sekolah-sekolah itu merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013.

“Sekolah tersebut dapat berganti melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 dengan melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya,” jelas Mendikbud.

Sementara, satuan pendidikan usia dini dan satuan pendidikan khusus melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pada pasal lainnya disebutkan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan Tahun Pelajaran 2019/2020.

"Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 mendapatkan pelatihan," kata Mendikbud.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Kurikulum Tahun 2006 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 diatur dalam peraturan menteri tersendiri.

Adapun hal-hal yang belum diatur terkait dengan prosedur pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 dan 2 diatur oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah setelah berkoordinasi dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

“Dengan adanya permendikbud ini, masyarakat dan pemangku kepentingan dunia pendidikan akan menjadi lebih pasti dalam pelaksanaan Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013," ujar Menteri Anies.(Dn/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendespdttrans), Marwan Jafar mengatakan, membangun desa bisa dilakukan melalui budaya dan kesenian. Menurut Marwan, desa-desa di Indonesia memiliki potensi budaya dan kesenian yang sangat luar biasa.

"Saya sudah mulai nge-list. Saya petakan desa seluruh Indonesia. Bahkan di bidang musik, daerah-daerah itu kaya dengan potensi musik-musik lokal. Kalau kita pasarkan itu luar biasa," ujar Marwan, saat mengunjungi musisi senior Iwan Fals, di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/12/2014).

Menurut Mendespdttrans, seperti dilansir laman Kompas.com, kesenian yang berada di kawasan perdesaan, bisa dikolaborasi dengan potensi musik-musik lokal yang berada di desa. Jika hal tersebut dikembangkan, kata dia, memajukan desa melalui kesenian merupakan suatu keniscayaan.

"Ini punya masa depan. Kalau nanti banyak festival atau event-event, akan banyak investor yang mau berinvestasi kan," kata Marwan.

Saat ini, lanjut Marwan, banyak potensi kesenian dan budaya di desa-desa yang masih belum digali. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan berupaya mengembangkan potensi kesenian dan budaya untuk memajukan desa-desa di Indonesia.

"Pembangunan desa dibarengi dengan gerakan kebudayaan. Itu yang jadi spirit kita semua," kata Marwan. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Program Generasi Berencana (GenRe) yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sukses menjangkau hingga ke pelosok daerah di Indonesia.

"BKKBN terus mengembangkan program Genre hingga ke pelosok daerah, termasuk di seluruh wilayah di Provinsi Riau," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Indrawarman, Selasa (16/12/2014) di Pekanbaru, Riau.

Dia menjelaskan pihaknya terus menyosialisasikan program GenRe yang bisa menjauhi remaja dari seks bebas, narkoba serta HIV dan AIDS salah satunya melalui road show KB bertajuk Gebyar KB Lancang Kuning Mupen On The Road atau "Gelak Mother".

Melalui "Gelak Mother" rombongan mobil unit penerangan (Mupen) KB dan mobil pelayanan KB seperti dilansir laman Antaranews, melakukan perjalanan ke seluruh wilayah di Provinsi Riau termasuk daerah perbatasan Riau - Jambi dan Sumatera Barat.

"Tim road show Gelak Mother melakukan sosialisasi program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga termasuk program GenRe. juga memberikan pelayanan KB kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso menambahkan gerakan GenRe semakin marak diberbagai sekolah maupun komunitas remaja di Indonesia.

"Muatan GenRe nampaknya perlu diperluas bukan hanya menyangkut Kesehatan Reproduksi saja, tetapi perlu juga diberi muatan budaya anti korupsi," katanya.

Hal itu, menurut Sudibyo, sejalan dengan upaya KPK dan pemerintah untuk mencegah korupsi melalui pendekatan keluarga yang dapat dimulai sejak anak-anak dan remaja.

Kelangsungan GenRe di sekolah, menurut dia, juga perlu mendapat perhatian. Hal ini disebabkan banyaknya pengurus Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja atau Mahasiswa yang lulus namun kemudian tidak ada yang melanjutkan kepengurusannya.

"Untuk itu diperlukan kaderisasi pengurus dan juga harus melibatkan guru BK atau dosen pembimbing yang dapat mencetak pendidik sebaya atau konselor sebaya berikutnya," kata Sudibyo.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para pelaku pendidikan untuk berupaya menjadikan Indonesia sebagai kiblat pendidikan Islam dunia.

Ajakan tersebut dinyatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada malam anugerah Apresiasi Pendidikan Islam, Selasa (16/12/2014) di Hotel Borobudur, Jakarta,  yang juga dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, sejumlah pejabat eselon I, II dan III Kementerian Agama, juga Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Hamdan Zoelva S.H., M.H.

Selama ini seperti dilansir laman Antaranews, ada kesan kiblat dan pusat pendidikan Islam berada di negara-negara Timur Tengah yang menggunakan Bahasa Arab. Kini sudah saatnya Indonesia menjadi kiblat pendidikan Islam bagi warga dunia.

Selain jumlah dan bentuk satuan pendidikan Islam yang beragam dan khas (distingtif), Indonesia memiliki kesiapan yang cukup untuk menjadi tuan rumah bagi warga negara lain belajar Islam di Indonesia, katanya.

Momentum itu sudah tiba. Dasarnya, kata dia, pertama karena Indonesia negara demokratis terbesar di dunia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Pada saat negara-negara Islam Timur Tengah, terutama kawasan Arab Spring, dilanda persoalan politik yang berujung pada suasana kacau, bangsa Indonesia dengan penduduk Muslim mayoritas menjadi magnet baru bagi bangsa-bangsa lain.

Contoh, kata Menag, pelaksanaan demokrasi, hubungan antaragama yang harmonis, pluralisme, kemajuan ekonomi, dan kompatibalitas Islam dan hak-hak asasi manusia.

Kedua, Indonesia dipercaya oleh negara-negara islam untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan internasional tentang Islam. Ketiga, performa jemaah haji Indonesia di mata dunia juga sangat positif.

Pelaksanaan haji Indonesia mempunyai tingkat kepercayaan internasional yang sangat tinggi. Selain jumlah jemaah haji Indonesia yang besar, perhatian negara terhadap penyelenggaraan haji juga sangat baik.

"Haji sebagai arena muktabar akbar Muslim se-dunia dapat dijadikan ajang promossi yang luar biasa tentang Islam Indonesia," kata Menag.

Ia menegaskan, pembangunan pendidikan Islam telah menemukan momentum yang kuat. Regulasi pendidikan telah menempatkan pendidikan Islam yang semula "di pinggir" kini berada di tengah pusaran pendidikan nasional.

Kedudukan madrasah pun setara dengan sekolah pada semua jenjang. Pesantren dan diniyah diakui sebagai sistem pendidikan nasional. Pendidikan tinggi keagamaan mendapatkan payung hukum yang sama kuat dengan UU No.12 tahun 2012.

"Regulasi ini menempatkan pendidikan Islam memiliki bargaining position yang semakin kuat," ia menegaskan.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan bahwa pemerintah resmi menunda pemberlakuan Kurikulum 2013. Keputusan ini diambil setelah koordinasi antara Menko PMK dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, untuk keperluan pengkajian ulang.

"Memang saat ini sedang dikaji dulu apakah Kurikulum 2013 itu memang bisa diterapkan oleh semua sekolah," ujar Menko PMK di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Menurut Menko PMK, seperti dilansir laman Merdeka.com, tidak semua sekolah ternyata dapat menerapkan Kurikulum 2013. Menurut dia, hanya 2.000 sekolah di seluruh Indonesia yang dapat menerapkan kurikulum tersebut.

Atas hal itu, Menko PMK menerangkan pemerintah memberikan batas waktu bagi setiap sekolah untuk menyatakan sanggup atau tidak dalam menjalankan Kurikulum 2013. Batas waktu tersebut berlaku sampai Januari 2015.

"Sementara bagi yang tidak siap, kami persilakan menggunakan kurikulum tahun 2006," ungkap dia.(Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Sesmenko PMK Sugihartatmo dan Staf Khusus Menko PMK Dolfie, menerima Audiensi Duta Besar Amerika Untuk Indonesia Robert O Blake, Selasa (16/12/2014)  di Ruang Kerjanya, di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta. (ole/Gs)

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Proses distribusi bantuan bencana longsor di Banjarnegara mengalami kesulitan. Medan berat dan cuaca belum kondusif menjadi penyebabnya.

“Saat ini salah satu kendalanya adalah transportasi dan kemudian juga kondisi alam, karena di sana masih hujan terus menerus,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Selain itu, seperti dilansir laman Timlo.net dari Merdeka.com, kondisi medan yang rusak juga menjadi penyebab lain terhalangnya distribusi bantuan. Hal ini menyebabkan alat transportasi cukup sulit mengakses lokasi bencana.

“Tempatnya tidak memungkinkan untuk semua alat transportasi masuk ke daerah bencana,” kata Menko PMK.

Pemerintah terpaksa memutuskan untuk menunda dulu pemberian bantuan kepada para korban. Menurut Menko PMK, bantuan akan segera diberikan setelah dipastikan kondisi alam dapat lebih kondusif.

“Ini tidak bisa terburu-buru. Kalau kita datangkan juga ke sana kemudian tidak bisa masuk juga akan menjadi satu hal lagi yang menambah permasalahan di sana,” terangnya.

Meski demikian, Menko PMK memastikan proses evakuasi akan terus dilakukan pemerintah. Menurut dia, evakuasi akan dijalankan hingga 21 Desember.

“Kita lihat apakah alam bersahabat atau tidak, tentu saja pemerintah atau negara akan hadir dan tidak akan berdiam diri,” ungkapnya.

Janji Percepat Relokasi Korban Longsor Banjarnegara

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani mengatakan saat ini pemerintah tengah menjalankan proses evakuasi bencana longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia menerangkan pemerintah akan mempercepat proses relokasi korban sesaat setelah evakuasi dinyatakan selesai.

"Kami berharap hunian sementara maupun hunian tetap pascabencana ini, setelah nanti secepatnya akan ditemukannya korban-korban yang sampai saat ini belum semua ditemukan," ujar Menko PMK.

Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.com  mengatakan pemerintah tidak hanya akan menjalankan program relokasi. Program tersebut rencananya akan ditunjang dengan pelbagai program pendukung agar para korban dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum terjadi bencana.

"Tentu saja harus kemudian dilanjutkan atau diteruskan dengan program-program lain, yaitu bagaimana kemudian semua keluarga itu kembali mendapatkan lahan untuk tempat tinggal, lahan untuk bercocok tanam, dan anak-anak bisa kembali bersekolah," tegas Menko PMK.

Lebih lanjut, Menko PMK menerangkan pemerintah akan menjalankan program pascabencana secara terpadu melibatkan seluruh kementerian terkait. Hal ini akan dilakukan setelah proses evakuasi bencana dinyatakan selesai pada 21 Desember mendatang.

"Setelah itu baru kita akan melakukan proses pascabencana di mana hal-hal yang berkaitan dengan bencana di Banjarnegara itu bisa kita lakukan secara menyeluruh," ungkapnya.(Tn/Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember – Menko PMK memberikan Sambutan Keynote Speech dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Lemhanas, Selasa (16/12/2014) di Jakarta. Berikut Keynote Speech Menko PMK dimuat secara lengkap (Gs).

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

 

PENGUATAN PERAN LEMHANNAS RI GUNA REVOLUSI MENTAL DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL

Keynote Speech

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

 

Jakarta, 16 Desember2014

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu

Yang saya hormati,

  • Gubernur Lemhanas RI Bapak Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji;
  • Wakil Gubernur Lemhannas RI;
  • Para Anggota Dewan Pengarah, Sestama, Para Deputi, Para Tenaga Profesional Lemhanas RI;
  • Para Tenaga Pengkaji dan Nara Sumber;
  • Peserta Sarasehan Nasional dan Hadirin Sekalian.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua sehingga pada pagi ini kita dapat hadir dalam acara sarasehan nasional yang di selenggarakan oleh Lemhanas Republik Indonesia. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagian bagi saya selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia  dapat memenuhi undangan dan sekaligus memberikan materi pengarah dalam sarasehan ini.

Kegiatan sarasehan nasional dengan tema “Penguatan Peran Lemhannas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional” adalah suatu prakarsa yang positip dan selaras dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia untuk mencapai tujuan politiknya sebagaimana termatub dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sesuai haluan politik Trisakti Bung Karno, yakni Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. 

Lemhanas RI, adalah salah satu lembaga negara yang  memegang peranan strategis untuk mencetak dan mempersiapkan kader dan calon-calon pemimpin bangsa di berbagai level kepemimpinan, baik nasional maupun daerah. Melalui pendidikan atau kursus-kursus Lemhanas, diharapkan para calon pemimpin nasional dapat memahami fungsi dan tanggung jawab kepemimpinannya dalam mengemban amanat penderitaan rakyat sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

.Gubernur dan Hadirin Yang Berbahagia,

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengingatkan kembali kepada kita semua tentang arti pentingnya ideologi bagi sebuah bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara yang besar serta kuat tanpa fondasi ideologi yang kokoh. Amerika, Cina dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi ideologinya masing-masing yang kokoh. Ideologi adalah meja statis yang berfungsi menjadi dasar kita berpijak dan sekaligus sebagai leitstar dinamis atau bintang penuntun yang menjadi pengarah bagi bangsa ini ke mana akan menuju cita-cita perjuangannya.

Bangsa Indonesia, sejak tanggal 18 Agustus 1945 melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) telah menetapkan Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. Dasar filosofis atau Philosofis Grondslaagh Pancasila tersebut dapat saudara-saudara pahami dari isi Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Sejak saat itulah, hingga saat ini, bangsa Indonesia masih terus dan akan tetap selamanya menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideology Negara serta sekaligus pandangan hidup bangsa (way of life) yang akan menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hadirin Yang Saya Hormati,

Globalisasi yang tengah berkembang dewasa ini, selain membawa nilai-nilai positip dalam peradaban umat manusia di dunia, juga telah membawa berbagai macam implikasi dalam sendi-sendi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita. Berbagai macam ekses dan implikasi globalisasi tersebut jika tidak kita antisipasi dengan baik dan benar akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Di sisi lain, Pancasila juga bukan merupakan ideologi yang bersifat taken for guaranted maupun ideology yang bersifat statis karena jika Pancasila tidak kita kembangkan dan kita posisikan sebagai ideologi yang dinamis dan ideologi yang bekerja di tengah masyarakatnya (working ideology), maka pada gilirannya Pancasila juga akan kehilangan relevansinya.

Oleh karena itulah, saya sangat berharap kepada Lemhanas, dalam menjalankan fungsi melakukan kajian-kajian terhadap masalah-masalah ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan, dapat terus melakukan upaya kritis mengembangkan Pancasila sebagai working ideology tanpa harus meninggalkan akar sejarah dalam proses kelahiran Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sebagaimana yang dimaksudkan Bung Karno dan para Pendiri Bangsa lainnya di tahun 1945 yang lampau.

Hadirin peserta sarasehan yang saya hormati,

Saat ini, Pemerintahan Presiden Jokowi sedang dihadapkan pada persoalan-persoalan sosial, ekonomi, politik dan hukum yang tidak mudah. Masih tingginya angka pengangguran, kemiskinan, tergerusnya kedaulatan pangan, ancaman ketahanan energi, keterbatasan sumber pembiayaan dalam negeri, lemahnya daya saing ekonomi, serta praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang kian hari masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan telah  mengakibatkan perekonomian nasional berjalan lambat.

Di sisi lain, kondisi perekonomian nasional yang masih belum stabil dan penegakan hukum yang masih belum maksimal, kita juga sudah dihadapkan pada konstelasi perekonomian global yang terus mengalami perubahan secara dinamis jika dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu yang ditandai dengan semakin dominannya perekonomian China, India, maupun kekuatan-kekuatan ekonomi lainnya. Selain itu kekuatan ekonomi AS, Jepang dan Eropa juga masih sangat berpengaruh kepada kondisi global pada umumnya maupun terhadap satu negara pada khususnya apabila ekonomi negara-negara tersebut mengalami goncangan. Pengaruh tersebut dapat tertransmisikan melalui besaran-besaran makro seperti perdagangan dan investasi, moneter, ataupun besaran-besaran sektor keuangan. Goncangan tersebut selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara lain yang pada akhirnya berakibat kepada tingkat pengangguran dan kemiskinan serta kesejahteraan rakyat pada umumnya.

Dalam konteks kerjasama internasional, pengaruh globalisasi dapat masuk dalam satu negara melalui kerjasama bilateral Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) ataupun kerjasama bilateral lainnya; kerjasama dalam organisasi multilateral seperti International Monetary Fund (IMF), The World Bank Group (WB), The United Nations (UN), Asian Development Bank (ADB), World Trade Organization (WTO); kerjasama regional/kawasan seperti Association of South East Asia Nations (ASEAN), Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dsb; kerjasama plurilateral seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), maupun kegiatan-kegiatan melalui sektor swasta seperti Multi National Corporation (MNC), Foreign Direct Investment (FDI) dan Non Government Organization (NGO). Di dalam forum-forum tersebut di atas dibicarakan dan dinegosiasikan kepentingan masing-masing negara yang berunding ataupun kepentingan kawasan.

Globalisasi juga berpengaruh kepada satu atau banyak negara dapat ditransmisikan melalui berbagai bentuk: antara lain (1) Aliran sumber-sumber (flow of resources) melalui bantuan teknis (technical assistance), utang/pinjaman (loan), hibah (grants), perdagangan dan investasi (trade and investment), aliran modal (capital flows), dsb; (2) Lingkungan yang kondusif (Conducive Environment) yang diciptakan melalui berbagai kerjasama seperti penerapan standard and codes, best practices, law and order, dsb.; (3) Isu-isu yang dikembangkan sesuai dengan kepentingannya seperti hak asasi (human rights), stabilitas keuangan, korupsi, kemiskinan, kesenjangan, terorisme, perubahan iklim, dsb.

Hadirin Yang Berbahagia

Realitas atas situasi dan kondisi dalam negeri serta tantangan eksternal dari luar negeri yang saya gambarkan di atas adalah permasalahan yang kita hadapi sebagai sebuah bangsa saat ini. Oleh karena itu, diperlukan suatu rekayasa sosial bagi segenap bangsa Indonesia, baik komponen masyarakat umum maupun pemerintah dan penyelenggara negara lainnya agar dapat  merubah berbagai tantangan tersebut menjadi peluang bagi upaya  memajukan dan memakmuran bangsa.

Salah satu upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah dengan memulai pembangunan Revolusi Mental bagi segenap bangsa Indonesia, baik untuk kalangan masyarakat umum, maupun di kalangan pemerintah serta penyelenggaran negara lainnya.

Revolusi Mental adalah suatu paradigma pembangunan nasional yang bertumpu pada pembentukan karakter nasional bangsa Indonesia (nation and character building). Membangun karakter manusia Indonesia yang sesuai dengan Kepribadian Bangsa Indonesia sebagaimana prinsip ke tiga ajaran Trisakti Bung Karno adalah yang menjadi fokus tupoksi saya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Tujuan dari Program Revolusi Mental bangsa Indonesia tersebut adalah agar terjadi akselerasi tujuan pembangunan nasional Indonesia sesuai dengan amanah kepada Pemerintahan Negara Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD NRI 1945, yaitu untuk: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdasakan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pemerintahan Joko Widodo dalam melaksanakan amanat tersebut di atas dan memperhatikan berbagai permasalahan bangsa serta tantangan yang dihadapi, telah menetapkan Visi Pemerintahannya yaitu Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong. Visi ini akan diwujudkan dengan Tujuh Misi Pembangunan dan Sembilan Agenda Prioritas.

Tujuh Misi Pembangunan yaitu:

  1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.
  3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
  4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.
  5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
  6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Sembilan agenda prioritas itu disebut NAWA CITA, sbb:

  1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara
  2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
  3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
  4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
  5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
  6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
  7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
  8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
  9. Memperteguh kebhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia

Gubernur dan Hadirin Yang Berbahagia,

            Pada akhirnya, visi dan misi Pemerintahan Jokowi tersebut di atas, tidak akan dapat terlaksana dengan baik jika tidak ada kerja sama dan gotong royong dengan segenap komponen masyarakat dan terutama dengan lembaga-lembaga negara lainnya termasuk dengan Lemhanas.

Oleh karena itu, saya berharap Lemhannas Republik Indonesia juga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dalam membantu Presiden Jokowi melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Sebagai lembaga negara yang bertugas untuk melakukan berbagai kajian strategis dan melakukan penggemblengan terhadap calon-calon pemimpin bangsa, selaku Menko PMK RI saya perlu untuk menyampaikan beberapa pesan dan masukan sbb:

Pertama, Memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas eksistensi Lemhanas sebagai lembaga kajian strategis negara dan lembaga pendidikan kader-kader dan calon-calon pemimpin bangsa yang bertujuan memperkuat sendi-sendi negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, Lemhanas dapat mengembangkan dan mempertajam Program Nasional Revolusi Mental dalam Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang ditempuh melalui haluan politik TRISAKTI ajaran Bung Karno, khususnya dalam hal implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan kemanan dan kebijakan luar negeri.

Demikian beberapa pokok pikiranyang dapat saya sampaikan  untuk memberikan “Penguatan Peran Lemhannas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional”. Selamat melaksanakan sarasehan semoga memberikan hasil yang maksimal dan berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNYA kepada kita sekalian.  Terima kasih atas perhatian hadirin semua.

 

Wassalamu ‘alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

Om Shanti Shanti Shanti Om

 

 

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

 

 

Puan Maharani

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember -  Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka secara resmi Musyawarah Nasional PMI ke XX, Selasa (16/12/2014) di Auditorium Cenderawasih, JCC Senayan, Jakarta. Turut mendampingi adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (2 kanan), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (tengah) dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (2 kiri).

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela 100 kali kepada 17 perwakilan dari tiap provinsi. Rincian penerima penghargaan tersebut adalah 6 orang dari Sumatera Utara, 42 orang dari Sumatera Selatan, sembilan orang dari Sumatera Barat, sembilan orang dari Riau, satu orang dari Kepulauan Riau, 171 orang dari DKI Jakarta, 124 orang dari Jawa Barat, empat orang dari Banten, sembilan orang dari DI Yogyakarta, 100 orang dari Jawa Tengah, 334 dari Jawa Timur, delapan orang dari Bali, satu orang dari NTB, 36 orang dari Kalimantan Timur, dua orang dari Kalimantan Barat, satu orang Kalimantan Tengah, 10 orang dari Sulawesi Selatan, dan enam orang dari Sulawesi Tengah. (fik)

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memandang Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memiliki peran strategis dalam mendukung berjalannya visi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia berharap Lemhannas dapat memberikan kajian komprehensif yang dapat digunakan oleh Presiden Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Sebagai satu lembaga yang sudah didirikan sejak lama oleh Bung Karno, saya berharap ini nantinya sangat berperan memberikan kajian-kajian masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, ekonomi, dan lain-lain kepada pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Menko PMK dalam Sarasehan Nasional 'Penguatan Peran Lemhannas Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional, Selasa (16/12/2014)' di Gedung Lemhannas, Jakarta.

Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.Com, mengatakan dalam menjalankan pemerintahannya, Presiden Jokowi telah mencanangkan beberapa visi yang termaktub dalam Nawacita. Visi tersebut dinilai masih terus membutuhkan pelengkap agar dapat dijalankan secara sempurna.

"Saya berharap Lemhannas ini akan bekerja dengan baik sesuai fungsinya memberikan kajian komprehensif pada pemerintahan saat ini sesuai agenda prioritas Presiden Jokowi salah satunya negara harus hadir bersama warga negara di semua bidang strategis," ungkap Menko PMK.

Lebih lanjut, Menko PMK mengatakan Lemhannas memiliki peran yang sangat strategis dalam perkembangan pembangunan bangsa. Salah satunya dengan mencetak calon pemimpin yang berkarakter.

"Saya berharap bahwa di sinilah akan muncul bakal calon pemimpin bangsa yang memang bisa memajukan bangsa ini ke depan sebagai bangsa yang besar," tegas Menko PMK.(Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarat, 16 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Lembaga pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) yang mengambil tema: "Penguatan Peran Lemhanas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional". Hadri dalam acara tersebut Gubernur Lemhanas RI, Budi Susilo Soepandji, dan Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama, Agus Sartono.

Pages

Subscribe to RSS - PMK Lainnya