Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Berita dan Artikel

Oleh humaspmk on December 14, 2014

Jakarta, 14 Desember - Pakar geologi Universitas Gadjah Mada Dwikorita Karnawati mengatakan wilayah Kecamatan Karangkobar merupakan zona yang paling rawan longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Di Jawa Tengah yang paling rawan longsor Banjarnegara, dan di Banjarnegara yang paling rawan longsor di Kecamatan Karangkobar. Jadi sudah masuk zona merah dari yang termerah," kata Dwikorita yang juga Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Minggu.(14/12/2014).

Oleh humaspmk on December 13, 2014

Jakarta, 13 Desember - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melepas rombongan Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (13/12/2014).

Pelepasan tim LBKS ditandai dengan pelepasan balon dan lambaian bendera oleh Mensos didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan para istri Kabinet Kerja.

Acara tersebut juga bertepatan dengan peringatan HKSN tingkat Provinsi DKI Jakarta yang mengambil tema Bersama Untuk Sesama.

Oleh humaspmk on December 13, 2014

Jakarta, 13 Desember – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa pemerintah provinsi setempat belum menyatakan status darurat bencana di Kabupaten Banjarnegara meskipun terjadi tanah longsor di sejumlah lokasi.

"Belum (darurat bencana), makanya saya akan cek kesana langsung pada hari ini," katanya di Semarang, Sabtu (13/12/2014)..

Ganjar seperti dilansir laman Antaranews, mengungkapkan bahwa ada kemungkinan status darurat bencana ditetapkan di Kabupaten Banjarnegara, namun hal tersebut melihat kondisi di lokasi bencana terlebih dulu.

Oleh humaspmk on December 13, 2014

Jakarta, 13 Desember - Presiden RI Joko Widodo mengatakan pertemuan puncak para pemimpin negara-negara ASEAN dan Korea Selatan dalam KTT Dialog ASEAN-Korsel ke-25 di Busan, Korea Selatan, Jumat, menjadikan penyakit mematikan Ebola sebagai salah satu agenda pembicaraan.

Hal ini, menurut Presiden Jokowi kepada wartawan seperti yang dilansir laman Antaranews, di Pesawat Kepresidenan saat menuju Tanah Air, dianggap penting karena memberikan efek kepanikan yang akan berdampak pada stabilitas perekonomian.

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember  - Puluhan rumah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah rusak akibat diterjang material longsor. Bencana alam tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur dalam dua hari terakhir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Catur Suandrio, seperti dilansir laman Tribun News, mengatakan perkembangan terkini terkait bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara terjadi di jalan provinsi sebanyak empat titik lokasi.

Adapun di lokasi Desa Kalibening Kecamatan Kalibening hingga kini ada beberapa timbunan longsor yang menutupi dua jalan kabupaten belum bisa diatasi. Sebab, keterbatasan personel dan alat berat untuk melakukan pemindahan longsoran tanah ataupun evakuasi.

"Sampai hari ini, terdapat 63 titik rumah terkena longsor masuk dalam kategori rusak berat, sedang dan ringan," ujar Catur Suandrio, Jumat (12/12/2014).

Dia menambahkan, material longsor di Desa Tunggoro, Kecamatan Sigaluh, menutup ruas jalan nasional penghubung antara Banjarnegara dan Wonosobo. Jalan penghubung dua kabupaten itu benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain itu, kata dia, terdapat lima titik lahan pertanian kena banjir, tiga titik desa terkena banjir, dan 41 rumah terancam longsor susulan.

Terkait bencana tanah bergerak di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, hingga saat ini gerakan tanah masih terus berlangsung.

Untuk pengungsian Kamis (11/12/2014) malam terus bertambah di Dusun Pencil Desa Karangtengah Kecamatan Wanayasa mencapai 139 jiwa.

Sedangkan di Dusun Wadas Pandansari Kecamatan Wanayasa sebanyak 72 jiwa, Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa sbanyak 70 jiwa, Desun Ngasinan Desa Pejawaran 46 jiwa dan Desa Sijeruk Banjarmangu 13 KK, serta wilayah Kecamatan Susukan dan di Desa klampok hingga kini belum terdata.

Sementara korban meninggal dunia longsor yang terjadi Kamis (11/12/2014) pukul 14.00 WIB di Desa Sidengkok Kecamatan Pejawaran satu orang, Suheri (65). Sedangkan korban luka ringan berjumlah dua orang.

"Pagi ini kekuatan personel di Posko AJU BPBD di pandansari sejumlah 30 org terdiri dr Basarnas, TNI, MDMC, FKBAB, puskesmas, RAPI, SAR Kabupaten Banjarnegara, Bagana, PMI dan tagana," jelas dia.

Untuk fokus kegiatan hari ini, relawan akan disebarkan ke akses jalan-jalan yang masih tertimbun longsor, perbaikan jalan darurat, dan pelayanan pengobatan mobile dengan puskesmas dan relawan PKPU.

"Untuk menjadi perhatian bahwa foto-foto yang beredar di berbagai media sosial itu tidak benar!! Itu hoax/isu menyesatkan. Sebab posko selalu update tentang perkembangan kejadian di seluaruh wilayah Banjarnegara," ungkapnya.

Sementara itu, kebutuhan mendesak seperti alat berat, alat kerja, logistik, beras, makanan, selimut dan kebutuhan makan dan minuman hingga kini masih dibutuhkan untuk evakuasi dan pemenuhan kebutuhan bagi warga yang mengungsi.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember  - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan nota kesepahaman dengan tiga perguruan tinggi dan LIPI. Tiga perguruan tinggi itu adalah Universitas Trisakti, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, dan Universitas Lancang Kuning Riau.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar seperti dilansir laman Tribun news, mengatakan, peran serta lembaga penelitian dan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kajian teknokratis dan akademis dalam memberikan saran dan masukan terkait kebijakan.

Menurutnya, strategi penyelenggaraan dan teknik pelaksanaan pembangunan, inovasi teknologi terapan serta manajemen dan pelatihan bagi para penyelenggara dan masyarakat transmigrasi.

"Pengalaman dan kemampuan lembaga penelitian dan perguruan tinggi seyogyanya mampu memberikan sumbangsih nyata dalam pembangunan nasional melalui penyelenggaraan transmigras. Juga dengan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan serta inovasi terapannya," kata Marwan di kantor Departemen Transmigrasi, Jakarta, Jumat (12/12/2014).

"Dengan peran serta dua lembaga ini, diharapkan penyelenggaraan transmigrasi ke depan lebih baik lagi. Karena itu, sinergi seluruh potensi dan kemampuan tersebut akan memberikan dampak dan manfaat yang luar biasa bagi pembangunan nasional jika dilaksanakan secara bersama-sama," tambahnya.

Masih kata Marwan, dengan dilakukannya penandatangan nota kesepahaman tersebut yang bertepatan dengan diperingatinya Hari Bhakti Transmigrasi ke-64 ini, seakan memberi arti sebagai wujud rasa syukur dan kecintaan kepada pionir program transmigrasi dalam meraih cita-cita kemerdekaan, yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Sejarah panjang telah membuktikan bahwa perjuangan para pionir kita tidaklah sia-sia. Penyelenggaraan transmigrasi telah terbukti mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bangsa Indonesia, terutama sebagai alat pemersatu bangsa dalam wadah NKRI," tuturnya.

Bangun 6.000 Rumah untuk Anggota TNI AD di Perbatasan

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berkomitmen untuk kembali menggiatkan program transmigrasi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar usai upacara Hari Bhakti Transmigrasi ke-64.

"Selama ini transmigrasi tidak kedengaran gaungnya. Perioden ini akan kita giatkan kembali," kata Marwan Jafar di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jumat (12/12/2014).

Menurut Marwan, langkah awal menggiatkan program transmigrasi, pihaknya berencana membangun rumah untuk para anggota TNI Angkatan Darat. Menurutnya, pihaknya dan TNI AD sudah sepakat akan membuat program transmigrasi secara terpadu.

"Rencananya akan dibangun di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kita berencana bangun 6.000-an rumah di sana," ucapnya.

Marwan menjelaskan, dipilihnya Kalimantan sebagai daerah transmigrasi bertujuan untuk menjaga perbatasan Indonesia. Menurutnya, nanti di daerah transmigrasi itu akan dibangun pula sarana prasarana seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah bahkan jika memungkinkan dibangun kawasan industri.

"Masterplannya sudah keluar dan tinggal kita implementasikan. Ini tinggal menunggu anggaran 2015 keluar," tandasnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Sesmenko PMK) yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), Sugihartatmo, foto bersama dengan Tim Panitian Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kebun Raya Mitra yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tafiv Watuseke, di depan Kantor Kemenko PMK, Jakarta, (12/12). Kunjungan Tim Pansus tersebut dalam rangka menggali informasi mengenai rencana pembangunan Kebun Raya di Kab. Mitra.

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember -  Pemerintah akan mennggulirkan program e-money menggantikan program beras rakyat miskin yang dianggap belum sesuai dengan kondisi Indonesia masa kini.

Sebab kesiapan sistem dan infrastruktur yang mendukung progam itu belum ada.

Hal tersebut muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dihelat Universitas Muhammadiyah Malang di Hotel UMM Inn, Rabu (11/12/2014).

“Pemerintah tampaknya terlalu tergesa-gesa akan memutuskan kebijakan mengganti program raskin dengan bantuan ke masyarakat miskin dalam bentuk e-money”, kata Suyatno, penggagas diskusi tersebut.

Selain Dosen UMM tersebut, seperti ditulis laman Tribun news, diskusi tersebut juga menghadirkan Dwi Sumartono (perwakilan Dinas Sosial Prov. Jawa Timur), Shoviatusholihah (Bag. Perekonomian Prov. Jawa Timur), Arsyad (Kepala Sub Divre Bulog Malang), Suyitno (Tikor Raskin Kota Malang), Prof Dr Jabal Tarik, Dr. Damat, Dr. Sutawi, Dr. Anas Ta’in, dan Dr. Rinekso Kartono.

Mereka ini bersepakat dan berpendapat bahwa dampak penghapusan program raskin akan membuat warga miskin makin sulit memenuhi kebutuhan pangannya.

Suyatno menambahkan,pemberian raskin bertujuan meningkatkan daya beli, serta meningkatkan akses keluarga kurang mampu.

“Terutama untuk kebutuhan pangan (beras), terutama akibat kenaikan harga BBMyang berimbas pada naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari,” paparnya.

Damat menambahkan, program raskin juga merupakan pilar program ketahanan pangan nasional. Maksudnya, pemerintah berkewajiban melindungi warga Negara dalam mencukupi kebutuhan pangan.

“Jangan sampai pemerintah membiarkan keluarga miskin menjadi semakin miskin,kekurangan pangan dan bahkan kurang gizi (mal-nutrisi)”, kata Damat.

Menurutnya Raskin mampu mengatasi masalah mal-nutrisi dan meningkatkan pemenuhan energi bagi keluarga miskin.

Penghapusan program raskin dengan e-money berarti pemerintah akan sengaja “melaparkan” keluarga miskin yang selama ini sudah kekurangan pangan.

Damat menambahkan diskusi ini untuk merespon keinginan pemerintah Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarno, untuk mengganti program raskin dengan bantuan dalam bentuk e-money mulai tahun 2015.

“Tujuan utama dari FGD ini adalah untuk memberikan masukan real kepada pemerintah sebelum memutuskan meluncurkan bantuan dalam bentuk e-money sebagai pengganti program raskin,” katanya. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember -  Rangkaian peringatan 10 tahun smong (tsunami) Aceh  diselenggarakan di Bali pada 22-23 Desember mendatang. Antara lain diisi dengan pertunjukan kesenian "nandong"  selama 26 jam non-stop.

"Nandong" adalah salah satu kesenian tutur berasal dari Pulau Simeulue, Aceh.  Dimainkan oleh beberapa pria dewasa, menggunkan alat musik biola nandong dan gendang nandong. mengiringi beragam kisah yang didendangkan dalam bentuk syair. Salah satu syair nandong yang terkenal adalah cerita tentang smong atau tsunami.

Ketua panitia penyelenggara, Yoppi Smong, kepada Serambi di Jakarta Kamis (11/12/2014) mengatakan, pemain kesenian nandong didatangkan khusus dari Puau Simeulue.

"Seniman-seniman di Bali juga akan ambil bagian dalam kegiatan ini," kata Yoppi.

Selama pertunjukan, seperti dilansir laamn Tribun News, para penonton akan disuguhkan kopi arabika Gayo yang didatangkan dari Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Dipilihnya Bali sebagai lokasi pertunjukan peringtan smong, Yoppi mengatakan,  pulau dewata adalah gerbang dunia. "Kita sekaligus ingin menyampaikan terima kasih kepada dunia karena telah membantu Aceh dalam peristiwa smong atau tsunami," sebut Yoppi.

Kegiatan tersebut diselenggrakan Falara dan Komunitas Siar Smong, yang sejak lama mengakmpanyekan kearifan lokal Simeulue, smong.

Peringatan 10 tahun smong juga diselenggarakan di Jakarta pada 20 Desember dan 26 Desember. Diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan renungan.

Gempa bumi dan smong atau tsunami melanda Aceh ada 26 Desember 2004 silam. Ratusan ribu jiwa menjadi korban dan ribun lainnya hilang. Masyarakat internasional kemudian bahu membahu membantu Aceh. Sedikitnya dihabiskan 60 triliun rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.

Pusat gempa berada didekat Pulau Simeulue dengan kekuatan 8,9 skla richter. Tapi masyarakat Simeulue berhasil menyelamatkan diri dari amukan gelombang raya berkat pengetahuan mereka tentang peristiwa tsunami atau smong yang dituturkan melalui sastra lisan dalam kesenian Nandong.(Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember  - Peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar sedang dikaji oleh beberapa kementerian. Kajian ini dimaksudkan untuk mendorong kinerja Pemerintah Daerah, melalui Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kotamadya dalam mencapai SPM.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad seperti dilansir laman Tribun News, mengatakan, persoalan di daerah terkait pendidikan tidak banyak berubah. Menurutnya, SPM akan membantu penyelesaian di daerah asalkan pemerintah daerah mempunyai kesadaran.

Menurutnya, selama ini pemerintah pusat telah membantu untuk meningkatkan SPM. Pemerintah pusat telah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar 27 indikator SPM pendidikan dasar bisa dipenuhi.

"Ini harus memenuhi Standar Pelayanan Minimal dan kewajiban pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten," kata Hamid.

Direktur Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Subandi menambahkan, SPM telah direncanakan Bappenas untuk mewujudkan visi misi pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun.

"Pemenuhan hak yang harus diperoleh dan mendapatkan akses pendidikan sehingga mutu bisa tercapai," kata Subandi.

Sementara, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Komarudin Amin mengatakan, SPM merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap, SPM bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Terlebih madrasah memberikan sumbangsih kepada kemajuan pendidikan sebesar 20 persen.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember  - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, kedewasaan setiap pemeluk agama dalam mempedomani akidah dan keimanan menurut agamanya masing-masing sangat dituntut.

"Tidak boleh ada pemaksaan penggunaan pakaian atau atribut keagamaan serta ritual suatu agama terhadap pemeluk agama yang berbeda, baik pada lingkungan kerja atau lembaga pendidikan," kata Menag  pada acara workshop peningkatan kapasitas kelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB, Kamis (11/12/2014) malam  di Jakarta.

Sebelum membuka acara tersebut, kepada sejumlah media massa, Lukman seperti dilansir laman Antara news, mengatakan bahwa inti dari kerukunan dan toleransi antar-umat beragama ialah saling mengerti dan memahami. Bukan saling melebur atau mencampurbaurkan identitas, atribut, simbol dan ritual keagamaan yang berbeda.

Pemerintah, ia menegaskan, tidak pernah mengarahkan kebijakan kerukunan dalam pemahaman rancu, seperti yang kerap menjadi isu sensitif di masyarakat.

"Saya ingin memberi ilustrasi, seorang Muslim tidak usah dituntut menggunakan kalung salib atau topi sinterklas demi menghormati Hari Natal. Juga umat perempuan non-Muslim tidak perlu dipaksa berjilbab demi menghormati Idul Fitri," kata Menag  yang didampingi Sekjen Kemenag Nur Syam dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Mubarok.

Untuk menjamin kebebasan beragama dan memelihara kerukunan umat beragama, menurut Lukman, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi berbagai elemen masyarakat. Di antara elemen masyarakat yang salama ini sudah turut andil dalam melaksanakan tugas tersebut adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

FKUB merupakan forum strategis karena anggotanya terdiri dari para tokoh lintas agama di setiap provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus representasi resmi majelis-majelis agama. Dengan jumlah total 498 FKUB di seluruh Indonesia, menurut dia, tidak berlebihan jika organisasi ini sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar.

Menag berharap jejaring FKUB (FKUB networking) dapat dikembangkan sehingga semua pihak yang berkepentingan dengan isu kerukunan dapat menjadikan jaringan itu sebagai narasumber utama. Bahkan diharapkan untuk kepentingan indeks kerukunan beragama (interreligious harmony index) di Indonesia.

"Jaringan FKUB bisa dimanfaatkan sebagai lembaga penyedia data yang representatif dan kompeten," kata Menag.

Menag berjanji sekiranya semua elemen bangsa memberikan kontribusi, terutama untuk menciptakan kerukunan umat beragama, sudah sewajarnya jika pada 2015 Kementerian Agama memberikan "Harmony Award" bagi elemen-elemen masyarakat yang memiliki komitmen terhadap kerukunan umat beragama.

"Apakah itu dari kalangan pemimpin daerah, insan jurnalis dan FKUB," katanya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember  - Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat dan siap bekerja sama dalam memberantas eksploitasi seksual terhadap anak di media daring (online), khususnya internet.

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Yohana Susana Yembise, dalam Global Summit to Tackle Online Child Sexual Exploitation, Kamis (11/12/2014) di London, Inggris.

Minister Counsellor KBRI London, Dindin Wahyudin kepada ANTARA London, Kamis (11/12/2014)  malam mengatakan Menteri Yohana Susana Yembise, khusus diundang Pemerintah Inggris untuk menghadiri konperensi yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 10 dan 11 Desember.

Dalam pertemuan Global Summit to Tackle Online Child Sexual Exploitation ditujukan untuk menggalang kemitraan global dalam memerangi eksploitasi seksual terhadap anak di media daring, PM Inggris David Cameron hadir sebagai pembicara kunci.

Pertemuan dihadiri oleh pejabat tinggi dari 75 negara, di antaranya terdapat satu wakil presiden, 16 menteri, perwakilan dari lembaga internasional, LSM dan perusahaan multinasional seperti Facebook, Twitter, Vodafone, O2, Yahoo dan banyak lagi.

Dalam pertemuan itu Menteri Yohana Susana Yembise menegaskan komitmen kuat dan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dalam memberantas eksploitasi seksual terhadap anak di media daring, khususnya internet.

Menurut Menteri Yohana Susana Yembise, sebagai negara dengan sepertiga populasinya adalah anak-anak, Indonesia yang memiliki 75 juta pengguna aktif internet di mana setengahnya adalah usia belia, sangat rentan terhadap kejahatan seksual anak di media internet.

Dikatakannya untuk menyikapi hal ini, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang utamanya berupa pencegahan dan proteksi yang juga melibatkan proses rehabilitasi terhadap korban.

Selain sebagai wujud pelaksanaan Convention on the Rights of the Child dan dua protokolnya, langkah-langkah ini juga telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah untuk tahun 2015--2019.

Pemerintah Indonesia melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk Kepolisian, Kementerian PPPA, Kemkominfo dan instansi pemerintah lainnya serta kalangan industri informasi dan telekomunikasi untuk memastikan terlaksananya langkah-langkah tersebut secara optimal.

Kerja sama dengan mitra asing juga terus ditingkatkan antara lain dengan Child Exploitation and Online Protection Command Inggris dan Polisi Federal Australia.

Dalam mendorong kemitraan internasional, Menteri Yohana Susana Yembise mengusulkan intensifikasi kerja sama untuk meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum, pengutamaan penghapusan situs-situs daring berbahaya dan peningkatan filterisasi oleh perusahaan penyedia jasa internet (ISP), menguatkan jaringan kerja sama antar lembaga penegak hukum khususnya untuk mencari dan memonior pelaku kejahatan seks serta pengumpulan/berbagi data dan statistik.

Usai pertemuan, Menteri Yohana Susana Yembise, menyempatkan diri bertemu dengan pengurus Indonesian Networking Development United Kingdom/INDUK (perkumpulan Buruh Migran Indonesia di Inggris) bertempat di KBRI London pada Kamis malam.

Menteri Yohana Susana Yembise, berrdiskusi dengan pengurus INDUK tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya terkait penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesetaraan dalam memperoleh pekerjaan antara laki-laki dan perempuan, perlindungan bagi perempuan WNI yang menikah dengan WNA, perlindungan bagi anak-anak korban perceraian, dan perlindungan bagi perempuan yang bekerja di luar negeri. (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember - Menag Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa pihaknya akan mengkaji ulang syarat Istithaah (kemampuan) dalam berhaji.

Hal itu dikatakan Menag saat jumpa pers dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji 2015, Kamis (11/12/2014)  di Kemenko PMK, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menag didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis.

Menurutnya, Kemenag akan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah jamaah meninggal dunia. Selama ini jamaah yang meninggal dunia tidak semata karena persoalan kesehatan, namun memang karena sudah berusia lanjut (lansia). “Untuk itu, Kemenag akan mengkaji syarat istitha’ah dalam berhaji,” tegas Menag.

Istitha’ah, lanjut Menag, seharusnya tidak hanya pada sisi finansial dan material saja, namun sekarang akan dikaji dari batas kesehatan minimal. “Sebab, tidak sedikit juga semenjak di Tanah Air sudah banyak jamaah calon haji yang sakit, yang kemudian berangkat berhaji,” tandas Menag.

Menag juga mengatakan bahwa kuota haji pada tahun 2015 ini tidak berbeda jauh dengan tahun 2014, sekitar 168.800 orang. Terkait penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2015, Menag mengatakan bahwa itu baru bisa diketahui setelah Kemenag membahas dengan anggota DPR di Komisi VIII. Namun, Menag (pemerintah) berharap bulan Januari ini sudah bisa dilakukan pembahasan awal, untuk pada akhirnya disetujui BPIH 2015.

Berkaitan dengan harga pemondokan di Makkah dan Madinah, Menag  menyampaikan bahwa  Kemenag sudah membentuk tim survei untuk melihat langsung kondisi lapangan. Oleh sebab itu, ketika ditetapkan harga sudah berdasarkan dari hasil tim survei, agar mampu mencegah terjadinya penyelewengan. Tim survei tersebut terdiri dari berbagai instansi, agar transparansi terkait penyelengaraan haji 2015 dapat ditingkatkan demi perbaikan penyelenggaraan haji.

”Semangat pemerintah sekarang jangan sampai ada penambahan BPIH di 2015. Kalau pun ada peningkatan kualitas pelayanan di 2015 jangan sampai menambah BPIH yang sudah ada,” kata Menag.

”Pada prinsipnya pemerintah menginginkan tidak adanya kenaikan BPIH,” tegas Menag. (Gs)..

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memimpin rapat koordinasi (Rakor) tentang penyelenggaraan pelaksanaan ibadah haji 2015, Kamis (11/12/2014) pagi di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jl Medan merdeka Barat No.3, jakarta. Dalam rakor dihadiri Menag Lukman, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dan para pejabat terkait dari K/L.

Menko PMK mengatakan bahwa Rakor ini sengaja dipercepat agar masing-masing kementerian dapat bekerja lebih dini dalam mempersiapkan momen tahunan ini.

"Inginnya pemerintah penyelenggaraan haji 2015 lebih baik, lebih terukur, dan lebih manusiawi," ungkap Puan.

Kuota jamaah haji Indonesia 2015 dipastikan tak bertambah

Sementara itu seperti dilansir laman Merdeka.com., kuota jamaah haji untuk Indonesia pada 2015 dipastikan tidak akan bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Kuota haji tetap sebanyak 168.800 orang.

"Kuota 2015 akan tidak berbeda dengan tahun 2014 sejumlah 168.800 orang," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji 2015 di Gedung Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Lukman mengatakan kuota ini merupakan ketentuan yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Menurut dia, jumlah tersebut sudah dikurangi 20 persen.

"Pengurangan 20 persen kuota diberlakukan Pemerintah Arab Saudi kepada semua negara karena mempertimbangkan daya tampung Masjidil Haram disebabkan renovasi," kata Lukman.

Sementara itu, Lukman belum dapat mengungkapkan berapa kebutuhan anggaran yang akan dialokasikan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dia mengatakan pihaknya baru akan menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) setelah membahas dengan DPR.

"Kami berharap betul dalam masa sidang awal usai reses sudah bisa diagendakan untuk pembahasan anggaran," ungkap Lukman.(Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember 2014 - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penyelenggaraan Haji Tahun 2015 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, JL. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta.(koye)

Hadir pada Rapat tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M Fachir, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Sesmenko Kesra Sugihartatmo dan para Pejabat Kementerian/Lembaga terkait.

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Indonesia mendapatkan kuota haji 2015 sama dengan kuota haji 2014. Jatah haji pada 2014 yakni 168.800 orang.

"Kuota 2015 akan tidak berbeda dengan tahun 2014," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, usai menghadiri rakor tentang penyelenggaraan haji 2015, Kamis (11/12/2014) di Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat.  Rapat dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani dan diikuti Menkes Nila Moeloek dan Wamenlu AM Fachir.

Menag menyatakan, seperti dilansir laman Detiknews, Indonesia mendapatkan jatah 168.800 jamaah akibat pengurangan kuota 20 persen dari pemerintah Arab Saudi. Hal ini terkait daya tampung yang menyempit akibat renovasi Masjidil Haram.

Menag menambahkan, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2015 baru bisa diketahui setelah pemerintah membahas dengan DPR. Pihaknya berharap dalam masa sidang usai reses, DPR sudah mengagendakan pembahasan anggaran tersebut.

Khusus 2015, lanjut Menag, pihaknya sudah membentuk tim survei harga untuk menetapkan komponen BPIH. Salah satunya pemondokan yang harus berpatokan dengan harga di lapangan.

"Sehingga kita mampu mengantisipasi adanya potensi korupsi," ucapnya.

Sementara terkait kesehatan jamaah, Lukman menyatakan, pihaknya akan melakukan kajian mendalam terkait kemampuan jamaah dalam menunaikan ibadah haji.

"Selama ini seperti sejak di Tanah Air sudah ada jamaah haji yang menggunakan kursi roda, bahkan ada yang sudah terganggu ingatan," katanya. (Dn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, pihaknya tidak akan membuat aturan mengenai penggunaan atribut tertentu dalam memperingati hari besar keagamaan.

“Kemenag tentu takkan membuat aturan berisi perintah atau larangan tentang penggunaan atribut dan pakaian keagamaan tertentu,” demikian penegasan Menag LHS menanggapi isu tentang penggunaan pakaian atau atribut Kristen jelang Natal, Jakarta, Selasa (9/12/2014), sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Agama.

Menurutnya, seperti juga dilansir laman Tribun news, masing-masing pemeluk agama dituntut untuk dewasa dan bijak serta tidak menuntut apalagi memaksa seseorang untuk menggunakan pakaian atau atribut agama yang tidak dianutnya.

“Seorang muslim tidak usah dituntut menggunakan kalung salib atau topi sinterklas demi menghormati Hari Natal. Juga umat perempuan non-muslim tidak perlu dipaksa berjilbab demi hormati Idul Fitri,” tegasnya.

Dikatakan Menag bahwa bertoleransi bukanlah saling meleburkan dan mencampurbaurkan identitas masing-masing atribut dan simbol keagamaan yang berbeda, tetapi saling mengerti dan memahami.

“Bertoleransi adalah saling memahami, mengerti, dan menghormati akan perbedaan masing-masing, bukan menuntut pihak lain yang berbeda untuk menjadi sama seperti dirinya,” tandasnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Menteri Agama Lukman hakim Saifuddin sebagai aparat pemerintahan  mengajak jajaran Kementerian Agama untuk mengedepankan lima nilai budaya kerja yang sudah disosialisasiskan, yakni integritas, profesionalitas, inovatif, bertanggung jawab, dan keteladanan.

Budaya kerja, dinilainya, tak lepas dari sistem yang dibangun. Bila sistem yang dibangun baik dan dapat dijalankan sebagaiamana mestinya, maka ia yakin akan membentuk karakter seseorang menjadi baik pula.

Lukman memberi contoh, jika warga Indonesia bepergian ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dan kemudian menyeberang ke negara tetangga, Singapura, maka banyak orang bersangkutan ikut berdisiplin tidak membuang sampah dan mengindahkan aturan lainnya.

Sistem yang dibangun di Singapura ikut membawa dan mendorong warga Indonesia ikut mengindahkan aturan di sana, tapi watak banyak orang itu kembali ke aslinya saat pulang ke Indonesia.
 

Sakitnya Di sini
 "Sakitnya di sini," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sambil menunjuk dadanya tatkala memberi pengarahan tentang keteladanan dan nilai budaya kerja di lingkungan kementeriannya.

Dalam pengarahan nilai budaya kerja di Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/12/2014), ia menyatakan, seharusnya secara pribadi dirinya menjadi teladan bagi orang lain, baik saat bekerja maupun di hadapan publik. Tapi, ia dalam keadaan tertentu sebagai Menteri Agama (Menag) justru mendapat layanan tersendiri.

Ia pun menyatakan, seharusnya ikut antri bersama para tamu lainnya tatkala menghadiri pesta perkawinan, tetapi protokol justru mendahulukannya bersalaman dengan kedua mempelai dan orang tua mereka.

Begitu juga ketika bertolak ke kantor atau ke tempat lain, Lukman sebagai Menag mendapat pengawalan di jalan raya sehingga saat macet, warga dan para pengemudi pun tak mustahil dalam hatinya banyak yang melontarkan sumpah serapah.

"Saya merasa sakit juga. Sakitnya di sini," ujar Lukman Hakim, yang disambut tawa hadirin, termasuk Sesjen Kemenag Nur Syam, Irjen M. Jasin, dan Ary Ginanjar Agustian sebagai motivator pegiat transformasi budaya perusahaan.

Sesungguhnya, menurut Lukman, dirinya tak ingin mendapat perlakukan dan diposisikan berlebihan karena seharusnya ikut antri bersama warga lainnya baik saat resepsi pesta perkawinan maupun melintas di jalan raya.

Ia pun menyadari bahwa perlakuan dan pelayanan seperti itu sudah diatur dengan undang-undang sebagai menteri.

Untuk itu, Lukman menekankan, lima nilai budaya kerja Kementerian Agama dapat dipraktikkan semua pihak dalam kehidupan sehari-hari.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Sebanyak 282 Warga Negara Asing (WNA) dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Bali selama 2014.

Ratusan WNA tersebut, berasal dari tiga kabupaten di Bali. Diantaranya, Buleleng, Jembrana dan Karangasem.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Aditya seperti dilansir laman Tribun News, mengatakan, WNA yang dideportasi sebagian besar berasal dari Buleleng.

Mengingat di kabupaten ini banyak industri yang mempekerjakan tenaga asing. Sedangkan, sebagian besar WNA yang dideportasi berasal dari Tiongkok.

Namun, Aditya tidak dapat menyebutkan secara rinci berapa prosentase asal negara WNA itu.

Menurutnya, selain Tiongkok, WNA yang dideportasi juga berasal dari beragam negara.

"Rata-rata berasal dari banyak negara. Kalau paling banyak dari Tiongkok. Kebanyakan mereka yang dideportasi bekerja di industri yang ada di Gerokgak. Ya di PLTU Celukan Bawang," katanya.

Aditya menambahkan, ratusan WNA yng dideportasi ini karena melanggar izin keimigrasian.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Dinas Pendidikan (Dindik) se-Jatim sepakat melanjutkan pelaksanaan kurikulum 2013 (K13).

Kesepakatan itu diambil dalam rapat evaluasi implementasi K13 yang dipimpin Kepala Dindik Jatim, Harun, di Surabaya, Rabu (10/12/2014).

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dindik Raga) Kota Batu, Mistin yang mengikuti evaluasi tersebut seperti dilansir laman Tribun News, mengungkapkan, untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Kadindik Jatim akan menyampaikan langsung kepada Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anis Rasyid Baswedan.

“Kalau dilanjutkan apa buku-bukunya (tahun ajaran baru) diberikan melalui BOS atau DAK, bagaimana ujiannya nanti. Untuk buku semester genap kami sudah teken kontrak. Kalau dibatalkan kan bagaimana kami dengan penerbit,” papar Mistin, Rabu (10/12/2014).

Jika kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, bukunya belum ada kejelasan.

“Apakah nanti disiapkan (kementerian)?” ujarnya.

Dalam rapat di Surabaya, sambung mantan kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Kota Batu ini, masing-masing kepala dindik sudah mengumpulkan kepala sekolah untuk ditanyai, ternyata, para kepala sekolah sepakat meneruskan K13.

“Semua sudah mengatakan, kalau kembali kita harus menyiapkan buku untuk siswa, padahal untuk K13 sudah disiapkan dan habis pakai. Tapi itu kewenangan ada di Pak Menteri,” terangnya. (Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Akses masuk ke bandara dan pelabuhan laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperketat menyusul merebaknya virus ebola di Afrika Barat yang kini merambah lintas benua.

"Merebaknya kasus ebola di Afrika kini sudah merambah hingga lintas benua. Jadi ini keharusan, mau tidak mau kita harus waspada, simulasi ini sebagai bentuk kewaspadaan," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram I Wayan Diantika, Rabu (10/12/2014).

Menurut Wayan, seperti dilansir laman Kompas.Com, NTB perlu waspada dengan virus mematikan ebola karena saat ini semakin banyak warga NTB yang datang maupun bepergian ke luar negeri, seperti TKI maupun jemaah haji/ umrah.

Untuk itu, KKP bekerjasama dengan instansi terkait melakukan simulasi penanganan pasien ebola yang dilakukan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Selain simulasi, KKP juga telah menempatkan alat khusus pendeteksi suhu tubuh yang dipasang di Bandara Internasional Lombok (BIL) serta beberapa pelabuhan yang memiliki akses langsung dengan negara luar seperti Benete dan Lembar.

Wayan mengatakan, selain mengawasi pelabuhan dan bandara, pihaknya juga rutin mengawasi kapal-kapal asing yang masuk ke pelabuhan di NTB. Tahun ini ada sebanyak 36 kapal asing yang masuk melalui pelabuhan Lembar. Jumlah ini akan semakin bertambah saat liburan akhir tahun.

"Untuk kapal asing kita telah menyiapkan petugas deteksi yang telah dilengkapi alat khusus untuk mendeteksi penumpang yang kemungkinan terjangkit ebola," kata Wayan. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, sebanyak 70 persen pengguna narkoba di Indonesia saat ini adalah pekerja di usia produktif. Sebanyak 22 persen lainnya adalah pelajar dan mahasiswa. Sementara 8 persen adalah kategori lain.

"Totalnya 4 Juta orang, kita paling banyak di ASEAN dari segi jumlah," Sumirat kepada Kompas.com, Rabu (10/12/2014).

Modus yang sering dipakai oleh para pengedar, kata Sumirat, adalah dengan menyamarkan narkoba menjadi semacam suplemen kesehatan. Umumnya, narkoba yang disebarkan adalah jenis baru sehingga masyarakat awam tidak bisa mengenalinya.

"Orang orang cenderung bekerja overtime dalam rangka kebutuhan hidup, mereka membutuhkan suplemen. Suplemen ini lah yang dijadikan modus bagi pengedar," ujar Sumirat.

Narkoba yang menyerang kalangan pelajar, mahasiswa dan pekerja di usia produktif ini, kata Sumirat, sangat memprihatinkan. Harusnya, mereka dapat mengemban ilmu dan menjalani karir dengan baik, namun justru harus terhambat karena menjadi korban narkoba.

"Karena itu kita sepakat yang namanya pecandu narkotika penanganannya lebih baik direhabilitasi daripada di penjara," ucapnya.

Terkait hukumannya, ada lima terpidana mati kasus narkoba akan dieksekusi pada Desember 2014. Pelaksanaan eksekusi itu tinggal menunggu surat dari Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Eksekusi bulan ini, Desember. Nanti akan ditembak, pasti. Tetapi, eksekusi akan menunggu surat dari Kejagung," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Presiden Joko Widodo memastikan akan menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Kepastian itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dalam kuliah umum yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Selasa (9/12/2014).

"Saya akan tolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Saat ini permohonannya sebagian sudah ada di meja saya dan sebagian masih berputar-putar di lingkungan Istana," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, kesalahan itu sulit untuk dimaafkan karena mereka umumnya adalah para bandar besar yang demi keuntungan pribadi dan kelompoknya telah merusak masa depan generasi penerus bangsa.(Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, selama Indonesia merdeka, ada 15 konflik besar yang melanda negeri ini. Sebagian besar di antaranya terjadi karena ketidakadilan.

"Ada 15 kali selama kita merdeka 69 tahun. Mulai sejak Madiun, banyak perang, konflik vertikal antara horizontal, itu yang besar. Mulai RMS, PRRI Permesta, G30S PKI, Aceh, Ambon, Timor Timur, Papua, Kalimantan," kata Kalla dalam acara Lokakarya Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Menurut JK seperti dilansir laman Kompas.Com, dari 15 konflik besar itu, 10 di antaranya muncul karena ketidakadilan. Sebagian konflik yang terjadi seperti di Aceh, Poso, dan masalah pemberontakan DI/TII bukan terjadi karena adanya konflik antaragama. Untuk kasus Aceh, ia menilai hal itu terjadi karena hak-hak ekonomi warga Aceh tidak terpenuhi.

"Masalah Aceh itu bukan masalah syariah. Orang berpikir Aceh mau jalankan syariah Islam, tidak. Siapa bilang kita membicarakan Islam? Kita berbicara kenapa ekonomi Aceh rendah padahal alamnya kaya," ucap Wapres.

Adapun di Poso, menurut dia, terjadi karena perebutan kekuasaan atau unsur politik. Pada mulanya, Poso adalah suatu daerah yang komposisi penduduk muslim dan kristiani hampir sama. Namun, kemudian banyak pendatang berdatangan yang mengakibatkan jumlah penduduk muslim lebih banyak dibandingkan agama lain dan muncullah partai-partai Islam. Partai Islam kemudian mendominasi lini pemerintahan di Poso, mulai dari kepala daerah, hingga anggota legislatif sehingga tidak terjadi keseimbangan di sana.

"Akibatnya yang terpilih itu ya gubernur, bupati, kepala daerah, ya anggota DPR, semuanya, maka terjadilah inharmoni antardaerah tersebut," kata Kalla.

Mengenai pemberontakan DI/TII yang dipimpin Kahar Muzakkar, Kalla menyebutkan ada hasil analisis yang menilai pemberontakan tersebut dilatarbelakangi kecemburuan karena Kahar tidak difungsikan lagi sebagai pejuang. Namun, akar masalah dalam sejumlah konflik tersebut kerap dikait-kaitkan dengan isu agama. Ia menilai ada pemuka agama yang menyeret agama dalam konflik warga. Di samping itu, kata dia, ada pemuka agama yang mempermainkan serta menjual murah konsep surga. Akibatnya, terjadi kesalahpahaman dalam menilai agama.

Kalla yang berpengalaman menyelesaikan konflik Aceh dan Poso ini menilai perlunya meluruskan pandangan yang salah akan surga tersebut. "Jadi bagaimana agama itu dimoderatkan, diperbaiki sehingga lepas dari pengaruh-pengaruh seperti ini," kata dia. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Pemerintah menyatakan penyaluran salah satu kartu sakti Jokowi yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) perlu validasi data lagi. Sayangnya, pemerintah tidak menganggarkan dana untuk validasi data tersebut.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa seperti dilansir laman Sindo news, mengatakan, semestinya penyaluran KKS yang berada di bawah koordinasi Kemensos ini divalidasi lagi. Penyaluran kartu KKS yang berkoordinasi dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) kemarin masih memakai Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011.

“Di bawah itu (di lapangan) angka kemiskinan sangat dinamis. Ada yang mendadak kaya, ada yang miskin karena tulang punggung keluarganya meninggal atau terkena bencana. Kami memakai data tua, padahal semestinya data tersebut harus divalidasi ke data 2014,” ungkapnya seusai Workshop Hari Antikorupsi di Kantor Kemensos, Rabu (10/12/2014).

Mensos menyampaikan, di setiap rapat kabinet pihaknya selalu mengungkapkan kondisi ini. Dia bahkan mengaku sudah berbicara khusus kepada Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani, dan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Andrinof Chaniago. Pemerintah seharusnya menganggarkan dana validasi karena penting agar kartu tepat sasaran.

Kemensos yang berwenang melakukan validasi karena memang diamanatkan undang-undang. Pemerintah menyatakan mungkin anggaran validasi data bisa diambil dari APBN Perubahan. Namun, menurut dia, terlalu lama jika menunggu APBNP. Opsinya bisa saja diambil dari anggaran cadangan risiko perlindungan sosial.

Menurut Mensos, pihaknya membutuhkan dana Rp300 miliar, namun itu hanya cukup untuk verifikasi data. Sementara pendataan dengan basis data terstruktur membutuhkan dana hingga Rp1,1 triliun. Ketua Pokja UKM Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Ari Perdana menjelaskan, memang sasaran kartu sakti Jokowi adalah masyarakat yang sudah menerima bantuan sosial pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, dia menyatakan, pembagian kemarin hanya persiapan menuju pembagian yang menyeluruh ke seluruh masyarakat Indonesia, termasuk ke masyarakat yang berada di kawasan terpencil, tertinggal, dan terluar. “Kartu itu penanda, filosofi bahwa pemerintah ingin terjun langsung berperan membantu rakyat baik dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Ari menerangkan, kartu sakti yang diluncurkan Presiden adalah penanda pemerintahan ingin terjun langsung dalam kesejahteraan rakyat Indonesia. Pemerintah juga berjanji meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka lebih memahami arti penting kartu ini untuk kesejahteraan mereka.

Lebih lanjut Ari mengimbau kepada seluruh kalangan untuk mendukung program pemerintahan, terutama yang terkait program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay menyatakan, penyaluran KKS ini memang terburuburu.

Meski KKS dianggap baik untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, ada dampak sosial di balik itu yakni ketidakakuratan data penerima kartu. Secara tegas dia bahkan menyebutkan langkah Kemensos yang menyalurkan kartu dengan data 2011 melanggar UU No 13/2011 Pasal 8 ayat 5 tentang Fakir Miskin.(Sn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  -  Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik, Ombudsman RI menyarankan pembenahan di dunia pendidikan Indonesia. Berdasarkan temuan Ombudsman, ada tujuh agenda pendidikan di Indonesia yang perlu dibenahi.

"Berdasarkan laporan yang masuk ke kami dari masyarakat sejak 2011 sampai 2014 ada tujuh agenda pendidikan yang perlu dibenahi," kata Budi Santoso, Anggota Ombudsman RI bidang Penyelesaian Laporan/Pengaduan di kantornya, Rabu (10/12/2014).

Budi seperti dilansir laman Tribun News, menuturkan, dari ketujuh agenda itu, salah satunya penerimaan peserta didik baru (PPDB). Temuan pihaknya antara lain pungutan tidak resmi atau pungutan liar. "Dalam PPDB juga terjadi penyalahgunaan wewenang seperti siswa titipan," tuturnya.

Selanjutnya, agenda pendidikan yang harus dapat pembenahan adalah Ujian Nasional. Menurutnya, dalam UN, terjadi kecurangan massal atau berjamaah dan penyimpangan prosedur dalam pelaksanaan UN.

"Di UN juga kerap terjadi pungli untuk try out (uji coba)," katanya.

Kata Budi, substansi laporan pendidikan yang perlu dibenahi adalah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan atau penggunaan dana BOS. Menurutnya, dalam pengelolaan BOS kerap terjadi penyimpangan dan ketidakwajaran penggunaan dana BOS.

"Komite Sekolah juga harus dibenahi. Komite Sekolah di banyak daerah atau sekolah justru banyak yang menjadi perantara praktek pungli pada pelaksanaan PPDB," ucapnya.

Agenda pembenahan pendidikan di Indonesia yang disarankan Ombudsman adalah kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurut temuan Ombudsman, saat ini kurang adanya koordinasi antara orang tua/wali peserta didik dengan pihak sekolah dalam rangka pencegahan terjadinya kekerasan di sekolah atau lembaga pendidikan.

"Sertifikasi guru juga jadi problematika. Dalam sertifikasi guru juga ditemukan penyimpangan dalam pendaftaran sertifikasi," tuturnya.

Agenda pendidikan yang perlu mendapat pembenahan adalah implementasi Kurikulum 2013. Menurut Budi, permasalahan pada kurikulum 2013 adalah distribusi buku atau paket pelajaran yang belum merata sehingga banyak daerah yang mengalami keterlambatan.

"Minimnya training atau pelatihan bagi guru untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 sehingga tidak semua guru mendapat pelatihan terkait kurikulum baru tersebut," tandasnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember - Didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Sesmenko PMK), Sugihartatmo, dan Staf Khusus Menko PMK, Dolfie OFP, Menko PMK yang juga sebagai Ketua Komnas Pengendali Zoonosis, Puan Maharani, berdiskusi dengan Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Zoonosis yang dipimpin oleh Sekretaris Komnas Pengendalian Zoonosis, Rahmat Sentika di kantor Kemenko PMK, Jakarta (10/12). (foto:deni)

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, didampingi Sekretaris Kemenko PMK, Sugihartatmo, dan Deputi Menko PMK Bidang Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Berencana, Rahmat Sentika, melakukan foto bersama setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Roy A. Sparingga, Sekretaris Utama (Sestama) BPOM, Reni Indriani, Deputi I BPOM, T. Badar Johan, H. dan Deputi III BPOM, Suratmono, di kantor kemenko PMK, Jakarta (10/12).

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, Menerima audiensi Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI), Budi Soesilo Soepandji, dikantor Kemenko PMK, Jakarat, Rabu (10/12). Turut mendampingi Menko PMK, Sekretaris Kemenko PMK, Sugihartatmo, Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama, Agus Sartono, dan Staf Khusus Menko PMK, Dolfie OFP. (foto;deni)

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali mengestimasi pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 26.000 orang. Sementara yang terjangkau oleh KPA per Oktober 2014 hanya sekitar 10.371 orang.

"Berarti masih ada yang belum kita capai. Untuk mewujudkan pencapaian yang belum ini, maka harus kita lakukan kerja keras melalui program-program yang kreatif," kata Ketua KPA Provinsi Bali, I Ketut Sudikerta di Denpasar, Rabu (10/12/2014).

Sudikerta seperti dilansir laman Tribun News, menambahkan, dari total kumulatif yang terjangkau berjumlah 10.371 orang, di antaranya yang mengidap AIDS berjumlah 4.811 orang dan HIV berjumlah 5.560 orang. Untuk yang hidup tercatat 9.806 orang dan meninggal mencapai 565 orang. Sementara, saat ini Provinsi Bali berada di urutan kelima setelah Papua, Jawa Timur, DKI, dan Jawa Barat.

"Pemerintah daerah sudah melakukan upaya dengan langkah-langkah antisipasif dengan cara pencegahan, preventif dengan penyuluhan, kuratif yaitu dengan pengobatan, dan edukatif yaitu pendidikan tentang HV/AIDS," tambah dia.

KPA Provinsi Bali juga mencatat tiga besar kasus terdapat di tiga kabupaten dan kota, di antaranya, Kota Denpasar berjumlah 4.124 orang, Kabupaten Badung berjumlah 1.841 orang, Kabupaten Buleleng berjumlah 1.571 orang. Sementara kabupaten lainnya di Bali rata-rata hanya 200a hingg300 orang. Rata–rata temuan kasus 100 hingga 200 per bulannya.

Program yang saat ini dijalankan oleh pemerintah daerah yaitu program risiko tinggi ditujukan kepada pekerja seks komersial (PSK), pengguna narkoba suntikan (penasun), orang dengan HIV/AIDS, berupa penyuluhan, pengobatan, pemberian ARV, distribusi kondom dan jarum steril serta metadon.

Sementara, program risiko rendah adalah berupa penyuluhan kepada masyarakat umum melalui media dan program pengurangan diskriminasi ODHA beberjasama dengan adat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).(Tn/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Hingga saat ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai angka 131,9 juta peserta. Jumlah ini memenuhi target dalam peta jalan pemerintah yakni 131,4 juta peserta.

"Awalnya pemerintah telah mempunyai peta jalan dengan menargetkan 121,6 juta termasuk di dalamnya eks Jamsostek 8,1 juta jiwa. Bulan Mei terpenuhi, lalu target direvisi menjadi 131,4 juta dan telah dipenuhi juga," kata Sri Endang Tidarwati Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (9/12/2014).

BPJS Kesehatan sendiri seperti dilansir laman Tribun News,menargetkan tahun 2015 mendatang kepesertaannya mencapai 168 juta orang.

"Artinya dalam setahun akan ada penambahan sekitar 37 juta peserta yang sebagian diperoleh dari dari pekerja penerima upah dari badan usaha," katanya.

Tidak hanya bada usaha, BPJS Kesehatan menginginkan seluruh masyarakat Indonesia yang sehat mendaftar.

"Jangan sampai menunggu sakit baru bayar. Program JKN ini sifatnya gotong royong jadi memerlukan iuran orang yang sehat untuk diberikan orang yang sakit. Jadi jangan sakit baru mendaftarkan diri jadi peserta JKN," katanya. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to Berita dan Artikel