Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Berita dan Artikel

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Presiden Joko Widodo mengatakan Republik Indonesia sudah sampai ke tahap darurat narkoba sehingga ia tidak akan mengabulkan grasi yang diajukan pengedar narkoba.

"Ada sebanyak 40-50 orang di Indonesia yang meninggal setiap hari karena narkoba," kata Presiden Jokowi saat memberikan Kuliah Umum, Selasa (9/12/2014) di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Selain itu, berdasarkan statistik yang dia kemukakan, seperti dilansir laman Antaranews, di Indonesia telah terdapat 4,5 juta orang yang terkena serta ada 1,2 juta orang yang sudah tidak bisa direhabilitasi karena kondisinya dinilai terlalu parah.

Ia mengungkapkan, saat ini ada sebanyak 64 pengedar yang grasinya sudah beredar di Istana Kepresidenan untuk meminta pengampunan Presiden.

"Tidak ada yang saya beri pengampunan untuk narkoba," katanya sambil menambahkan, sikapnya yang tegas untuk 'tidak ada ampun untuk narkoba' juga karena alasan terapi kejut (shock therapy).

Sebelumnya, Kejaksaan Agung mencatat sampai sekarang terdapat 136 terpidana mati yang masuk daftar tunggu eksekusi karena masih melakukan upaya hukum.

"Ke-136 terpidana mati itu, 64 untuk kasus narkoba dan 72 terpidana dari kasus non-narkoba di antaranya dua terpidana teroris," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony T Spontana di Jakarta, Kamis (4/12/2014). (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan perlu ada perubahan cara pandang dari pemerintah dan masyarakat terhadap penyandang disabilitas atau warga dengan kebutuhan khusus.

"Warga berkebutuhan khusus harus kita pandang sebagai warga negara dengan hak yang sama seperti warga negara lain. Pemenuhan hak tersebut membutuhkan perubahan cara pandang dari pemerintah dan masyarakat," kata Mendikbud saat menghadiri "International Fair of Special Educational Needs" di Taman Pintar Yogyakarta, Selasa (9/12/2014).

Menurutnya, seperti dilansir laman Antaranews, masyarakat tidak boleh memandang warga berkebutuhan khusus tersebut sebagai orang cacat tetapi kekurangan yang ada pada diri seseorang tersebut harus dipandang sebagai sesuatu yang alami.

Masyarakat yang sudah menyadari adanya warga berkebutuhan khusus di lingkungannya, lanjut dia, pasti akan berusaha memberikan fasilitas yang memadai kepada warga tersebut.

"Hal seperti ini yang harus terus dikampanyekan sehingga seluruh masyarakat menyadarinya," katanya.

Selain pemenuhan terhadap fasilitas fisik yang memadai, Mendikbud juga mengatakan pemenuhan terhadap kebutuhan pendidikan juga menjadi bagian yang tidak dapat dikesampingkan.

Pemerintah, lanjut dia, telah berupaya menyusun kurikulum pembelajaran untuk siswa berkebutuhan khusus. "Kami menerima masukan dari asosiasi pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus yang menyatakan bahwa kurikulum yang diterapkan saat ini sudah tepat," katanya.

Selain terus melakukan kampanye pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas, Mendikbud juga mengingatkan kepada seluruh penyandang disabilitas untuk tetap bekerja keras mewujudkan keinginannya.

"Jangan memandang kebutuhan khusus ini sebagai beban, tetapi hal itu justru menjadi sebuah kesempatan untuk mewujudkan cita-cita. Warga berkebutuhan khusus yang mampu berprestasi akan memperoleh apresiasi yang lebih besar dari masyarakat," katanya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Kantor Kesehatan Pelabuhan mengantisipasi penularan penyakit berbahaya Ebola di kawasan industri Batam yang pekerjanya kerap berinteraksi dan bepergian ke negara-negara di Afrika dan Timur Tengah.

Antisipasi dilakukan dengan melakukan rangkaian simulasi penanganan dan pengisolasian terduga penderita Ebola, kata Ketua Tim Gerak Cepat Penanggulangan Ebola KKP Abdul Salam di Batam, seperti dilansir laman Antara News, Selasa (9/12/2014).

Ia mengatakan kegiatan yang diikuti instansi pemerintah dan swasta itu untuk meningkatkan kemampuan Tim Cepat Tanggap dalam menghadapi ancaman kesehatan masyarakat dan mengidentifikasi masalah serta kendala dalam memperkuat koordinasi dengan instnsi terkait di pintu masuk.

Dalam simulasi, digambarkan beberapa tindak cepat yang harus dilakukan aparat pelabuhan jika mendapatkan terduga Ebola, yaitu Kapten Kapal menghubungi Syahbandar yang kemudian menghubungi petugas KKP.

Lalu, Tim Cepat Tanggap yang terdiri dari dokter, paramedis, dan sanitarian mengenakan baju pelindung lengkap mengevakuasi korban. Sementara di pelabuhan tenda isolasi untuk penanganan pertama disiapkan.

Selain korban, seluruh awak kapal juga harus melewati serangkaian tes seperti suhu tubuh untuk mengetahui kenaikan suhu badan. Semua yang berada di kapal juga harus diwawancara untuk melihat apakah mereka berpotensi tertular Ebola.

Sementara setelah distabilkan di tenda isolasi, awak kapal terduga Ebola tersebut mendapatkan rujukan. Sedangkan tim mengambil sampel dan mengirim ke laboratorium untuk dites apakah positif Ebola.

Sebelum melakukan kegiatan evakuasi, seluruh anggota tim harus menjalani proses disinfektan.

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Zamhir Setiawan mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, banyak penyakit yang baru muncul atau yang sudah ada berkembang menjadi fatal seperti Ebola.

Bahkan Ebola, menjadi semakin ganas dan menyebabkan kematian.

"Hal itu menuntut kesiapsiagaan. Kami harus mampu mendeteksi dini terhadap penyebaran penyakit antar negara," kata dia.

Memang, sampai sekarang virus Ebola belum masuk ke Indonesia. Namun pada saat itu terjadi ia mengharapkan seluruh masyarakat sudah siap melakukan tindakan antisipasi dan pengendalian.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan masalah kesehatan masyarakat harus diperhatikan demi kenyamanan berinvestasi.

Ia mengatakan saat ini terdapat sekitar 450 ribu pekerja yang mencari nafkah di perusahaan dalam dan luar negeri di Batam. Semua tenaga kerja membutuhkan perlindungan kesehatan dari penularan penyakit berbahaya.

Menurut dia, bukan penyakit Ebola saja yang harus diwaspadai beredar di Batam, melainkan juga penyakit menular lainnya.

"Penyakit menular yang sudah ada, lama muncul kembali, dan ada yang baru, juga penyakit tidak menular serta semua kejadian lainnya seperti SARS, H5N1, dan H1N1, semua harus diantisipasi," kata dia. (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, agar olahraga di tingkat remaja berkelanjutan, maka Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) akan kembali diwajibkan di sekolah. Saat membuka PON Remaja I di DBL Arena Surabaya, Menpora bahkan sudah bertemu dengan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk mewujudkan ide tersebut.

"Dulu pernah ada SKJ di sekolah. Nah, sekarang saya akan mewajibkan sekolah untuk mengadakan SKJ lagi," ujarnya, Selasa (9/12/2014).

Tak hanya itu saja, agar proses belajar mengajar bidang olahraga terus berkesinambungan, seperti dilansir kompas.com, Menpora juga berencana akan menghidupkan lagi Sekolah Guru Olahraga (SGO). "Ini akan kami hidupkan lagi," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Sebelumnya, Imam juga pernah mengatakan pelaksanaan SKJ bisa dimanfaatkan untuk memperkuat relasi sosial, terutama di sekolah. Hubungan antarsiswa ataupun pegawai bisa terjalin dengan baik melalui sarana SKJ bersama.

"Nanti kami akan menyusun SKJ yang tepat untuk tingkat SD, SMP, SMA, bahkan untuk perusahaan. Pelaksanaannya sebelum sekolah dimulai atau sebelum kerja. Sekitar 5 sama 10 menit," kata Imam. (baca: Menpora Ingin Hidupkan "SKJ", Senam Hanya 5 Menit)

Sebagai informasi, SKJ merupakan senam massal yang pernah diwajibkan di era pemerintahan orde baru. Biasanya senam ini diiringi oleh musik yang memiliki irama dengan aransemen yang biasanya diulang dalam kurun waktu dua hingga empat tahun. Wikipedia mencatat, SKJ diperkenalkan pada awal 1984 berdasarkan Surat Perintah Menpora.  (Kc/Gs).
 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember – Menko PMK mengatakan bahwa Negara Indonesia memiliki potensi kelautan dan kebudayaan sangat besar dan berlimpah yang membentang dari Sabang sampai dengan Merauke.

“ Negeri kita Indonesia memiliki potensi kelautan dan kebudayaan yang sangat besar dan berlimpah yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Rote.   Dengan letak yang strategis di daerah khatulistiwa dan terletak diantara 2 benua dan 2 samudera serta memiliki keanekaragaman budaya dengan lebih dari 500 suku yang berbeda,  menjadikan Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah dan mempesona keindahannya”.

Demikian dikatakan Menko PMK Puan Maharani dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi menko PMk Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz pada  Bedah Buku Laut dan Kebudayaan, Selasa (9/12/2014) pagi di Museum Nasional, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan “Dalam pengelolaan sumberdaya laut, berbagai komunitas masyarakat hidup dan menetap di sekitar kawasan laut guna memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraannya.  Berbagai masyarakat tersebut, hidup dengan corak budaya yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi adat-istiadat yang dianutnya, yang pada gilirannya menciptakan suatu kekayaan khasanah budaya Indonesia yang menarik dan mempengaruhi pola kehidupannya.  Tradisi dan budaya tersebut mengalir hampir di semua aktivitas kehidupan yang kemudian membentuk sebuah jati diri bangsa.  Sebagai wujud jati diri bangsa tersebut, Indonesia pernah jaya pada saat kerajaan-kerajaan yang berbasis maritim menguasai negeri ini seperti Majapahit, Sriwijaya, Gowa dan Luwu dimasa lalu”. 

Dalam mengawali sambutan tersebut, Menko PMK, mengajak kita pada kesempatan yang baik ini untuk bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan-Nya, kita dapat hadir pada acara ”Bedah Buku Laut dan Kebudayaan” di Gedung Museum Nasional yang kita cintai ini.   Buku Laut dan Kebudayaan ini merupakan tindaklanjut dari hasil kegiatan seminar sehari tentang Laut dan Kebudayaan yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada tanggal 10 Desember 2012.

Menko PMK memberikan apresiasi yang tinggi kepada Saudara-saudara semua yang dapat hadir pada acara ini, ditengah kesibukannya dalam mengurus kegiatannya masing-masing untuk mendapatkan sesuatu yang berharga tentang arti dan makna laut dan kebudayaan Indonesia sebagaimana yang dituangkan dalam buku Laut dan kebudayaan, sehingga dapat mengembalikan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim yang kuat dan jaya. 

Perubahan Pola Pikir

Pemerintah Indonesia telah melakukan perubahan dalam paradigma pengelolaan kelautan dengan melakukan perubahan pola pikir dari continental approach ke marine approach.  Akan tetapi,  dalam pemanfaatan sumberdaya alamnya sampai saat ini belum terlaksana secara optimal dan  masih jauh dari tahap untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.  Pengalaman pembangunan laut oleh bangsa kita sendiri selama kurun waktu yang panjang ini telah menunjukkan, bahwa paradigma (pola) pembangunan yang kita lakukan masih berorientasi pada pengejaran pertumbuhan ekonomi semata dan masih kurang memperhatikan aspek pelestarian, pemerataan dan kesesuaian sosial-budaya secara proporsional, yang pada akhirnya sering menciptakan kegagalan. 

Dewasa ini, terdapat beberapa gejala penyusutan kuantitas dan kualitas laut Indonesia yang disebabkan antara lain oleh kegiatan pencurian, over fishing, perusakan terumbu karang, penggunaan racun atau bom ikan, serta munculnya sikap ketidakpedulian masyarakat terhadap laut.  Padahal, budaya mengajarkan bagaimana caranya kita bersikap kepada alam. Keselarasan antara budaya dan alam mutlak diperlukan dalam keberlangsungan kehidupan umat manusia. Laut yang merupakan bagian dari alam juga berperan penting karena laut adalah objek wisata, penghubung antar pulau, sumber bahan baku, bahan pangan, dan bahan obat-obatan.  Selain itu, laut sangat erat kaitannya dengan konsep kosmologis pada etnik masyarakat Indonesia.

Kini, sudah saatnya kita perlu merencanakan program-program yang dapat diarahkan untuk pengembangan ilmu dan pemanfaatan laut dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan perekonomian bangsa.  Selain itu program-program tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah terobosan baru demi terciptanya keselarasan antara laut dan kebudayaan. Dengan demikian, masyarakat dan generasi muda Indonesia harus memiliki wawasan dan bekal di masa depan bagaimana cara memperlakukan laut dan alam secara wajar mengingat budaya telah mengajari mereka.  Hal inilah yang akan kita wujudkan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK guna mewujudkan Poros Maritim Dunia dan Revousi Mental yang keduanya sangat terkait dengan Judul Buku yaitu Laut dan Kebudayaan. 

Peran Ilmu pengetahuan dan Teknologi Kelautan sangat Penting

Pembangunan kelautan di masa datang diharapkan menjadi sektor andalan dalam menopang perekonomian negara dalam pemberdayaan masyarakat yang bergerak di sektor kelautan. Menyadari hal tersebut, maka peran ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan menjadi sangat penting dan perlu dioptimalkan serta diarahkan agar mampu diaplikasikan oleh masyarakat luas terutama oleh para pelaku industri dan masyarakat pesisir pada umumnya.

Penyadaran dan peningkatan pengetahuan akan fungsi dan manfaat laut sebagai pendukung ungkapan budaya itu yang terdapat pada berbagai suku bangsa di Indonesia perlu dilakukan secara terintegrasi dan terencana.  Salah satu bahannya yaitu adalah melalui Buku Laut dan Kebudayaan ini yang didalamnya cukup komprehensif dalam menjawab permasalahan yang ada seperti: perspektif sastra dalam pengelolaan laut, histori dan mitologi, antropologi pengelolaan laut, iptek kelautan, jiwa bahari dan pemberdayaan masyarakayat dalam perspektif ekonomi baru. 

Potensi sumber daya kelautan kita sebenarnya mampu dipergunakan sebagai penggerak utama perekonomian Indonesia yang saat ini masih berjalan tersendat-sendat, sehingga kita dapat mengejar ketertinggalan kita dengan Negara-negara seperti : Swedia, Thailand, Filipina yang porsi terbesar kue ekonominya cukup besar berasal dari kelautan.  Dalam kaitan dengan otonomi daerah, potensi ini akan memberikan masukan dalam pendapatan asli daerah. Untuk itu diperlukan juga dukungan penuh dari semua pihak yang terkait dalam pengelolaan sumberdaya laut.  Setiap usaha yang dilakukan oleh stakeholders (pemerintah, masyarakat, kalangan bisnis, mahasiswa dan peneliti) harus terintegrasi secara sempurna.  

Penguatan Jati Diri bangsa

Pada saat ini, kita melakukan suatu pertemuan penting guna mendapatkan suatu pemahaman yang utuh tentang kaitan antara laut dan kebudayaan dalam pengelolaan laut dan kebudayaan guna mewujudkan predikat yang pernah kita raih pada masa lalu.

Bedah buku ini semakin menemukan relevansinya karena dihadiri dan dipandu oleh para panelis dan pembahas yang berkualitas dalam memberikan informasi, data dan fakta yang jelas dan aktual, sehingga dapat memberikan masukan dan pemahaman yang baik dalam rangka penguatan jati diri bangsa dari segi pengelolaan sumberdaya laut, ilmu dan teknologi perkapalan, kajian sastra, antropologi dan semangat bahari.  

Menko PMK menyampaikan selamat  dan terima kasih kepada Panitia yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara ini.  Akhirnya, Menko PMK menghimbau kepada segenap kementerian/lembaga terkait agar semakin memberikan perhatian yang besar pada bidang laut dan kebudayaan, sehingga ke depan cita-cita kita dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat diwujudkan. 

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan, akhirnya dengan mengucapkan basmallah, Acara Bedah Buku Laut dan Kebudayaan secara resmi dibuka. (Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember – Menko PMK mengatakan bahwa dengan peningkatan kualitas SDM, Indonesia dan India ke depan akan menjelma menjadi kekuatan besar di dunia.

“ Dengan peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program ini serta melalui kerjasama dan kerja keras kita bersama, saya yakin Indonesia dan India ke depan akan menjelma menjadi kekuatan besar di dunia yang mampu membawa perdamaian dunia dan mensejahterakan kehidupan rakyatnya”, kata Menko PMk Puan Maharani dalam Sambutan pada peringatan 50 tahun kerjasama Selatan-Selatan, Senin (8/12/2014) malam yang berlangsung di Jakarta.

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan “Pada kesempatan yang baik ini kami juga menawarkan kepada putra putri terbaik India untuk belajar berbagai disiplin ilmu di kampus-kampus ternama kami, serta di Balai-balai  pelatihan kerja yang ada di Negara kami”.

Dalam mengawali sambutan tersebut, Menko PMK, pertama tama mengajak kita selalu memanjatkan puji dan syukur kita kehadlirat Allah SWT, Tuhan YME karena sampai saat ini kita masih dikaruniai kesehatan dan keselamatan sehingga kita dapat hadir bersama-sama dalam acara yang penting ini.

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan “Saya sungguh merasa terhormat untuk dapat hadir disini pada acara publikasi khusus yang dikeluarkan oleh Kedutaan besar India di Jakarta yang berjudul ‘’ India – Indonesia : Meningkatkan Kerjasama Pembangunan ‘’. Tema khusus ini diangkat oleh Kedutaan India untuk memperingati 50 tahun Perayaan Program Peningkatan Kapasitas, Program kerjasama Ekonomi dan Tehnis India, atau yang biasa disebut ITEC Program”.

Bersahabat dan memiliki Banyak Kesamaan

Indonesia dan India adalah dua Negara yang bersahabat sejak dahulu dan memiliki banyak persamaan. Kami memiliki sejarah hubungan kebudayaan yang erat. Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955, yang diprakarsai oleh Presiden pertama Indonesia Ir.Sukarno dan Yang Mulia Perdana Menteri India, Jawaharal Nehru, merupakan bukti betapa eratnya hubungan antara Negara India dan Indonesia sejak jaman dahulu. Kami berdua sama-sama Negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Selain itu juga memiliki populasi gererasi muda yang besar yang dapat bermanfaat untuk mencapai keuntungan dalam segi demografi di masa depan.

Kita berdua ingin mengubah masyarakat kita untuk mencapai kemajuan perkembangan pembangunan yang pesat serta untuk menjaga orang-orang kami di jantung strategi pembangunan kita. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita perlu memiliki program pertukaran berbagai pengalaman dan keberhasilan yang telah kita alami. Hal ini merupakan suatu petunjuk, bahwa program pelatihan ITEC Pemerintah India dapat memainkan peran penting dalam membina perkembangan kerja sama yang erat antar kedua Negara. 

Hal lain yang juga sangat membesarkan hati menko PMK, adalah saat mengetahui bahwa saat ini lebih dari 1.500 warga Negara Indonesia telah mengikuti program yang ditawarkan program ini. Program yang tersebar dalam 47 institusi training di seluruh India, yang diselenggarakan oleh lebih dari 280  kursus setiap tahunnya. Program ini dikemas dalam berbagai mata kuliah, yang sangat bermanfaat bagi putra putri Indonesia. Program studi ini antara terdiri dari : studi parlemen, keuangan pemerintah, audit, penanganan kejahatan, standarisasi, computer, komputasi maju, teknologi dan manajemen telekomunikasi, manajemen, masalah buruh, pembangunan kewiraswastaan, pembangunan usaha mikro, kecil dan menengah, pembangunan kota pinggiran, profesieinsi bahasa inggris, komunikasi massa, statistik, manajemen bank, pelatihan dan penelitian pengajar teknis, perencanaan manajemen pendidikan, elektrifikasi kota pinggiran, desain alat, instrument ilmiah, manajemen produksi, pengindraan kendali, penelitian dan pendidikan farmasi, pemberian sinyal kereta api, penelitian tekstil, dan sumber energi terbarukan.

Mendapat Manfaat dan Memahami Beragama Budaya

Saat ini sudah banyak Pegawai Negeri / Penerima Beasiswa dari Indonesia yang telah mengikuti training ini. Mereka ditugaskan dari Kementerian dan Lembaga  baik pemerintah dan non pemerintahan, Institusi Pendidikan / Perguruan Tinggi serta berbagai Lembaga Kemasyarakatan yang lain. Kebanyakan mereka memilih kursus tentang Informasi Teknologi, Kelas Bahasa Inggris, Audit Keuangan, Energi Pembaharuan, Latihan Kepemimpinan, dan yang lainnya. Para peserta yang telah menjalani pelatihan di India melalui program ITEC tidak hanya mendapat manfaat dalam hal ketrampilan khusus dan pengetahuan tentang berbagai ilmu, tetapi juga dalam hal memahami beragam budaya  dari India.

Menko PMK berharap bahwa dari edisi ini akan sangat membantu kami, dan akan menginspirasi serta memotivasi banyak orang Indonesia untuk  memiliki pemahaman yang lebih baik, yang diperoleh dari variasi kursus yang ditawarkan dalam program ITEC. Menko PMK yakin variasi program ini  akan sangat membantu untuk membangun kapasitas dan mengembangkan sumber  daya manusia di Negara kami untuk menjadi SDM yang berkualitas di masa-masa yang akan datang.(Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember  - Menko PMK Puan Maharani yang diwakili Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Haswan Yunaz mengatakan, peningkatan maritim akan mendukung pembangunan bidang ekonomi dan kebudayaan.

"Pembangunan di lingkungan bahari masih sangat minim dan fasilitas akan kita tingkatkan dengan perbaikan," ucap Haswan Yunaz yang membacakan sambutan Menko PMK dalam acara Bedah Buku “ Laut dan Kebudayaan” Selasa (9/12/2014) pagi di Museum Nasional, Jakarta.

Haswan mencontohkan, pengawasan benda-benda bersejarah yang ada di laut masih sangat kurang. Hasilnya banyak benda peninggalan masa lampau yang dicuri dan dijual secara legal. Menurutnya, pemerintah akan meningkatkan keamanan bidang maritim agar barang-barang tersebut tidak dicuri.

"Terkait pengamanan benda sejarah yang tenggelam di laut sudah ada pengamanan baik oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Koordianator Bidang Kemaritiman. Faktor pengamanan yang bersifat sejarah tetap akan dilindungi," kata Haswan.

Sementara menurut Direktur Sejarah dan Nilai Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Endjat Djainudrajat, laut dan kebudayaan merupakan suatu visi yang harus diwujudkan dalam poros maritim. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya yang tidak terbatas

"Membangun poros maritim yang mengandalkan sektor kelautan sebagai hal utama. Masyarakat kita hidup dari bangsa bahari bagian yang perlu kita perhatikan," kata Endjat di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara maritim harus memberdayakan pembangunan manusia untuk mewujudkan visi tersebut.

"Dari sisi kemaritiman cara bertindak, berperasaan itulah budaya, kehidupan yang berlaku di masyarakat. Kita ingin masyarakat bahari kita bahagia dimanfaatkan secara optimal namun sekarang masih jauh dari harapan," kata Endjat.(Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember  - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan dua kementerian yaitu  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar acara bedah buku. Dalam bedah buku tersebut, Menko PMK Puan Maharani yang diwakili oleh Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz. Hal ini mengingat  Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi kelautan yang sangat besar.

Tiga kementerian melakukan kerja sama untuk menerbitkan buku Laut dan Kebudayaan, guna mewujudkan poros maritim dunia

Buku “Laut dan Kebudayaan” ini dianggap sebagai momentum penting dan simbol dari bangkitnya usaha untuk melestarikan potensi kelautan Indonesia.

"Ruang laut kita 75 persen menjadi bagian terpenting dari Republik Indonesia yang menyimpang banyak potensi karena laut itu disebut archipelago," kata Endjat Djainudrajat selaku Direktur Nilai Sejarah dan Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Menurutnya, peluncuran buku ini memberikan gambaran awal terhadap potensi kelautan Indonesia yang belum optimal. Baik potensi ekonomi, industri jasa maritim dan sumber daya non kelautan.

Buku ini ditulis oleh Muchlis Paeni, Achmad Fediyani Saifuddin, Abdul Muis, Martono Yuwono dan Arif Satria.(Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember – Menko PMK Puan Maharani ( keenam kiri) menerima Ketua Yayasan Damandiri, Prof.Dr.Haryono Suyono (ketujuh kiri), Selasa (9/12/2014), di ruang Rapat Menko PMK, Kemenko PMk, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta. (Foto:Choi).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Yayasan Damandiri memberikan paparan tentang Pokok pokok Peranan Posdaya Dalam Pembangunan Manusia, kebudayaan, Pemberdayaan Keluarga Untuk Entaskan Kemiskinan. Paparan tersebut sebagai sumbangan saran untuk Pencapaian Target Nawa Cita Kemenko PMK.

Dalam pertemuan tersebut, Menko PMK didampingi Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali Situmorang (keempat kiri), Sedangkan Ketua Yayasan Damandiri Haryono Suyono, yang juga Ketua Umum PWRI/Ketua Umum DNIKS/Ketua Umum Hipprada didampingi antara lain Sudarmadi (mantan Sesmenko Kesra danTaskin), dan Parni Hadi.(Choi/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember 2014 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kiri) menerima buka 50 tahun Program ITEC dari Duta Besar India H.E. Mr. Gurjit Singh  (kanan) usai memberikan sambutan pada peringatan 50 tahun hari ITEC Yobel Emas India Selatan - Kerjasama Selatan di hotel Four Seasons, Senin 8/12/2014. (foto; humaskemenkopmk/ng) 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan pidato sambutan dalam acara Perayaan 50 Tahun ITEC di Jakarta, Senin(8/12/2014) malam, di Jakarta.  Menko PMK mengucapkan terima kasih atas kerja sama Pemerintah India untuk program pelatihan ITEC yang telah berpartisipasi mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kapasitas rakyat Indonesia. Menko PMK juga menekankan bahwa Indonesia dan India memiliki penduduk usia produktif yang cukup besar dan dengan mengembangkan keterampilan warga Indonesia-India, kedua negara dapat menuai keuntungan dari bonus demografi.(Kedutaan Besar India/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (kiri)dan Duta Besar Gurjit Singh (kanan) meluncurkan buku berjudul "Meningkatkan Kerjasama Pembangunan" (Kerjasama Meningkatkan Pembangunan ) yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar India untuk menandai Perayaan 50 Tahun ITEC di Jakarta, Senin (8/12/2014). Buku ini dalam Bahasa Indonesia memberikan informasi yang berguna dan bimbingan kepada masyarakat Indonesia pada program pelatihan ITEC.(Kedutaan Besar India/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember  – Keputusan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13), membuat upaya yang dilakukan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota seolaholah sia-sia.

Padahal untuk itu, anggaran triliunan rupiah sudah digelontorkan.

Di jatim saja, lebih dari Rp 43 miliar dikeluarkanuntuk mendukung pelaksanaanK13.

Anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan pelatihan guru mulai jenjang SD, SMP dan SMA/SMK sekaligus bantuan sosial (Bansos) untuk pendampingan K-13 di sekolah imbas.

Kabid TK, SD dan Pendidikan Khusus Dindik Jatim Nuryanto seperti dilansir laman Tribun News, menerangkan, mulai tahun 2013 pihaknya sudah melakukan pelatihan persiapan K-13 secara serentak dengan sasaran 3.800 guru.

Selanjutnya pada tahun anggaran 2014, sasaran pelatihan bertambah menjadi 4.200 guru.

“Total kita sudah melakukan pelatihan untuk 8.000 guru di Jatim dengan anggaran sekitar Rp 8 miliar,” katanya.

Selain pelatihan, anggaran juga dikucurkan untuk pendampingan K-13 di tiap gugus di Jatim dalam bentuk bansos.

Terdapat 3.060 gugus di Jatim yang mendapat bansos ini masing-masing menerima Rp6 juta, atau total sebesar Rp18 miliar.

Tidak hanya di jenjang SD, Kabid Pendidikan Menengah Pertama dan Menengah Atas (PMP-PMA) Dindik Jatim Bambang Sudarto juga mengungkapkan hal serupa.

Selama ini, pihaknya telah menggelar berbagai pelatihan untuk meningkatkan mutu guru dalam menghadapi K-13. Namun itu sudah tidak berlaku setelah K-13 dihentikan.

Padahal, lanjut Bambang, tahun ini saja untuk jenjang SMP pelatihan sudah dilakukan untuk 400 guru dengan anggaran sebesar Rp1,65 miliar.

Guru-guru tersebut dilatih menggunakan konsep Training of Trainer (ToT) agar dapat mengimbaskan ke sekolah-sekolah dalam satu cluster.

Masing-masing cluster bisa terdiri dari tiga sampai lima sekolah tergantung jarak antar sekolah.

Pendampingan ini juga ada anggarannya. Di Jatim, dia mengaku ada 856 cluster induk yang masing-masing menerima anggaran sebesar Rp 22 juta.

Sehingga totalnya mencapai Rp18,8 miliar.

“Sekolah yang menjadi cluster induk ini bertanggung jawab untuk mengimbaskan K-13 ke sekolah lain dalam satu cluster,” tutur dia.

Surabaya Bebaskan Sekolah Swasta Memilih Kurikulum

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya membebaskan sekolah swasta untuk memilih Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2006 (KTSP), namun kepastian pilihan itu ditunggu hingga Kamis (11/12/2014) untuk pemenuhan buku dan lainnya.

"Sekolah kami beri keleluasaan untuk memilih. Tetap memberlakukan Kurikulum 2013, atau kembali ke kurikulum sebelumnya (KTSP). Kita petakan sekolah mana yang melanjutkan (K-13) dan tidak," kata Kepala Dindik Surabaya M Ikhsan di SMKN 6 Surabaya, Senin (8/12/2014).

Di sela pertemuan para kepala sekolah (kasek) SD, SMP dan SMA swasta se-Surabaya di aula SMKN 6 Surabaya, ia menjelaskan jika melanjutkan K-13, maka kesiapannya seperti apa dan apa kendalanya. "Kalau tidak melanjutkan, apa alasannya?," katanya.

Untuk itu, mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya, seperti dilansir laman Antaranews, memberi waktu pada setiap sekolah untuk menyerahkan pilihannya secara tertulis pada Kamis (11/12/2014). Jeda sengaja diberikan tidak lama, supaya tidak sampai berganti minggu.

"Sekolah memiliki kesempatan dua hari efektif membahas dengan yayasan dan orang tua atau wali murid yang tergabung dalam komite sekolah. Apakah sekolahan meneruskan K-13 atau tidak," katanya.

Menurut dia, sikap sekolahan yang dituangkan secara tertulis dan rangkap empat itu wajib diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dindik di masing-masing kecamatan untuk tingkat SD, sedangkan SMP dan SMA/SMK langsung setor ke Kantor Dindik di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya.

"Jika sekolah tetap melanjutkan K-13, maka Dindik akan secepatnya mengirimkan buku ke sekolah. Sebenarnya, Kota Surabaya sudah lancar memberlakukan K-13, bahkan menjadi pilot project hingga banyak guru dari sekolah lain di luar Jatim studi banding ke Surabaya mengenai pemberlakuan K-13," katanya.

Ia menambahkan guru di Surabaya sudah mengikuti pelatihan K-13, termasuk pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahkan guru yang telah mengikuti pelatihan dan masih belum paham dipersilakan mendatangi klinik kurikulum di kantor Dindik. "Ada program pendampingan di klinik tersebut," katanya.

Menanggapi kebijakan Dindik Surabaya itu, Kepala SD Karitas 1 Surabaya, Sulistyowati, mengaku pihaknya akan ikut saja kebijakan Kemdikbud.

"Yang pasti K-13 menjadi beban bagi anak, orang tua bingung, dan guru mesti ikut pelatihan. Belum lagi guru dibingungkan mengisi rapor online," katanya.

Lain halnya dengan Plt Kepala Sekolah SD Bahrul Ulum Menanggal Surabaya Imam Hanafi. "Kami ini sekolah yang masih akreditasi B. Kami baru satu semester menjalankan Kurikulum 2013. Kalau kami mengikuti KTSP 2006, apa sekolah kami ini tidak tambah terbelakang? Kami bisa sejajar dengan sekolah lainnya," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SD Khadijah Pandegiling Surabaya, Mohammad Iqbal, mengungkapkan sebaiknya K13 tidak dihentikan, karena dengan menghentikan K13 ini akan ada banyak sekali kerugian yang harus ditanggung sekolah.

"Bagaimana kami mau mengatakan ini kepada wali murid. Ini beban mental, padahal sebenarnya guru-guru sudah mulai enjoy menikmati K13. Sebenarnya tidak ada masalah yang berlebihan," katanya.

Tidak hanya Iqbal, Andrea Yurvian dari SMK Dharma Bahari Tandes Surabaya juga mengakui tidak ada masalah berarti dengan K-13, kecuali pengisian rapor online cukup menyulitkan para guru yang sudah berusia lanjut.

"Biasanya guru yang tidak bisa akan meminta bantuan pihak lain yang kadang tidak mengerti masalah rapor online. Ini kendalanya. Sampai saat ini kami masih belum menemukan solusi untuk mengatasi rapor online ini. Untuk masalah lainnya tidak ada. Ke depan kami akan tetap menerapkan K13," katanya. (Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember  - Petugas kepolisian Polres Pamekasan, Jawa Timur, Senin (8/12/2014) malam, melakukan penjagaan di kantor Bulog Sub Divre XII Madura, guna mengantisipasi kemungkinan adanya serangan massa ke kantor itu.

Menurut Kapolres AKBP Nanang Chadarusman, seperti dilansir laman Antaranews, penjagaan oleh polisi di kantor Bulog Sub Divre XII Madura itu dilakukan, sebagai antisipasi, mengingat, terdengar kabar, akan ada upaya dari sekelompok massa untuk mendatangi kantor Bulog di malam hari, menyusul kasus hilangnya beras senilai Rp1,8 miliar, jatah rakyat miskin yang dikelola perum itu.

"Jadi penjagaan yang kami lakukan sebagai upaya antisipasi saja, karena mencegah tetap lebih baik. Jadi, kami mengantisipasi yang terjelek," kata Kapolres Nanang kepada Antara di Pamekasan, Senin malam.

Kabar akan keberadaan sekelompok massa yang berencana mendatangi kantor Bulog di malam ini santer di kalangan masyarakat Pamekasan, setelah pimpinan Bulog menolak menemui pengunjuk rasa pada, Senin (8/12/2014) pagi, yang meminta agar pimpinan Bulog bertanggung jawab atas hilangnya beras jatah rakyat miskin di gudang Bulog senilai Rp1,8 miliar.

"Makanya, kami siagakan personel disana, sebagai upaya antisipasi," terang Kapolres.

Sejak terungkapnya fakta bahwa beras untuk bantuan raskin di gudang Bulog Sub Divre XII Madura hilang, aksi protes dari sejumlah masyarakat di Pamekasan terus berlangsung. Baik dari kalangan LSM, organisasi masyarakat, maupun organisasi mahasiswa.

Hampir setiap hari selalu ada aksi protes dari kelompok masyarakat, meminta agar semua pihak yang terlibat dalam kasus penggelapan raskin itu diproses hukum.

Forum Kajian Kebijakan Publik Pamekasan juga mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, mengusut penggelapan kasus bantuan beras bagi warga miskin (raskin) sebanyak 1.504,07 ton atau senilai Rp1,8 miliar oleh oknum Bulog Madura.

Direktur FKKP Pamekasan Muid Syarani sebelumnya mengatakan, kasus penggelapan bantuan beras bagi warga miskin ini harus diusut tuntas, karena merupakan kejahatan yang tidak bisa ditoleransi, karena korbannya adalah rakyat miskin.

"Kami minta Kejari bertindak cepat mengusut kasus ini, karena apabila dibiarkan, maka akan semakin merajalela, dan dianggap hal yang biasa, meskipun korbannya rakyat miskin," kata Muid Syarani.

Penggelapan beras di gudang Bulog Madura ini terungkap berdasarkan hasil audit internal Bulog Jatim pada beberapa gudang penyimpanan raskin di Pulau Madura, yakni di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

Dalam audit internal itu ditemukan terdapat selisih laporan berkas administrasi dengan stok beras yang tersimpan di gudang hingga sebanyak 1.504,07 ton lebih atau senilai Rp1,8 miliar.

Pihak Bulog Sub-Divre XII Madura, serta kepala gudang Bulog Pamekasan tidak bisa menjelaskan, terkait selisih data itu, sehingga Kepala Bulog Sub-Divre XII Madura, dan Wakilnya akhirnya dipecat oleh Bulog Pusat atas usulan Bulog Jatim.

Muid Syarani menyatakan, hilangnya beras sebanyak 1.500 ton lebih atau senilai Rp1,8 miliar itu merupakan bukti bahwa banyak oknum pegawai Bulog yang mengambil keuntungan memperkaya diri dengan mengambil hak orang lain.

"Yang sangat miris bagi kami, karena ini adalah hak masyarakat miskin yang seharusnya dibantu, akan tetapi justru jatah mereka digelapkan dan nilainya tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai miliaran rupiah," ucap Muid.

Kerugian negara yang mencapai Rp1,8 miliar akibat penghilangan beras di gudang Bulog ini, menurut Muid Syarani belum termasuk kerugian tahunan yang dialami oleh negara.

Sebab berdasarkan kajian forum ini, setiap bulannya beras yang disalurkan kepada masyarakat hanya sekitar 3 kilogram, dari seharusnya 15 kilogram.

Bahkan beberapa desa di Kabupaten Pamekasan pencairan raskin hanya dilakukan sekitar 6 bulan dalam setahun. Padahal, jatah yang sebenarnya 12 tahun, termasuk bantuan raskin ke-13.

Waka Bulog Sub-Divre XII Madura RR Suwardani sebelumnya mengakui, beras di gudang Bulog Sub-Divre XII Madura memang dinyatakan hilang, dan oleh karenanya Kepala dan Wakil Kepala Bulog Sub-Divre XII Madura sebelumnya dipecat.

"Saya dan Pak Kepala memang ditugaskan untuk menyediliki hilangnya beras Bulog di Madura ini," kata Suwardani, menjelaskan. (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember  - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut, Lebanon telah memulangkan lebih dari 1.500 tenaga kerja wanita (TKW) dari Suriah dalam setahun terakhir. Kondisi Suriah yang masih dilanda peperangan saudara menjadi penyebab kepulangan TKW ke tanah air.

"Sejak Januari hingga akhir November 2014, KBRI Beirut telah memulangkan 1518 TKW yang menyelamatkan diri dari negara bergolak Suriah," kata Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Beirut, Wendi Budi Raharjo kepada Antara Kairo, Senin (8/12/2014).

Menurut Wendo, seperti dilansir laman Kompas.com, mereka diterbangkan ke Jakarta untuk kemudian dipulangkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menuju daerahnya masing-masing. Di sisi lain, KBRI Beirut juga memfasilitasi pengiriman uang miliki para TKW melalui jasa Western Union dan Express Money ke daerah tempat tinggal masing-asing TKW.

Dengan fasilitas pengiriman uang tersebut, para TKW tidak lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar selama perjalanan dari Beirut hingga sampai ke daerahnya asalnya di Indonesia. Sehingga, para pahlawan devisa itu akan terbebas dari aksi pemaksaan dan pemerasan selama perjalanan.

"Fasilitas ini merupakan upaya KBRI Beirut untuk membantu mereka sehubungan dengan banyaknya laporan yang kami terima tentang TKW-TKW yang telah tiba di Tanah Air dipaksa oleh oknum di Bandara Soekarno-Hatta untuk menukarkan uangnya dengan kurs rendah di bawah harga pasar," katanya.

Sementara itu, Otoritas Lebanon memberi keringanan berupa bebas biaya visa masuk ke Lebanon bagi TKW dari Suriah, yang biasanya setiap warga asing dikenakan 33,3 dolar AS. "Selain bebas biaya visa, TKW dari Suriah juga diberi waktu selama 30 hari masa tinggal di Lebanon dalam masa proses pemulangan ke Indonesia," katanya.

Semua TKW yang dipulangkan dari Beirut itu sebelumnya ditampung di KBRI Damaskus, Suriah, dan dievakuasi ke Lebonan lewat darat. Saat ini masih terdapat 45 TKW asal Suriah ditampung di KBRI Beirut dan akan segera dipulangkan. Selain 45 orang tersebut, KBRI Beirut juga menampung 10 TKW asal Suriah yang masuk ke Beirut di luar program evakuasi dari KBRI Damaskus, yakni mereka yang ikut majikannya mengungsi ke Beirut dan minta dipulangkan melalui repatriasi.

Menurut Kepala Fungsi Protokol Konsuler KBRI Beirut Charles M. Somara, 10 TKW non-repatriasi itu minta dipulangkan akibat majikan mereka dari Suriah melepas tangan dengan alasan tidak mampu lagi membayar gaji mereka.

"Bahkan ada juga dari mereka yang diserahkan ke KBRI beirut dengan diantar taksi sendirian, di-drop di depan gerbang KBRI tanpa ditemani majikan karena mereka takut pasti kita akan menahannya dan memaksa mereka untuk membayar sisa gaji dan tiket pulangnya ke Indonesia," kata dia.

Kendati demikian, kata Charles, KBRI Beirut berupaya menyelesaikan permasalahan 10 TKW tersebut agar mereka pun dapat segera pulang ke kampung halamannya sebagaimana teman-temannya dari program repatriasi.

Charles menjelaskan, banyak diantara TKW dari Suriah tersebut diduga kuat adalah korban penyelundupan manusia (human trafficking). (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember -  Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan mengungkapkan, tidak ada satu dokumen pun yang menunjukkan letak kekurangan Kurikulum 2006 hingga harus diganti menjadi Kurikulum 2013. Padahal, dibanding Kurikulum 2013, Kurikulum 2006 lebih "luwes" dalam memberikan ruang sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

"Tidak ada kajian yang berujung pada kesimpulan bahwa Kurikulum 2006 urgensi pindah ke Kurikulum 2013. Padahal, itu diperlukan. Apa koreksinya? Apa masalah Kurikulum 2006?" ungkap Anies Baswedan kepada Kompas TV dalam wawancara khusus di kantornya, Senin (8/12/2014). Justru yang ditemukan oleh Anies, kementerian era sebelumnya langsung membuatkan kurikulum baru.

Bahkan, seperti dikutip laman Tribun News, hingga akhir kementerian selesai pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, tidak ada uji evaluasi atas Kurikulum 2013 yang telah diterapkan di 3 persen sekolah di Indonesia.

Menurut pendapat Anies, Kurikulum 2006 justru lebih memberikan peluang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri, selain menggunakan kurikulum nasional. "Ada keberagaman dan kebinekaan dalam Kurikulum 2006," ujarnya.

Sebaliknya, justru Anies menilai, Kurikulum 2013 tidak mengakomodasi keberagaman dan kebinekaan. "Semua diatur dalam silabus. Kebinnekaan dan keberagaman tidak terakomodasi di situ (Kurikulum 2013)," kata Anies.

Penghentian Kurikulum 2013 menjadi perhatian orangtua murid, siswa, guru, dan dunia pendidikan beberapa hari ini. Dengan penghentian ini, sekolah-sekolah akan menggunakan kembali Kurikulum 2006 mulai semester genap nanti.

Penghentian Kurikulum 2013 ini lantaran pemerintah sekarang menilai pelaksanaannya terlalu tergesa-gesa dan dipaksakan. Baik guru maupun murid, kata Anies, perlu dilatih lebih serius guna mengimplementasikan kurikulum yang akan diubah.

"Jangan melatih guru sekadar cepat membuat laporan, tetapi melatih guru untuk melakukan perubahan cara mengajar di kelas. Itu perlu serius dan butuh waktu," kata Anies.

Anies mencontohkan Inggris saat melakukan perubahan kurikulum. Anies menceritakan, Inggris memerlukan waktu selama tujuh tahun. Persiapan, uji coba, dan evaluasi bertahap dilakukan dalam kurun waktu empat tahun.

"Di sini tim dibentuk Januari, dilaksanakan Juli. Tidak dievaluasi. Dijalankan selama satu tahun, tahun berikutnya dilaksanakan seluruh sekolah. Oktober baru dilakukan uji pada kurikulum," paparnya.

"Saya tidak ingin anak-anak kita untuk alat uji coba. Anak-anak kita harus mendapatkan kurikulum yang sudah matang. Jangan anak-anak kita dan guru-guru kita dipaksa melakukan sesuatu sebelum penyiapan yang baik," tandas Anies.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember  - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan menghentikan kurikulum 2013. Dia memutuskan kembali ke kurikulum 2006 mulai semester genap tahun ajaran 2014-2015.

"Mulai kembali ke kurikulum 2006 di semester genap," tegas Anies di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Menurut Anies, seperti yang dilansir laman Tribun News, yang menjadi masalah dari kurilulum 2013 adalah ketika proses pengembangan belum tuntas, lalu dilaksanakan di seluruh sekolah memunculkan masalah.

"Jadi persoalannya bukan kurikulumnya boleh diganti atau tidak. Memang harus selalu berkembang. Tapi ketika implementasi terlalu terburu-buru di situ masalah. Bahkan, saya garis bawahi, substansinya pun itu masih harus dievaluasi," jelasnya.

Apalagi, katanya, sepekan menjelang pelantikan Presiden baru pada 14 Oktober lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan nomor 159 yang meminta agar dievaluasi kesesuaian antara ide dengan desain. Pun antara desain dengan dokumen. Begitu pula antara dokumen dengan impelementasinya.

"Jadi di sisi konsepnya pun belum dievaluasi tapi sudah dilaksanakan di 208 ribu sekolah. Jadi ini masalahnya bukan perubahan kurikulum itu boleh atau tidak. Ini masalahnya perubahan belum tuntas tapi sudah dilaksanakan," tegasnya.

Jadi menurut Anies, masalahnya banyak sekali. Khususnya, kurikulum itu bagaimana pelaksanaan di lapangan. "Karena ujungnya yang melaksanakan itu guru. Kalau guru belum siap, sekolah belum siap, lalu dipaksakan muncul masalah seperti sekarang," tuturnya.

Dia juga menyadari mengembalikan kurikulum 2006 bakal membawa dampak. Tapi, karena penerapan kurikulum 2013 masih belum bertahun tahun, dampaknya sangat minimal.

"Karena kurikulum dilaksanakan terburu-buru jadi masalah. Dan jika dilanjutkan terus lebih masalah. Kalau dihentikan tentu ada masalah, tapi minimal ini cut cost. kalau diteruskan ongkosnya akan lebih mahal untuk anak-anak kita," tandasnya.

"Dan ini yang kembali baru melaksanakan 4 bulan ya. Jangan dibayangkan ini sudah jalan 4 tahun dan kembali," tambah Anies.

Untuk itu pula, Anies akan menerbitkan keputusan menteri Kebudayaan dan Pendidikan dasar dan menegah sebagai Dasar hukum dikembalikannya Kurikulum ke 2006. "Ada peraturan menteri. Hari ini insya Allah diundangkan," tandasnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan sebanyak 144 warga Dusun Pencil, Desa Karangtengah, mengungsi karena rumah mereka terancam tanah longsor.

"Jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang kami lakukan pada Minggu (7/12) pukul 22.00 WIB. Jumlah 144 jiwa itu berasal dari 40 keluarga," kata Koordinator Posko Aju BPBD Banjarnegara Andry Sulistyo, di Desa Pandansari, Banjarnegara, Senin.

Menurutnya, seperti dilansir laman Antaranews, 144 warga yang mengungsi itu tersebar di empat pos pengungsian yang berada di rumah warga Desa Pandansari, sedangkan Posko Aju BPBD Banjarnegara berlokasi di rumah warga RT 03 RW 03 Desa Pandansari.

Ia mengatakan bahwa pengungsian tersebut dilakukan karena warga khawatir rumah mereka terancam tanah longsor.

"Dusun Pencil sudah terkepung longsor karena tanah seluas 20 hektare di Pegunungan Putih terus bergerak turun. Oleh karena itu, hari ini warga bersama personel BPBD, relawan, dan TNI bekerja bakti membongkar rumah-rumah warga serta memindahkan barang-barang berharga lainnya agar dapat diselamatkan dari ancaman tanah longsor," katanya.

Ia mengatakan warga Dusun Pencil yang rumahnya terancam longsor itu sebenarnya sebanyak 36 keluarga, namun yang mengungsi sebanyak 40 keluarga karena empat keluarga lainnya takut terkena longsoran.

Menurut dia, BPBD Banjarnegara melalui Posko Aju di Desa Pandansari telah memberikan bantuan bahan makanan kepada para pengungsi.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa BPBD masih membutuhkan bantuan bahan makanan, tikar, selimut, dan peralatan kerja untuk membongkar rumah warga dan membuat jalan darurat.

Sebelumnya, BPBD Banjarnegara menyatakan bahwa sebanyak lima keluarga yang tersebar di tiga desa terpaksa mengungsi akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat (5/12), yakni satu keluarga dari Desa Paweden, Kecamatan Banjarmangu, dan satu keluarga dari Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, karena rumahnya roboh, serta tiga keluarga dari Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, karena rumahnya terancam longsor.(Ant/Gs). 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember -  Menko PMK Puan Maharani (keempat kiri) menghadiri paparan Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kelima kiri) tentang “Pembangunan Kesehatan dalam rangka Mewujudkan Indonesia Sehat”, Senin (8/12/2014) di ruang rapat Menko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta (Foto:Gs).

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir antara lain Sesmenko PMK Sugihartatmo (ketiga kiri), Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan KB Tubagus Rachmat Sentika (kiri), jajaran pejabat dari Kementerian Kesehatan dan Staf Khusus Menko PMK. (Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember – Deputi Menko PMK  Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali Situmorang (kanan) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pemutakhiran Basis Data Terpadu Program Perlindungan Sosial, Senin (8/12/2014) pagi di ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No3, Jakarta. (Foto:Gs).

Deputi PMK Ghazali Situmorang dalam rakor tersebut didampingi Deputi Menko PMk Bidang Koordinasi Penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan Masyarakat Wahnarno Hadi (kedua kanan), sedangkan Dirjen Kemensos Andi (kedua kiri) dan Direktur Eksekutif TNP2K Bambang Widianto (kiri) memberikan paparan mengenai perkembangan data tentang program perlindungan sosial.

Tampak hadir dalam rakor tersebut, antara lain Deputi enko PMK Bidang Koordinasi pendidikan dan Agama Agus Sartono, Staf Ahli Menko PMK Abdullah Antaria, Eka Julianti, dan Para Staf Khusus Menko PMK, serta para pejabat yang mewakili K/L terkait seperti dari Kemdikbud, Kemensos, PT Pos Indonesia. (Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember  - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan, harus ada penjelasan yang logis jika aparat pemerintah menggelar rapat di hotel.

"Saya dapat laporan, kemarin Pemprov Sumbar menggelar rapat koordinasi kepala daerah di salah satu hotel di Padang. Saya langsung klarifikasi hal tersebut dan Gubernur Irwan Prayitno telah menjelaskan alasannya," kata Yuddy di Padang, Sabtu (6/12/2014), seperti dikutip Antara.

Menurut Yuddy, seperti dilansir laman Tribun News, larangan PNS rapat di hotel tidaklah kaku dan ada pengecualian seperti terjadi di Sumatera Barat.

"Jika tidak ada gedung pemerintah yang bisa memuat jumlah peserta rapat, alternatifnya tentu di gedung milik swasta seperti hotel," kata dia.

Yuddy menambahkan, secara umum ketentuan ini telah dilaksanakan oleh sebagian besar PNS di semua lembaga. "Kita apresiasi hal itu," kata dia.

Sebelumnya, Pemprov Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Sumatera Barat di salah satu hotel di Padang, meskipun ada larangan rapat di hotel seperti tercantum dalam surat edaran MenPAN-RB.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berkilah mereka tidak melanggar isi surat edaran MenPAN-RB karena gedung milik pemerintah tidak ada yang bisa menampung peserta rapat yang berjumlah sekitar 350 orang.

"Gedung terbesar milik kita adalah auditorium gubernuran, tempat kita biasa melakukan kegiatan. Tetapi gedung itu hanya bisa menampung sekitar 200 orang sehingga tidak bisa digunakan," kata dia.(Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember – Berkaitan dengan penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013, Mendikbud, Anies Baswedan mengeluarkan Surat yang ditujukan Kepada Kepala Sekolah di Seluruh Indonesia. Berikut Surat dimaksud.

 

Nomor : 179342/MPK/KR/2014 5 Desember 2014
Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Oleh humaspmk on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember -  Korban minuman keras oplosan di Sumedang yang masuk ke RSUD Sumedang hingga Jumat (5/12/2014) pagi ini bertambah menjadi 103 orang. "Tadi subuh datang lagi dua pasien, jadi dari 101 bertambah lagi menjadi 103 pasien," kata Kepala Humas RSUD Sumedang Iman Budiman di Sumedang, Jawa Barat, pagi ini.

"Puncak pengunjung (pasien) yang datang ke sini hari Kamis (kemarin)," kata Iman Budiman lagi.

Oleh humaspmk on December 07, 2014

Jakarta, 7 Desember - Sebanyak 258 warga miskin asal Kota Madiun yang tercatat sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan sudah memegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) belum mengambil atau mencairkan dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di kantor Pos Madiun.

Oleh humaspmk on December 07, 2014

Jakarta, 7 Desember  - Maluku Tenggara Barat diguncang gempa 6 skala richter, Minggu (7/12/2014). Gempa terjadi pukul 05.05 WIB berpusat di laut 165 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat dengan kedalaman 133 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika seperti dilansir laman Tribun News, melaporkan, gempat tersebut tidak berpotensi tsunami. Posko BNPB telah mengkonfirmasi dan menganalisis dampak gempa, yang dirasakan cukup keras beberapa detik.

Oleh humaspmk on December 07, 2014

Jakarta, 7 Desember – Keputusan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah yang baru menerapkan satu semester, langsung direspon Dinas Pendidikan Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun seperti yang dilansir laman Tribun News, akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Kabupaten/Kota, Rabu (10/12/2014) untuk membahas hal ini.

Oleh humaspmk on December 07, 2014

Jakarta, 8 Desember – Seluruh perusahaan, baik kecil, sedang dan besar serta badan usaha milik daerah (BUMD) diberi waktu hingga 19 Desember untuk menyerahkan berkas pengajuan ke Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

Hal ini untuk memenuhi ketentuan PP 11/2013 yang menyatakan bahwa Pemberi Kerja pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), usaha besar, usaha menengah, dan usaha kecil wajib melakukan pendaftaran kepesertaan Jaminan Kesehatan kepada para pekerjanya paling lambat 1 Januari 2015.

Oleh humaspmk on December 07, 2014

Jakarta, 7 Desember - Kementerian Desa akan melibatkan mahasiswa dalam upaya melakukan pembangunan desa. Dengan gerakan tersebut diharapakan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat untuk mewujudukan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik tanpa harus keluar daerah untuk mendapatkan ilmunya karena sudah didampingi para mahasiswa dan intelektual.

Oleh humaspmk on December 06, 2014

Jakarta, 6 Desember - Pemerintah DI Yogyakarta mulai memberlakukan Peraturan Daerah DIY tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas secara penuh setelah perda itu diundangkan dua tahun lalu.

"Untuk itu, kami sudah mengumpulkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terkait dengan implementasi peraturan daerah itu," kata Asisten II Pemerintah DIY Sulistyo di sela Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Yogyakarta, Sabtu (6/12/2014).

Pages

Subscribe to Berita dan Artikel