Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Berita dan Artikel

Oleh humaspmk on November 25, 2014

Jakarta, 25 Nopember  - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan saat musim hujan tiba, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan banjir.

Satu pesan yang ditekankan Menkes adalah menghindarkan anak-anak untuk bermain dengan air banjir karena banyak penyakit yang dapat ditimbulkan di antaranya leptospirosis.

"Kita kadang-kadang suka bilang lucu dan memberi kesempatan anak-anak memakai kolam berenang alami saat banjir. Padahal bahayanya banyak sekali. Dia akan terkena leptospirosis,” kata Menkes di Jakarta, Selasa minggu lalu.

Menurut Menteri Kesehatan, seperti dilansir laman Antaranews, semua pihak, baik pemimpin tertinggi sampai ke rakyat harus menyadari bahaya enangan air akibat banjir bagi kesehatan.

"Ini juga harus dikasih tahu pada Gubernur Jakarta agar tahu pencegahannya. Anak-anak dilarang main banjir dan secepatnya juga kita mengatasi air banjir jangan sampai jadi tempat rekreasi anak-anak," ujarnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Ditjen PP dan PL Kemenkes, berikut penyakit-penyakit yang sering terjadi di musim penghujan:

1. Diare
Penyakit Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan tercemar.

Disamping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

2. Demam berdarah
Peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah terjadi saat musim hujan. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Genangan air itu yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

Untuk itu masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya disertai tanda-tanda perdarahan, maka harus segera dibawa ke sarana kesehatan.

3. Leptospirosis
Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan.

Di Indonesia hewan penular utamanya adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan khusuanya ketika banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, di mana kotoran dan kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut.

Seseorang yang menderika luka, kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, berpotensi terinfeksi.

4. ISPA - Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, bila dalam kondisi berat kemungkinan disertai sesak napas, nyeri dada dan lainnya.

5. Penyakit kulit, yang dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain.

Saat banjir, kebersihan pun tak terjaga dengan baik. Penularan penyakit kulit dapat terjadi di tempat pengungsian di mana banyak orang berkumpul.

6. Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini, faktor kebersihan makanan memegang peranan penting

7. Memburuknya penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.

Ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari. (Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 25, 2014

Jakarta, 25 Nopember  - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan data penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) harus segera dibenahi agar manfaat kartu tersebut lebih tepat sasaran. Ia menekankan, penerima KPS adalah orang yang benar-benar berhak.

"Penerima KPS harus segera dirapikan agar penerima adalah orang yang benar-benar berhak. Data penerima KPS juga harus segera dirapikan untuk ketepatan penyaluran bantuan program keluarga sejahtera," kata Khofifah, seperti dikutip dari Antara, Senin (24/11/2014).

Kementerian Sosial, kata Khofifah, membutuhkan data yang sahih dengan parameter yang terukur dan terarah. Ia mengatakan, tujuan dari program ini akan tercapai dengan adanya pasokan data yang terpercaya.

"Data harus kaya dan komprehensif agar berbagai kesalahan bisa diatasi. Sehingga keyakinan penerima bantuan akan sesuai dengan target yang telah ditetapkan," katanya.

Selain itu, lanjut Khofifah, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus diperkuat. Alasannya, mereka adalah lini depan PKH yang harus tahu dan paham akan batasan-batasan jumlah bantuan yang akan diterima oleh para penerima manfaat program tersebut.

Khofifah menyebutkan, masih banyak kendala di sejumlah daerah terkait pendataan penerima KPS, di antaranya di Medan, Surabaya, Banyuwangi dan Jakarta. Kendala-kendala yang dihadapi, seperti banyak yang tidak memiliki kartu, hak tidak diterima secara penuh, penerima beras miskin (raskin) di bawah 15 liter serta masih ada istilah "bagito" alias bagi rata.

"Berbagai kendala di atas, harus segera mendapatkan perhatian serius dari pelaksana dan para pihak terkait di lapangan agar warga miskin segera mendapatkan hak-haknya," kata Khofifah.(Kc/Ant/Gs).

 

 

 

Oleh humaspmk on November 25, 2014

Jakarta, 25 Nopember  – Aliran dana segar ke kas daerah mirip candu yang membuat ketagihan para kepala daerah, termasuk para gubernur. Karena itu, saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor Senin siang (24/11/2014), 33 gubernur tersebut sepakat mendesak presiden agar memberikan tambahan dana Rp 1 triliun per provinsi atau total Rp 33 triliun untuk meredam dampak kenaikan harga BBM.

Dalam pertemuan tertutup itu, seperti dilansir laman Jawa Pos, satu per satu gubernur diberi kesempatan untuk curhat tentang kondisi terkini wilayahnya. Harapan para gubernur tentang dana Rp 1 triliun per provinsi tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo. Di depan presiden, gubernur Sulawesi Selatan itu menyatakan bahwa keinginan tersebut merupakan bagian dari rekomendasi resmi organisasi yang dipimpinnya. Dana itu, menurut dia, akan lebih diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah pasca kenaikan harga BBM bersubsidi. ”Bisa pula untuk memperkuat apa yang telah Bapak (Presiden) jadikan program-program prioritas,” kata Syahrul.

Saat menemui para gubernur tersebut, Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri. Mereka adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Mendagri Tjahjo Kumolo. Hadir pula Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Kehutanan dan LH Siti Nurbaya, serta Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

Apa tanggapan Presiden Jokowi? ”Tidak harus satu provinsi satu triliun, tidak,” kata Jokowi seusai pertemuan. Meski belum memberikan lampu hijau, presiden tidak menutup sama sekali peluang diakomodasinya aspirasi para gubernur ke depan.

Pemerintah pusat masih akan mengkaji lebih lanjut harapan perlunya program baru tentang alokasi khusus dana dari pusat untuk pemerintah provinsi. Hanya, tegas presiden, besarannya tidak harus sama. Luas wilayah ataupun jumlah penduduk, termasuk yang berkategori miskin, akan menjadi pertimbangan. ”Semua masih dihitung oleh Menkeu. Hal-hal seperti ini yang terus kami komunikasikan,” jelas presiden.

Meski belum memberikan lampu hijau soal dana Rp 1 triliun tiap provinsi, pada kesempatan itu presiden tetap menegaskan komitmennya untuk membagikan lebih banyak dana pusat ke daerah. Dia kemudian mengungkapkan sejumlah potensi anggaran yang nanti bisa dimanfaatkan daerah. Salah satunya berasal dari hasil efisiensi anggaran perjalanan dinas dan rapat yang telah ditegaskan beberapa waktu lalu.

Di depan para gubernur, Jokowi sempat membeberkan bahwa ada potensi anggaran cukup besar dari perintah untuk memotong anggaran perjalanan dinas dan rapat. Yang awalnya mencapai sekitar Rp 42 triliun menjadi hanya sekitar Rp 25 triliun. Dengan kata lain, ada penghematan sekitar Rp 16 triliun. ”Sisanya, Rp 16 triliun itu silakan dibicarakan dengan gubernur untuk apa saja yang berguna bagi rakyat,” katanya.

Sementara itu, permintaan para gubernur untuk mendapat dana tambahan Rp 1 triliun per provinsi per tahun dinilai mubazir. Pengamat kebijakan publik dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Agung Pambudhi mengatakan, selama ini daerah sudah mendapat dana cukup besar dari pemerintah pusat melalui skema transfer daerah. ”Masalahnya, selama ini dana itu tidak bisa diserap maksimal sehingga banyak yang nganggur (tidak terpakai, Red),” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Menurut Agung, daripada meminta dana tambahan, para kepala daerah semestinya berkonsentrasi dulu untuk membenahi kualitas belanja APBD. Selain penyerapan diperbaiki, belanja harus diarahkan ke sektor-sektor produktif sehingga tidak menumpuk pada pos belanja gaji pegawai. ”Jadi, efisiensi dan efektivitas belanja harus diprioritaskan,” tuturnya. (Jp/Gs)

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Banyuwangi (19/11) -- Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Joaquin F. Monserrate, mengawali rangkaian perayaan Thanksgiving (Hari Bersyukur) di Bumi Blambangan 19/11/2014. Konjen AS tersebut melakukan transplantasi terumbu karang bersama Kelompok Nelayan Samudera Balai, Pemda Kab. Banyuwangi dan Asdep Urusan Pelestarian dan Pemulihan Lingkungan Hidup Kemenko PMK di Pantai Bangsring. Bangsring. Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, pukul 15.00. Joaquin F. Monserrate mengunjungi kelompok nelayan itu dan ikut melihat terumbu karang yang sudah di transplantasikan.

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Jakarta, 24 Nopember - Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Joaquin F. Monserrate (3 kanan), Asdep Pelestarian dan Pemulihan Lingkungan Hidup Kemenko PMK Djoko Joewono (kanan), Kelompok Nelayan Samudera Balai dan Pemda Kab. Banyuwangi melakukan tranplantasi Terumbu Karang di Desa Bangsring Kab. Banyuwangi, Jatim. (ist)

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Jakarta, 24 Agustus 2014 - Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Pertemuan dengan Gubernur Seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tersebut guna membahas agenda pembangunan Indonesia ke depan guna meningkatkan interkoneksi wilayah-wilayah di nusantara. (ole)

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Jakarta, 24 Nopember - Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2014 dan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2015. Hadir juga sebagai narasumber Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Dr. Nur Syam, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Ferdiansyah Mursid Ahmad, dan Direktur Badan Penyelenggara Ibadah Haji Ramadhan Harisman, MBA.

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Jakarta, 24 Nopember - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Istana Bogor, Jabar, pada Senin (24/11/2014) pagi ini, bertemu dengan seluruh Gubernur di tanah air yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Sebelum rapat dinyatakan tertutup untuk wartawan, Presiden Jokowi hanya menyampaikan satu pesan agar para Gubernur menyampaikan harapan dan keinginan dari provinsi masing-masing berkaitan dengan program pemerintahan Kabinet Kerja.

“Hari ini kita ingin sebetulnya mendengarkan keinginan-keinginan dari provinsi, terutama yang berkaitan dengan program yang sudah dimiliki oleh provinsi, sehingga nanti bisa disinkronkan dengan program yang ada di pusat, agar pusat, provinsi, kabupaten, dan konta ini terkonsilidasi dengan baik, bisa sambung semuanya,” pinta Jokowi.

Beri Kesempatan Mengawasi

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo selaku Ketua APPSI menyampaikan ucapan terima kasih karena Presiden Jokowi berkenan menerima para gubernur di Istana Bogor.

Gubernur Sulsel itu menyampaikan, bahwa Gubernur adalah sebagai wakil pemerintah pusat untuk menyelaraskan tugas-tugas di daerah. Sementara APPSI adalah wadah bagi para gubernur untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat, baik langsung atau lewat Mendagri.

Para Gubernur, seperti dilansir portal Setkab.go.id., lanjut Syahrul, saat ini memegang 2 (dua) tugas yaitu tugas otonomi daerah dan perpanjangan langsung pemerintah pusat.

“Rekomendasi-rekomendasi yang telah dibuat oleh APPSI salah satunya menyampaikan perlunya program-program yang lebih bermanfaat bagi rakyat,” tukas Syahrul.

Ketua APPSI itu berharap agar di bidang pemerintahan, Gubernur diharapkan lebih diberikan lagi wewenang untuk melakukan pengawasan langsung di daerah. “Dengan kekuatan para gubernur untuk memberiksan  reward penghargaan  dan sangsi kepada bupati. Saya kira pengendalian2 dapat dilakukan dengan lebih baik,” kata Syahrul.

Sepakat Subsidi BBM Dialihkan ke Program Kesejahteraan Rakyat

Sementara itu, Asosiasi Pemerintah Provinsi Se-Indonesia (APPSI) menilai tepat kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke program yang lebih bermanfaat langsung buat kesejahteraan masyarakat.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Se-Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo (SYL) seperti dilansir laman Tribunnews, mengungkapkan sejak pemerintahan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hal ini sudah menjadi rekomendasi para Gubernur.

"Kami sudah sampaikan ke Pemerintahan yang lalu, presiden SBY dan kabinetnya bahwa subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) memang harus sebaiknya ditarik dan digantikan dengan program yang lebih bermanfaat langsung bagi rakyat," demikian disampaikan SYL dalam sambuatnnya saat bertemu Jokowi dan JK di ruang Garuda, Gedung Induk Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, Jokowi telah mengalihkan subsidi BBM dengan menaikkan harga jual Premium dari Rp6.500/liter menjadi Rp8.500 dan solar menjadi Rp7.500/liter.

Jokowi mengalihkan subsidi langsung BBM ke program-program produktif. Seperti infrastruktur, perlindungan kesejahteraan rakyat, kesehatan dan pendidikan.

Selain itu, SYL katakan, APPSI berharap ketahanan pangan dengan menurunkan dana Rp1 triliun bagi daerah-daerah bisa memperkuat program prioritas pemerintahan Jokowi-JK lima tahun kedepan.

Jokowi menargetkan tiga tahun kedepan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Untuk mencapai itu, pemerintahan Jokowi telah memprogramkan pembangunan waduk dan irigasi dan lainnya untuk menunjang tercapainya target tersebut.

Kalau Kami Korupsi Penjarakan Kami

Dalam kesempatan tersebut, Para gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia bertemu dengan Presiden Joko Widowo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Bogor, Jawa Barat.

Di hadapan Jokowi, para gubernur mengeluhkan pemeriksaan kepala daerah terkait kasus dugaan korupsi.

"Ada hal yang selama ini cukup mengganjal dalam setiap pertemuan adalah, kita sama-sama sepakat dalam pemberantasan korupsi, kami harap tidak ada lagi ruang dan celah korupsi di dalam lingkungan pemerintahan. Tapi kami berharap seluruh prosedur dan aturan yang selama ini menjadi bagian dari lingkup yang berkaitan dengan penanganan pemerintahan ditegakkan sesuai dengan aturannya," kata Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo di hadapan Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Hadir dalam pertemuan ini para gubernur dari 34 provinsi, termasuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Kepada Jokowi, Yasin Limpo menyampaikan bahwa para gubernur berharap tidak ada ekspose perkara yang mendahului pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menurut Yasin, proses hukum yang terjadi selama ini seolah menerobos prosedur pemeriksaan kepala daerah.

"Artinya kami berharap tidak ada ekspose perkara yang mendahului seluruh rangkaian proses. Kami kehilangan delegitimasi pemerintahan, wibawa pemerintahan, padahal belum tentu itu menjadi persoalan. Kami berharap ada pemeriksaan BPKP, BPK, dirjen, inspektorat, ini diatur dalam undang-undang, Bapak Presiden," ujar Yasin.

Menurut dia, para kepala daerah merasa seolah-olah digilir untuk mencicipi proses hukum terkait kasus korupsi. Dengan demikian, kata Yasin, para gubernur merasa kehilangan akselerasi untuk membangun terobosan-terobosan.

"Kalau kami korupsi, penjarakan kami, tetapi kalau tidak, kami butuh kekuatan untuk melindungi kami," sambung Yasin.

Gubernur Sulawesi Selatan ini juga menyesalkan ekspose media terhadap para kepala daerah yang namanya terseret dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana korupsi. Terkait dengan pemanggilan kepala daerah untuk diperiksa, Yasin menilai sebaiknya pemanggilan oleh penegak hukum dilakukan melalui aparat pengawas internal pemerintah (APIP).

"Pemanggilan aparat eksternal harus melalui APIP, aparat pengawasan internal. Kalau belum ada, kecuali tanggapan, ini membuat deligitimasi pemerintah, saling menjatuhkan," ucap dia.

Yasin meminta kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mengatur lebih lanjut masalah tersebut. Menurut dia, masalah seperti ini membuat para kepala daerah sulit mengambil sikap.

"Kami minta kepada menteri dalam negeri untuk pengaturan-pengaturan ini dilakukan. Sekali lagi, masalah korupsi, penjarakan kami, kalau itu kami lakukan. Tapi kalau tidak, diskresi kepala daerah adalah bagian kewenangan, sulit kami mengambil sikap, itu yang terjadi selama ini," sambung dia.

Di samping itu, Yasin berharap komunikasi antara menteri dan gubernur terus dilakukan. Ia meminta menteri berkoordinasi dengan gubernur terlebih dahulu sebelum turun ke kabupaten.

"Kami terimakasih semua menteri turun ke bawah, tapi kami berharap sebelum ke kabupaten, kami disampaikan agar kami bisa mengatur lebih baik. Kami takut ketinggalan kereta," tutur dia.

Sebelumnya, Yasin pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi meringankan atas permintaan pihak tersangka kasus dugaan suap Buol, Bupati Buol, Amran Batalipu.

Namun, Yasin menolak panggilan tersebut. Sebagai saksi meringankan yang diajukan tersangka, ia berhak untuk menolak atau memenuhi panggilan KPK.(Setkab/Tn/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Jakarta, 24 Nopember  - Hasil penelitian sementara Ombudsman menunjukkan bahwa dana yang digunakan untuk kartu sakti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berupa Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera bukan berasal dari dana program tanggung jawab sosial atau CSR.

Menurut Ombudsman, seperti dilansir laman Kompas.com, anggaran untuk tiga kartu sakti itu diambil dari APBN. "Memang benar penggunaan APBN yang dipakai untuk biaya-biaya kartu-kartu tersebut, bukan melalui CSR. Tapi saya belum sampai pada di mana pos anggarannya," kata Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana di Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Dalam dua pekan terakhir, Ombudsman telah melakukan penelitian terhadap program kartu Presiden Jokowi. Penelitian dilakukan berawal dari polemik yang muncul di masyarakat mengenai dugaan penggunaan dana CSR untuk program kartu sakti tersebut.

Lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik itu menduga ada potensi pemborosan negara akibat kartu Jokowi yang tumpang tindih dengan program serupa di sejumlah daerah. Hasil penelitian sementara Ombudsman juga menemukan adanya 40 hingga 60 daerah yang mempunyai program serupa dengan kartu sakti Jokowi.

"Jadi ada beberapa daerah dan cukup banyak, 40-60-an daerah yang sudah memiliki sistem asuransi daerah, Bali, Solo, Yogya, dan di DKI sendiri itu banyak sekali dan kalau ini dibiarkan maka negara akan terbeban dalam dua kelompok pengeluaran yang sama," tutur Danang.

Untuk itu, ia meminta Presiden Jokowi memikirkan ulang program kartu tersebut. Danang menilai program pemerintah pusat yang menerbitkan kartu sakti tidak bisa berjalan bersamaan dengan program serupa di beberapa daerah.

"Di pusat tidak harus dihentikan, tapi di daerah mesti diatur. Kebijakan nasional lebih tinggi dibandingkan kebijakan di tingkat lokal, nah di lokal ini lah yang harus diatur," ucap Danang.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan, penerbitan semua kartu itu sama sekali tidak memakan anggaran negara, tetapi memakai dana program tanggung jawab sosial (CSR) sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

Namun, pernyataan Pratikno ini kemudian dibantah sejumlah politikus PDI-Perjuangan, partai yang mengusung Jokowi-Kalla. Menuru politikus PDI-P, Eva Kusuma Sundari, pengadaan "kartu sakti" Jokowi menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 yang telah dibuat pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Kc/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 24, 2014

Jakarta, 24 Nopember - Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Anies Baswedan mengingatkan pentingnya peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Anies tidak setuju jika guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Menurut Anies,seperti dilansir Kompas.Com,  jasa guru terus melekat pada diri setiap warga negara yang pernah dididiknya.

"Kita semua tahu bahwa kita semua yang ada di sini membawa jasa guru. Saya tidak setuju guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa karena setiap hari kita membawa tanda (jasa) itu," kata Anies di Jakarta, Sabtu (22/11/2014) dalam acara bertajuk "Indonesia WOW, Provinsi WOW".

Hadir pula dalam acara itu, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Menjelang peringatan hari guru yang jatuh pada 25 November mendatang, Anies meminta masyarakat untuk mulai kembali memuliakan guru.

Anies meminta masyarakat untuk kembali mendatangi gurunya pada hari guru lalu mengucapkan terimakasih kepada para guru atas jasa-jasa mereka.

"Datangi gurumu, cium tangannya, dan tanya bagaimana kabarnya. Banyak yang belum berubah kondisinya sementara kita sudah berubah luar biasa," tutur Anies.

Dia juga menyampaikan bahwa guru adalah pekerjaan yang mulia di Indonesia. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang hebat, kata dia, diperlukan pula guru-guru yang hebat. Anies pun berjanji pihaknya akan meningkatkan kesejahteraan guru.

"Saya ingin 'Indonesia Wow' ke depannya. Anak-anak kita siapkan sebagai anak-anak yang hebat, guru-gurunya hebat. Jika gurunya hebat, anaknya juga hebat," tandasnya. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 23, 2014

Jakarta, 23 Nopember  - Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo, dianggap sebagai sebuah langkah maju dalam menuju good goverment atau pemerintahan bersih. Penggunaan kartu-kartu tersebut dinilai sebagai upaya dalam meminimalisir penyimpangan anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh humaspmk on November 23, 2014

Jakarta, 23 Nopember  - Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia melalui Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Simposium Penelitian Pembangunan Kesehatan se-Asia Pasifik ke-2 yang diselenggarakan di Hotel Sahid, Jakarta, 18-20 November 2014.

Oleh humaspmk on November 23, 2014

Jakarta, 23 Nopember  - Sekitar 20.000 warga mengikuti jalan santai dalam kegiatan Kibar Budaya Untuk Negeri Cinte Betawi yang berlangsung dari Monumen Nasional Jakarta, Minggu (23/11/2014).

Jalan santai dengan rute Monas-Bunderan Hotel Indonesia itu seperti dilansir laman Antaranews, dibuka oleh Deputi Gubernur bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta Silvyana Murni.

Silvyana mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta sangat mendukung perkembangan dan kelestarian budaya Betawi.

Oleh humaspmk on November 23, 2014

Jakarta, 23 Nopember  - Perhatian pemerintah kepada guru-guru di daerah pelosok masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada guru-guru tersebut.

"Ke depan kita akan berikan perhatian jauh lebih besar perhatian itu dalam beberapa bentuk," ujar Anies di Kantor Radio Republik Indonesia, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Oleh humaspmk on November 22, 2014

Jakarta,22 Nopember  - Pemerintah terus memantau kesiagaan untuk mengantisipasi kasus Ebola di Tanah Air, meski hingga saat ini Indonesia masih bebas dari virus mematikan tersebut.

Untuk memantau kesiapan di lapangan, pada 3 November, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) melakukan kunjungan kerja ke Bandara Internasional Soekarno Hatta terminal 2D.

Oleh humaspmk on November 22, 2014

Jakarta, 22 Nopember -  Guru penuai wajah masa depan Indonesia, dan di ruang kelas itulah anak-anak dipersiapkan untuk menyongsong masa depan. Sebab itu, menjadi guru adalah suatu kehormatan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (21/11/2014).

“Seiringan dengan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional tahun 2014, izinkan saya memulai menyampaikan apresiasi kepada guru-guru kita di seluruh wilayah Indonesia yang telah mengabdi dengan sepenuh hati,” tutur Mendikbud.

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Karangasem, 21 Nopember -  Tim Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) terdiri dari FAO, akademisi dan perwakilan daerah, kementerian dan lembaga yang dipimpin oleh Asisten Deputi Urusan  Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Pamuji Lestari (kanan) mengunjungi Desa Adat Bugbug, Karangasem, Bali. Tampak, Pamuji Lestari ditemani oleh Anne McDonald, Mary Jane de la Cruz dari FAO Head Quarters melihat hasil tani masyarakat Desa Bugbug yang dikelola dengan memperhatikan kearifan lokal. (PS/Gs)

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember - Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, memaparkan perkembangan terkini persiapan 'Sail Tomini 2015' dalam forum Rakor Persiapan 'Sail Tomini 2015, Jumat (21/11/2014)  di ruang rapat utama lt.7 Kemenko PMK, Jakarta.

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember  – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendesak BPJS Kesehatan untuk menghapus ketentuan waktu tunggu selama tujuh hari bagi peserta baru program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penghapusan ini harus berlaku menyeluruh tanpa syarat khusus dan embel-embel lainnya.

“Ini terkait hak konstitusi seorang warga negara. Tidak boleh ada waktu tunggu karena filosofinya menghambat masyarakat mendapatkan haknya memperoleh pelayanan kesehatan,” kata Sekjen Kemenkes, Untung Suseno kepada Harian Terbit di Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Perlu diketahui, BPJS Kesehatan telah melakukan perbaikan peraturan No.4 Tahun 2014 terkait ketentuan waktu tunggu selama tujuh hari bagi peserta baru program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Perbaikan itu tertuang dalam Peraturan Direksi BPJS Kesehatan No.121/2014 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran dan Penjaminan Peserta Perorangan.

Dimana, ketentuan ini tidak berlaku bagi peserta BPJS jalur mandiri atau pendaftar perorangan dengan kategori kelas III perawatan. Sedangkan, bagi pendaftar kelas I dan II ketentuan waktu tunggu tetap berlaku.

“Perbaikan ini tetap tidak bisa dibenarkan. Dirut BPJS (Fahmi Idris) sudah berjanji di depan menteri kesehatan untuk menghilangkan waktu tunggu itu, ini sudah janji dirut,” ungkap Untung.

Ia sendiri mengaku belum mendapatkan informasi dan salinan dari Peraturan Direksi BPJS Kesehatan No.121/2014. “Saya belum lihat, tapi mereka (dirut BPJS) sudah berjanji akan ada diskresi. Nanti saya telepon untuk meminta penjelasan,” tuturnya.

Ditemui Harian Terbit dalam sebuah acara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengaku akan menindaklanjuti peraturan ini kepada menteri terkait dan menjadikan masalah ini dalam agenda evaluasi.

“Ini sudah kita pikirkan dan akan kita kordinasikan ke kementerian terkait. Pemerintahan lama dan baru masih butuh waktu untuk mentransfer seluruh permasalahan yang harus ditangani agar semuanya bisa berjalan dengan baik," tuntasnya.

Diberitakan sebelumnya, ketentuan waktu tunggu untuk mendapat pelayanan kesehatan telah mengakibatkan banyak bayi baru lahir tak bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Seperti yang dialami oleh Lutfi, warga Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Ia mengaku harus meminjam uang dari saudara dan kerabat untuk membiayai perawatan bayinya yang lahir prematur di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM). Sebagai seorang buruh, Lutfi hanya memiliki penghasilan pas-pasan dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya kaget ketika petugas rumah sakit bilang sekarang perawatan bayi baru lahir tidak ditanggung, kalau mau (ditanggung) baru bisa setelah tujuh hari resmi terdaftar BPJS Kesehatan,” tutur Lutfi.

Padahal, Lutfi mengaku selalu rutin membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan sebesar Rp42.500. “Apa ini karena presidennya sekarang Pak Jokowi, makanya buat bayi saya (bayi baru lahir) tidak ditanggung. Jika harus bayar iuran buat bayi saya, pasti saya bayar, tapi jangan seperti ini peraturannya,” tandasnya.(Ht/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember  - Pada hari peringatan 25 tahun Konvensi Hak Anak (KHA), UNICEF mengumumkan bahwa angka kematian anak dibawah lima tahun telah berkurang lebih dari setengah dalam periode antara 1990 dan 2013.

Menurut Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia Gunilla Olsson, seperti dilansir laman Antaranews, penurunan angka kematian terjadi dari 84 kematian per 1.000 kelahiran hidup menjadi 29 per 1.000 kelahiran hidup.

"Ini berarti ada 5 juta anak Indonesia yang beresiko meninggal, jika angka kematian balita tetap pada tingkat di tahun 1990," kata Olsson di Goethe Institute, Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, kehadiran tenaga kesehatan terlatih saat melahirkan juga telah meningkat secara berarti, dari 32 persen pada tahun 1991 (Survey Demografi Rumah Tangga) menjadi 83 persen dalam periode 2009-2013, sehingga mengurangi risiko kematian ibu dan bayi karena komplikasi persalinan.

Hal ini menyebabkan penurunan kematian ibu secara signifikan dari estimasi 600 per 100.000 kelahiran menjadi antara 220 per 100.000 kelahiran pada tahun 2010 menurut model estimasi global (WHO, UNICEF, UNFPA, Bank Dunia. Tren kematian ibu: 1990-2010) dan 359 per 100.000 kelahiran menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2012.

Meskipun begitu, secara keseluruhan upaya pengurangan angka kematian ibu dan anak telah melambat, bahkan mencapai titik stagnasi selama 5-10 tahun terakhir. Di luar kemajuan yang telah dicapai, menurut beberapa perkiraan berbeda, antara 136.000 dan 190.000 anak meninggak di Indonesia setiap tahun sebelum ulang tahun ke-lima mereka.

Kebanyakan kasus meninggal disebabkan oleh penyakit-penyakit yang seharusnya bisa dicegah dan ditangani dengan mudah, seperti komplikasi pasca kelahiran, diare, atau pneumonia atau radang paru-paru. Ditambah lagi, setiap tahun lebih dari 10.000 perempuan meninggal saat melahirkan, suatu angka yang terlalu tinggi.

Peringatan 25 tahun KHA Pada kesempatan tersebut, UNICEF dan Pemerintah Indonesia bergabung untuk memperingati 25 tahun ditandatanganinya KHA, sebuah perjanjian hak asasi manusia yang paling banyak diratifikasi di dunia. Indonesia adalah salah satu negara pertama yang menandatangani dan meratifikasi KHA.

"Selama dua setengah dekade terakhir, Indonesia telah mencapai kemajuan yang besar sekali dalam bidang kesehatan dan nutrisi anak, pendidikan, dan perlindungan anak dari bahaya dan kekerasan," jelas Olsson.

Turut hadir Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise yang juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan berkomitmen dalam pembangunan dan perlindungan anak dengan memegang empat prinsip yakni non diskriminasi terhadap anak, memeprtimbangkan perkembangan terbaik anak, hidup tumbuh berkembang, dan menghargai pandangan anak.

"Kita harus menjaga generasi kita untuk masa deoan. Anak-anak perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya agar dapat tumbuh maksimal, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, perlu perlindungan tanpa perlakuan diskriminatif," tutur Yohana.

Setiap tiga menit  satu balita meninggal di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNICEF menyebutkan bahwa setiap tiga menit, satu balita meninggal di Indonesia atau sekitar 150.000 anak setiap tahun.

Meskipun, UNICEF mengumumkan bahwa angka kematian anak dibawah lima tahun telah berkurang lebih dari setengah dalam periode antara 1990 dan 2013.

Menurut Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia Gunilla Olsson, penurunan angka kematian terjadi dari 84 kematian per 1.000 kelahiran hidup menjadi 29 per 1.000 kelahiran hidup. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan, apalagi secara keseluruhan upaya pengurangan angka kematian ibu dan anak telah melambat, bahkan mencapai titik stagnasi selama 5-10 tahun terakhir.

"Kita perlu mencari cara yang inovatif untuk menangani tantangan-tantangan yang mendasar ini," kata Olsson saat acara peringatan 25 tahun Konvensi Hak Anak (KHA), Kamis (20/11/2014) di Goethe Institute, Jakarta.

Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise yang juga mengungkapkan bahwa masih banyak lingkungan keluarga yang belum aman dan nyaman bagi anak.

"Semoga Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera bisa memenuhi kebutuhan anak," ujarnya yang juga mengatakan terdapat program lain seperti Puskesmas Ramah Anak dan Sekolah Ramah anak untuk meningkatkan angka kesehatan pada anak.

Angka kematian anak cukup tinggi di Indonesia disebabkan karena beberapa hal, antara lain jumlah orang yang buang air besar (BAB) sembarangan di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia (63 juta orang) dan sepertiga anak Indonesia tidak punya akses kepada air bersih.

Tidak adanya sanitasi dan keebrsihan, serta air yang tercemar menyebabkan diare dan penyakit mematikan lainnya. Sementara itu, sepertiga dari jumlah kematian anak di bawah satu tahun disebabkan oleh diare. Diare yang berulang juga menyebabkan gizi buruk.

Faktor lain, jumlah anak yang tidak diimunisasi lengkap di Indonesia menempati peringkat ketiga terbesar di dunia. Indonesia masih mengalami wabah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, seperti campak dan diphtheria, yang beresiko terhadap hidup dan kesehatan anak. Wabah ini mudah dicegah dengan mudah jika anak-anak divaksinasi pada usia yang tepat.

Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi dalam hal jumlah anak yang menderita gizi buruk atau pendek menurut usia, yang dialami oleh sekitar 36 persen anak balita.

Gizi buruk masih menjadi penyebab utama kematian anak. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan melanjukan ASI hingga usia dua tahun sangat penting. Anak yang pendek menurut usia (stunting) tumbuh dan belajar lebih lambat dari anak yang mendapatkan gizi baik.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember - Pemerintah menyatakan komitmen berkelanjutan untuk mengawal transparansi di pemerintahan, baik di kementerian maupun lembaga. Transparansi disebut sebagai bagian dari pewujudan Nawa Cita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Transparansi dan penjelasan yang baik ke publik adalah cara menjauhkan negara dari kerugian dan membawa kemajuan bangsa," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani seusai menerima e-Transparency Award 2014, seperti dikutip dari siaran pers penghargaan ini, Kamis (20/11/2014).

Kementerian yang sekarang dipimpin Puan seperti dilansir laman Kompas.com ini mendapat penghargaan untuk kategori pemilik website paling progresif. Puan menambahkan, informasi harus bisa diakses publik dengan mudah dari mana pun.

"Pemerintah ke depan akan tetap konsisten dan solid untuk menjaga dan memajukan kinerja dan pelayanannya, serta membuat program yang bisa dinikmati masyarakat," janji Menko PMK.

Kementerian yang dipimpin Puan merupakan alih rupa dengan beberapa perubahan nomenklatur dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Menurut Menko PMK Puan, transparansi di kementeriannya merupakan bagian dari 9 Nawa Cita alias sembilan agenda utama pemerintahan Jokowi-Kalla.

Poin yang dirujuk Puan adalah komitmen pemerintah untuk tidak absen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan prioritas pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi-institusi demokrasi. Caranya ialah dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi, sistem kepartaian, dan lembaga perwakilan.

Salah satu juri penghargaan ini, Chief Editor Plasa MSN, Wicaksono—dikenal pula sebagai Ndoro Kakung—mengatakan, selama proses penjurian, dia mendapati ada website yang mendapat penilaian melejit, tetapi sebaliknya juga ada yang "terjun bebas".

"Bahkan, ada web yang tiga hari tidak bisa dibuka, tetapi kami tidak menganulirnya, untuk menyemangati mereka agar terus menjadi baik," kata Wicaksono.

Adapun Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Wijayanto Samirin, menyatakan, kesalahan dalam pengelolaan anggaran dapat merugikan negara. Pemberian penghargaan ini, kata dia, diharapkan dapat mendorong kementerian dan lembaga menjadi semakin transparan. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyampaikan rasa bangganya sebagai bangsa Indonesia karena kita dapat menikmati negara yang aman, damai dibandingkan banyak negara lain.

Saat menyampaikan sambutanseperti dilansir portal www.setkab.go.id., pada peringatan Milad Muhammadiyah ke-102 dan pembukaan World Peace Forum, Kamis (20/11/2014) malam  di Gedung MPR Jakarta, Wapres Jusuf Kalla (JK) membandingkan dengan beberapa negara Islam di dunia yang penuh dengan bom, perkelahian, dan konflik besar yang tentunya menyengsarakan umatnya.

“Kita juga berbangga sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar, dapat menjalankan pemerintahan secara demokratis dengan aman. Berbeda dengan negara lain dimana pemilu artinya saling berkelahi, saling membunuh dan juga saling tembak-menembak,” lanjut Wapres.

Wapres mengemukakan selama 69 tahun kemerdekaan, telah terjadi 15 konlfik besar di dalam negeri. Dari 15 konflik itu, kata Wapres, 10 konflik terjadi karena ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan antar daerah, ketidakadilan sosial dan ketidakadilan politik. Hanya 5 konflik terjadi karena ideologi dan sparatis.

“Artinya adalah apabila kita ingin membawa hidup dalam kedamaian, yang sangat utama adalah menjaga keadilan bangsa antara masyarakatnya, antara daerah dan daerah,”ujar Wapres.

Wapres menggarisbawahi bahwa sangatlah penting menjaga kemakmuran bangsa dan kemajuan bangsa, karena kemiskinan bisa menyebabkan ketidakadilan yang bisa menyebabkan konflik.

“Menjaga persatuan, kemakmuran dan keadilan merupakan hal pokok untuk menjaga bangsa ini dari konflik,”tegas Wapres.

Dalam kesempatan itu, Wapres menegaskan bahwa semua agama mempunyai tujuan dan prinsip yang sama yaitu menjaga kedamaian. Bahkan, kita setiap hari mengucapkan salam, misalnya Assalamualaikum bagi mereka yang memeluk agama Islam, mengucapkan Shalom bagi mereka pemeluk agama kristen, dan Om swastiastu bagi pemeluk agama Hindu.

“Semua salam itu mendokaan semuanya,” ucap Wapres.

Tetapi,  mengapa salam yang diajarkan setiap agama dan mendoakan kebaikan bagi siapapun tapi masih terjadi konflik agama. “Karena ada di antara kita ada yang menjual murah surga, seperti dengan ajakan membunuh dan membakar akan masuk surga, dan melakukan bom bunuh diri,” ujar Wapres.

Wapres juga mengingatkan bahwa perdamaian tentu tidak dapat dicapai hanya melalui diskusi, tetapi dengan bertindak yang  adil dan mensejahterakan bangsa,” ucap Wapres.

Berkembang Pesat

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan bahwa peringatan milad Muhammadiyah yang ke-102 tahun masehi atau 105 tahun hijriah dirangkaikan dengan Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum) ke-5. “Banyak hadir saat ini dari berbagai latar belakang berbeda, seperti pimpinan agama, intelektual, akademisi, politisi, pengusaha, aktivis-aktivis perdamaian, dan media dari berbagai negara, karena forum perdamaian dunia sebagai ajang tukar menukar silaturahmi pengalaman,” ujarnya.

Bagi warga Muhammadiyah, kata Din, merupakan sebuah anugerah bahwa perserikatan yang dipimpinnya, dan berdiri pada 18 November 1912, kini telah berusia satu abad. “Melewati rentang waktu panjang, naik turunnya peradaban dan tantangan yang dihadapi, Alhamdulillah Muhammadiyah masih bisa eksis,” ujar Din.

Muhammadiyah kini sudah berkembang pesat dan telah memiliki 18 cabang istimewa yang berada di 18 negara. “Sungguh besar kesyukuran kami, Muhammadiyah tidak hanya dianggap sebagai gerakan nasional pendidikan tetapi juga gerakan nasional kesehatan dengan tidak kurang jaringan 500 rumah sakit yang dimilikinya,” ujar Din.

Tema milad Muhammadiyah kali ini adalah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan. “Tema ini pulalah yang akan menjadi tema muktamar Muhammadiyah di Makassar pada Agustus 2015,” ucap Din.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan para duta besar dari negara sahabat. (Setkab/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember – Website Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)  – www.kemenkopmkgo.id, yang sebelumnya Website Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) - www.menkokesra.go.id., mendapat dua penghargaan dari Paramadina Public Policy Institute (PPPI) berlangsung, Kamis (20/11/2014) di Bali Room Hotel Kempiski, Jakarta Pusat. Penghargaan pertama Website kemenko PMK termasuk dalam peringkat delapan dari sepuluh website kementerian dan lembaga menerima penghargaan e-Transparency Award 2014.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, yang juga dihadiri Menko PMk Puan Maharani.
Website terbaik di KPK yakni www.kpk.go.id. Sedangkan di urutan kedua yakni website milik Kementerian Keuangan www.kemenkeu.go.id. Selanjutnya, terdapat situs milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perindustrian www.kemenperin.go.id, Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI www.pom.go.id, Badan Koordinasi Penanaman Modal RI www.bkpm.go.id.

Empat situs diperingkat tujuh hingga sepuluh adalah milik Kementerian Kominfo www.kominfo.go.id, Kementerian Koordinator Kesra RI (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Bidang Kebudayaan) www.menkokesra.go.id, Kementerian Perdagangan www.kemendag.go.id, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara www.bumn.go.id.

Empat kriteria penilaian adalah user experience, tata kelola situs, transparansi kinerja, dan transparansi keuangan.

Proses penilaian terhadap 47 situs kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia dimulai dengan survei publik untuk menentukan situs favorit masyarakat. Survei dilakukan di 5 kota bekerjasama dengan universitas-universitas di kota tersebut.

Setelah proses publik survei selesai, maka pada tahap selanjutnya dilakukanlah survei pakar untuk memberikan penilaian terhadap situs-situs tersebut.

Terdapat 120 orang yang disurvei dan 20 orang pakar yang menjadi juri di antaranya Muhammad Ikhsan (Paramadina Public Policy Institute), Rachmadin Ismail (detikcom), Firman Firdaus (National Geographic Indonesia), Iskandar Z (Kompasiana) dan Arie Sujito (Fisipol UGM).

Penghargaan kedua untuk Website Kemenko PMK adalah penghargaan Most Progressive Web yang dimenangkan oleh Kemenko Kesra atau yang saat ini bernama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan  Kebudayaan  - www.kemenkopmk.go.id. Dua penghargaan ini diterima langsung oleh Menko PMK Puan Maharani.(Gs).
 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan bahwa  tiga ‘kartu sakti’ Presiden Jokowi, pemerintah berencana menyederhanakannya dalam satu fisik kartu saja.

“Kami sedang koordinasi lagi, agar kartu-kartu itu dapat diintegrasikan menjadi satu kartu saja. Masyarakat memang sempat bingung dengan tiga kartu itu,” kata dia kepada wartawan, Kamis (20/11/2014)  di Hotel Kempinski, Jakarta.

Kartu yang dimaksud ialah Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Tetapi nantinya hanya dengan satu kartu saja, masyarakat dapat mengakses sejumlah pelayanan hasil program pemerintah itu.

Langkah itu, ungkap dia, bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapat program-program andalan pemerintah. Meski demikian, penyederhanaan kartu sakti menjadi satu fisik kartu itu, baru dapat dilakukan pada 2016.

“Cita-cita ini tidak mudah. Harus ada aksi dan koordinasi yang benar dari kementerian yang terkait. Tapi saya kira dengan bantuan mereka, cita-cita itu bisa tercapai. Ini semua demi memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan,” tutur putri bungsu Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri ini.

Menko PMK juga meminta maaf kepada publik, karena program kartu sakti Presiden Jokowi belum dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas. “Kami minta maaf, karena proses yang kami lalui memang cukup singkat,” ujarnya.

 Hanya 1 Juta Keluarga

 Sementara itu, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat,  Chazali Situmorang mengungkapkan, penerima KKS hanya sekitar 1 juta keluarga yang berada di 19 lokasi di 10 provinsi seluruh Indonesia.

Jumlah itu diambil dari 15,5 juta keluarga yang telah terdaftar dalam program pemerintahan sebelumnya, yakni penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Jumlah penerima KKS dikurangi, karena ketersediaan anggaran pemerintahan Jokowi yang terbatas.

“Dari jumlah penerima KKS itu, disisir berapa keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Didapatlah angka 161.000 anak. Mereka inilah yang penerima KIP. Untuk jumlah penerima KIS diambil dari data penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” jelasnya.

Chazali pun memastikan bahwa jumlah penerima kartu sakti pada 2015 mendatang, akan bertambah. Pemerintah menargetkan 15,5 juta keluarga yang telah terdaftar sebelumnya menerima kartu sakti itu. “Tahun depan pasti akan bertambah,” tegas Chazali yang juga Ketua DJSN ini (Gs)

 

 

 

 

Oleh humaspmk on November 20, 2014

Jakarta (20/11) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (5 kiri), Deputi Menko PMK Agus Sartono (5 kanan), serta tim Biro Informasi dan Persidangan Kemenko PMK, berfoto bersama usai acara e-Transparency Award 2014.

Oleh humaspmk on November 20, 2014

Jakarta (20/11) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menerima penghargaan Peringkat 1 e-Transparency Award 2014 kategori situs kementerian paling progresif dari Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Henny S.Widyaningsih. Selain itu situs Kemenko PMK juga menyabet peringkat 8 situs pemerintah terbaik 2014. Acara ini berlangsung di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski.

Oleh humaspmk on November 20, 2014

Jakarta (20/11) -- Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla (kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (2 kiri) dan rombongan lainnya, meninjau peserta Pameran Mutumanikam Nusantara 2014. Pameran berlangsung di Balai Kartini mulai tanggal 20-23 November 2014. (fik)

Oleh humaspmk on November 20, 2014

Jakarta (20/11) -- Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (5 kiri), Ibu Gubernur DKI Jakarta Veronica Basuki Tjahaya Purnama (7 kanan), Ketua Pengurus Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI) Herawati Hasan Wirajuda (4 kiri), serta juri kontes dan panitia pameran, menggunting rangkaian bunga, sebagai tanda pembukaan secara resmi Pameran Mutumanikam Nusantara 2014. Pameran berlangsung di Balai Kartini mulai tanggal 20-23 November 2014. (fik)

Oleh humaspmk on November 20, 2014

Jakarta, 20 Nopember  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengisyaratkan kedepannya, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan membuat satu 'kartu sakti' yang menggabungkan semua bantuan dibidang Kesejahteraan Rakyat.

 "Kami berharap nantinya akan ada satu kartu yang nantinya akan mengintegrasi seluruh kepentingan masyarakat di bidang Kesra," ujarnya dalam acara penghargaan e-Transparency Award, Kamis (20/11/2014) di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta.

 Menurutnya, seperti dilansir laman Gatra.com., kedepan tak perlu banyak kartu untuk mengakomodir kepentingan kesejaheraan rakyat untuk transparansi dibidang pemerintahan. "Kartu tersebut juga akan terintegrasi datanya dengan kemetrian lain, jadi kementrian lain tak perlu mencari data. Sehingga data soal kemiskinan, pendidikan, ataupun tentang keluarga bisa jadi satu. Ini juga untuk tranparansi. Publik pun bisa melihat datanya," tegas Menko PMK.

 Nantinya kartu tersebut akan mewakili seluruh sistem kesejahteraan rakyat, jadi masyarakat tak perlu punya banyak kartu untuk mendapatkan bantuan atau fasilitas kesejahteraan. "Karena kita juga membutuhkan kartu yang sudah mewakili semua sistem sehingga masyarakat tidak perlu direpotkan dengan membawa banyak kartu," kata Menko PMK.

 Kemenko PMK dan Kementerian Pendidikan Dasar memperoleh penghargaan situs web kementerian yang terprogresif versi Paramadina Public Policy Institute. Hadir dalam acara penghargaan tersebut, selain Menko PMK yakni Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendidikan Dasar Anies Baswedan dan para pereakilan kementerian.(Gc/Gs).

 

 

 

Pages

Subscribe to Berita dan Artikel